ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
- Pertama kali ke sini? - Tidak, dulu aku tinggal di sini.
- Selama hampir sepuluh tahun. - Lalu kau pergi?
Ya.
- Jadi, apa yang membawamu kembali? - Aku datang untuk acara pernikahan.
Pernikahanmu?
Bukan.
Kau senang bisa kembali?
- Tanyakan padaku dua hari lagi. - Cukup adil.
Terima kasih.
- Lihat siapa yang sudah datang. - Hei, kawan-kawan.
Aku suka kau terlambat. Kurasa kau tak pernah terlambat.
Mungkin akhirnya aku jadi modis. Aku suka janggutmu.
Sudah kubilang hanya butuh sembilan bulan...
Agar dia menjadi sosok yang baru.
- Hentikan. - Tidak, kita butuh bahasa konyolnya.
Sudah berapa lama sejak kita di sini?
Ulang tahunku yang ke-23...
Aku bercinta dengan pelayan dan kau muntah di toilet sebelah sana.
Masa indah.
Sial, senang sekali bisa bertemu dengan kalian.
Senang bertemu denganmu juga.
Maaf akhir-akhir ini aku tak baik.
Hanya saja pekerjaanku sibuk sekali...
Dan aku telah menonaktifkan Facebook-ku, tapi itu tak membantu.
Tapi itu bukan alasan.
- Jangan cemas, semua baik saja. - Baik?
Selasa lalu ada antrian panjang sampai ke ujung blok.
- Itu menakjubkan. - Semua sedang berjalan.
Dia berjanji malam ini dia tak akan memeriksa jendela, tak sekali pun.
- Mungkin sekali. - Kau sudah bersumpah.
Kau juga tak boleh cek pesan.
- Baik, astaga. - Bagaimana Institut Seni?
Anak-anak sekolah seni ini...
Mereka tak punya rasa hormat terhadap peralatan seni.
Tapi kini aku hampir bisa bayar uang sewa, jadi itu bagus.
Hampir.
Bola-bolaku sudah tiba.
Jadi, apa rencana malam ini? Apa yang akan kita lakukan?
Pertama, Li Po untuk Mai Tai Tiongkok.
Apa? Kita sudah lama sekali tak ke sana.
Doris dan Malik akan bertemu dengan kita di sana.
- Bagus. Bagaimana kabar mereka? - Mereka baik, kurasa.
Malik belum mengusir Doris, jadi itu bagus.
Mereka pergi ke Hawaii baru-baru ini, kau tahu itu.
Richie dan Brady akan datang juga.
Apa? Kau mengundang mereka?
Tidak, aku bergurau.
Maaf.
Kurasa akan menyenangkan bertemu dengan mereka berdua.
Malah, aku membuat perjanjian dengan diriku sendiri di pesawat...
Bahwa aku akan mencoba melakukan upaya nyata dengan Brady.
Itu bagus, karena sebenarnya dia cukup keren.
Saat dia tak mabuk.
- Aku hanya beri tahu. - Ya.
Tunggu dulu.
Kita harus bersulang.
Untuk Agustin yang baru dan dewasa. Sebenarnya untuk kita semua...
Yang akhirnya menemukan sesuatu yang mendekati kedewasaan, 'kan?
Mendekati.
Cukup lama bagi kita menemukannya. Itu pasti.
Bersulang.
- Berhenti makan bola-bolaku. - Aku suka bola-bolamu.
Aku tak bisa puas dengan bola-bolamu.
Astaga. Tak ada yang berubah.
Astaga, kalian ini.
- Hei. - Hei, orang asing.
- Apa kabar? - Aku baik.
- Apa kabar, Tuan? - Senang bertemu denganmu.
Sejak kau pergi, aku telah menerima heteroseksualitasku.
- Ya. - Astaga. Aku melakukan tur anggur.
Dia diusir dari tur itu karena mabuk.
Kami melakukan pijat untuk pasangan, kami mengikuti klub buku...
Aku adakan pesta makan malam, di mana aku memasak sedikit.
Kami tak diundang ke pesta itu. Tapi...
Kau akan datang jika aku mengundangmu?
Mungkin tidak. Sudah sering sekali...
Aku bisa mendengarmu bicara tentang wadah penyimpanan.
- Aku suka wadah penyimpanan! - Aku tahu kau suka.
- Kau lebih suka bicara soal unggas? - Tidak.
Tunggu, apa aku mendengar suara lonceng pernikahan?
- Astaga. - Apa kalian berdua...
Akan mengikuti Agustin berjalan di altar?
Maaf, Puteri Disney, impian itu tak akan terjadi.
Aku menerima heteroseksualitasku, tapi aku tak gila.
Jadi, itu tak akan terjadi?
Malik dan aku membuat komitmen penting untuk hidup dalam dosa.
Kami hidup dalam dosa. Kami menerima dosa.
- Benar. - Minggu pagi?
- Kami tak ke gereja. - Pernikahan itu untuk para gay.
Paham? Dan kalian orang-orang malang...
Kalian bisa menikah. Itu adalah saat yang ajaib!
Ini berita terbaik. Selamat.
Bersulang.
Selamat, Agustin.
Apa kabar?
- Hei, Brady! - Anak boros ini telah kembali!
- Hai. Senang melihatmu. - Terima kasih. Aku juga senang.
Terima kasih sudah datang.
Hei, apa kabar?
- Baik. Apa kabar? - Baik. Aku baik saja.
