ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
"Reborn Rookie."
- Isi daya 200 joule. - Mulai!
- Mulai. - Mulai.
Awas kalau kamu mati.
Kalau kamu mati, aku tidak akan memaafkanmu.
Jun Hyeon.
Jun Hyeon, kamu baik-baik saja?
Bagaimana dengan Pimpinan Kang?
Astaga.
Sayang!
Sayang!
6 Maret 2026.
Pukul 20.42.
Pasien Kang Yong Ho
meninggal dunia.
Ibu.
Bang Geul.
Bang Geul, kasihan sekali ayahmu.
Kasihan sekali ayahmu.
Hentikan.
Ayahku tidak mati.
Ayah, aku datang.
Bukalah matamu. Putri bungsunmu sudah datang.
Buka matamu, kumohon!
Kenapa sudah menyerah? Lakukan lagi!
Kamu harus mencoba semua yang bisa dilakukan.
Pasang alat bantu hidup. Selamatkan dia bagaimanapun caranya!
Jangan menodai mendiang lebih jauh lagi.
Kamu tidak punya hubungan apa-apa dengannya.
Ibu. Ibu!
Tolong!
Tolong! Ibu.
"Bangsal VIP."
Kami sampaikan berita terbaru.
Berita duka datang dari Pimpinan Grup Choiseong, Kang Yong Ho.
Pimpinan Kang Yong Ho, yang dijuluki sebagai legenda ekonomi Korea
telah meninggal dunia hari ini.
Pimpinan Kang telah menerima perawatan
tanpa bisa sadar untuk waktu yang lama, tapi...
Minggir, Keparat!
Bagaimana...
Bagaimana kamu setega itu? Kang Jae Gyeong.
Bagaimana bisa kamu melakukan ini pada Ayah?
Kamu membunuhnya dengan tanganmu sendiri?
Akhirnya kamu benar-benar melakukannya.
Meskipun itu posisi yang kamu dapatkan dengan darah di tanganmu,
kamu masih bisa menikmatinya?
Kamu benar-benar tidak merasa bersalah kepada Ayah?
Daripada menyalahkanku, pahami dulu situasinya.
Karena kamu dengan bodohnya bekerja sama dengan Kang Bang Geul
dan menuduh Ayah atas dana gelap,
kini seluruh Choiseong akan diserang.
- Apa? - Kamu tak menduga hal ini
saat mengkhianati Ayah?
Sebagai ganti mendiang Ayah,
kita yang akan diperiksa habis-habisan.
Jika ingin sadar dan tetap hidup, segera putus semua yang terkait.
Orang yang akan diseret oleh Ayah untuk pergi bersama bukanlah kita,
melainkan Kepala Pelayan Jo dan Kang Bang Geul.
Kamu benar-benar...
Apa kamu akan membiarkan semua yang berlabel nama Choiseong
- runtuh begitu saja? - Karena itu kamu membunuh Ayah?
Demi menyelamatkan dirimu sendiri?
Kamu tahu itu.
"Lindungi Choiseong apa pun yang terjadi."
Aku mengikuti wasiat Ayah bagaikan perintah langit.
Kita tumbuh menjadi seperti ini
berkat didikan Ayah.
Manfaatkan Bang Geul, seperti dirimu biasanya.
Kita akan tetap menjadi anak-anak malang dari istri pertama
yang hartanya hampir direbut oleh siasat istri kedua.
Jika tidak begitu,
hidup kita yang berjuang demi Choiseong akan sangat menyedihkan.
Kita harus melindungi milik kita,
Jae Seong.
Berhentilah menyiksaku, Ayah!
Sudah cukup Ayah hidup berkuasa selama ini.
Sampai kapan Ayah akan menghalangi jalanku?
Apa Ayah masih punya penyesalan?
Aku
akan akhiri untukmu.
Siapa kamu?
Apa benar dia meninggal karena henti jantung?
Secara medis dia sudah meninggal?
- Apa penyebab kematiannya wajar? - Apa ada rencana autopsi?
Apa kondisinya memburuk secara tiba-tiba?
Ada kabar kondisinya membaik baru-baru ini, benarkah?
Pasien koma selama lebih dari dua bulan.
Kami menjalani berbagai perawatan setelahnya,
tapi pasien baru saja meninggal dunia.
Aku dengar kesadarannya sempat pulih sejenak.
Lalu, apa ada alasan kondisinya tiba-tiba memburuk?
Apa memang tidak ada kemungkinan pulih?
- Apa penyebab pasti kematiannya? - Apa ada kendala saat diobati?
