ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Ko "Pemimpin"
BANK NASIONAL INDIA
Ini 5 lakh, Pak.
Barangnya datang.
Katakan.
- Masuklah. - Oke.
Serahkan kunci alarm.
Tiarap.
Serahkan ponsel kalian.
Kubilang, serahkan ponsel kalian.
Halo, kantor polisi.
Mau lapor polisi, ya?
Duduk.
Cepat.
Cepat-cepat.
Cepat-cepat.
Cepat.
Cepat pergi.
Berhenti.
Pakai masker kalian.
Dia memotret kita.
Habisi dia.
Mundur.
-NZZN-- varisnova --NZZN--
Tangkap dia.
Tangkap dia.
Dasar bodoh.
Pencuri.
Pencuri.
Hei, ayo pergi.
Panggilkan polisi.
Cepat pergi.
Aku dari Media.
Aku wartawan.
Aku segera ke bank. Minggir.
Gara-gara kau, kameraku dicuri.
Aku wartawan, Pak. Ada perampokan bank.
Kami baru dapat info perampokan bank.
Kenapa kau langsung tahu?
Hei polisi, urus dia.
- Aku mau ke bank. - Pak.
Jangan ke bank.
Buat apa ke bank?
Di kartu memori ini, ku potret wajah perampok.
Aksi mereka sangat rapi.
Ini Mutharasan yang mengebom Kodaikanal Doordarshan.
Ini Madhava Reddy yang mengebom rel kereta Andhra.
Ini lelaki baru.
Ini Nalla Perumal yang mengebom halte bus Thirupathur.
Pak, wajah lelaki ini tertutup masker.
Dia pasti bosnya.
- Mereka itu teroris Naxalite. - Oke, Pak.
Akan kukirimkan email foto ini ke markas polisi.
- Oke, terima kasih. - Oke.
Kau luar biasa, bro. Ayo berpose.
Awas, luka tanganmu bisa kebuka.
Ayo berpose.
Luka tanganmu bisa kebuka.
Polisi sudah tahu identitas perampok bank.
Namun bos mereka yang bermasker belum diketahui identitasnya.
Ashwin, fotografer koran Dina Anjal yang memotret perampok.
- Hei, ada apa? - Tidak.
- Kerja bagus, bro. - Terima kasih.
- Kemari. - Pak.
Sudah kulihat hasil fotomu.
Hasil fotomu jelek, blur.
Harusnya pakai lampu kamera dan dipotret dengan bagus.
Jika ada perampokan bank lagi, akan kupotret dengan bagus.
Kau menghinaku?
Aku tak bermaksud menghinamu. Maaf, Pak. Terima kasih.
Ini meja kerjamu. Ayahku kerja di Dubai.
Ibuku tinggal dengan ayahku.
Aku tinggal sendiri di apartemen.
Kau bisa tinggal denganku.
Jangan berlutut, aku bukan seniormu. Bangunlah.
Hei, kenapa bajumu tak rapi?
- Aku rela menyetrikakan bajumu. - Dasar.
Kudengar kau tak bisa menghadapi gadis itu.
Dia memukulmu.
Kok tahu?
Aku tahu langsung dari sumbernya.
- Ashwin. - Ya?
- Masuk. - Hai Krish.
Semoga tulangmu tak patah.
- Cuma luka ringan. - Duduklah.
Kau pikir kau sok pahlawan?
Kau kerja untuk polisi, kan?
Harusnya fotomu terbit di koran kita duluan.
Fotomu malah terbit di pesaing kita.
Ya, Pak. Harusnya fotoku dipilih, dicetak besok hari.
Dan polisi tak segera tahu pelaku perampokan.
Lalu perampok akan mudah merampok bank Swiss.
Ayolah, Ass. Mengertilah.
Jangan panggil aku Ass. Panggil aku Asosiasi Editor.
Oke, Pak Asosiasi Editor.
Semenit 4 kali, TV memberitakan Fotografer koran Dina Anjal.
Kita dapat popularitas gratis.
Lihat, ini menguntungkan.
Dia benar.
Hiraukan kejadian itu.
Kau terlalu memujinya.
- Makanya dia tak menghormatiku. - Pak.
Berapa kali kuharus menghormatimu?
Biar kuberlutut di kakimu.
Diam, Pak. Biar kuberlutut di kakimu.
Minggir.
Dasar.
Kenapa membahayakan dirimu begitu?
Harusnya ikut aku meliput berita keagamaan.
Memotret kuil dan laut.
Cari berkah dari Tuhan.
- Hei. - Ashwin, mau kemana?
Berhenti.
- Hentikan dia. - Ada apa ini?
- Tolong aku, Sukumar. - Panggil aku Krish.
Gara-gara dia, kameraku dicuri.
Ini Renuka.
Dia dari Madurai, wartawan baru kita.
Maaf atas kejadian itu.
Apa tampangku seperti pencuri?
- Kau seperti brandalan dan penjahat. - Diam.
Hei, Ashwin.
3 tahun lalu, dia meliput berita Sri Lanka.
