ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
AKADEMI AUSTIN - SEJAK 1976
Aku berhasil!
Astaga!
Itu…
sangat…
keren.
Cerita dari awal!
Aku masuk sekolah pagi ini.
Kemudian aku melihat Colin Corwin.
Ya!
Rasa Jill seperti dendeng sapi.
Kau bilang ke semua orang kau memohon agar aku menciummu.
Elegan!
Maaf, Jill, tapi aku tak mau jadi pacarmu.
Jangan geer, Colin Corwin.
Aku menyesal begitu bibir menjijikkanmu menyentuh bibirku.
Hei, Jill, apa rasa adikmu juga seperti dendeng sapi
atau… kanker?
Tak berperasaan.
Pukul!
Pukul!
Kau akan mendapat masalah besar.
Tuan Corwin!
Kau menangis seperti anak kecil.
Dia bertanya apa rasaku seperti kanker?
Hanya itu?
Aku lebih memilih kanker daripada fibrosis kistik.
Anak laki-laki memang sangat memalukan.
Selamat, kau diskors.
Lagi.
Selamat datang di tanah air kuliner, San Francisco.
Kunyit.
Pistasio adalah buah dewa!
Mundur, Anak-Anak!
Anak kami seharusnya laki-laki.
Antibiotiknya tak bekerja seperti yang diharapkan.
Hai.
Izzy, dengar. Ini Robyn.
- Siap? - Siap!
Apa kau harus pergi? Ini Tahun Baru terakhirmu bersama kami.
Aku tahu.
Ini juga Tahun Baru terakhirku bersama kawan-kawan.
- Aku tahu. - Dah, Sayang!
- Hati-hati. - Dah!
Aku mencintaimu.
Kau siap?
Lima belas menit menuju tengah malam, Kawan!
Maaf. Aku harus pergi. Aku tak bisa…
- Maaf sekali. - Tidak.
Itu sangat menyenangkan.
Maaf. Permisi.
Tiga, dua, satu!
Selamat Tahun Baru!
Aku ada tes keterampilan pisau besok dan aku tak mungkin
bisa tepat waktu dan aku minta maaf.
Astaga…
Jangan khawatir, Bro.
Sebentar lagi kau akan menuju tanah air kuliner!
HARI INI SAN FRANCISCO
Dia pikir itu akan terjadi pada 2029, 30 tahun lalu,
jadi jika kita bisa…
Kau menatap mataku.
- Matamu? Apa? - Ya. Aku seperti Sloth dari The Goonies .
- Tidak. - Aku tahu.
- Tidak. - Jangan khawatir.
Hanya mata merah muda.
Aku yakin mata merah muda itu menular.
Tidak, itu hanya kesalahpahaman umum.
Tidak, sungguh, aku rasa itu menular.
Hoaks buatan Big Pharma.
Percayalah.
Sebaliknya, matamu sangat indah.
Panggilan Anda diteruskan ke pesan suara.
Lalu dia mengoleskan kuman bokong ke seluruh wajahku.
Wajahku berubah jadi anus.
Tolong telepon aku besok.
Aku bangun.
FLÂNER OLEH KOKI BASTIEN
KONFIRMASI BERHASIL - MASUK
JILL - KUMKUAT
Bonjour!
Koki Bastien, siapa koki favoritmu?
Siapa koki favoritku? Itu mudah.
Jelas ma mère .
Ibuku sangat cantik, tapi sudah meninggal.
Penampilanmu di Top Chef mengubah hidupku.
Geoffrey! Perhatikan keikmu!
Ayo!
Tatap aku. Jangan tatap aku.
Tatap aku.
Jangan pernah menatapku!
Kau menatapku? Kau menatap mataku?
Tidak, Koki.
Mungkin coba bilang "pojokan" lain kali.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Delapan jam untuk membuang biji dan mengiris kumkuat?
Penyiksaan kuliner.
Aku bahkan tak ingat kapan terakhir aku membuat sesuatu,
selain burito untuk sarapanku.
Aku hanya mengukur, membuang biji, mengiris, dan berdoa agar cepat mati.
Robot AI bisa melakukan pekerjaanku lebih baik daripada aku.
Kau diciptakan untuk ini, Kawan.
Beri tahu mereka.