Itu Dirut Kang Jae Gyeong.
Mohon berikan pernyataan.
Di mana Dirut Kang Jae Seong?
- Di mana Dirut Kang Jae Seong? - Bagaimana perasaan mu sekarang?
Bagaimana keadaanmu sekarang?
Permisi, kami akan lewat.
Dia..
Sebagai dokter penanggung jawab, dia sudah melakukan yang terbaik.
Daripada membuat spekulasi yang tidak berdasar,
biarkan
mendiang dapat pergi dengan tenang.
Aku mohon.
Apa perusahaan akan beralih ke sistem manajemen darurat?
Mohon berikan satu pernyataan.
Apa kamu akan beri pernyataan hari ini?
Apa setiap tetes air mata sudah kamu perhitungkan?
Sebenci itukah kamu padaku
sampai memanfaatkan kematianku?
Sebenarnya
ayah ini apa bagimu, Jae Gyeong?
"Heo Ok Sun."
"Heo Ok Sun Meminta SOS! Butuh Penyelamatan Darurat."
"Deokwon-Gu, Hwayeon-Ro 260."
"Heo Ok Sun."
Sial.
Di mana dia?
Heo Ok Sun!
Jawab aku!
Jangan!
Jangan!
Kamu baik-baik saja?
Sadarlah.
Buka matamu!
Nenek, cucumu datang.
Hwang Jun Hyeon datang.
Kumohon.
Kumohon buka matamu. Kumohon.
Astaga, cucuku...
Cucuku...
Kamu datang?
Kenapa kamu di sini?
Kamu hampir saja terluka.
Kamu sudah makan?
Apa kamu sudah makan?
Maafkan aku.
Ini semua salahku.
Maafkan aku.
Bukan.
Nak.
Nak.
Kamu melakukannya dengan baik.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
"SD Bongdo."
"Hwang Jun Hyeon."
"Hwang Jun Hyeon."
Nona Ok Sun, aku terlambat. Aku tidak sarapan.
Jangan. Hei. Makan satu suap saja.
- Ini sup iga kesukaanmu. - Aku benar-benar sudah terlambat.
- Astaga, bagus sekali. - Aku benar-benar pergi. Ya.
Nenek tidur dahulu hari ini. Aku ada latihan malam.
Ya. Jangan sampai terluka dan berhati-hatilah.
Hei, tendang bolanya sekuat tenaga dan cetak banyak gol.
- Semangat! Baik. - Semangat!
Berputar! Bagus.
Jun Hyeon.
Jun Hyeon, kemarilah. Cepat makan. Makanlah, kemari.
- Ini dia! - Lihat semua lauk ini?
- Kelihatannya enak. - Bola nasi tahu goreng.
- Kelihatannya enak sekali. - Ini.
- Sepertinya enak. - Ambillah.
- Ya, operkan. - Ada udang goreng juga.
Berikan satu untuk anak ini.
"Hwang Jun Hyeon."
"Hwang Jun Hyeon."
Akhirnya aku mengerti kenapa kamu menulis Grup Choesung
di cek kosong itu.
Sekarang aku mengerti.
"Mendiang Kang Yong Ho."
Jae Gyeong, ini perbuatanmu, bukan? Kenapa kamu sejahat ini?
Dia ayahmu. Kamu darah dagingnya!
Kamu berani bertingkah seperti seorang ibu dengan kemunafikan ini?
Benar, jika saat itu kamu berikan jabatan pimpinan kepadaku,
dia tidak akan pergi dengan menyedihkan seperti ini.
Ayah bukan orang yang meninggal mendadak seperti ini.
Anehnya saat itu CCTV rumah sakit sedang tidak berfungsi.
Ada yang melihat kamu orang terakhir yang keluar dari kamar Ayah.
Jae Gyeong, apa kamu benar-benar
melakukan ini pada ayahmu sendiri?
Benarkah?
Jika aku bilang tidak,
apa kamu akan percaya?
Aku akan melakukan autopsi.
Aku akan mengungkap apa penyebab sebenarnya!
Terserah kamu.
Namun
utang yang lalu kita anggap lunas dengan ini.
Kamu harus membayar utang hari ini berkali-kali lipat.
Mau ke mana? Berhenti!
Berhenti!
Kang Jae Gyeong!
Minggir.
- Kubilang minggir! - Lihat saja.
Aku takkan membiarkan Ayah pergi seperti ini.
"Kepala Tim Audit Jo Haeng Mun."
Sudah menemukannya?
No comments yet. Be the first to leave one.