ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Ada banyak perguruan bela diri di Foshan
Salah satunya aliran selatan
Selain Hung Gar, Lau, Choy Li dan Mok
Ada juga aliran terkenal yang disebut Wing Chun Kuen.
Konon katanya Wing Chun Kuen diciptakan oleh biksu Shaolin Ng Mui
Dia menurunkan ilmunya ke seorang perempuan bernama Yim Wing Chun.
Itu sebabnya dinamakan Wing Chun Kuen.
Yim Wing Chun menurunkan ilmunya kepada suaminya Leung Bok Chau.
Leung Bok Chau mengajari Wong Wah Bo.
Wong Wah Bo mengajari Leung Jan.
Leung Jan mempunyai toko obat Hang Sang Tong di Foshan.
Dia seorang tabib terkenal dan ahli dalam pengobatan tulang
Leung Jan orang yang baik, dan dihormati di kotanya .
Warga kota memanggilnya Tuan Jan.
Foshan memiliki orang baik lainnya yang bernama Chan Wah.
Dia pemberani dan menentang ketidakadilan
Ia menolong siapa saja yang membutuhkan
Ada banyak jago-jago kung fu di Foshan
Masing-masing mempunyai perguruannya sendiri
Persaingan antar perguruan itu sangat kuat
Chan Wah selalu tertarik dengan kung fu.
Dia belajar kung fu sendiri
Kemudian belajar Wing Chun pada Leung Jan.
Dia adalah generasi kelima ahli Wing Chun
Wah bekerja di Bank Mok Kei sebagai kasir
Orang-orang memanggilnya Kasir Wah
DUA JAGOAN
Ibu-ibu, bapak-bapak sekalian
Lapak Si Gendut sudah dibuka
Ayo silakan dibeli
Pengunjung sekalian, tersedia kue beras
Setiap buahnya dibuat khusus, silakan dicoba
Ini sangat enak
Ayo silakan beli
Hei Tinggi, maksudku paman.
Kue beras, lihat baik-baik sebelum membeli
Kau tidak suka kue beras? baiklah...
Ini kue beras istimewa, cocok dimakan bersama gula dan garam
Ini benar-benar istimewa, rasanya luar biasa
Maknyuss.
Hei!
Hei Gendut! aku mencari kedai makan / Apa?
Apa kau tuli? Dimana kedai makan?
Lurus dari sini, lalu belok kiri lalu kiri lagi.
Kiri lalu kiri, lalu kiri lagi. kalau kau lihat Ah Sao, kau sampai.
Gendut! / Selamat pagi, mau beli kue?
Tunggu / Ada yang mau kukatakan
Apa? keluargamu ada yang meninggal?
Sembarangan, mungkin keluargamu.
Semua keluargaku sudah meninggal.
Aku satu-satunya yang hidup.
Gendut, seseorang ada yang membicarakanmu
Siapa?
Hau Sie Mun.
Hau Sie Mun? aku tidak kenal. dia bilang apa?
Dia bilang Wing Chun Kuen itu bagus tapi yang kau pelajari itu sampah
Semua orang di Foshan dari usia 3 sampai 83 tahun
tahu bahwa aku muridnya Leung Jan.
Benarkah? / Berapa usia Hau Sie Mun?
Usianya 84 tahun.
Pantas saja.
Apa hebatnya Wing Chun?
Kuda-kudanya sangat kokoh
Guru dari Guruku berlatih kuda-kuda di bawah pohon besar
Tiba-tiba terjadi badai, petir menyambar menumbangkan pohon itu
Guru dari Guruku tidak bergerak sedikit pun
Itulah kekuatan kuda-kudanya
Hebat sekali / Bagaimana kabarnya sekarang?
Dia tersambar petir dan mati
Itu benar, aku diceritakan
Hau Sie Mun bilang kuda-kudamu tidak kuat
Jika aku pasang kuda-kuda, 10 orang tidak bisa memindahkanku
Benarkah? / Dia membual
Kalau kau bisa atasi kekuatanku baru aku akan percaya.
Kau pikir kau siapa? Ayo coba.
Ayo taruhan, jika aku bisa membuatmu bergerak, semua kuemu jadi milikku.
Kalau tidak?
Aku beli semua kuemu.
Baik / Ayo kita lakukan.
Jangan bergerak setalah kau siap / Baik.
Hei tuan hentikan, jangan! jangan!
Tuan!
Kenapa kau ambil kueku?
Aku tidak ambil kuemu, aku sita kuemu, kau kalah taruhan.
Kau mau menyangkal?
Aku... / Mau bilang terima kasih.
Kue beras / Kue lezat.
Kue beras, kue lezat, kue manis...
Berapa orang? silakan masuk.
Silakan duduk.
Silakan duduk.
Tuan, silakan duduk.
Mejanya terlalu kecil untuk kami bertujuh
Kita duduk di sana, ikut aku.
Tuan maafkan aku, meja ini sudah dipesan.
Sudah dipesan? siapa yang pesan?
Tn. Jan, ini meja biasanya.
