Maara

Maara (மாறா)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

MAARA 2021 1080p WEB-DL
കമന്ററി എഴുതിയത് comelmuewa
NO RESYNC

ടാഗുകൾ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2021-03-20
ഡൗൺലോഡുകൾ: 26
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Pemarah, kelingking. Kelingking pemarah.

Kelingking, kelingking, pemarah!

Nenek, jangan buka kacanya!

- Nenek! - Nanti kau bisa basah kuyup.

- Kau bisa basah kuyup! Dengarkan aku! - Tinggalkan aku!

Duduk disebelah sini.

- Aku tak mau kau basah kuyup. - Nenek!

Tidak usah khawatirkan aku? Aku yang basah kuyup kok.

Hei, ada apa?

Tidak ada.

Tidurlah.

Nek ceritakanlah sebuah cerita.

Dahulu kala hiduplah seorang raja...

Aku sudah tahu itu, ceritakan cerita lain.

Oke.

Cerita lain apa, ya?

Seekor rubah tinggal di hutan...

Tidak! Itu cerita tentang buah asam, kan?

Tidurlah.

Siapa namamu?

Dia bertanya padamu. Katakan padanya namamu.

Katakan padanya.

Parvathy.

Oh, tidak.

Tidak, Paaru.

- Dia suka dipanggil Paaru. - Oh!

Jika diberi kesempatan dia tidak akan tidur sampai pagi.

Seharusnya kau terlahir sebagai burung hantu.

Kau mau ke Chennai?

Tidak, Kanchipuram.

Kamp medis.

- Apa dia perawat? - Ya.

- Kau mau aku memintanya menyuntikmu? - Ya.

Dasar nakal!

Dia mau disuntik.

Oke. Tidak perlu. Tidurlah sekarang.

Aku mau ceritakan sebuah kisah?

Mmm.

Asalkan kau mau, akan kuceritakan.

Oke, ceritakanlah.

Dahulu kala hiduplah seorang prajurit.

Biasanya cerita dimulai dengan seorang raja, kan?

Diamlah!

Kau belum dengar banyak cerita tentang raja atau rubah, kan?

Prajurit ini sangat istimewa.

Dia seorang prajurit abadi.

Pemberani yang paling berani

bahkan senjata yang terkuat pun tidak bisa membunuhnya.

Itu karena prajurit ini

menyimpan rahasia yang tak diketahui oleh siapapun.

Rahasia apa?

Kau tahu apa?

Jiwanya tidak bersamanya,

dia menyembunyikannya kedalam hati ikan.

Setiap kali dia pulang dari medan perang,

suara keras dari cangkang kerang terdengar.

Ikan itu sedang menunggu suara

yang memegang erat jiwanya.

Kau mendengarnya?

Sayang,

kali ini,

ikan itu tidak mendengar tiupan kerang.

Suara kerang hilang

akibat badai yang dahsyat dan banjir yang begitu deras.

Bersama ternak, burung,

gubuk ikan ini terseret oleh banjir.

Lalu apa yang terjadi?

Paaru, tidurlah. Jangan mengganggunya.

Tidak masalah.

Tutup matamu dan dengarkan.

- Mmm? - Mmm.

Prajurit yang kehilangan jiwanya

memutuskan untuk berburu dan menemukan ikan itu, berangkat saat hujan atau cerah,

dan membawa pergi kerang itu di tangannya.

Saat dia berjalan melewati hutan lebat,

hutan bertanya kemana dia pergi.

Saat dia menceritakan kisah ikan itu,

sungai mendengar percakapan mereka menariknya ke dalam air dan menyeretnya.

Sebuah gunung besar menghalanginya dan bertanya,

"Apa yang membuatmu terburu-buru?"

Dia menceritakan kisahnya sekali lagi,

gunung itu begitu tersentuh

sehingga membawanya ke laut dengan perasaan mendesak.

Prajurit itu terjebak dalam labirin

tujuh lautan dan menggelepar.

Tapi dia belum menemukan ikan itu.

Dia memberhentikan awan soliter yang lewat di atas kepalanya

dan bertanya, "apa kau melihat ikanku?"

"Tidak,

seandainya aku melihatnya, sudah kuberitahu kau," kata awan ramah

dan pergi melewatinya.

Kerang itu ditiupnya kuat-kuat

oleh prajurit yang dicintainya karena kerinduannya mencari ikan itu,

di sisi lain, waktu telah berlalu bagaikan ombak di laut.

Prajurit itu diselimuti kesedihan bahkan sempat mau bunuh diri.

Suatu malam,

awan yang dalam misi perjalanan mencari ikan itu, kembali

dan menyampaikan pesan kepada prajurit itu berupa hujan lebat.

Prajurit itu meniup kerangnya dengan tangan gemetar.

Seolah-olah bulan telah melebur

dan bercampur menjadi lautan yang gelap, tiba-tiba

sebuah pancaran cahaya menyebar ke mana-mana.

