ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
JIKA KAU BERSUJUD DALAM DARMA, KAU AKAN MENCAPAI SURGA.
JIKA KAU MERAIH KEMENANGAN, DUNIA AKAN JADI MILIKMU.
MAKA BANGKITLAH, WAHAI ARJUNA, PERSIAPKAN DIRIMU UNTUK PERANG.
BHAGAVAD GITA - BAB DUA, AYAT 37
MASKAPAI INDIA
BAGIAN SATU
HARGA DARI PERDAMAIAN
TANGGAL 30 DESEMBER, 1999
BANDARA KANDAHAR
DEVAVRAT KAPOOR MENTERI LUAR NEGERI INDIA
Aku sudah berbuat sebisaku.
Perdana Menteri di bawah tekanan.
ISI menyebarkan cerita ke media internasional
bahwa negosiasi kita gagal total.
Dan teroris bisa, kapan saja,
membunuh penumpang di pesawat itu.
Pak, Anda tahu itu tidak benar.
Para bajingan ini akan menyerah.
Dari minta 36 teroris dibebaskan,
kini mereka hanya minta tiga.
Pak, beri aku waktu lagi,
aku janji kau tak perlu melepaskan satu pun teroris.
Dan kita akan antar semua penumpang pulang dengan selamat.
Ini hanya soal waktu.
Selama tiga hari terakhir, keluarga sandera
melakukan protes di luar kediaman PM.
Sayangnya, waktu habis.
TOILET
Ayo…
Keluar dari sini!
- Tangkap dia! - Pegang bajingan itu.
Hajar dia!
Gorok lehernya.
Bangun.
Gorok lehernya.
Pegang dia.
KELUAR
BUKA
Zahoor, kita tidak akan bernegosiasi di bawah todongan senjata.
Apa keputusan kalian?
Kami sudah diskusi dengan PM.
Besok, mereka bertiga… Mushtaq Ahmed Zargar,
Ahmed Omar Saeed Sheikh,
dan saudaramu, Maulana Masood Azhar,
akan dibebaskan dari penjara dan diserahkan padamu di Kandahar.
Lalu, uangnya?
Malam ini, sepuluh juta dolar akan ditransfer…
Ke kontakmu di Dubai.
Sekarang, aku mau bicara dengan penumpang.
Perhatian.
Sekarang kalian boleh melepas penutup mata kalian
dan membuka penutup jendela.
Tolong jangan cemas.
Saya Ajay Sanyal, Kepala Biro Intelijen India.
AJAY SANYAL—DIREKTUR, BIRO INTELIJEN INDIA
Saya senang memberi tahu kalian
bahwa negosiasi kami berhasil.
Besok sore, kalian semua
akan kembali dengan selamat ke India.
Negara kita akan selamanya berterima kasih atas keberanian kalian
dan telah bertahan selama masa sulit ini.
Kejayaan bagi…
Kejayaan bagi…
Sungguh berjaya.
Kalian orang Hindu adalah kumpulan pengecut, ya?
Pak Intelijen, sebaiknya kami dapat uangnya malam ini.
Bukankah negerimu dulunya bernama "Burung Emas"?
Malam ini, kami ambil emasnya;
Besok, burung itu akan hilang selamanya.
Pak Sanyal…
Kami tinggal di seberang perbatasan.
Kalau kau merasa punya nyali,
silakan. Lakukan yang terburuk.
Jangan tersinggung,
selain kau, tim negosiasi kita
yang lain belum berpengalaman.
Sekalipun komando kita berhasil menyerbu pesawat itu,
ini strategi yang lebih baik untuk reputasi India.
Jadi, maksudmu
"strategi lebih baik" mempertaruhkan 160 nyawa
untuk menjaga reputasi negara kita?
Aku sudah pernah menangani situasi seperti ini.
Dan jujur saja, Pak,
Negara kita tidak siap menghadapi kesulitan seperti ini.
Sebaiknya kita mulai bersiap.
Semua opsi sudah dicoba.
Kita memohon kepada PBB,
kita memohon kepada AS
mereka menertawakan setiap solusi diplomasi kita.
Pak, maaf, terus terang, aku tidak punya pilihan.
Mereka menerobos ke Kashmir, Kargil…
Selanjutnya ke Hyderabad,
dan kita hanya bisa berdiri sambil menyanyikan lagu-lagu patriotik.
Untuk melayangkan pukulan, kita harus mengepalkan tinju lebih dulu.
Kita harus menyusup ke inti terorisme di Pakistan.
Jadi, walaupun mereka bermimpi untuk mencelakai India…
Kita akan jadi mimpi buruk mereka.
Aku punya rencana unik untuk mewujudkannya.
Ayolah, Sanyal, apa yang kau bicarakan?
