ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Bu, kau datang menjemputku?
Ibu sangat bangga, nak.
Bu, kau datang disaat yang tidak tepat.
Ibu gak lihat aku lagi asyik main?
Ayo pergi!
Gak mau! Aku gak mau!
Sekarang, ayo!
Aku tidak mau!
Ibu!
Sialan,
bisa gak aku menikmati usia 25-ku sekali ini saja?
Aku kira kau menyayangiku, ibu.
Bahkan dalam mimpiku,
kau memaksaku ikut denganmu.
Aku juga menyayangimu, Ibu.
Meski aku sangat merindukanmu,
aku tidak mau ikut denganmu.
Tidak hari ini, Bu!
Serasa baru kemarin, bu.
Ada banyak kenangan menyenangkan di sini.
Lalu tiba-tiba,
hilang!
Kau meninggalkanku tanpa pamit.
Jadi disinilah aku,
di depan komputer.
Satu-satunya temanku...
seorang dokter dari Amerika di texas....
yang cuma bisa berteman lewat rekaman.
Kalau saja dia bisa jadi...
pacarku.
Tapi gak mungkin.
Aku terjemahkan semua yang dia katakan.
- Suaranya begitu menakutkan! - Ada pasien ke klinik-ku...
- Lebih menakutkan dari kematian! - mengeluh dadanya nyeri.
Hasil MRI dan EKG...
pasien mengidap penyakit jantung skematik.
- Hai besti! - Apa kabar?
Masih sama, berkabung.
Besti.
Karena aku teman terbaikmu,
kubawakan sembako!
Terima kasih.
Besti?
Kau harus relakan semuanya.
Aku menyayangimu.
Besti?
Ayo, taruh di situ.
Kurasa...
sudah saatnya.
Saatnya apa?
Menjalani hidupmu!
Sudah berbulan-bulan ibumu meninggal.
Tidak ada salahnya...
untuk bersenang-senang, kan?
Ayolah!
Jalan-jalan!
Bersenang-senang!
Dan...
berkencan lagi!
Di usia setua ini?
Bahkan Tiya Pusit dan Ibu Auring....
bisa menjalani kehidupan cintanya!
Ibu Auring, Tiya Pusit?
Mereka lagi main kartu dengan St. Peter.
Maksudmu aku setua itu?
Bestie, bukan begitu maksudku.
Maksudku...
hidup berlalu begitu saja!
Kau ketinggalan!
Ingat, jangan harap bisa menikah karena...
hidupmu kau habiskan merawat ibumu.
Setidaknya aku punya anak.
Kalau kau?
Mau...
ke bar gay?
Kau ini kenapa!
Dan...
Aku ada kejutan lain untukmu.
Ta-da!
Ini akan membuatmu tersenyum.
Terima kasih.
Baiklah, besti,
aku harus jemput anakmu di sekolah!
- Aku tak mau terlambat. - Hati-hati dijalan.
Nikmatilah.
DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA
Emmanuel?
Emmanuel?
Bu!
Emmanuel, aku merindukanmu!
Bibirmu!
Bibirmu di leherku...
Oh, Emmanuel!
- Bu? - Bibirmu...
- Bu! - di bahuku...
Bu, ini Maricar! Bu!
Ayah sudah lama mati!
Kau kambuh lagi, Bu.
Genit!
Cium aku, sayangku!
Cium aku!
Cium aku!
Bu!
Ini Maricar!
Astaga...
Bu, kita ini sudah menopause.
Terserah padamu.
Lalu tak disangka...
setelah semua ini,
aku sering melamun,
dan sekarang di sinilah aku....
seolah itu memukuli wajahku.
Aku sendirian sekarang.
Aku sendirian.
- Memproses laporanmu. - Ah, sial.
Kenapa bisa aku 'Laporkan?
Harusnya ini kesedihan!
Hai, sayang.
Aku Mikko cakep.
Merasa kesepian?
Sendirian...
tanpa ditemani siapa pun?
Kau butuh pelukan,
atau butuh bercinta?
Apa yang kau alami,
bersabarlah.
Aku di sini.
Jangan menyerah pada hidup.
Karena kau tak bakalan bisa hidup sendirian,
kau tahu?
Tenang.
Bangunlah setiap pagi...
dan bersiaplah.
Bersamaku.
Aku sudah sadar dari kebiasaan ini, Ibu.
Karena sudah kutemukan...
Mikko Manis-ku!
Aku merasakan gaya berpakaiannya.
Terima kasih, Grab-A-Dog!
Cuma 180 kalori!
Aku mempelajari tips dietnya!
Saat dia melakukan mukbang, rasanya enak seperti...
Bang! Bang! Bang!
Ibu, aku sudah memenuhi syarat.
Manisku!
Hai, manis!
Apa hidupmu cuma untuk bekerja?
Ayo ketemuan!
Jadi tunggu apa lagi?
Beli jualanku,
dan temui aku...
di pantai!
20 ribu uangmu habis untuk si Mikko manis itu?
Kenapa kau mau habiskan uangmu untuk anak itu?
Apa kemaluannya terbuat dari emas?
Amoi!
Tenanglah!
Ya Tuhan, Amoi!
Dia pantas dikejar!
Lihat yang kubeli.
Semuanya ada!
Ini. Gelas.
Lihat?
Apa ini?
Itu kondom, tolol!
Amoi! Kubeli semua ini...
cuma untuk bertemu secara langsung dengan Mikko Manis!
Cuma dia...
yang membuatku bahagia...
sejak ibu meninggal...
Oke.
Aku mau kau bahagia.
Sungguh,
benarkah?
Besti, maksudku,
aku cuma mengingatkanmu.
Jika kau habiskan uang yang banyak,
lebih baik dia masukkan anunya di mulutmu.
Astaga.
Kata-katamu.
Astaga!
Astaga!
Aku mau beri tahu sesuatu...
Memekmu sudah becek, kan?
Becek!
Memekmu becek!
Sampai ketemu, ya, Bu?
Aku rasa...
sudah saatnya mandiri sendiri!
Setidaknya aku harus manfaatkan masa mudaku!
Aku mau pacaran dengan berondong...
di pantai!
Aduh, Ibu!
Kuharap bisa bermain dengan mereka!
Bersama ombak tinggi...
dari Elya...
Maksudku,
Elyu!
Apa ini pertunjukan Mikko Manis?
Oh bukan, Bu, acaranya kemarin. Maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.