ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Selamat Datang Konferensi HAM Global 2010
- Dia di mana, Stace? - Jangan cemas, dia segera datang.
Ini konyol, dia akan tampil kurang dari 5 menit lagi.
- Tak apa, Tn Lynch. Dia datang. - Minta dia naik panggung.
Kuberi tahu yang lain dia akan masuk.
Tn. Brava, kita harus bergegas.
Salinan pidatomu tidak dirilis. Kenapa dirahasiakan?
Dengarkan saja nanti.
Kau bisa beri tahu kami apa yang akan kaukatakan nanti?
Kau mau kutipan? Baik.
Pedagang manusia seperti kecoak yang bersembunyi dalam kegelapan.
Mereka harus diperlihatkan pada cahaya.
Apa maksudmu diperlihatkan? Kau akan sebut nama seseorang?
Tn. Brava, tolong jelaskan pidatomu nanti.
- Aku akan segera kembali. - Tn. Brava!
Konferensi dimulai 5 menit lagi, harap masuk ke aula utama.
Tn. Brava?
Kita benar-benar harus...
Tolong bantu aku!
Andy Burnside, Sherif Kane County.
Agen Teresa Lisbon, ini Patrick Jane, konsultan kami.
Korban bernama Hector Brava. Dia pelaksana kebajikan.
Dia jalankan organisasi bernama Sheltering Light Foundation.
Mereka perangi perdagangan manusia. Konferensi sedang berlangsung.
Seharusnya dia menyampaikan pidato.
- Jadi kau si Cenayang itu? - Cenayang itu tak ada.
Kematian disebabkan pukulan benda tumpul di belakang kepala.
Anak buahku temukan alat pemadam dengan noda darah.
Tapi tak ada sidik jari yang bisa digunakan.
Jika dia mau berpidato, kenapa dia ada di belakang sini?
Karena ini.
Itu SMS.
'Temui aku melalui pintu pegawai. Carmen.'
Pengirim sedang dilacak.
Berapa banyak orang bernama Carmen di hotel ini?
Dua pegawai hotel dan dua lainnya yang menghadiri konferensi.
Mereka semua punya alibi. Kami akan terus mencari.
Dompetnya ada padanya. Ada kartu kredit dan uang banyak.
- Jadi ini bukan perampokan. - Mungkin. Di mana bahan pidatonya?
Katamu, Brava akan berpidato. Dia seharusnya bawa bahannya.
Atau setidaknya catatan. Kautemukan sesuatu?
Tidak.
- Cari apa pun tentang pidatonya. - Baik.
Ada apa?
Ada kontradiksi dalam kasus ini.
Teknik pembunuhannya sendiri terlihat berimprovisasi.
Alat pemadam, lokasi semi publik. Tapi kiriman SMS itu direncanakan.
Tak ada tanda perampokan.
Tak ada penyerangan, selain pukulan di kepala.
Pembunuhan ini bukan karena amarah, lebih kepada tindakan putus asa.
Pembunuh ingin mencegah Brava lakukan atau mengucapkan sesuatu.
- Begitulah kata cenayang kami. - Cenayangmu?
- Kristina Frye. - Kau bercanda.
Kau pernah dengar tentang dia?
Santai saja. Jangan paksa ingatanmu.
Ingatanmu akan datang, detailnya akan muncul.
- Kau bayar dia berapa? - Bukan urusanmu.
Sebanyak itu? Aku bekerja pada orang yang salah.
Nn. Frye, senang bertemu denganmu lagi.
Aku juga. Terima kasih.
Jadi kau sudah menguasai sherif?
Sherif Burnside adalah pria yang berpikiran terbuka.
Ya, dia juga suka menonton TV dengan kucing tidur di pangkuannya.
Sementara ibunya duduk di sampingnya dan merajut.
Tapi aku yakin dia lebih suka hal itu dirahasiakan.
Katamu kau bukan cenayang.
Dia cenayang, tapi belum siap untuk menerimanya.
