ആദ്യത്തെ 196 വരികൾ.
SubbedbyAngerNonski!
Sebentar saja tidak gambar, bisa gila.
Rasanya seperti, depresi mau bundir kalo tidak menggambar.
Malam itu saat menggambar, mau bundir juga, jadinya...
Apa makna dari gambar Anda?
Astaga.
Entahlah.
Saya tidak bisa membuat pesan yang jelas. Tidak bisa.
Intinya ini sesuatu yang menggebu dalam diri saya...
dan sulit dijelaskan.
Ketika menggoreskan tinta, saya tidak memikirkan apa pun.
Intinya punya... keberanian untuk...
mengambil kesempatan.
Bagaimana pun jadinya. Apa pun maknanya.
Saya senang menggambar. Itu saja.
Kebiasaan yang mendarah daging. Berkat saudara saya Charles.
Halo, ibu? aku di Philadelphia.
Aku akan jadi pembicara di sekolah seni besok.
Terus Terry sama kru film sedang bersamaku.
Terus... mereka mau mampir bersamaku ke sana...
terus bicara dengan... mungkin Charles...
mau memfilkan, kalau mengizinkan...
Dia tidak mau?
Hmm. Oke.
Baiklah.
Oke kalau begitu. Tidak masalah.
Ibu tidak mau, Aku tidak... tidak akan...
Oke.
Ya sudah. Dah.
- Bagaimana? - Begitulah.
Saya mulai dengan yang ini karena...
ini mungkin sudah paling dikenal oleh dunia.
Kalian sudah sering melihat gambar ini di badan truk.
Saya sendiri tidak tahu kenapa ini jadi populer.
Saya sering sakit kepala selama 10 tahun setelah menggambar itu.
Kena masalah hukum dan I.R.S.. Mimpi buruk.
Cuma karena gambar "Keep on Truckin'."
Jadi, jangan ada yang pernah ngomong, "Hey, R. Keep on truckin'."
Mungkin karena yang ini juga saya jadi terkenal.
Saya hanya mencoba, menjadi menarik dengan cara saya.
Terjual sampai jutaan cetak.
Saya dapat $600 dari CBS Records tahun '68.
Terus karya saya disimpan. Mereka curi karya saya.
Bajingan.
Lalu saya dengar cetakan aslinya terjual di Sotheby seharga $21,000.
Ini karya ketiga, yang membuat saya terkenal...
mungkin karena ini dijadikan animasi kartun acara harian...
saya jadi merasa malu seumur hidup saya.
Saya tidak ada campur tangan sama pembuat kartunnya.
Saya tidak mau mereka membuat itu. Pasti mereka schlockmeisters.
Mereka cuek bebek saja.
Makanya saya buat tokohnya mati di cerita berikutnya.
Ada burung bangau betina nusuk palanya pake garpu es.
Pertama kali saya bertemu, dia tidak bicara.
Dia hanya menggambar seharian. Sepertinya, dia katatonik...
kata-katanya muncul dari pulpennya.
Dia sangat produktif, tapi dia sangat...
Ibuku pikir dia keterbelakangan pertama bertemu.
Dia bilang, "Kaya orang cacat.
Kaya orang keterbelakang." Saya mau bagaimana.
Dia pikir saya ini gila mau bertemu dengannya.
Tapi pas tinggal satu atap lumayan lama...
dia jadi deket sama orang-orang, jadi nyaman.
Jadi gampang bicara.
Tapi tetep, dia ogahan.
Dia diam saja kalau bicara sama orang yang belum akrab.
Makanya aku cocok jadi subjek untuk film.
Ya, tul.
Ngeri sepatunya.
Jangan sampai aku terinjak.
Jangan jalan di belakang.
Wong ndeso sudah kaya pindah kemari...
langsung membangun rumah menutupi bukit.
Tadinya tanah kosong, terus tanahnya dibeli tuh orang...
- Shh. Nanti kendengaran. - langsung bangun rumah.
- Shh. Jangan kencang-kencang. - Di atas rumah kami.
Nutupin studionya Robert.
- Diam. - Aku tidak peduli walau terdengar.
Lagian songong bangun rumah di atas rumah kita.
- Pelan saja. - Peduli setan.
Yang bener, kalau kita pindah ke Perancis, peduli setan.
Mereka harusnya lebarin jalan juga...
dibabat buat jalan juga pohonan ini.
Dulu ada coretan "X" di sini ada orang nyasar nyemprot...
Langsung aku hapus besoknya.
Terus nyabutin ranting yang didiriin di pinggir jalan sana.
