ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
LOC (Line Of Control) KARGIL "Garis Kontrol (Perbatasan De Facto/menurut kenyataan) KARGIL"
# Film ini berdasarkan sejarah Perang Kargil 1999 #
Alfa ke Charlie. Ganti.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
# 4 MEI 1999, LOC (Garis Kontrol) Kaksar (sektor Kargil) #
# Letnan Saurav Kalia Hilang Kontak, Resimen Jat #
Alfa ke Bravo. Ganti.
Bravo, ini Alfa. Lapor padaku. Ganti.
# 5 MEI 1999, LOC (Garis Kontrol) Kaksar (sektor Kargil) #
# Letnan Amit Bhardwaj Hilang Kontak, Resimen Jat #
(Batalion= Pasukan 300-1000 Tentara)
Alfa ke Charlie. Ganti.
Alfa ke Charlie.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Pak.
Letnan Kalia, laksanakan patroli peninjauan lokasi.
Kabarnya, tikus menyusup wilayah kita melalui LOC.
Jika ada yang mencurigakan..,
..segera lapor padaku.
Tenang, Pak. Akan kami usir tikus agar menyebrangi LOC.
Bagus. Semoga berhasil.
Terima kasih, Pak.
Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.
Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.
Letnan Kalia, aku Komandan mu.
Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.
Amit, kau dengar aku? Amit, ganti.
Sambungkan ke Markas Besar Brigade .
Panggilan dari Alfa ke Tiger. Ganti.
Pak, ada masalah. Belum bisa tersambung ke Radio Portable..
..pasukan patroli ku selama 2 minggu ini.
Tak ada kabar dari mereka. Ini membuatku cemas, Pak.
Kolonel, tunggu perintahku selanjutnya.
Jangan kirimkan lagi pasukan pencari.
Biar ku bicara dengan Pimpinan. Nanti kukabari.
- Ganti dan putuskan telpon. - Ganti.
- Ada apa? - Ada serangan, Pak.
Gelap sekali, tak bisa melihat posisi musuh.
# Pasukan Pakistan Menembak Dari Sebrang LOC #
# Desa India Di sektor Kargil #
Mujahidin (Militan/ Pemberontak/ Pejuang Jihad) dan tentara Pakistan..
..sudah menyusup LOC beberapa kilometer ke wilayah kita.
Sepertinya mereka ada dimana-mana.
Lembah Mushkoh, sektor Drass dan Batalik.
Mereka sudah ambil alih semua wilayah India.
Mereka menduduki Benteng Pertahanan kita.
Makanan kita tertinggal di Benteng Pertahanan.
Mereka sudah memakannya untuk menyerang kita.
Mereka mengawasi National Highway 1 (Jalan Raya Nasional 1)..
..dari titik 4875, Tololing dan Kukarthang.
Mereka sering menembaki pasukan kita.
Ini situasi serius. Sambungkan ke Delhi.
Baik, Pak.
Pak, rencana musuh sederhana. Dari Ladak melewati Kashmir..,
..menembaki National Highway 1 (Jalan Raya Nasional 1).
# Angkatan Darat India Melewati ZOJILA Melalui NATIONAL HIGHWAY 1 (NH1) #
Perintah dari Delhi, jelas.
Kerahkan pasukan terbanyak ke sektor Kargil.
Kerahkan pasukan terbanyak untuk bertempur.
Seperti yang kita tahu, musuh menduduki wilayah sana.
Maka kita harus langsung menyerangnya.
Jadi perbandingannya 6:1.
Kita akan kehilangan 6 orang, dan mereka kehilangan 1 orang.
Saat di Kargil, perbandingan akan 10:1.
Makanya harus kerahkan pasukan terbanyak.
Pak, sebrangi saja LOC dan serang musuh dari belakang.
Jadi, pasukan kita sedikit yang gugur (mati).
Putuskan jalur pengangkut pasokan Pakistan.
Jangan, Brigadir. Perintah sudah jelas.
Kita serang dengan pasukan terbanyak.
Pokoknya kita akan menyebrang LOC (Garis Kontrol).
Ini perintah dari Delhi.
Pertama, kerahkan 1/11 Gurkha Rifles (Rifles= Pasukan Senapan).
Tapi, Pak, 1/11 Gurkha Rifles baru kembali dari Siachen.
Tunggu apalagi? Mereka pasukan terbaik daerah ini.
Kolonel Lalit Rai akan memimpin 1/11 Gurkha Rifles.
Biar ku bicara dengannya.
- Ya, Pak? - Kolonel Lalit. - Ya?
Kau diperintahkan segera ke Yaldor, sektor Kargil.
# Rashtriya Rifles di Lembah Kashmir #
- Kau memimpin Resimen 1/11 Gurkha Rifles. - Baik, Pak.
24 jam lagi, kau akan diantar ke Yaldor.
Aku akan kesana, Pak.
# 1/11 Gurkha Rifles, Batalion Pertama dari 11 Gurkha Rifles, Batalik (sektor Kargil) #
Hidup India, Pak.
Kau memimpin 27 JCOs (Tentara Junior) dan 470 tentara lain, Pak.
Batalion (Pasukan 300-1000 Tentara), diam di tempat, grak.
Pak, kau memimpin 3 tentara, 27 JCOs dan 470 tentara lain.
Oke.
Batalion, tegak, grak.
Puja Dewi Kali.