Bagus. Ya.
- Hai, Kyah! - Hai.
Aku seperti Patrick yang baru di grup ini.
- Hai, apa kabar, teman-teman? - Aku baik.
Senang melihatmu.
Astaga! Kita semua kembali bersama.
Patrick, apa kabar? Aku ingin mendengar tentang...
Ceritakan pada kami tentang hidupmu, entahlah...
- Bagaimana Boise? - Denver, bukan Boise.
- Sama saja. - Tapi semua baik, sangat baik.
Aku menikmati pekerjaan dan akhirnya menjadi kepala departemenku sendiri.
Jadi, itu sudah lama untuk terjadi.
- Itu fantastis. - Tak ada lagi homo bela diri?
Tak ada lagi berang-berang lawan burung hantu?
- Apa itu permainan video? - Tidak saat aku bekerja.
Sebenarnya apa yang kalian kerjakan? Sudah kutanya tapi tak ada yang tahu.
Kami sedang mengembangkan video game realitas maya...
Di mana manusia kawin dengan alien dan menciptakan ras luar biasa...
- Dengan kemampuan khusus. Ya. - Aku tertarik.
- Itu permainan yang sangat keren. - Bisa aku punya satu?
- Tentu saja. - Tentu saja kau tertarik.
Apa pun dengan alien, terjual.
Tapi apa yang bisa dilakukan di Salt Lake City?
- Apa pekerjaanmu? - Denver.
Di Denver juga. Apa pekerjaanmu di Denver?
Sial, maaf.
Kau tak rindu berada di sini?
Aku rindu kalian. Tentu aku rindu orang-orang di sini.
Tapi dalam banyak hal, semua kota sangat serupa...
Hanya kopi yang sama, bola daging Korea yang sama...
Kecuali orang-orang di sana kurang sedikit...
Seperti orang San Francisco.
Dalam hal orang-orang di San Francisco bisa menjengkelkan.
Aku sangat paham.
Tapi orang-orang Denver, mereka sangat keren.
Apa ada orang gay di Denver?
Ya, ada banyak orang gay, itu kota besar.
Paddy sangat memanfaatkan menjadi cowgirl lajang di kota.
- Itu benar. - Seperti film Brokeback Mountain.
Apa kau bercinta dengan Jake Gyllenhaal?
Tidak, tapi aku merusak belakang gunung beberapa kali.
- Jika kau paham maksudku. - Ya.
Aku paham.
Kawan, kau sudah berubah.
Aku tak percaya aku punya tas bodoh ini.
Ya Tuhan.
Rambutmu terlihat bagus.
- Terima kasih. - Pendek terus, ya?
Ya, pendek di samping.
Senang melihatmu.
- Kau juga. - Maaf aku memutuskan hubungan...
Tapi itu seperti hal yang benar untuk dilakukan saat aku menetap.
- Lalu... - Kau tak perlu menjelaskan.
Ya, tapi aku pergi sangat mendadak tanpa banyak penjelasan.
Kau melakukan yang perlu kau lakukan.
- Benar. - Jadi, tak usah dipikirkan.
Baiklah.
Bagaimana rasanya kembali ke rumah, begitu dekat dengan keluargamu?
Aku dekat rumah, bukan di rumah.
Dan perjalanan mobil selama 50 menit membuatnya berbeda.
Tapi...
Semuanya cukup positif.
Aku tak pernah berpikir bisa ke sana dan jadi diriku apa adanya...
Jadi itu terasa seperti kemajuan.
- Itu bagus. - Ya.
Bagaimana kabar ibumu?
Dia baik saja.
Mungkin kehadiranku di sana cukup membantu...
Dan aku hanya sedikit menghakiminya karena dia ceraikan ayahku.
- Apa perasaanmu soal perceraian itu? - Aku?
- Ya. - Usiaku 30 tahun.
Kurasa itu tak penting.
Kau tahu, ibuku campakkan pria yang membuat dia meninggalkan ayahku.
Kini dia bercinta dengan ahli terapinya, Dr. Samperstein.
- Benarkah? - Ya.
Ibuku sungguh suka mengacaukan segalanya.
Tapi, kurasa buah tak jatuh jauh dari pohonnya.
Aku tak mengatakan apa pun.
Jadi, akhirnya aku mengikuti saranmu...
Dan mencoba memperbaiki keadaan dengan ayahku.
Bagus.
Ya, ternyata saran itu gagal total.
- Sial, benarkah? - Ya.
Aku mencoba menerima kenyataan bahwa dia tak akan bisa...
Menjadi bahagia sepenuhnya dengan diriku sesungguhnya...
Dan aku mencoba menemukan kesamaan, tapi...
Tak ada?
Ternyata dia sangat anti dengan homoseksual.
Seolah dengan dia mencoba memahamiku...
Itu melemahkan semua yang dia pikir dia tahu tentang dirinya sendiri.
Astaga. Apa menurutmu dia akan menerimamu nanti?
Dia orang yang keras, jadi mungkin dia tak akan menerimaku.
Jika aku seperti ibuku, maka...
Diam.
Tapi Brady menerima semua ini.
Dia sangat mendukung, jadi itu telah membantu.
Bagus.
Bagaimana dengan truk cukur rambut?
Aku sudah mendengar hal bagus.
- Itu berjalan sangat lancar. - Kau tak merindukan Willy's?
No comments yet. Be the first to leave one.