ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Gunsan Tahun 2007
Kak, kau mau minum hari ini?
Mau minum.
Aku minum 365 hari setahun.
Ya ampun.
Apa itu?
Apa ada kapal yang belum masuk ke pelabuhan?
Seharusnya sudah masuk ke pelabuhan.
Apa itu?
Ya ampun.
Hei, Gyeong Seop.
Sudah kukirimkan sinyal radio, tapi tak diangkat.
Apa?
Ada orang di sini?
Apa kapal yang datang dari Tiongkok?
Ya ampun. Bau apa ini?
Apa ada bau?
Ada apa ini? Bisa-bisanya tak ada peralatan yang layak.
Apa mungkin kapal penumpang gelap?
Menjengkelkan.
Menjengkelkan.
Bau sekali.
Apa ini?
Apa yang kau lakukan di dalam?
Apa kau yang melakukan itu?
Dimakan oleh orang berengsek itu.
LUWU UTARA | YOYONG MASAMBA
Gangneung Tahun 2017, Berjarak 6 Bulan Dari Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang
Kak, aku gak mau main lagi.
Menjengkelkan.
Gil Seok, kau menghancurkan segalanya.
Uang yang kau menangkan dari anak-anak, kau mau gunakan apa?
Kenapa kau datang? Uang yang kau menangkan dari anak-anak, kau mau gunakan apa?
Kenapa kau datang?
Aku mau makai mesin penggali.
Mesin penggali? Untuk apa?
Aku punya seorang saudara, namanya Deok Gu.
Dia akan segera menikah.
Aku mau adakan pesta pernikahan untuknya.
Eh, semua ini untukmu.
Benar bukan, Kak?
Bo Ram, aku mencintaimu.
Aku akan menyayangimu seumur hidup.
Di mataku, seumur hidup cuma ada dirimu.
Biarkan kita hidup bersama sampai tua.
Hei!
Suaranya terlalu kecil, gak bisa kudengar.
Menjengkelkan.
Bo Ram!
- Di mataku, seumur hidup cuma ada dirimu. - Tak terdengar.
Hei, turunkan.
Wah, enak sekali.
Tunggu upacaranya selesai, kau yakin dia akan selamat?
Orang takkan mati semudah itu.
Hei, cukup sampai di sini. Turunkan saja.
Kita masih harus mengalahkannya.
Ya ampun.
Deok Gu kami takutnya tak sanggup lagi.
Deok Gu.
Kak Kim, pergilah memeriksanya.
Ada apa?
Kumpulkan semua orang.
Hei, kumpulkan semua orang.
Hei, mari jalan.
Ayo, jalan.
Hei, kau seorang pengantin mau ke mana?
Kembali ke air dan menunggu.
Baik.
Kau mau ke mana?
Kau mau ke mana, bodoh?
Masih di dalam. Sudah kutemukan nomor kamarnya.
Sebelum orang-orang nelpon polisi, orang-orangku sudah menahannya.
Ada masukan?
Jelas, aku benar-benar minta maaf.
Hei, juga bukan orang lain.
Kau pikir ini baik-baik saja?
Tentu saja tidak bisa. Hatiku sangat jelas sekali bagaikan cermin.
Benar-benar.
Kali ini kubiarkan kau lolos, tapi untuk terakhir kalinya.
Lain kali jangan harap.
Aku mengerti.
Kalian para polisi sebaiknya pergi menjaga Min Seok saja.
Hei, bocah.
Kak, kami akan menyelesaikannya.
- Lepaskan aku. - Kau bisa pergi sekarang.
Jika sampai dilaporkan oleh orang...
Menjengkelkan.
Kak Kim.
Kak Kim, jangan pergi.
Jangan pergi.
Tak ada apa-apa didalam.
Hei. Jika tak dilakukan dengan baik kalian bisa mati.
Benar-benar.
Siapa kau?
Beraninya kau!
Berengsek.
Sekelompok orang-orang berengsek, ternyata benar sedang memakai obat.
Di dalam kota indah indah tempat Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang,
bisa-bisanya kalian melakukan hal menjijikan seperti ini.
Di mana?
Kak.
Siapa kalian?
Wah, banyak sekali saudara yang datang.
Hei. Bereskan sebentar bagian dalam.
Aku tuangkan segelas untukmu.
Kau juga benar-benar.
Harusnya kau tak menerobos masuk seperti itu.
Jangan bicara lagi.