Sebenarnya, ada bulu kucing di celanamu.
Tak ada cincin kawin menandakan kau hidup dengan ibumu.
Jika kau mau percaya mendiang Paman Harry-nya...
Turun dan membisikkannya di telingaku, terserah saja.
Apa kau tak pernah bosan dengan sikap sinismu sendiri?
Sangat bosan.
Tapi apa pilihan lainnya?
Kita biarkan mereka mengobrol.
Maaf tentang cerita ibumu tadi.
Aku punya pertanyaan. Kenapa kau bekerja pada polisi?
Kukira kau psikoanalisis spiritual. Apa pasienmu memahamimu?
Aku masih praktik. Kenapa? Kau mencari terapis?
Biar kupikir dulu. Tidak.
Kudengar psikoanalisis itu penyakit yang menyatakan dirinya penyembuh.
- Selain itu kautambahkan hantu. - Ejekan refleksif.
- Itu tandanya jiwamu terganggu. - Kau bosan, 'kan?
- Mudah mendapatkan uang mereka. - Tidak.
Kurasa bakat kita mengharuskan kita membantu orang.
Begitu? Kelebihan kita memberi sebuah kewajiban.
Aku suka kalimat itu.
Kata Van Pelt, ada masalah melacak SMS yang diterima Brava.
Jejaknya mengarah pada lokasi yang tak dikenali.
Tak bisa dilacak kembali.
Dia akan periksa panggilan lain, melacak semua panggilan itu.
Pidatonya?
Belum ada kabar dia membawanya atau tidak.
Kita belum bicara pada istrinya. Dia ada di dalam.
Hector dan aku tahu hal seperti ini akan terjadi.
Katanya banyak yang dipertaruhkan daripada cemaskan dia.
Apa yang kau dan suamimu cemaskan?
Pedagang manusia. Mereka yang dapat hasil dengan memperbudak yang lain.
Hector tak pernah lelah memburu mereka.
Menurutmu, ada orang yang ingin membunuh dia?
Suamiku menerima setengah lusin ancaman sejak Natal.
Jika kautanyakan nama, kami tak biasa menyimpannya.
Dia akan berpidato hari ini. Apa dia membawanya?
- Ya. Kenapa? - Ada kerahasiaan tentang itu.
- Kau tahu dia mau bicara apa? - Aku tidak tahu.
Itu wajar.
Hector jarang ceritakan detail pekerjaannya padaku.
Itu caranya melindungiku.
Kalian mungkin harus bicara pada Russel Bigelow.
Dia lakukan riset untuk Hector.
Ilsa.
Kau sudah diberi tahu siapa aku dan apa pekerjaanku?
Ya.
Komunikasiku dengan dunia lain...
Seperti sambungan jarak jauh dengan jaringan yang buruk.
Sering kali pesan yang kuterima tak ada artinya bagiku.
Tapi tidak bagi mereka yang sudah tak ada, paham?
Aku tak begitu percaya pada hal-hal supernatural.
Bukan kau saja.
Suamimu ingin aku mengingatkanmu pada sesuatu.
Yang bisa membuatmu tersenyum. Aku dapat gambaran...
Bunga sakura?
- Apa itu berarti sesuatu bagimu? - Ya.
Kami menikah di bawah pohon sakura.
Bagaimana kau bisa tahu?
Suaminya bisa mengingatkan tanaman pernikahannya...
Tapi tidak ingat pembunuhnya?
Menyeberang ke sisi yang lain bisa membingungkan.
Seperti tersadar dari bius. Kadang perlu waktu untuk sadar.
Itu masuk akal.
Apakah nama Carmen berarti sesuatu bagimu?
Judul opera. Kenapa?
Bagus. Sekarang giliranku.
Suamimu pernah berselingkuh? Atau kau yang berselingkuh?
Kenapa kautanyakan itu?
Kau sangat mulia, bermartabat, tabah...
Dan bergaya seperti Jackie O.
Mungkin kau tak peduli dan senang suamimu tewas.
