ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Di permukaan laut yang tenang,...
...kita masih merasakan irama lembut ombak.
Bagaikan mimpi...
...meskipun airnya mungkin terlihat tenang...
...badai petir masih dapat melewatinya.
Tersapu angin,...
...hancur, dan terkoyak.
Namun, kita siap mengikuti arus.
Satu irama.
Satu ritme.
Satu tarian.
Selamat malam!
Saat ini saya berada di adu tari terbesar,...
..."Kejuaraan Tari Dunia Musim Ketiga."
Malam ini, akan ada enam tim yang berbeda...
...dari Thailand, Jepang, India, Dubai, Korea,...
...dan Indak dari Filipina,...
...akan bersaing untuk memenangkan kejuaraan ini...
...dan memenangkan uang tunai sebesar 500.000 dolar.
Lihat dan ikuti berita ini...
...untuk mengetahui pemenang kejuaraan malam ini!
Saya Jang In Hwa dari EBK News.
Selamat malam, Semuanya!
Selamat datang di Kejuaraan Tari Dunia Musim Ketiga!
Malam ini, ada enam tim yang datang dari berbagai negara untuk bersaing...
...dan berharap untuk memenangkan Kejuaraan Tari Dunia.
Memperkenalkan mentor para bintang ternama, Brad Smith!
Juri berikutnya adalah Viola Kasumba!
Seorang Produser dan CEO, Kim Ju Hyun!
Kejuaraan Tari Dunia dimulai sekarang!
Tunggu, di mana Jen?
Buang kacamatamu Dan goyangkan bokongmu
Aku ingin berkencan denganmu Diriku merasa nakal
Kau membuatku Merasa seperti Kota Ratu Selatan
Cintai aku, gengam aku Tembak seperti Kobe
Tak ada yang bisa melakukannya Lebih baik dari itu
Dengarkan aku, Sayang Pelan-pelan seperti itu
Kemarilah, Papi Duduklah kembali
Kau ingin menjadi Fat Joe Saat aku menyanyikan "Lean Back"?
Karencitta, senang bertemu denganmu
Aku bisa menjadi Mamacitta-mu
Seperti ganja dengan menyalakan FIFA
Dengan mariyuana, Tn. James Bond
Kalau kau mau, persetan Mari kita lakukan
Kau sungguh membutuhkan gadis Cebu
Aku lebih dari sekadar Kekasih musim panas
Kemarilah
Luar biasa
Sayang, kau sungguh membutuhkan Gadis Cebu
Kau sungguh membutuhkan gadis Cebu
Kau sungguh membutuhkan gadis Cebu
Bersama dengan gadis Cebu
Jangan di sini, Kawan Ayo berenang di sana
Berhenti bicara, jangan bicara Mari kita mulai
Begitu cantik dan berharga
Terlalu dini mencari puding
Setelah itu makanlah parfait
Jangan main-main denganku Itu kesempatan terakhirmu
Jangan menipuku
Aku tidak bodoh
Sekarang apa? Ayo, mari kita mengobrol
Jangan terburu-buru Mari menjauhi hal-hal buruk
Berdoalah, itu masih berhasil Sebuah keajaiban di Simala
Mengapa semua yang baik mudah tertipu?
Mabuk cinta di Sinulog Sial, bangkitlah
Jangan main-main denganku Itu kesempatan terakhirmu
Ya
Kau sungguh membutuhkan gadis Cebu
Aku lebih dari sekadar Kekasih musim panas
Kemarilah
Luar biasa
Sayang, kau sungguh membutuhkan Gadis Cebu
Kau sungguh membutuhkan gadis Cebu
Kau sungguh membutuhkan gadis Cebu
Kau sungguh membutuhkannya
Cebuana untuk pergi
Kau sungguh membutuhkan gadis Cebu
Aku lebih dari sekadar Kekasih musim panas
Kemarilah
Luar biasa
Sayang, kau sungguh membutuhkan Gadis Cebu
Kau sungguh membutuhkan gadis Cebu
Kau sungguh membutuhkan gadis Cebu
Hidup itu seperti irama tarian.
Tak semua orang tahu bagaimana mengikutinya.
Setiap kali ada perubahan dalam ritme, hanya beberapa yang bisa mengikutinya.
Namun, ada orang-orang yang sangat lambat...
...menggunakan dua kaki kiri mereka.
Untuk setiap irama,...
...kurasakan setiap langkah ini mengarah kepada mimpiku.
