ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Perencanaan : Toshiaki Nakazawa
Produser : Tetsuo Sasho Hirotsugu Yoshida
Skenario : Kikumi Yamagishi
Musik : Koji Makaino Koji Endo
Selamat makan.
Anak-tekakku!
Alih Bahasa : A.Mussoullini
Sialan!
Kena! Kena! Kena!
Kena kau!
Aku mengenainya! Pochi, ambil!
Seumuran segitu, aku mulai bertanya-tanya: Apa yang menjadikan keluarga bahagia?
Kita bilang "keluarga", tapi kita semua merupakan individu.
Dengan mimpi serta masalah kita masing-masing.
Katanya, alam dan pola asuh memengaruhi bagaimana kita bertumbuh-kembang.
Bersama keluargaku, aku tahu bahwa aku akan tumbuh menjadi pribadi yang sangat keren.
Kau mengolok-olok perceraianku./ Tidak.
Itu benar, baru saja./ Tidak.
Benar./ Jangan mendorongku!
Kakek tadinya adalah seorang penjual sepatu di toserba.
Bekerja membanting tulang untuk menyiapkan masa pensiunnya.
Hentikanlah, kalian berdua! Jangan kekanak-kanakan!
Kemudian ia diberhentikan begitu saja.
Saat ia sangat terpukul, ada yang berkata padanya,...
"Mereka akan membangun jalan raya."
"Saat jalan itu selesai, para wisatawan akan berdatangan kemari!"
Termakan akan hal itu, Kakek membeli tempat ini.
Sekaligus memaksa kami semua untuk mengelolanya sebagai penginapan.
Hei!
Kakek dan Nenek Terue bertemu di tempat kerja lalu menikah.
Terkadang, demi suami dan anak-anaknya,...
...seorang ibu rumah tangga biasa pun bisa melakukan hal-hal yang paling tak terduga.
Tak heran kalau kau bercerai.
Aku juga sebenarnya tak ingin datang ke sini!
Shizue!
Bodoh!
Sebelum aku lahir, Ibu pulang ke rumah orang tuanya.
Ia terlalu mudah jatuh cinta sekaligus mudah bosan pula.
Kemudian seluruh anggota keluarga pindah ke sini.
Tapi Ibu masih mengharapkan akan adanya kisah percintaan.
Paman Masayuki pernah bekerja di perusahaan saham.
Ceritanya panjang, tapi intinya ia dipecat.
Ia gampang emosian, dan terkadang mengamuk.
Brengsek! Bedebah!
Kakek Buyut, menjalani hidup yang mudah, bercerita bohong, serta bersikap egois.
Aku mengenainya! Pochi, Pochi!
Luar biasa!
Ini puncak musim liburan, tapi bahkan tak ada satu pun kucing tersesat yang datang ke sini.
Seharusnya kita tak pernah melakukan ini!
Masayuki!
Apa maksudmu?
Langitnya biru.
Bertabur bintang, hawanya sangat segar!
Aku tak sanggup. Aku mau pergi.
Hei, tunggu.
Setelah semua usaha ini...
Jangan bilang begitu.
Benar, sudah jauh-jauh datang...
...ke tempat yang indah ini.
Kita sudah bekerja keras, menanti-nantikan tamu.
Sebaiknya ada seseorang yang datang.
Kau pasti akan terpikat pria tampan pertama yang datang.
Berani-beraninya kau, dasar mantan narapidana pendek!
Hentikan!/ Sok suci!
Sudahlah!
Aku sudah muak!
Aku membuat kue, mencuci, tapi masih belum ada tamu juga.
Mereka pasti datang.
Ayah yakin mereka pasti datang jika kita terus berusaha.
Aku tak ada kerjaan jika mereka belum datang.
Masayuki! Shizue! Cukup!
Mereka pasti datang. Ayah yakin.
Tempat ini nyaman.
Penginapan yang sangat bagus. Bahkan ada ayunannya.
Kau sudah memperbaikinya?
Ayo, duduk di sini.
Kau harus datang ke sini untuk menghargainya.
Main ayunan ini rasanya enak sekali.
Ini menyenangkan. Para tamu pasti akan datang.
Mereka pasti datang!
Halo.
Selamat datang.
Mendaki gunung?
Mau minum teh di beranda?
Tolong!
Aku takut gelap.
Untuk apa kau datang ke sini?
Maafkan kami! Maafkan kami!