Mungkin juga tidak.
- Aku ingin kalian pergi sekarang. - Ide bagus.
Terima kasih atas tehnya. Sangat enak.
- Kerja bagus. - Dia sembunyikan sesuatu.
- Aku ingin tahu apa itu. - Apa yang kauketahui darinya?
- Ini masih dini. - Tangannya kuat.
Kalau itu aku tahu.
Aku tak yakin masalah ini baik untuk dibicarakan.
Aku hanya peneliti.
Tn. Bigelow, kami paham kau takut. Kami perlu tahu isi pidato itu.
Perdagangan manusia menghasilkan miliaran dolar.
Ada orang pemerintah di balik ini. Mereka bisa menjangkau siapa saja.
- Kematian Hector membuktikannya. - Kami bisa berikan perlindungan.
Asal katakan apa yang kau tahu.
Jika kau tak membantu kami, usahamu menghentikan mereka...
Akan percuma.
Perdagangan manusia gunakan usaha yang sepertinya legal...
Untuk mencuci uang di seluruh dunia.
Aku awasi jejak audit. Kami memiliki koneksi.
- Itulah isi pidato Hector. - Koneksi seperti apa?
Kalian pernah dengar Koalisi Anti Perdagangan Manusia Dunia?
- Salah satu pendukung konferensi? - Penyumbang besar.
Dikelola oleh Christopher Lynch.
Mereka bantu kami mematikan banyak jaringan.
Tapi perdagangan berlanjut.
Uang beralih ke tempat lain. Perlu beberapa lama melacaknya.
Ternyata koalisi itu hanya kedok kelompok pedagang.
Mereka manfaatkan kami untuk matikan persaingan mereka.
Mereka menciptakan monopoli.
Inilah pidatonya. Ini salinanku.
Kenapa kau tak beri tahu pihak berwenang saat tahu itu?
Karena Hector bilang, dia akan adukan Lynch di depan umum.
Kukatakan itu terlalu berbahaya, tapi Hector tak mau dengar.
Brava pernah menyebut orang bernama Carmen padamu?
Tidak. Kenapa?
Bigelow bilang pemberantas perdagangan manusia...
- Adalah pedagang manusia? - Tampaknya begitu.
Kau dan Cho, bicaralah pada Lynch. Lihat tanggapannya.
Kalian bercanda? Selera humor kalian buruk.
Hector adalah seorang mitra dekat dan teman baik.
Dia berencana berpidato mengumumkan Koalisi-mu...
- Kedok perdagangan manusia. - Dia sebut namamu secara khusus.
Ada yang mengecoh kalian.
Tak ada dasar kebenaran dalam hal ini.
Para pedagang ingin memecah kita, membuat kita saling mencurigai.
- Sepertinya Brava mencurigaimu. - Dia lihat konspirasi di mana pun.
- Dia suka menjadi sorotan. - Kami membaca pidatonya.
- Kasusnya cukup meyakinkan. - Kita jernihkan masalah sekarang.
Kuminta pengacaraku izinkan kalian lihat semua catatan kami...
Agar kalian lihat tak ada yang disembunyikan Koalisi.
- Nama Carmen berarti bagimu? - Tidak.
Kau tahu siapa yang mau membunuh Brava?
Mungkin hanya beberapa ratus orang.
Tunggu dulu, ada satu hal. Pada malam kedua konvensi...
Aku lihat Hector bertengkar dengan pria bernama Tariq Sharif.
Di luar bar hotel. Dan aku berani bertaruh...
Pertengkaran itu mengenai seorang wanita.
- Bagaimana kau tahu? - Karena aku kenal mereka.
Mereka tentunya tak membicarakan tentang kebijakan imigrasi.
- Bagaimana dengan Lynch? - Katanya Tariq Sharif...
- Bertengkar dengan Brava. - Kuperiksa identitas Sharif.
Kulihat catatan yang dikirim pengacara Lynch.
No comments yet. Be the first to leave one.