Aku akan memberi tahu mereka aku begitu rindu rumah
sampai tabunganku hampir habis dan tak ada tempat untukku,
kecuali ada pembuat roti yang berhenti, pensiun, atau mati.
Baiklah, Dasar Wanita Gila.
Aku akan terbang ke San Fran dan membunuh pembuat roti bersamamu.
Bagaimana caranya?
Lilitkan selang oksigenku di lehernya.
Kau menjawabnya dengan cepat.
Tunggu, omong-omong soal kekurangan oksigen ke otak,
aku akan minum dengan Equinox Ethan.
Bukankah dia yang berpikir bayi bisa bernapas di dalam air?
Dia humoris.
Cintailah dirimu sendiri, Kawan.
Kau harus coba Hinge.
Itu luar biasa.
Kecuali bagian kau merasa seperti troll jelek yang tak dicintai
yang mungkin cocok dengan Ted Bundy.
Aku tak tertarik.
Kurasa aku lebih suka hidup lewat pengalamanmu.
Sempurna.
- Halo? - Ya. Aku di sini.
- Hai. - Tidak…
Aku harus memberitahumu sesuatu. Jangan panik.
Apa?
Hasil tes sudah ada.
- Kenapa tak meneleponku? - Barusan.
Mereka mendaftarkanku untuk transplantasi paru-paru.
Terlihat cukup parah.
Mereka tak tahu apa yang mereka lakukan.
Mereka salah di setiap langkah.
Kau baik-baik saja…
karena kau pahlawan super. Mereka belum tahu itu?
Ya, kurasa belum.
- Aku akan pulang. - Tidak.
- Aku akan cari pesawat. - Tidak.
Bukan karena hasilnya. Aku rindu. Aku harus menemuimu.
Kau akan pulang tiga pekan lagi untuk Thanksgiving.
- Akhir pekan. - Jika kau pulang, kutendang payudaramu.
Kau takkan jadi pembuat roti jika pulang setiap ada kabar buruk.
- Tidak, aku… - Kau terlalu lebai.
- Tidak! - Ini bukan A Walk to Remember .
A Fault in Our Stars ?
Shailene akan memerankanku di biopikku.
- Tapi tidak. - Baiklah.
Kita bertemu tiga pekan lagi. Kalkun!
Jill?
Ya, Bro?
Kau orang paling menyenangkan yang kukenal.
Jika kau burung, aku burung, Dik.
Telepon aku besok.
Selamat malam.
Selamat malam.
Jill, dengar, aku ingin benar-benar terbuka.
- "Jujur"? - Itu juga.
Dengar, aku mau saja berkencan,
tapi bukan untuk sesuatu yang intens.
- Tapi aku 100% berkomitmen untuk… - Penetrasi?
Ya!
Astaga, ya. Ya. Kita seperti punya gelombang yang sama.
Kita saling melengkapi…
Pikiran!
Kuangkat dulu.
IBU - PANGGILAN TAK TERJAWAB - 3
Jill, Sayang, kau harus pulang sekarang. Telepon Ibu setelah kau mendengar ini.
Bu, aku di sini. Ada apa? Bagaimana kondisinya?
Beri tahu aku. Ada apa?
- Apa kata mereka? - Dia tiba-tiba kritis.
Baiklah.
Kadar oksigennya turun.
Dia tak tertolong.
Izzy tak tertolong.
Baik. Apa kata mereka?
Jill, Sayang…
Bu, di mana dia?
Dia tak selamat, Sayang.
Aku di sini. Di mana dia?
Di mana dia?
- Jill, Sayang… - Di mana dia?
- Jill. - Izzy?
Izzy punya…
nasib yang buruk.
Tapi dia tak pernah mengeluh.
Dia lebih daripada itu.
Dan dia percaya pada malaikat dan takdir.
Pada "ketentuan" hidup.
Kurasa dia akan suka Burning Man.
Jadi… hari ini,
alih-alih membahas…
ketentuan hidup yang tak kupahami,
aku akan berusaha sebaik mungkin.
Aku akan berusaha membuat limun, seperti Izzy.
Dan Beyoncé.
Isabelle bisa saja hidup seribu tahun lalu
atau seribu tahun lagi,
tapi seberapa besar kemungkinan di sepanjang waktu, ruang, kemanusiaan,
dia hidup bersama kita, 'kan?
Bersamaku.
No comments yet. Be the first to leave one.