ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
SILA SAMAYANGALIL "Terkadang"
Halo? Ya, Ibu.
Apa?
Aku tak dengar.
Sebentar.
Ya. Ada apa?
Ibu, aku telat. Nanti kutelpon. Ya.
KLINIK KESEHATAN PUSAT DIAGNOSIS
ISI FORMULIR PERSETUJUAN TES HIV (ATURAN PEMERINTAH) DISINI
AMBIL SAMPEL JAM 7-11 AM, HASIL TES JAM 5.30 - 7 PM
Hasil tes jam 7 malam.
Sejak jam 6.30 pagi, aku diam antri..
..seperti batu nisan kuburan.
Mustahil India bisa makmur.
Warga tak menghargai waktu.
Sudah nasib kita.
Kita susah payah demi tes darah.
Bangun pagi-pagi.
Kesini belum sarapan.
Mengisi formulir.
Antri 2 jam. Tes darah. Bayar.
Ambil hasil tes jam 5.30 sore.
Kalian masih mending.
Perjalananku dari Perungudi kesini seharian.
Kenapa? Tak ada klinik di Perungudi?
Ada, Pak.
Tapi dokter menyuruh tes kesini.
Biar dokter dapat komisi.
Aku kesini mau tes urin.
Tak boleh kencing sejak pagi.
Harus urin pertama di hari ini.
- Cari daftar hadir? - Ya.
Dibawa dokter kepala jam 7 ke ruangannya.
Ini bukan yayasan yang boleh telat seenaknya.
Maaf, Pak. Macet di jalan.
Oh, kereta bisa macet?
Membangun reputasi lab disini tak cukup sehari.
Usahaku butuh 20 tahun.
Ini harus kutanda tangani?
Ya, Pak.
Ini mau dikirim ke lembaga mana?
Lembaga keuangan, Pak.
Kenapa kalian tak becus kerja?
Padahal aku membayar kalian.
- Maaf, Pak. - Cuma minta maaf?
DEEPA, JAM 7.45 PAGI
TUTUP
BUKA
P.R Ramanathan?
Berikutnya.
Bayar di loket sebelah, ambil nomor antrian.
Berikutnya.
FORMULIR PERSETUJUAN TES HIV
NOMOR ANTRIAN
Berikutnya.
Apa, Ibu?
Apa maksud Ibu?
Sudah bayar kontrakan 2 bulan.
Ibu, ini bulan ketiga belum berakhir.
Kenapa pria itu menagih?
Gadis itu datang telat.
Malah asyik menelpon pacarnya.
Zaman sekarang ponsel mengganggu.
Semua orang punya ponsel.
Apa?
Itu mustahil, Ibu. Itu juga mustahil.
Bilang padanya, mustahil.
Bilang padanya, akan kubayar lusa.
Mustahil hutang lagi, Ibu.
Kita hutang bank belum lunas.
Ibu, juga harus bayar kuliah Shankar.
Kenapa Ibu tak paham?
Baik, Ibu. Bilang begitu padanya. Nanti telpon. Ya.
Tes HIV, ya?
Ya.
- Mana formulir persetujuan? - Apa?
Mana formulir persetujuan?
Apa itu?
Ini aturan pemerintah. Isi formulir disana.
Berikutnya.
Kenapa cuma inisial nama?
'Nomor antrian 240.'
AMBIL FORMULIR DISINI
FORMULIR PERSETUJUAN TES HIV
'Nomor antrian 241.'
Berikutnya.
Vijay Anand?
Tes Kreatinin dan Bilirubin?
'Nomor antrian 243.'
Aku lapar.
Tes saat perut lapar.
Pak, kau tes apa?
Kolesterol.
'Nomor antrian 259.'
Tak apa-apa.
Baik. Tak apa-apa.
Baik.
Baik. Baik.
'Nomor antrian 260.'
- Hasil tes jam 5 sore. - Baik, Bu.
'Nomor antrian 261.'
Permisi.
Antri di belakang, Pak.
- Tadi antrianku disini. - Disini? Aku tak lihat.
- Antrianku disini. - Antri di belakang.
Jangan menyerobot antrian.
- Tidak. - Kami antri sejak pagi.
Kebiasaan menyerobot antrian. Antri, Pak.
Dasar tak sopan.
Hei, antri disini.
Berikutnya.
LUNAS
Berikutnya.
Kau mau tes apa?
Tertulis disitu.
Aku tahu kau tes HIV. Tes ELISA atau PCR?
- ELISA. - Apa?
ELISA.
Tulis yang lengkap.
Kembalikan pulpenku.
Ini, Bu.
Berikutnya.
'Nomor antrian 263.'
LUNAS
NOMOR ANTRIAN 267
Kalau nomormu dipanggil, masuklah.
'Nomor antrian 265.'
'Nomor antrian 267.'
Kemari, Pak.
Duduk.
- Siapa namamu? - Bala Murugan.
Bala Murugan. Ulurkan tangan.
Mengepal yang kuat.
TABUNG SAMPEL DARAH
KOTAK SAMPEL DARAH
KOTAK SAMPEL DARAH
Maaf, kopinya panas.
Tak apa.
Pak, pesan apa?
Kopi.
Mau pesan lagi?
Tidak.
Makananmu enak?
Makanan idli.
Cuma idli makanan aman di kota ini.
Banyak kasus keracunan makanan.
Dapurnya bikin tak nafsu makan 2 hari.
Inspektur kesehatan mengunjungi dapur.
Tapi tak memeriksa.
Cuma dapat suap, pergi tanpa makan.
Kau dari Thiruvanmiyur?
Karena sepertinya aku pernah melihatmu.
Pesan 2 idli.
Tadi katamu tak pesan lagi.
Tiba-tiba aku ingin idli.
Pak, ponselmu.
Tertinggal di meja.
Maaf.
Terima kasih.
BUNGKAM BERBAHAYA
Pak, beli ini.
Kotak 1, aktor Vijay. Kotak 2, aktor Ajith Kumar.
Kotak 3, aktor Suriya. Kotak 4, aktor Dhanush.
Ayo pasang taruhan.
Gandakan uangmu.
Jangan ragu. Taruhan bukan penipuan.
Ayo pasang taruhan.
Uji keberuntunganmu. Ayo taruhan.
Selamat, kau menang Rs.10.
Ada polisi. Cepat beberes. Kabur.
Ibu, aku minta bantuan Lakshmi.
Suaminya sedang pergi.
Dia janji bantu kita minggu ini.
Pria itu menagih, kita tak punya uang.
Larang dia lapor pamannya yang polisi.
Jangan sampai dia mengancam kita.
Kenapa Ibu tak paham?
Mustahil cari Rs.5000 sekarang.
Baik. Aku usahakan cari uang.
Baik. Daa.
Ada apa?
Aku di Bangalore.
Ya. Apa? Pernikahan di rumah ibu mertuaku.
Aku di rumah ibu mertuaku.
Ya. Apa?
Hei, pria itu kaya.
Kita peras uangnya. Apa?
Kalau dia menolak, suruh preman menghajarnya.
Persetan dengan mereka.
Kau Karuna, Pak?
Kau ACP Karuna? (ACP = Asisten Komisaris Polisi)
Ya. Bukan.
Pak, aku kontraktor Raghavan.
Coimbatore Chettiyar. Kasus sengketa tanah.
Chettiyar siapa?
Coimbatore Narayanan Chettiyar. Kau ACP Karuna?
Ramya tak jawab telpon, Ibu.
Sejak pagi.
Mungkin mereka sibuk di bank.
Hanya dia harapan kita.
No comments yet. Be the first to leave one.