Cahaya itu

perlahan berbalik arah ke arah prajurit itu.

Ikan yang dicari oleh prajurit itu

sudah dekat dengan hatinya dan matanya yang tajam,

akhirnya berada sangat dekat dengannya.

Prajurit kita begitu bahagianya menemukan jiwanya yang hilang.

Ombak di laut menari kegirangan bersama pikiran dan hatinya.

Setelah misinya terpenuhi,

kerang itu kembali ke tempat kelahirannya, dasar laut.

Tiba-tiba,

gelombang ombak raksasa datang begitu besar untuk mengguling samudera luas.

MAARA

Apa yang terjadi denganmu, bu?

Sebentar.

- Kau punya kunci mobil? - Kunci?

Mengumumkan pernikahan secara resmi.

"Tanggal 29 Maret tahun ini,

jam 9 pagi.

Bala, putra Ramanathan dan Mala,

dan putri dari Mani dan Saraswathi..."

Paaru.

Kau pernah lihat nenek bicara?

- Ya pernah. - Kapan?

Saat aku seusiamu.

Begitukah, nenek?

Kau sudah beritahu Paaru soal Kishore itu?

Eh, belum.

Beritahu dia.

Hei!

Gimana menurutmu pengantin prianya?

Keluarganya menyukaimu Paaru...

Itu yang berdiri di sana, namanya Kishore. Dia calonmu.

Bagaimana caramu bisa bekerja begitu acara pernikahan dimulai?

Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?

Kau juga tidak memberitahuku sebelumnya.

Kau tiba-tiba datang dan memintaku menikah dengannya!

Jangan diulang-ulang terus persoalan itu, kemarilah.

Bibi, mungkin Paaru sudah punya pacar.

Jika dia sudah punya, masalahnya sudah terselesaikan.

Jadi dia harus menyukainya...

Dengar, buku-buku ini harus dibuang, dan saatnya memasuki kehidupan yang sebenarnya!

Apa dia akan berguna atau masuk akal, setidaknya sedikit?

Di atas semua itu, hasrat berkelana ini telah tertangkap seperti serangga.

Pergi dari satu tempat ke tempat lain

- hanya mengumpulkan reruntuhan dan sisa-sisa. - Diam, bu.

- Bu, itu disebut restorasi. - Terserah!

Kau tidak khawatir dirimu semakin tua?

Neneknya sudah memanjakannya.

Dia menolak semua pengantin pria yang kami sarankan.

Ibu, kau tidak undang bibi Mary?

Jangan alihkan pembicaraan.

Bibi, engga usah begitu stres?

Dia tahu apa yang dia lakukan, biarkan dia.

Dia tidak tahu apa yang dia inginkan.

Itulah masalah sebenarnya.

Ya, bu, aku tidak tahu.

Tapi aku tahu apa yang tidak kuinginkan!

Apa yang kau inginkan sekarang?

Aku harus bicara dengan anak itu, kan?

Aku akan bicara dengannya, oke?

Tapi aku harus pergi sekarang.

Kenapa harus terburu-buru?

Dalam empat hari ini, masalah apa lagi yang akan kau datangkan?

Bibi, kau terdengar seperti kaset rusak!

- Dia setuju bicara dengannya, kan? - Hei, Paaru...

- Kita lebih baik turun deh. -...sepertinya Kishore siap

menikahimu besok!

Kuberi kau waktu seminggu.

- Satu minggu, ya? - Ayo pergi.

Untuk apa?

- Apa? - Jika aku menendangmu, semuanya akan baik-baik saja.

- Hei! Apa yang aku sudah lakukan? - Pergilah!

Paaru, apa ini juga kau?

Nenekmu.

Hanya karena dia tampan dan punya penghasilan tinggi,

haruskah aku menikah dengannya?

Mmm?

Apa yang kau lakukan?

Ayo.

Aku akan pergi.

Demi mengatasi amarah semua orang sampai aku kembali.

Paaru, kau mau kemana?

Aku, ya?

Menempuh hutan yang lebat,

mendaki gunung besar, dan melintasi lautan biru yang luas,

aku akan pergi ke tempat yang jauh.

Siapa yang memanggilku?

Suara siapa ini, katakan padaku?

Kenapa terdengar jelas di telingaku?

Bibirku menolak mengusirnya. Suara ini ada di telingaku setiap hari.

Melakukan perjalanan dalam kehidupan yang kudambakan. Menggenggam suara jemari ini.

Pembuluh darahku seperti tali ayunan. Berayun ke lagu pengantar tidur yang mereka nyanyikan.

Memadukan hidupku dalam sebuah melodi. Irama yang menenangkan.

Saat hujan, hujan lebat membasahi tubuhku.

Pikiran akan mencari tempat khusus mengembara dan menenangkan diri, sejuk, dan santai...

Hei!

Kau bilang hanya memakan waktu seminggu, dan apa yang kau lakukan di sini?

Rasa takut bertemu dengannya membawamu langsung kesini, kan?

Maara subtitles in other languages

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left