Jelas-jelas kau yang menjual obat terlarang.
Kau gak tahu menjual obat-obatan itu dilarang.
Jangan marah padaku.
Aku juga tidak tahu.
Haruskah kuawasi setiap gerakan anak buahku?
Aku juga tak bisa selalu memerhatikan mereka.
Menjengkelkan. Sungguh omong kosong.
Mereka para saudaramu, tentu saja salahmu.
Dan lagi, polisi bisa saja tiba-tiba menyergap,
apa harus duduk diam dan tidak memerdulikannya?
Bukankah lebih baik kami membereskannya sendiri.
Benar bukan, Kak Choi?
Benar.
Gil Seok memang memikirkan secara lebih menyeluruh.
Apanya yang menyeluruh.
Hei, ketua sudah datang.
Kau sudah datang?
Hei, pengantin pria.
Kau sudah datang, Kak?
Kenapa kau pakai ponsel buatan luar negeri?
Dengar-dengar kalian ribut dan bertengkar?
- Tidak ada hal seperti itu, Kak. - Tidak ada hal seperti itu, Kak.
Aku sudah dengar semuanya.
Berdasarkan yang kulihat,
obat terlarang yang kau jual milikmu, 'kan?
Gengmu juga salah sudah ikut campur.
Gyeongpo.
Ya, Kak.
Jika kelak kau masih berani berurusan dengan obat terlarang di Gangneung,
akan kulubangi kepalamu.
Baik, Kak. Aku sudah mengerti.
Sekarang sudah beres, 'kan?
Ya, Kak.
Tak peduli bagaimanapun, kalian semua bagian dari keluarga yang sama.
Sebagai seorang kakak, jangan bertengkar dengan adikmu.
Ya, Kak.
Kau juga dengar baik-baik.
Jika Taeji dan Gyeongpo tak harmonis,
maka itu kesalahanmu sebagai kakak.
Ya.
Beri aku rokok.
Aku mau jenis yang digigit itu.
Ini yang digigit.
Kak Lee, orangnya sudah tiba.
Berapa utangmu?
Tujuh juta won.
Masalah di dunia ini,
bagi sebagian orang, 7 juta won hanyalah biaya untuk minum-minum dalam semalam.
Namun, ada sebagian orang yang karena tak punya 7 juta won dan mati.
Aku melakukan hal ini adalah demi bisa terus hidup.
Kuharap kuga kau bisa terus hidup.
Ayo, duduk.
Aku datang.
Sudah makan belum?
Ya, sudah makan.
Biasanya orang datang bertemu di waktu seperti ini,
harusnya berpikir untuk makan bersama, 'kan?
Kalau begitu, mari makan bersama.
Baik. Kenapa kau datang?
Aku ingin membeli saham Resor Gangneung.
Sebelumnya saat aku membantumu menangih utang,
dia tidak punya uang. Bukankah saat itu dia menyerahkan saham?
Aku butuh itu.
Itu sudah diserahkan pada Ketua Shin untuk diurus.
Cuma mengurus saja, juga bukan diberikan padanya.
Saat kau berdiri sendiri, bagianmu itu sudah diberikan padamu.
Memang sudah diberikan padaku.
Perusahaan penangih utang, 'kan?
Semua yang kulakukan membantu ketua untuk menangih utang.
Kenapa kudengar perkataanmu seperti sedang mengancam?
- Aku bekerja untukmu dan telah membunuh paling tidak 10 orang. - Terus?
Melakukan sedikit pekerjaan kotor,
sudah mau minta balas budi lagi?
Aku bekerja keras untukmu selama 10 tahun,
permintaanku ini tak kelewatan, 'kan?
Karena itu, kuperkerjakan kau sebagai balasannya.
Kau yang dulu hanyalah seseorang yang gak punya apa-apa.
Makanya aku benci untuk berunding,
karena perundingan tak menyelesaikan apa-apa.
Dasar berengsek.
Polisi
Siapa kau?
Aku datang.
Kemari dan bereskan sebentar.
Kau sendirian lagi?
Sudah kubilang agar kau mempekerjakan karyawan.
Tak ada yang peduli dengan orang tua sepertiku.
Kak, apa kau suka lakukan semua ini?
Betapa bagusnya ini.
Yang ditanam sendiri, dipetik lalu dimakan.
Kau suka membeli makanan di supermarket, 'kan?
Aku masih tak mengerti apa menariknya menanam.
No comments yet. Be the first to leave one.