ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
Janda?
Pembunuh yang mencoba membunuh pejabat lokal adalah wanita?
Ya.
Aku yakin salah satu dari mereka
mengenakan pakaian berkabung.
Kamu yakin?
Mana mungkin wanita...
Aku melihat mereka dengan jelas.
Mereka bukan pembunuh biasa. Mereka...
Hei.
Hei.
Di mana Yun?
Kabarnya dia ke rumah gisaeng yang sering dikunjunginya.
Rumah gisaeng? - Ya.
Namanya Rumah Yeonhwa di Lembah Mudam.
Baiklah.
Urus jasadnya.
Siap, Yang Mulia.
Ya. Itu desa para janda, bukan?
Apa?
Jika dipikir,
desa para janda berada di samping rumah gisaeng.
Selamat datang.
Kami bukan pelanggan.
Kami harus menggeledah tempat ini tanpa diketahui, bekerjasamalah.
Baik.
Jangan memperumit keadaan.
Jangan biarkan Pangeran Yeongchang
yang masih muda dan lemah menguasai takhta.
Sebaiknya,
bantu aku mengambil takhta.
Hanya itu perubahan rencanamu.
Jadi, kamu ingin menjadi raja?
Kamu pikir kamu mampu menjadi raja?
Apa dia salah satunya?
Bukan.
Jika dia salah satunya, pakaiannya tidak akan begitu.
Apa yang kamu lakukan?
Desa janda ini dilindungi oleh Raja.
Pria dilarang ke sini.
Kalian harus dihukum dan diberi pelajaran!
Astaga!
Apa kamu ke sini untuk menangkap menantumu yang kabur?
Jika benar, sebaiknya kamu mundur.
Kamu menyembunyikan sesuatu.
Astaga.
Apa yang kamu lakukan kepada wanita lemah?
Apa yang kusembunyikan?
Ada yang bisa kubantu?
Tuan Heo Yun sempat mampir ke rumah gisaeng sebentar.
Tidak ada orang mencurigakan.
Kerja bagus, Semua.
Kamu mengulur waktu,
jadi kami bisa menghindar.
Saat kami memburu pejabat lokal,
dia tampak pandai berkelahi.
Tapi aku yakin dia juga pintar.
Kurasa mulai sekarang, aku bisa memberimu misi.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Omong-omong, siapa dia?
Kenapa kamu mengajakku ke sini?
Bahkan kamu, Penasihat Khusus Kanselir,
tidak bisa melakukan apa pun.
Kukira kamu memiliki kepercayaan Raja.
Tapi dia memergokimu.
Berkat dirimu, Pangeran Yeongchang telah tewas.
Meskipun Raja tahu,
situasinya tidak akan memburuk.
Kita sudah kehilangan tujuan.
Apa maksudmu?
Kamu tidak mendengar ucapanku?
Kamu harus menjadikanku raja.
Kenapa kamu ingin menguasai takhta?
Aku selalu berharap rakyat kita yang miskin
bisa makan dengan cukup
dan hidup dengan baik.
Apa memang perlu kukatakan begitu?
Kamu harus memperhatikan rakyatmu!
Aku
akan menjadi raja
yang tidak terkalahkan.
Dan kamu bisa melayaniku.
Apa kamu akan memberi tahu Raja?
Apa kamu akan memberi tahu kamu pernah berniat mengkhianatinya?
Atau
kamu akan memberi tahu bahwa putranya
yang seharusnya mati 20 tahun lalu,
masih hidup?
Apa kamu akan mengaku sambil memohon?
Biar kujawab pertanyaanmu
tentang alasanku membawamu ke sini.
Masuklah.
Selagi mengawasimu, aku mendapatkan keuntungan tidak terduga.
Saat kudengar Pasukan Muweol dikirim ke pulau,
aku penasaran kondisi di sana.
Aku menemukan beberapa orang
yang sudah lama bersembunyi.
Saat itulah aku tahu
bahwa kisah yang diceritakan ayahku
memang benar.
Kamu tidak penasaran?
Menurutmu kenapa Raja ingin membunuh
putranya sendiri dan Jung Yun Jeo?