Gurkha siap bertempur.
Batalion Gurkha terkenal karena keberanian.
Kawan Pemberani, kita tak takut bertempur dan berlumuran darah.
Kita tadi melihat Kashmir berlumuran darah.
Batalion Gurkha terkenal di seluruh dunia.
Kata Hitler, 'Jika aku punya pasukan Gurkha..,'
'..bisa ku taklukkan seluruh dunia.'
Dan sebagai Komandan kalian..,
..Aku Lalit Rai ingin kalian menang di Kargil.
Ada pertanyaan?
Tidak, Pak.
Puja Dewi Kali.
Gurkha siap bertempur.
Batalion Gunung, laksanakan.
Pak, telpon dari Komandan.
- Kolonel Thakur. - Ya? - Pindahkan Batalion mu.
Suruh 18 Grenadiers (Pelempar Granat) ke sektor Drass, Kargil.
Hentikan operasi di lembah Kashmir. Cepat laksanakan.
Baik, Pak.
# 18 Grenadiers, Batalion ke-18 dari Resimen Grenadiers, Operasi Melawan Pemberontak #
Lari, Suleman.
Lepaskan.
Hati-hati, kau bisa celaka.
Jika kena giginya, kau bisa celaka.
Kenapa? Kau takut?
Giginya itu senjatanya. Dia bisa membunuhmu.
Aku orang Maratha, lelaki sejati.
Kami tak takut. Kami yang menakuti orang.
Aku orang Jat dari Haryana. Aku suka menyerang.
Itu masalahmu.
Kau bodoh, tak pakai otakmu.
Jaya Maharashtra.
Jaya Haryana.
Sachin, Balwan, jangan bertengkar.
Katanya, semua operasi di lembah, dihentikan.
Batalion disuruh ke sektor Drass.
Ayo.
Istirahat.
Tentara, aku dapat perintah.
Wilayah dan Pos Perbatasan kita, di sungai es Tololing..,
..sudah dikuasai musuh. Dari sana..
..musuh mengawasi National Highway 1.
Mereka mengawasi tiap gerakan kita.
Mereka juga mengawasi aktivitas kita.
Kita harus mengusir musuh dari sana.
Kita harus mulai menyerang mereka.
Mereka mengirim beberapa Batalion kesana.
16 Grenadiers (Pelempar Granat) sedang bertempur disana.
Kini, tugas ini dipercayakan ke kita.
Markas Besar ingin kita lakukan tugas ini.
Andai saja disana cuma 12 Mujahidin.
Batalion Naga juga sudah disana, Pak.
Pasti ada yang mencurigakan. Kita tak tahu kebenarannya.
Pak, perintahkan kita, kita akan langsung menyerang.
Tapi musuh terlalu banyak, granat mereka..
..akan langsung mengenai kita, Pak.
Kitapun tak punya info tentang musuh, Pak.
Mereka 8 atau 800 orang?
Meski mereka 8000 orang..,
..mereka sudah masuk wilayah kita. Kita harus mengusirnya.
Itu mudah diucapkan, sulit dilakukan.
Kami anggap kau ayah kami.
Kenapa kau menyuruh kami jadi pengecut?
Kenapa menyuruh kami untuk tak peduli?
Saat anak kecil berjalan di lorong gelap..,
..dia menyanyi agar tak takut.
Kamipun akan bertempur sambil menyanyi, Pak.
Lagu yang biasa ibuku nyanyikan.
"Jadi, kekasih..,"
"..katakan sebenarnya ada apa?"
Cara pengucapan liriknya salah, Pak.
Kau mau perang atau mau perbaiki ucapanku?
Pak, cepat perintahkan kami. Batalion siap bertempur.
18 Grenadiers .
- Hidup tentara pemberani. - Hidup.
- Hidup tentara pemberani. - Hidup.
Halo, Kolonel Baba. Dengar.
- Suruh Batalion 17 Jat ke Kargil. - Oke, Pak.
# 17 Jat, Batalion ke-17 dari Resimen Jat, di Lembah Kashmir #
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Istirahat, Anuj. Duduklah.
Terima kasih, Pak.
Kau mencuri es dimana?
Apalagi yang bisa dicuri disini?
Keindahan alamnya dan dinginnya es.
Selalulah pakai kata-kata kiasan.
Oke, Anuj. Bagaimana hasil misi itu?
Mereka 4 orang Afghanistan, Pak.
3 orang kabur dengan menyandra wanita dan anak-anak.
Tapi aku menangkap orang keempat.
- Dia sudah diinterogasi? - Sudah, Pak.
Tapi dia cuma menangis, bilang..,
- ..'Demi Tuhan, tembak aku'. - Kenapa?
Katanya jika dia hidup, Mujahidin akan membunuhnya.
Tapi jika dia mati, istri dan anaknya akan dapat Rs.300.000.
Makanya dia bilang, 'Demi Tuhan, tembak aku'.
Kutanya dia, 'siapa yang akan memberi kalian uang?'
Katanya, 'Mujahidin'.
Mujahidin Afghanistan dan Pir Punjab, bekerjasama.
Banyak gerakan yang diawasi di Kashmir Pakistan, Pak.
- Harus kabari Markas Besar Brigade. - Akan kita kabari, Anuj.
Batalion sedang ke Mathai, sektor Kargil.
- Kargil? Wilayah berbahaya? - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.