ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Di luar Kota Liang
Ping, aku tidak mampu berlari lagi.
Jangan berhenti.
Teruslah berlari! Ayo!
Baiklah.
Kita baru aman begitu tiba...
di tempat perburuan.
Kau lihat?
Harimau itu...
Jangan bersuara.
Ping.
Jika kau takut,
tutup matamu dan hitung sampai 7.
Lalu, buka matamu maka kau tidak akan takut lagi.
Kakak-ku yang mengajariku.
Kau punya Kakak?
Ya.
Kakakku bekerja di Ibukota.
Oh iya,
dia memberiku jimat keselamatan.
Ambil-lah. Akan berguna bagimu.
Ayo. Tutup matamu.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Itu cuma kelelawar.
Barusan kuberikan jimat keselamatan dan lihatlah cuma kelelawar.
Lari!
Ping...
Kau tak apa?
Ying.
Kita tidak bernasib baik dalam hidup ini.
Sampai jumpa lagi di kehidupan selanjutnya.
Satu!
Dua!
Tiga!
Empat!
Lima!
Enam!
Tujuh!
DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA
Kota Liang Dua tahun lalu,
saat Kasim Agung, Pang Dezhong berkuasa,
Istana dan Oposisi tunduk mengikutinya.
Ayah angkat, saat aku membaca buku kuno...
kutemukan ilmu rahasia.
Ceritakan padaku.
Menurut buku kuno itu,
harimau mampu mengalahkan energi Yang.
Dan bisa digunakan untuk memurnikan "Tiger Golden Elixir"...
dengan cara yang tidak biasa.
Bisa memulihkan energi Yang.
Baguslah! Akan kutunggu kabar baik darimu.
Aku tak akan mengecewakanmu.
Markas Timur, tempat perburuan
Pang Dezhong memerintahkan anak buahnya, Jiang Huai...
mendirikan tempat perburuan di Kota Liang.
Kota Liang terletak di perbatasan wilayah barat,
di belakang Pegunungan Harimau.
Dipenuhi energi Yang dan harimau liar.
Markas Timur sudah membunuh harimau yang tak terhitung jumlahnya...
dalam dua tahun terakhir ini.
Untuk memulihkan energi Yang Pang Dezhong.
Dua hari lalu...
"Atas perintah Yang Mulia"
Akhirnya...
kita berhasil menyempurnakan Ramuan Mujarab Harimau kali ini.
Lihat! Warnanya sama yang ada di buku kuno itu.
Cuma satu dari jutaan!
Tapi, mereka tidak berharap...
kejahatan mereka akan berakibat fatal.
Mendatangkan malapetaka.
Ibukota, Kediaman Yang
Sementara itu,
kubuat kesalahan terakhir dalam hidupku.
Ribuan mil jauhnya di ibu kota.
Sayang.
Kasim Pang tahu kalau aku sudah melaporkannya.
Petugas kekaisaran akan segera datang.
Cepatlah!
Pergi dari sini sebelum jam malam!
Huan'er... Dimana Huan'er?
Huaner...
7 tahun lamanya aku menangani urusan perbatasan...
dan menjaga benteng selama tiga tahun.
Aku, Zhang Liucheng, masih tidak bisa...
terhindar dari nasib sebagai pelayan.
Kalian mau apa?
Berlutut!
Petugas, tolong ampuni aku!
Petugas, tolong ampuni aku!
Petugas!
Tongshu.
Tongsu! Maaf sudah melibatkanmu.
Petugas Yang.
Ceritakan tentang dirimu.
Apa dirimu pintar atau bodoh?
Kasim Pang sangat mudah menyesatkan orang-orang dengan kekuasaannya.
Kau sudah menghinanya.
Kau masih mau melihat matahari besok?
Tapi kau tidak bisa menyembunyikan matahari.
Geledah semua tempat!
Apa masih ada pemberontak lainnya.
Siap!
Petugas, dia pengkhianat, putri Yang Ziqing,
Yang Huan.
Tunggu sebentar.
Wakil Komandan batalyon Zhang.
Kau punya pedang hebat?
Dan kau tidak mengeluarkannya.
Jangan-jangan kau kasihan sama para pemberontak ini?
Aku tidak mau mengotori tanganku.
Liucheng. Tugas kita sebagai petugas kekaisaran...
tentu saja pekerjaan kotor.
Kau baru saja dipindahkan ke sini,
harus tahu aturannya.
Ayo! Cobalah.
Pedang Pnyulam. Aku juga punya.
Bunuh dia.
Sudah banyak orang yang kau bunuh,
membunuhnya tidak ada bedanya.
Aku tahu kau bukan orang yang baik.
Zhang Liucheng.
Apa belum cukup meski aku sudah mati ratusan kali!
Aku tidak akan makan makanan musuhku.
Aku menyelamatkanmu.
Meski aku bukanlah penyelamatmu, baiknya jangan anggap aku musuhmu.
Petugas kekaisaran membunuh seluruh keluargaku.
Mereka adalah musuhku.
Kau sama seperti mereka,
orang jahat.
Aku sama sepertimu sekarang,
buronan Markas Timur.
Kau mau membawaku kemana?
Menemui adikku.
Dia bekerja di perbatasan.
Semoga kami bisa mengeluarkanmu.
Perbatasan itu sangat jauh.
Hukumanmu pasti belum tersebar di sana.
Ini kesempatan terakhir kita.
Untuk apa menyelamatkanku?
Aku sudah menyesalinya.
Entah kenapa aku menyelamatkannya.
Kurasa aku muak dibohongi.
Atau aku merindukan Liuping.
Apapun itu,
pasti ada alasannya.
MarkasTimur, tempat perburuan
Tunggulah di penginapan.
Jangan kabur.
Kau siapa?
Aku dari ibu kota.
Aku petugas kekaisaran.
Komandan Batalion
Kapten Ketiga.
Kau dari Divisi Utara.
Kau tahu tempat apa ini?
Tempat perburuan Kota Liang, dipimpin oleh Kasim Jiang Huai dari Dewan Acara Upacara.
Baguslah kalau kau tahu.
Kami tidak ada hubungan dengan Divisi Utara.
Apa yang membawamu kesini?
Aku kemari mau menemukan seorang.
Kepala Militer, Yang Zi Qing dijatuhi hukuman mati karena memberontak.
Ada seseorang disini yang terlibat dalam kasus itu.
Aku harus menangkapnya.
Siapa namanya?
Zhang Liuping.
Zhang Liuping? Di sini tidak nama seperti itu.
Kasim, orang ini pemburu binatang buas yang sudah berkelana.
2 tahun lalu, Markas Timur merekrutnya sebagai pemburu.
"Tidak artinya tidak."
Kembalilah dan beritahukan ini.
Orang ini adalah penjahat kelas kakap.
Aku harus membawanya kembali.
Tolong jangan menyulitkanku.
Tempat perburuan ini adalah benteng rahasia.
Jika kau lihat sesuatu yang harusnya tak bisa kau lihat,
waspada saja akan kucungkil matamu.
Keluar!
Lepaskan!
Berhenti!
Aku mau menemui Kasim Jiang!
Berhenti!
Minggir!
Ping...
Kau kenal Zhang Liuping?
Kenapa jimatnya ada sama kamu?
Kau bukan Ping.
Aku Kakaknya. Di mana Liuping?
Ayo!
Berhenti!
Berhenti!
Jangan lari!
Kejar mereka!
Ada yang menerobos masuk!
Kemarilah!
Katakan divisi dan namamu.
Akan kupenggal kepalamu dan mengirim kepalamu kembali.
No comments yet. Be the first to leave one.