Kami sedang dalam perjalanan pelatihan spiritualis.
Jangan hiraukan kami.
Maafkan kami.
Spiritualis juga punya perjalanan pelatihan?
Entahlah.
Sudah kuduga mereka bukan tamu.
Ternyata ada juga orang yang rela jauh-jauh datang ke sini.
KEBAHAGIAAN KELUARGA KATAKURI
Ini adalah cerita dari satu kejadian musim panas,...
...untuk keluarga yang kusayangi.
Kenji Sawada
Keiko Matsuzaka
Shinji Takeda
Naomi Nishida
Kiyoshiro Imawano
Tetsuro Tanba
Disutradarai oleh Takashi Miike
Terima kasih, Tuhan.
Mari kita makan.
Apa yang tampak enak?
Ini bukan musim yang tepat untuk makan rebusan, ya 'kan?
Sisa-sisa makanan itu bagusnya dijadikan rebusan. Jika tak suka, jangan dimakan.
Ini akan memberimu tenaga.
Penuh akan manfaat, dari sayur-sayurannya.
Itu sebabnya para pesumo memakannya.
Ke mana tubuh rusa itu?
Tubuhnya?
Begini...
Di suatu hari...
...ada seorang pria yang memakai senapan, bukan Kakek,...
Dor dor dor!
...menembaknya, lalu memakan tubuhnya.
Apakah Kakek memuncratkan makanan?
Acar?
Ya ampun!
Ludah?
Baik, baik.
Kau mengerti?
Tubuhnya ada di dalam tembok.
Terkubur tembok.
Masayuki.
Rusa itu belum mati.
Nah, jika begitu menurutmu, mungkin benar.
Sekarang, makan tahunya. Tiup dulu.
Tempo hari, dia perlu waktu berjam-jam untuk menambal lubang di tembok.
Ayah?
Tempat ini adalah segalanya baginya.
Ayah suka tahu, jadi, sisakan untuknya.
Kalau untuk Yurie tidak apa-apa.
Jadi, rusa itu belum mati. Bisa dibilang begitu.
Di penginapan Karuizawa,...
...hewan mungil nan lucu membantu menyuguhkan kopi dan melakukan tugas-tugas lainnya.
Pelayanan hewan nan lucu ini menjadi lumayan terkenal,...
...dan kini semua kamar telah dipesan,...
...mulai hari ini hingga tahun depan.
Semuanya bermula saat...
...Sang pemilik penginapan,...
...Tn. Sukeyoshi Honnoura,...
...nah, ia memiliki ide...
...untuk memangkas biaya tenaga kerja.
Bersama dengan keluarganya,...
...ia menjadikan hewan ternak sebagai pekerja di penginapannya.
Lihat, ada serangga.
Para babi berpikir: "Kita harus bekerja jika tak mau dijadikan sosis."
Maka, sekarang mereka membawakan tas-tas bawaan,...
...serta menyuguhkan kopi.
Dan itulah mengapa...
Serangganya tidak keluar lagi.
Mereka bekerja membanting tulang.
Hewan-hewan tersebut...
Biarkan, jangan dipindahkan salurannya.
Sudah, yang itu saja.
Bukankah artis itu seumuran denganmu, Bu?
Penampilannya masih luar biasa.
Listriknya mati?/ Bu.
Kalian kaget kenapa?
Ayah menakuti kami setengah mati.
Kurang ajar!
Kurang ajar?
Hei.
Ada orang di luar.
Tamu.
Anda perlu kamar?
Terima kasih.
Apakah Anda ingin makan malam?
Satu botol bir saja.
Baik, kami akan membawakannya ke kamar Anda.
Sarapannya pada pukul 7:30 - 9:00 di ruang makan.
Checkout pukul 10:00 siang.
Kamar Anda di lantai atas.
Hei, Pak.
Ini beberapa pakaian saya... Silakan dipakai.
Nikmati masa inap Anda.
Nikmati masa inap Anda.
Bir Anda, Pak.
Permisi.
Terima kasih.
Olahan jeroan cumi-cumi?
Besok.../ Ya?
Andai dunia kiamat...
Hah?
Andai besok kau mati...
Apa yang akan kau lakukan malam ini?
Hah?
Masayuki, sekarang giliranmu mengepel.
Bagaimana?
Aku berangkat dulu.
Hati-hati di jalan.
Jaga dirimu./ Baik.
Hei, Shizue.
Pakaian itu cocok sekali denganmu.
Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.