ആദ്യത്തെ 72 വരികൾ.
"Pahlawan kalah!? Vegetto dihisap"
Tidak mungkin...!
Tunggu sebentar, Kaioo!
Jangan-jangan kau menyuruh kami mengejarnya, ya?
Terpaksa.
Hanya kalian yang bisa bertarung melawan Bhu.
Itulah kenapa Dewa Kematian tetap menempatkan kalian di tubuh masing-masing.
Meski begitu,
perbedaan kekuatan kita dengan Bhu terlalu jauh.
Dan Kaioo, kau tak berpikir kalau kita akan menang, kan?
Yah, sejauh pengamatanku...
Aku, menolak. Aku tak mau dimakan Bhu lagi. Tak mau!!
Hei, bagaimana? Sudah diputuskan, bukan?
Aku merasa segar!
Yamucha! Pergi kemana kau di saat darurat begini?
Darurat? Aku latihan, lalu aku mandi. Segar sekali rasanya!
Meski begitu, tempat ini cukup kotor ya? Tak ada siapapun di sini kecuali orang kuat.
Kira-kira apa di sini ada cewek cantik ya.
Benar juga. Mungkin tetap menempatkan arwahnya di dalam tubuh adalah suatu kesalahan.
Berhasil! Akhirnya aku berhasil!
Kasihan! Dalam wujud permen kau tak bisa apa-apa!
Jangan bersedih! Akan kumakan segera!
Sedikit demi sedikit, kau akan kukunyah pelan-pelan,
dan saat sudah hampir habis, akan kugigit dan kutelan kau!
Maaf, maaf! Kasihan sekali, kau, Bhu.
Apa?
Ini tidak mungkin!
Ternyata kekuatanku tak berubah walau dalam keadaan begini.
Bagaimana? Kecepatanku juga masih sama.
Tapi tanpa tangan dan kaki, sulit untuk bergerak.
Baiklah, sekarang apa yang akan kau lakukan?
Lawanmu adalah permen terkuat di dunia!
Yang benar saja!
Meskipun kau bisa bergerak, kau tetap saja permen!
Dan sebagai permen, apa yang bisa kau lakukan!?
Kau yakin mempertanyakan hal itu?
Selain itu, kau yakin ini tidak terlalu berbahaya?
Dengan menjadi kecil, kau akan sulit untuk menyerangku.
Menyerangmu? Untuk apa aku melakukan itu?
Aku hanya perlu menangkapmu dan memasukanmu ke dalam mulutku! Itu saja!
Benarkah? Kalau begitu, bersiaplah!
Bukankah sudah kubilang? Kekuatanku tak berubah!
Aku istirahat dulu.
Ada apa? Bukankah kau mau menangkapku dan memakanku?
Kalau kau tak mau menyerangku, maka aku yang akan menyerangmu!
Sekarang aku akan memakanmu!
Sial, mondar-mandir seperti itu!
Maafkan aku.
Kau sangat ingin memakanku, jadi aku berusaha untuk tidak termakan,
tapi ternyata tembus.
Apa yang akan kau lakukan sekarang? Mau lagi?
Kembali!
Huh?
Aku tak jadi permen lagi, ya?
Kau sudah berusaha, tapi pada akhirnya,
tampaknya kau kau tak bisa memakanku.
Syukurlah! Kukira aku akan jadi permen selamanya!
Dasar bodoh! Selama dia belum mengalahkan Bhu,
tak ada pengecualian bagi
seluruh makhluk hidup di dunia!
Benar...
Tak bisa dimaafkan!
Cukup! Kita semua sudah tahu kalau kau kuat!
Jadi, tolong cepat diselesaikan!
Untuk sesaat tadi, aku berpikir apa yang akan terjadi.
Sekarang dia sudah kembali seperti semula.
Apa yang akan kau lakukan kalau dia masih menjadi permen?
Bisa jadi dia telah memperhitungkan hal seperti ini bakal terjadi.
Lagipula, setengah dirinya adalah Vegeta.
Tapi, untung saja Vegeta, dengan harga dirinya,
seperti yang kau katakan, dan memutuskan untuk melawan Bhu, ya?
Ya! Tak perlu dikatakan, itu adalah salah satu kebaikan yang kumiliki.
No comments yet. Be the first to leave one.