Oh, jadi kau Renuka Narayanan?
Hei, Ashwin.
Kau belum mandi, tak pantas memasak di dapur.
Memangnya Tuhan akan menghukumku?
Biar Ibu marahi Bos mu yang menskors mu.
Ikut ke kantorku, marahi saja Bos ku.
Empat teroris Naxalite perampok bank..,
..sudah ditangkap.
Ashwin, perampok bank sudah ditangkap.
Mana-mana?
Kata Ketua Menteri Yogi..,
..Kepolisian bertindak dengan sigap.
Inilah tugas pemerintah selama 2 hari..
..menangkap bos perampok yang kabur.
Saya berterima kasih pada fotografer Ashwin atas ide ini.
Terima kasih juga untuk koran Dina Anjal.
Kau hebat, Nak.
Kejeniusanku dari DNA Ayah. Bukan DNA Ibu.
Kau kan dipukuli gadis itu.
Sombong sekali kau.
Dia memang tak berdaya.
Dia biasa tak berdaya hadapi wanita di rumah.
Memangnya aku wanita yang suka memukuli?
Semoga gadis itu kena akibatnya.
Bonjour, boys and girls "Salam, pemuda pemudi"
You people look so good tonight "Malam ini gaya kalian keren"
Lets party and heat this pa "Semangatlah berpesta di panggung"
As we take it higher "Ayo bakar panggung"
We gonna set the song on fire "Kita mainkan lagunya"
And yeah Siragugalin vanakam swagatha namaskaram vanthanam "Siragugal (sayap) mengucapkan salam"
Vinnilum mannilum ulla natchathirangalodu "Bintang langit malam berkilauan"
Onna sernthu inainthu pinainthu ninainthu "Bintang saling mengumpul, berkerumun"
Pichi pinni paerthedukalam yeah "Sebarkan bintang kemana-mana"
Aga naga naga siripugal azhaga "Kecantikan di senyum tulus kah?"
Thigu thaga thaga nizhavugal alaga "Kecantikan bulan karena bersinar?"
Very,, samathugal azhaga "Kecantikan memang layak ada?"
Kolu kozhupugal azhaga "Ego kah yang ciptakan kecantikan?"
Aga naga naga siripugal azhaga "Kecantikan di senyum tulus kah?"
Thigu thaga thaga nizhavugal alaga "Kecantikan bulan karena bersinar?"
Very,, samathugal azhaga "Kecantikan memang layak ada?"
Kolu kozhupugal azhaga "Ego kah yang ciptakan kecantikan?"
Lamborghini "Mobil Lamborghini"
Love so many "Banyak yang suka"
Velli sani iravellam ithazh pani "Jumat Sabtu malam, bibir sibuk"
Nee pathini "Kau masih suci"
Theepathini "Sebarkan panasmu"
Unmael ini "Kaukah kekasih.."
Yaaradi thaeni "..sesempurna lebah?"
Thozh saaithaal annaipu "Butuh sandaran untuk kepalaku"
Avan thozhan endra ninaipu "Sandaranku mungkin temanmu"
Aen intha padaipu "Mahakarya apakah ini?"
Ingu illai kalaipu "Disini tiada kepenatan"
Thozh saaithaal annaipu "Butuh sandaran untuk kepalaku"
Avan thozhan endra ninaipu "Sandaranku mungkin temanmu"
Aen intha padaipu "Mahakarya apakah ini?"
Ingu illai kalaipu "Disini tiada kepenatan"
Thaaka thaakavae thudikuthey nenjam "Degub jantungku merasuki jiwamu"
Noka nokavae pudikuthey konjam "Cintaku padamu semakin dalam"
Thoda,, Rolex minna "Detak jam tangan Rolex cerminkan hasratku"
Thonna,, Virtue pesa "Ponsel Vertu bicara dalam gairahku"
Jillu,, saphain ponga "Minuman Sampanye dingin berbusa"
Swiss cheese mella "Menggigit keju Swiss"
Thoda,, Rolex minna "Detak jam tangan Rolex cerminkan hasratku"
Thonna,, Virtue pesa "Ponsel Vertu bicara dalam gairahku"
Jillu,, saphain ponga "Minuman Sampanye dingin berbusa"
Swiss cheese mella "Menggigit keju Swiss"
Brand o du vazhkai "Gaya hidup orang kaya"
Friend o du saerkai "Pertemanan palsu"
Kaiyodu yaar kai ah nalla yaakai "Pegangan tangan, membahagiakan"
Manam maarum fashion "Fashion berubah-ubah"
Maraathu passion "Hasrat tetap diluar nalar"
Pagalelaam vaesham "Siang hari, samarkan ilusi"
Malaiyil naesam "Saat senja, sediakan cinta"
Va kaathal Ferrari "Mobil Ferrari, cinta sejatiku"
Ila nenjai allum Sonali "Sonali mematahkan banyak hati"
Louis Vuitton kannadi "Kacamata Louis Vuitton.."
Pala kangal pinnadi "..menutupi ekspresi mata"
No comments yet. Be the first to leave one.