Kemungkinan kamu masih hidup
karena tidak penasaran soal itu.
Apa kamu...
Jika aku menjadi putra Raja,
aku tidak akan merasa dimanfaatkan
saat harus hidup bersembunyi seumur hidupku.
Kamu pasti putra Yun Jeo.
Akan kupastikan
dia menjadi raja.
Dia satu-satunya pria yang akan mengembalikan semua
yang telah hilang dariku.
Baiklah, kalau begitu. Bagaimana menurutmu?
Biasanya, berbagi rahasia besar
akan menyatukan semua orang yang terlibat.
Kamu tidak boleh masuk ke sini. - Tidak apa-apa.
Aku diizinkan untuk masuk.
Apa?
Aku bisa pergi ke mana pun dan membunuh siapa pun.
Aku diizinkan melakukan itu.
Apa maksudmu?
Akhirnya aku tahu
orang yang kamu sukai.
Kamu membicarakan itu lagi?
Sudah kukatakan...
Jika itu benar, kamu tidak keberatan jika aku membunuhnya?
Aku akan segera pergi.
Aku hanya memanfaatkannya.
Aku selalu merasa kasihan
terhadap Nyonya Chun karena menerimaku.
Tapi berkat dia, beban yang kumiliki terangkat.
Kamu memanfaatkannya?
Ya.
Sama seperti kamu bersikap kasar
hanya karena kamu tahu siapa aku,
Aku menemukan kelemahannya dan memakainya untuk melawannya.
Jadi, jangan bepikiran konyol
atau membuat komentar bodoh.
Baiklah.
Pergi dari sini dan ikut denganku. Maka aku akan...
Tidak.
Aku tidak ingin mendengarnya.
Pergilah.
Apa? Ada apa?
Kenapa kamu menuduh orang polos sebagai orang mesum?
Ke mana dan apa yang kamu lakukan setelah itu?
Kenapa kamu datang ke sini?
Aku tidak mau membicarakannya. - Apa?
Katanya kamu akan memberitahuku semuanya.
Kukira kamu tidak tertarik.
Kamu melarangku bertanya dan mengurus diri sendiri.
Selain itu, kamu akan...
Aku akan segera pergi.
Aku hanya memanfaatkannya.
Apa yang akan kamu katakan?
Lupakan saja.
Selesaikan kalimatmu.
Jangan menyimpan rahasia begitu dan jawab pertanyaanku.
Kenapa hanya aku yang memberitahumu semuanya?
Bagaimana denganmu? Apa kisahmu?
Kenapa kamu mendadak bertanya tentangku?
Kami membicarakanmu karena kamu bersikap aneh.
Apa hubungannya denganmu?
Dasar kamu...
Apa... - Astaga, sudah cukup.
Astaga. Yang benar saja.
Astaga.
Memang kalian anak-anak?
Kalian anak-anak?
Jika ada yang ingin kalian perdebatkan,
bicarakan dengan tenang layaknya orang dewasa.
Hari baru saja dimulai, tapi kalian merusak suasana.
Apa? Hei, Aeng Du.
Bisa kamu tanya ke mana dia akan pergi tanpa mencuci piring?
Dia ingin tahu ke mana tujuanmu.
Aku akan mencari uang.
Dan katakan kepadanya bahwa tugasnya memang mencuci piring.
Dia bilang itu tanggung jawabmu.
Jangan pergi.
Apa kamu...
Memang kamu tahu pria seperti apa dia itu?
Aku tinggal bersamamu, tapi aku bahkan tidak mengenalmu.
Jadi, bagaimana aku bisa tahu tentang dirinya?
Jangan pergi.
Jangan pergi.
Memangnya kamu siapa bisa memerintahku?
Aku?
Aku ibumu.
Astaga, katakan kepadanya dia pasti bangga dengan dirinya.
Kalian membuatku gila.
Kamu bahkan tidak membiarkanku makan dengan tenang.
Tapi makananmu habis.
Kalian sangat kekanak-kanakan.
Aku tidak tahan dengan tindakan kekanak-kanakan ini.
Hei, kamu mau ke mana?
Aku akan menemui Tuan Yul Mu.
No comments yet. Be the first to leave one.