ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Clyde?
Berikan petanya.
Mengira bisa merebutnya, kan?
Aku sudah antisapi ini,
dan sudah ku-ubah wasiatnya.
Aku sudah beritahukan ke suku tersebut.
Semua yang kau lakukan tidak ada gunanya.
Bisa jadi tak ada gunanya,
tapi ucapkanlah selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Pergilah!
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE, KETIK BEBAS69
Lihatlah.
Ayo.
Tristan.
Tristan, buka.
Max, tunggu! Max!
Max!
Hei!
Sialan.
Kau sedang apa?
Apa ini?
Inilah yang kami sebut kanguru mati, sobat.
Lucu sekali. Kenapa dengannya?
Aku tidak begitu tahu.
Max, pergilah.
Entahlah, aku rasa Pak Skippy di sini...
sudah melewatkan lompatan terakhirnya, kan, Skip?
Selamat datang di Pedesaan, Nick.
Kau senang?
Aku haus sekali. Senang bertemu denganmu.
Cuci tanganmu.
Ikut?
Ada soda? La Croix?
- Tidak ada, Yang Mulia. Cuma bir. - Masih terlalu pagi, kan?
Baru datang, sudah memerintahku.
- Itu rekor, sobat. - Kau mandi dululah, dasar peminum.
Terus, untuk apa kau memanggilku?
Beri aku kesempatan beristirahat dulu, sobat.
Tolong.
Baik, beberapa hari lalu, kuterima surat dari kakek.
Ini suratnya.
Ini surat sekitar sebulan sebelum dia meninggal.
Pasti ada yang meneruskannya padaku.
Oke, kenapa kau perlu bertemu denganku?
Entahlah. Kupikir mungkin kau sedikit tertarik.
Juga surat ini untuk kita berdua, jadi...
itu bukan cuma untuk aku.
"UntukTristan dan Nick, semoga surat ini sudah kau terima."
"Maaf aku tak bisa menemani kalian berdua."
"Aku yakin kalian berdua sudah tumbuh menjadi pemuda baik."
"Aku yakin kau sudah menerima surat ini dan tahu keinginan terakhirku,
kalau tanahku yang berhektar-hektar akan diberikan ke suku aborigin setempat."
"Mereka sangat membantu penelitianku...
dan teman baik."
"Tristan, aku...
Tristan, kuserahkan tanah dan keputusan di tanganmu."
"Aku percaya kau tahu hal benar apa yang harus dilakukan."
"Nick, aku maunya kau ada di sana untuk membantu orang lain...
seperti aku ada di sana untuk kalian berdua."
"Aku mencoba memberi kalian kehidupan yang layak."
"Aku sangat yakin...
kau akan berhasil mengatasi keadaanmu."
"Aku sayang kalian, nak."
"Kakek."
Jadi, ada pengembang lokal, mau membeli tanah dariku.
Tristan, kau tahu harta Kakek sudah turun temurun milik keluarga?
- Ya, aku tahu. - Tanahnya luas, sobat.
Mereka mau bayar dengan jumlah yang sangat besar.
- Berapa? - Banyaklah.
Tapi yang jelas bukan itu yang kakek mau,
jadi aku mau menanyakan pendapatmu.
Itu ada di sini, tulisan tangannya sendiri.
Terserah kaulah.
Terserah aku.
Kau berkendara ratusan kilometer cuma bilang itu terserah aku.
Oke. Itu luar biasa, itu perjalanan yang tak sia-sia.
Aku senang kau datang. Terima kasih, sobat.
Kau mau kemana?
Terserah aku.
Tunggu. Akan kubongkar pikapku dan datang membantu.
Terus...?
Max, tunggu...
Baik.
Sedikit kerja manual?
Dengar, aku minta maaf soal tadi.
Aku tidak mau memberitahumu harus bagaimana.
Apa yang mau kau lakukan?
Aku tidak tahu, Nick.
Hanya... bersikaplah sesekali layaknya saudara.
Bantu aku.
Menurutku kau harus lakukan yang kakek inginkan.
Terserah.
Ayo.
Menurutmu?
Itu buaya?
Ya. Jika ada yang bisa berenang sejauh ini ke selatan.