Tn. Jan? aku tidak kenal. Duduk.
Tuan...
Tn. Jan.
Paman Ke Tiga, lihat mereka.
Biarkan saja mereka.
Jadi kamu Tn Jan?
Ya, ada yang bisa kubantu?
Siapa gadis itu?
Keponakanku.
Dia mengambil kursiku, apa tanggapanmu?
Aku minta maaf.
Kam Fung, berdiri dan berikan kursinya
Bangsat, mau macam-macam denganku?
Hentikan!
Kita baru saja tiba
Ini bukan saatnya berkelahi.
Tuan, tolong katakan dimana Bank Mok Kei?
Kau pasti habis dibodohi lagi
Kasir Wah, kau bisa membuatku pintar?
Kurasa tidak.
Aku mau berubah, besok aku mau jual semangka.
Kenapa? kau selalu rugi, apapun yang kau jual.
Sekalipun kau tidak ditipu, kau juga yang makan habis jualanmu
Lalu jualan apa yang menurutmu bagus?
Ada jualan yang tidak akan ditipu, dan kau juga takkan memakannya>
Gendut, kau tidak jual kue lagi? / Aku ada usaha baru
Usaha baru? kau jual apa sekarang? Bisa dicoba?
Kau bersihkan tai sekarang?
Jika tidak ganti usaha, kau mau bodohiku lagi.
Ketua, kami pikir anda sudah mati. Kami terkejut menemui di sini.
Ada satu hal lagi, kau pasti takkan mengira.
Aku sudah membuka bank di sini, menggunakan uang kita bersama.
Bisnis bank berjalan baik, dan menghasilkan laba dua kali lipat.
Ketua, mari kita bagi uangnya.
Baju Besi, kau ini sungguh naif
Justru karena Bank Mok Kei ini
Aku dihormati di kota ini.
Ketua, dihormati saja tidak membuat kenyang.
Tapi aku hanya menggunakannya sebagai batu loncatan.
Apa rencanamu?
Aku ingin menguasai Foshan.
Masih ada tagihan di sakuku, pantas aku tidak bisa menyeimbangkan akun.
Jika aku jadi walikota di sini, kalian tidak perlu khawatir.
Apa kau tidak punya pesaing?
Hanya ada satu orang di kota ini yang bisa menyaingi aku.
Siapa? / Leung Jan.
Jika kita bunuh Walikota saat ini, mudah saja.
Kita hanya perlu membuatnya seperti kecelakaan.
Aku sudah punya rencana.
Siapa itu? Menabrakku seperti dikejar setan?
Tn. Yao, ada hal penting yang mau kusampaikan pada Walikota.
Apa kau pikir Walikota tidak butuh tidur?
Ada apa sebenarnya?
Benarkah? / Ya
Aku tidak menyangka Ketua Mok seperti itu.
Kuharap kau belum cerita ke orang lain soal ini.
Belum.
Bagus!
Ini persoalan penting, kau harus sampaikan sendiri ke Walikota.
Tapi jangan sampaikan di rumah ini.
Kita ketemu di Pendopo Gunung esok pagi.
Aku akan datang bersama Walikota.
Kasir Wah, ini hari sialmu berurusan denganku
Ini pasti hari terburuk dalam hidupmu
Apa maksudmu?
Maksudku ini adalah hari sialmu
Hari paling sialmu
Aku tidak mengerti perkataanmu.
Dimana Walikota? / Walikota
Tugasku selesai 'kan?
Abang, ada apa?
Dimana dia?
Cari di dalam / Baik.
Apa yang terjadi padanya?
Aku tidak tahu, tanyalah saat dia siuman.
Kau ingin Kasir Wah menemui kita? / Ya
Kasir Wah itu orang yang cinta keluarganya
Jika terjadi sesuatu pada ibunya, ia akan datang menemui kita
Ingat, kali ini jangan sampai lolos.
Kau harus istirahat.
Gendut, pergilah ke rumahku, bilang ke ibuku jangan khawatirkan aku.
Baik, akan kusampaikan
Apa yang terjadi?
Aku tidak yakin, tapi kudengar ibunya Kasir Wah dibunuh perampok semalam.
Dimana Kasir Wah?
Aku tidak tahu.
Aku sudah menyuruh orang mencarinya di Bank Mok Kei, tapi dia tidak ada.
Tambah anggota, cari dia. / Baik.
Gendut, bagaimana ibuku?
Dia sehat.
Dia bilang apa?
Dia bilang...
Dia bilang, jangan terburu-buru menemuinya
Gendut, selain ibuku. Ada orang lain?
Ya, aku lihat Walikota.
Di rumahku? / Tidak, dia hanya lewat.
Gendut, aku ada permintaan lain / Apa?
Sampaikan ke Walikota, ada orang ingin membunuhnya
Bilang padanya hati-hati.
Serius? / Ya.
Gendut.
Sampaikan langsung ke Walikota, jangan ada yang tahu.
Gendut, adakah perempuan mandi di dalam? kenapa tidak kulihat?
No comments yet. Be the first to leave one.