Ammu

Ammu (అమ్ము)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Ammu 2022 1080p AMZN WEB-DL DDP5 1 H 264-Telly
കമന്ററി എഴുതിയത് Ersastra

ടാഗുകൾ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2022-12-08
ഡൗൺലോഡുകൾ: 35
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Ini adalah film fiksi.

Semuanya khayalan.

Film ini tak membenarkan kekerasan. Perlu kebijaksanaan pemirsa.

Ammu.

Apa kau benar-benar akan menikahi tetangga kita, Paman Ravi?

Ya! Kenapa?

Kau benar-benar menyukainya?

Kurasa aku menyukainya.

Kenapa kau menyukainya?

Entahlah.

Jadi, kenapa kau menikahinya?

Kenapa bertanya?

Kau mau menikah dengannya?

Aku? Jijik!

Jijik?

Dia terlalu menakutkan! Ya ampun!

Kenapa takut? Dia lakukan sesuatu kepadamu?

Tidak.

Namun, dia sangat menakutkan!

Dia sangat besar.

Setiap kami bermain di samping sepedanya,

dia menatap kami.

Semua orang takut dan kabur.

Kau tidak takut, Ammu?

Kau sendiri berandalan!

Semua orang takut kepadamu...

Apa yang kau takutkan?

-Ammu... -Tidak, Ammu.

Sedang apa?

Kau membuat sarinya kusut!

Memangnya kau anak-anak?

Semua menunggu.

Kau malah main.

-Ayo. -Bu!

Apa?

Semua baik-baik saja?

Semuanya sempurna!

Ayo.

Kemari dan duduk di sini. Silakan.

Jangan terlalu resmi.

Apa, Ammu?

Apa kita baru pertama kali bertemu?

Santai saja!

Suatu hari, aku melihatnya berkelahi dengan pria tangki air.

Menurutku dia berani.

Kini, dia tampak polos.

Aku penasaran apa dia gadis yang sama!

Sudah tentu. Dia orangnya.

Mereka sedang menilaimu.

Masa itu telah berlalu.

Dia akan menjadi menantumu.

Patuh itu bagus.

Bertahun-tahun, kami bertetangga.

Keduanya bisa saja jatuh cinta dan selamatkan kita dari masalah!

-Ya. -Itulah pola asuh kita!

Itu benar.

Anak menjaga kehormatan kita.

Ammu, dia melihatmu.

Aku tahu.

Kemari dan berdiri di samping Ravi.

Lihat penampilan kalian.

-Ayo, Ravi. -Ayah.

-Ayolah, sana. -Ayo.

Hei! Ada apa?

Hei! Kenapa tertawa?

Ammu?

Jam berapa kau harus kerja?

Pukul 07.00.

Tak boleh terlambat pada hari pertamaku.

Sarapan, berangkat.

Baik.

Makan siang? Kau akan pulang?

Aku tak bisa.

Setidaknya di hari-hari awal.

Akan kuatur. Mungkin ada restoran.

Baik... Kau tak apa tinggal sendiri?

Tidak! Kenapa ingatkan hal itu?

Aku jadi takut!

Aku tak pernah sendirian.

Kenapa takut?

Siapa yang berani pada istri inspektur?

Kalau ada, apa yang akan dilakukan inspektur?

Sumpah. Aku akan mencabik-cabiknya.

Suamiku adalah pahlawan!

Jika tiga singa yang terlihat mewakili keadilan, moralitas, dan kebenaran,

singa keempat yang tak terlihat adalah polisi ini.

Wah! Hebat!

Kau ingin apa?

-Untuk pembatas? -Bukan.

Sekarang kita sudah menikah, aku mau memberimu hadiah.

Katakan. Ingin apa?

Pikirkan sepekan ini.

Maaf! Aku baru ingat.

Aku memberikan mesin jahitku kepada ibuku.

Aku ingin mesin jahit baru.

Kukira boneka beruang, cokelat, atau sari.

Itu mahal.

Apa kau yakin?

Kau pikir aku masih anak-anak yang minta mainan dan dot?

Tentu saja.

-Ya, bukan? -Tidak!

Kenapa mesin jahit?

