ആദ്യത്തെ 148 വരികൾ.
Ikuti kata hatimu
Menuju bintang
Ikatan menunjukkan Keajaiban bersinar, persahabatan tumbuh
Kejar mimpimu Berlari sebebas mungkin
Sebebas mungkin Percaya takdirmu
Ikuti kata hatimu
Menuju bintang
Ikatan menunjukkan Keajaiban bersinar, persahabatan tumbuh
Ikutilah kata hatimu
Menuju bintang
Ikutilah kata hatimu
Aku punya yang lain.
Pilih main lempar dengan raterpillar
atau naik Jalur Beri Langit dengan Ibu Furi?
Raterpillar!
Terima kasih mau mengawasinya. Lebih cepat dengan teman.
Tak masalah. Melihat bintang dengan sahabat? Malam terbaik!
Malam terburuk.
Belajar bisa menyenangkan.
Anggap permainan. Balapan sampai akhir bab.
Apa?
Aku takkan tertipu!
Dari mana saja kau?
Tak ke mana-mana. Di mana Sophia?
Dia dan Ava awasi bintang mahkota terakhir.
Kupikir kita fokus tugas sekolah, seperti persiapan ujian akhir
yang memengaruhi kita sebagai penunggang unicorn.
Setengah alasanku ke akademi agar tidak punya PR.
Apa ini "meteorologi"? Kenapa aku harus mempelajari ini?
Karena unicorn-mu sihirnya cuaca?
Baik, tentu.
Storm punya kekuatan angka yang tak kutahu?
Matematika bisa membantu dunia nyata?
Ayo, Rory. Kau pintar. Kau tahu persamaannya. Kau tak ikuti saja.
Matematika itu membosankan.
Bagaimana bom mendesis yang kau jatuhkan ke toilet?
Itu kasar, namun menunjukkan pemahaman soal kimia.
Ya. Kelakar aku pandai, sekolah tidak.
Rory, aku beri tahu perkataan pelatih lamaku
saat aku stres tentang kompetisi.
Bersiap! Sulit. Jika kau coba, bisa gagal.
Ini tak membantu.
Kau menjadi lebih baik jika menghadapi hal-hal sulit.
Berhentilah kabur. Kembali ke pelana, Pirang!
Rasanya tak berlaku untukku.
Bersiaplah sebelum ujian akhir.
Sophia ganggu kita dengan hal bintang ini--
Bintang mahkota jatuh!
- Bintang mahkota! - Ya!
Serius?
Wow!
Kalian melewatkannya. Dia jatuh ke Danau Sinar Bintang.
Itu bintang terakhir.
Perlu aku ingatkan kejadian terakhir kali?
Antara gunung berapi dan Pencuri Bintang, kita hampir tewas.
Aku paham kau mau jadi pahlawan. Kau tak peduli bahayanya?
Aku tak bisa berhenti. Sedikit lagi.
Ini pertarunganku. Aku takkan memaksa kalian.
Kau bercanda? Kami ikut.
- Garis akhir sudah dekat. - Ya.
Itulah prioritasmu.
Sepertinya kita punya misi lagi.
Misimu adalah menyelesaikan PR-mu.
Aku akan awasi. Bagaimana caramu keluar tanpa ketahuan?
Pertanyaan bagus. Ibu Primrose sudah curiga.
Dia tahu melebihi perkiraanmu, Mendoza.
Sepertinya kau butuh pengalih perhatian. Waktunya mengerjakan PR kimia.
Kutahu. Aku harusnya tidur sebelum patroli fajar.
Tetapi klub buku Dwerpin sangat meriah.
Apa itu?
Itu petunjuknya.
Tolong jangan gelembung. Fobiaku.
Terlalu banyak gelembung. Tidak.
Tidak.
Aku sudah bersenang-senang. Kurasa sebaiknya aku belajar.
Bagaimana?
Surainya lancip?
Semua orang kritikus.
Apa?
Klasik.
Apa? "Temui kami di Asrama Emerald." "Sendiri."
Intrik. Ini bisa jadi masalah hidup dan mati.
Kita lalai jika tidak pergi.
Maaf. Mereka bilang sendiri.
- Halo? - Halo, anak baru.
Apa?
Selamat datang di hari pertama sisa hidupmu.
Wah!
Hyah!
Sophia, aku berpikir.
Bagaimana jika kembalikan ayahmu juga kembalikan Grimoria?
Itu tidak bagus.
Sejujurnya, aku juga cemas soal itu. Tetapi ini ayahku.
Ya. Kutak mau menghentikanmu. Pertimbangkan lagi agar kita siap.
Ya. Kami akan selalu mendukungmu.
Dengar, jika ini berbahaya, aku paham.
Tunggu. Kau dengar itu?
Aku yakin bukan apa-apa. Ayo bergerak.
Ayo, pemula!
Waktunya beri aku sepuluh persamaan.
Di mana dia?
Jamie dan aku mengawasimu.
Apa?
Kelakarmu mengesankan untuk anak baru.
Kami putuskan mengundangmu ke perkumpulan orang iseng.
Komunitas kelakar rahasia?
Komunitas kelakar rahasia?
Ini hal terkeren dalam hidupku.
Kami tahu. Aseda, beri tahu dia.
Ribuan tahun lalu, kekuatan gelap menyerang Pulau Unicorn.
Harapan hilang sampai penunggang, dan unicorn-nya, Court Jester,
selamatkan mereka.
Kini mereka punya kekuatan tawa,
dan pakai sihir ini menyatukan semua melawan kekuatan gelap.
Kami hormati kenangan mereka dengan membawa tawa untuk semua.
Mau aku gabung? Akhirnya, orang yang memahamiku.
Ya! Sejuta kali, ya!
Hei, tahan, anak baru.
Buktikan jika mau gabung dengan Bahan Tawaan.
Ya. Pertama, buatlah kami tertawa.
Dia tak bisa melihat kita?
Kalian mungkin sudah mampu,
tetapi pelajaran yang harus dipelajari…
Sepertinya badai akan datang.
Seperti kataku, pelajaran yang bisa kuberikan kepadamu…
Yang penting adalah tenang…
Harus tenang…
Sialan!
Bersikap tenang dalam menghadapi bahaya!
Lupakan!
Aku tahu itu bukan biasanya,
ayo cari baru agar mereka tertawa.
Hei, Kawan. Sudah terlalu lama. Bagaimana kabarmu?
Kami mengenalmu?
Delia atau Jacinta, kau membuatku tertawa.
Dia di Safir bersama Valentina. Kau teman Sophia?
Dia temanku. Dengar aku selamatkan dia dari raterpillar?
Ada raterpillar kotor besar, 'kan?
Sophia berkata, "Tolong aku," dan aku seperti, "Aku bisa bantu,
karena aku hebat dalam hal begitu."
Lalu… Ada satu sekarang!
Alarm palsu. Oke, dah!
Itu cerita yang buruk.
Menjijikkan!
Bintangnya sudah dekat.
Semacam itulah.
Kau pasti bercanda.
- Mau panggil Isabel dan River? - Di sana.
No comments yet. Be the first to leave one.