Seluruh dunia melihat rencanamu gagal total di Kandahar.
Kau urus Intelijen India;
Urusan internasional serahkan padaku.
Apa aku sudah menyampaikan doktrin Kashmir?
Itulah yang kusebut "Harapan untuk Perdamaian."
TANGGAL 13 DESEMBER, 2001
Ada kabar baik apa, Bu?
Suamiku jadi petugas keamanan di SBI.
- Selamat, Bu. - Kau juga ambillah.
Ingat, kataku tadi?
- Selamat, Bu. - Kemari. Terima kasih.
- Kapan dapat pekerjaan? - Hari ini.
- Aku pesta malam ini. - Pelan.
Pak! Berhenti!
Berhenti.
- Pegang ini. - Ya.
- Berhenti! - Hentikan mobil itu!
Berhenti!
Yadav, mobil itu melaju melebihi batas kecepatan… Hentikan!
Tutup semua pintu Parlemen, sekarang! Cepat!
- Mobilnya menuju gerbang VVIP! - Hentikan!
Mobil itu menabrak di dekat Gerbang No.11!
Tutup semua jalan masuk ke Parlemen, cepat!
Lakukan sekarang!
Sekitar pukul 11.40,
tim serangan bunuh diri berisi teroris menyerang Parlemen.
Mobil ini punya lampu merah dan stiker Kementerian Dalam Negeri.
Operasi! Komandan!
Kami dengar suara tembakan dekat gerbang No. 1.
Mereka datang sambil menembaki petugas keamanan dengan membabi buta.
Kami bisa mendengar suara tembakan dari dalam.
Upaya menghentikan serangan telah dilakukan
di area sekitar Gerbang No. 1.
POLISI DELHI
Para teroris membawa bahan peledak dalam jumlah besar.
Salah satunya, bom manusia,
masuk dan meledakkan diri.
Ledakannya sangat dahsyat…
Jasadnya masih menempel di atap.
Jasadnya berserakan di sana.
Status?
Ada lima teroris.
- Di dalam atau di luar? - Untungnya, di luar.
Sesi parlemen ditunda selama 40 menit.
Anggota parlemen dikunci dengan aman di lantai parlemen.
Ada informasi terbaru…
Salah satu pembajak IC814,
Sunny Qazi, yang memimpin serangan ini.
Dia dilumpuhkan bersama tiga lainnya.
Kita harus selalu lakukan dengan benar,
tapi para bajingan ini hanya harus berhasil sekali.
Denyut nadinya lemah.
Kita tidak sadar. Dia butuh darah.
Serangan parlemen mengguncang pemerintah hingga ke akarnya.
Tak seorang pun membayangkan mereka akan menerobos wilayah kita.
Perdana Menteri cukup khawatir.
Kesabarannya habis.
Kadang hilang kesabaran bisa bagus untuk negara ini.
Akhirnya aku memeriksa berkas yang kau berikan.
Terlambat dua tahun.
Itu adalah ide yang cukup radikal.
Butuh waktu lama untuk memenangkan Timur Tengah.
Cukup sulit untuk mendorong Pakistan ke dalam kebangkrutan saat ini.
Karena AS mendukung mereka.
Tapi…
Ada satu proposal yang disukai PM.
Dhurandhar.
Dhurandhar.
Namun, PM khawatir…
Apakah rencana jangka panjang seperti itu, bisa berhasil?
Kita tak punya pilihan.
Kadang, kita harus memulai saja.
Hari ini mereka melewati ambang pintu,
besok mereka mencekik kita,
lalu kita tak punya apa pun lagi,
kesabaran maupun keberanian.
Aku akan mewujudkannya.
Untuk Dhurandhar.
Untuk Dhurandhar.
BAGIAN DUA
ORANG ASING DI NEGERI BAYANGAN
Sinar matahari hancur,
Bagaikan kaca pecah di langit
Jika itu melukaiku, lalu kenapa?
Aku akan menghadapinya dengan tenang.
Hatiku hancur berkeping-keping…
Aku ke sini meninggalkan cintaku Yang telah hancur
TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA YANG LUAR BIASA
Hatiku hancur berkeping-keping…
Aku ke sini meninggalkan cintaku Yang telah hancur
Aku melayang ke langit
Dan hatiku berdebar makin kencang
Hatiku hancur berkeping-keping…
Dalam hasratku terletak kedamaianku
Sepertinya hatiku kini terobsesi
Aku datang bagaikan badai tak terkendali
Bahkan keberanianku tak bisa dibelenggu
Aku juga tidak mencari karavan
Aku juga tidak mencari karavan
Aku juga tidak mencari kawan
Aku juga tidak mencari karavan
No comments yet. Be the first to leave one.