Untuk mencari uang.

Tak boleh!

Suami tak boleh biarkan istrinya bekerja!

Kenapa tidak? Kau tak suka jika aku berpenghasilan?

Aku mau saja bermalas-malasan!

Namun, aku berjanji ke orang tuamu, aku akan menjagamu.

Aku wajib memenuhi keinginan istriku sebagai suami yang ideal.

Kau akan penuhi keinginanku?

-Ya? -Ya.

Hei!

Kopi.

-Tak ada. -Ada apa?

-Mau kuambilkan lagi? -Tidak.

-Luar biasa. -Kau menyukainya?

Aku suka.

Kutemukan ini saat mandi.

Ini milikmu?

Bukan milikku.

Bukan?

-Apa yang kau lakukan? -Sudah kubilang.

Dia adalah Linny, tetangga kita.

-Guru sekolah. -Halo.

Inspektur baru, Ravindranath.

Apa yang kau dan ibuku bahas?

Mereka bertanya kapan kita berencana punya anak.

Mereka bosan dan bagaimana denganmu?

Kalau kau?

Aku belum pernah melihat orang membawa makan siang.

Istrimu sangat memujamu, Pak.

Astaga!

Selamat jalan!

Bu, hadiah dari suamimu.

-Aku cinta kau! -Apa?

Aku cinta kau.

-Pemeriksaan mendadak? -Ya, Pak.

Seperti biasa, DIG menginspeksi mendadak.

Inspektur baru pergi untuk beberapa pekerjaan.

Ruang senjata tidak terkunci dan laporan tidak teratur,

staf tidak bercukur bersih.

Dia menunggu Inspektur serahkan surat skors secara pribadi.

Singkatnya, satu Inspektur, dua SI dan dua polisi

dipulangkan tanpa berpikir dua kali.

-Kantor mana itu, Pak? -Diam.

Lihat kondisi putriku!

-Pak. -Pak.

-Duduk. -Apa yang terjadi?

Kasus pencabulan, Pak. Ada pengaduan.

Silakan duduk. Lakukan tugasmu.

-Iqbal, Pak. -Pak.

Lihat yang dilakukan orang itu kepada putriku.

Jika kau berhati-hati dengan keberadaan putrimu,

kau tak akan di sini.

Kini apa gunanya menangis?

Aku bisa berbuat apa?

Aku bekerja seharian dan pulang malam hari.

Ayahnya tidak berguna.

Aku bisa apa?

Ada batasan untuk polisi juga.

Hanya ada sepuluh polisi.

Kami tak bisa berpatroli di tiap gang. Dia anakmu. Kau harus menjaganya.

-Mansoor! -Ya, Pak!

Mereka meminta bantuan kita.

Jika bukan kita, siapa lagi?

Aku hanya...

Tugas kita melindungi mereka.

Bukan hanya mereka, tetapi semua wanita.

Niatku bukan...

Jangan menangis, Bu.

Akan kutangkap mereka.

Juga,

kupastikan hal ini tak terulang.

Itu sudah cukup.

Begini...

Kau tak perlu malu.

Orang yang bersalah harus malu.

Bukan kau.

Bagus.

Bawa dia pulang.

Terima kasih, Pak.

-Maaf, Pak. -Tak apa.

-Pak. Iqbal. -Pak.

Untuk membuat orang membantu kita, umumkan program sukarela.

Carilah sukarelawan.

Minta mereka patroli.

Jika ada yang mencurigakan, minta mereka memberi tahu kita.

-Baik. -Perlu banyak mata dan telinga.

Seperti program "Suraksha Mitra" di Karnataka?

-Ya. -Baik.

Patroli masyarakat meningkat, keamanan jalan juga.

-Ya, Pak. -Bisa terus dapat informasi.

Semua harus menyadari hal ini.

Butuh sukarelawan di tiap jalan di daerah ini.

Ide yang sangat bagus.

Namun, kita perlu persetujuan DIG untuk menerapkan ini.

Aku akan bicara dengan DIG.

-Baik. -Minta dia mengumumkannya.

-Paham? -Ya, Pak.

Baik, Pak.

More Indonesian subtitles for Ammu

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left