Itu meragukan.
Apa pun yang membunuh kanguru itu pasti masih ada.
Bagus.
Siang. Aku Garvey. Kau pasti Tristan.
- Aku Nick... - Tidak, aku Tristan.
- Ada apa? - Kakekmu membicarakan tentang kalian berdua.
Tapi tak kusangka kalian berdua ada di sini hari ini.
- Kau berharap kami.... - Tidak, tidak apa-apa.
Kayaknya aku pernah melihatmu di salah satu foto kakek.
Kakekmu orangnya sangat baik...
sangat baik sama kami,
makanya aku mau bicara denganmu.
Kutinggalkan kalian berdua?
Baik.
Kau tahu, ayo kita selesaikan masalah ini.
Jadi, kau sudah terima surat yang aku kirimkan saat itu.
Ya, jadi kau yang kirim?
Ya, kakekmu memintaku menyimpannya dengan aman...
sampai harta itu bisa diserahkan ke suku setempat,
dan sekarang sudah waktunya.
Benar.
Bagaimana jika kalian bayar secara tunai sebagai gantinya?
Karena pengembang ini bersedia memberiku...
Kau tahu, tanah di sini, ini bagian dari kami,
kami bagian darinya, tak bisa dipisahkan.
Kau tidak bisa mengambilnya satu sama lain.
Ini pamali bagi kami.
Seperti tanah yang kami tempati sekarang.
Dengar, kakekmu sangat mempercayaimu, nak.
Aku tahu kau akan mengambil keputusan yang tepat.
- Telponlah saat kau sudah siap? - Ya.
Baiklah, nak.
Katanya dia mengirimi kita surat itu atas permintaan Kakek.
Dan dia meninggal.
Ya.
Kau tidak mau jawaban?
Kecuali jika kau mau.
Mau meneleponnya?
Terima kasih atas bantuanmu.
Itu luar biasa!
Masih ada?
Tunggu, ini tak terlalu cepat untukmu, kan?
Lucu.
Tadi aku kepikiran,
masih ingat saat aku menyelamatkanmu?
Kau tahu, dari anak-anak sebelah.
Saat kau berusia 6 tahun.
Astaga. Itu sudah lama sekali.
Tapi mereka anak-anak besar.
Yang aku ingat kau menuruni tangga belakang,
melompat ke bahu anak-anak yang paling besar....
dan menghantam kepalanya.
Ya, lalu kuambil tongkat kriket...
dan memukuli semuanya.
Ya, kau sering berkelahi.
Ya.
Apa maksud dia dengan penelitian?
- Apa? - Dalam surat Kakek.
Dia bilang suku aborigin setempat membantunya dalam penelitiannya.
Aku lebih memikirkan tentang yang dia katakan tentang dirimu.
Kau tahu, membantu orang lain.
Aku sering membantu orang lain.
Bahkan Ayah membantu kita setelah dia pergi.
Ayah tiri.
Kau menelantarkanku, Nick. Aku dan Ibu.
Apa itu barusan?
Baiknya kita masuk ke dalam.
Ya.
Max, masuklah.
Maxie!
Max!
Tuhan!
Apa yang terjadi?
- Kukira kau... - Apa?
Kau punya kelelawar.
Kau yang lebih tua.
Baik.
Dengar itu?
Anjing sialan.
Aku harus menginap di rumahmu malam ini.
Jangan berlagak.
Tuhan.
Hentikan itu!
Apa yang kau pikirkan?
Tupai raksasa?
Ya?
Siapa itu?
Oh, sial.
Sialan.
BJ.
Apa kabar baik ini?
- Kabar? Apa... - Kau menelepon, ingat?
Katanya kau menjual barang-barangku.
Mengajak kami datang dan mengadakan pesta.
Aku gak ingat meneleponmu, sobat.
Jadi, kau tidak menjual barangku?
Yah, aku menjual beberapa barangmu.
Cuma aku tidak ingat menelepon.
Tapi aku pasti lupa. Salahku.
Baiklah, oke, baiklah.
Saatnya pesta.
Hei! Ini gila!
Selamat siang, BJ.
No comments yet. Be the first to leave one.