Jangan menyembunyikan Hal-hal yang dapat kau lakukan
Karena ada banyak orang Yang ingin berhasil
Untuk meraih impian
Banyak orang yang menunda mimpi mereka
Mereka tak pernah mengenal Diri mereka sendiri
Tampaknya mereka masih mencari sesuatu
Jangan takut membuat kesalahan
Jangan takut untuk melakukan Apa yang kau sukai
Sampai tiba waktunya Untukmu berhenti
Jika kau tidak mencobanya Kau tidak akan pernah tahu
Apakah itu hanya khayalan?
Jangan biarkan mereka
Menilai cara hidupmu
Bertekadlah pada obsesimu
Tunjukkan mereka kehebatanmu
Tunjukkan dirimu tak seperti Yang mereka kira
Tunjukkan mereka kehebatanmu
Tunjukkan dirimu tak seperti Yang mereka kira
Lepas landaslah
Biarkan dirimu terbang
Ikut denganku, mari membuat kehebohan
Singkirkan cara lama Yang selalu kau lakukan
Irama yang baru Membangkitkan pikiran yang tertidur
Semua impian yang mencoba masuk
Lagu-lagu yang semakin sesak Batin yang mendengarkan
Bukan berarti penyanyi itu terkenal
Bahwa yang kau dengar terdengar asli
Jangan takut membuat kesalahan
Jangan takut untuk melakukan Apa yang kau sukai
Sampai tiba waktunya Untukmu berhenti
Jika kau tidak mencobanya Kau tidak akan pernah tahu
Apakah itu hanya khayalan?
Jangan biarkan mereka
Menilai cara hidupmu
Bertekadlah pada obsesimu
Tunjukkan mereka kehebatanmu
Tunjukkan dirimu tak seperti Yang mereka kira
Tunjukkan mereka kehebatanmu
Tunjukkan dirimu tak seperti Yang mereka kira
Lepas landaslah
Biarkan dirimu terbang
Kau harus lepas landas
Tunjukkan mereka kehebatanmu
(Aku jatuh cinta. Tariannya hidup. Penari yang luar biasa.)
(Gadis pulau itu bisa menari.
(Aku dan keluargaku melihat gadis setempat...)
(...menari di atas rakit di Pulau Bantayan.)
Ibu
Kau terlambat.
Mereka sudah menunggumu.
Mereka sudah ada di luar selama ini.
Bukankah kita akan makan?
Aku sudah masakkan makan malam untukmu tadi.
Kau terlambat. Jadi, panaskan saja.
Pasti sudah dingin sekarang.
Terima kasih, Ibu.
Kau benar.
Ini sudah malam. Jadi, istirahatlah sekarang.
Belum, masih ada banyak orang.
Bagaimana kalau kau yang malah sakit?
Ibu sakit?
Dia bahkan yang mencampurkan obatnya.
Bagaimana kalau kita membatasi jumlah orang yang datang kemari?
Lagi pula, gajiku cukup untuk kita bertiga.
Jangan khawatir, Nak.
Aku kuat.
Aku akan merasa lebih lemah jika tahu diriku tak dapat membantu.
Biarkan saja Ibu.
Inilah yang membuatnya bahagia.
Ya, aku tahu itu yang membuatmu bahagia.
Namun, kau juga semakin tua, Ibu.
Siapa yang tua?
Kalau kita menyukai pekerjaan kita, kita tak pernah lelah.
Kita bahkan tak memikirkan usia.
Jen...
...kau akan menyadari itu setelah tahu apa yang membuatmu bahagia.
Aku senang dengan apa yang kukerjakan.
Jen?
Tonyo, apa kau kemari untuk menemui Ibu?
Tidak. Aku ada tugas.
Ada seseorang yang ingin menemuimu.
Hei!
Tampan sekali. Siapa dia?
Hai, Jen.
Apa aku mengenalmu?
Maaf.
Maaf kalau aku lancang.
Aku langsung memanggilmu "Jen".
Jennifer, 'kan?
Omong-omong, namaku Vincent.
Kau boleh memanggilku Vin, kalau kau mau.
- Aku Adong. - Hai.
Aku saudara dari Jen.
Maafkan tentang ini.
Tampaknya dia lelah, itu sebabnya dia bingung.
Aku KC.
Sekarang giliranmu. Jabat tangannya.
Apa yang kau inginkan dariku?
Bisakah kita bicara?
Kita sudah bicara.
Bukan itu.
Maksudku, hanya kita berdua.
Katakan saja tujuanmu kemari. Toh aku akan memberi tahu mereka.
Baiklah.
Aku kemari untuk memberimu sebuah penawaran.
Karena berdasarkan apa yang kulihat, kurasa kau sungguh memiliki potensi.
Potensi apa?
Kau tidak tahu?
Lihat ini.
Apa itu?
No comments yet. Be the first to leave one.