Ini jalan harus lebar, babat sedikit pohon di lahan sebelah sana...
nambah 12 rumah gedongan lagi di sini.
Aku dan Aline berencana mengikat tangan di pohon oak yang itu...
biar enggak ditebang.
Lihat rumah kita, rendah sekali. berdirinya di bawah bukit.
- Enak bangat. - Enak bangat.
Rumah-rumah yang lain menunduk mantengin rumah kita...
jadi kaya tempat pembuangan udara sisa AC.
Yang sama-sama di bukit bisa tatap-tatapan.
Kampret dasar.
Saya lagi gambar potret cinta di SMA Milford, Delaware.
Namanya Winona Newhouse...
cowok-cowok manggil dia "Syemok"...
karena dia punya, bemper yang fenomenal.
Dia orangnya baik. Dia baik sama saya.
Yang ini Naomi Wilson, gadis tani mata juling...
ke sekolah pakai baju jahitan sendiri.
Saya diam-diam suka. Saya sangat nafsu sama dia.
Jelas, jangan diomongin terang-terangan...
kalau demen sama cewek yang bau badan sama kakinya berbulu.
Terus Jean Strahle juga. Dia orang cupu.
Tipe kutu buku kalau ngomong rada pelat.
Betisnya keras dan berbentuk
Saya gak pernah ngomong sama semua cewek ini...
kecuali main injek-injekkan di bawah meja sama yang ini.
Tidak tahu pada kemana.
Sudah 30 tahun. 30 tahun lalu.
Paling sudah pada menjadi ibu berbadan dua. Astaga, kejamnya saya.
Winona.
Aku harap dia di sini, Winona saat umur 17...
masuk dalam film ini.
Pas dengerin lagu lama, jarang-jarang saya...
merasa punya rasa perikemanusiaan.
Dengerin suara jiwa dari orang-orang, terus...
ekpresi mereka mengenai surga atau terserah sebut saja apa...
Di musik modern sudah tidak ada.
Sayang seribu sayang, orang-orang tidak bisa begitu lagi.
Kayaknya, akhir 1948, pas umur saya 5 tahun...
kami pindah ke Philadelphia.
Seperti ini perumahan yang kami tempati.
Saya lupa rumah yang mana. Habis sama semua.
Astaga. Angker sekali.
Astaga. Ini dulunya toko yang sering kami datangi...
Dulunya itu toko yang menjual mainan murah.
Dulu sering, beli permen, mainan sama komik.
Lagian juga, kami 3 bersaudara, saya, Charles sama Maxon barengan terus.
Kami sering ngodek-kodek tempat sampah nyari mainan.
Waktu itu, abang Charles dapat mainan bagus dibuang lagi.
Mainan truk bagus dari kayu.
Truk es krim terbuat dari kayu.
Saya kepingin sekali, dia tidak ngasih saya sama sekali.
Dia baik benar orangnya.
Terus saya ngadu, sama ibu.
Dia bilang, "Charles, biarin dimainin pas kamu pergi. "
Akhirnya bilang, "Oke. "
Sekitar 15 menitan, dia pulang...
"Oke, Robert, aku sudah bosan. Mainkan saja. "
Saya ke luar, tiba-tiba dia lempar ke tembok pecah.
Charles, kau membaca buku bagus akhir ini?
Sepertinya ya. Entahlah.
Kau sepertinya...
mendaur ulang banyak buku yang sudah dibaca.
- Apa maksud mendaur ulang? - Pokoknya kaya...
dibaca 20 tahun lalu. Terus sekarang dibaca lagi.
Aku baca lagi, iya.
Aku baca lagi kalau sedang nganggur.
Dibaca semua. Tidak cari bacaan baru?
- Aku belum baca Kant sama Hegel. - Kau tertarik begituan?
Mungkin nanti aku keliling nyari bukunya, kalau sempet.
Kau membaca buku baru?
- Tidak, tidak. - Tidak tertarik?
Tidak terlalu bagus. Tidak terlalu menarik.
Karyanya tidak semenarik penulis zaman Victorian...
akhir tahun 19 an.
Aku sedikit iri denganmu, karena hidupku ribut sekali....
Kenapa? Apa karena aku jauh dari para manusia?
Itu alasannya iri?
Ruangan dipenuhi buku...
Percayalah, tidak ada yang bisa diirikan.
Charles satu-satunya orang yang menggambar dari keluarganya.
Dia terobsesi dengan komik sudah dari kecil...
dia tidak memiliki minat seperti anak lainnya.
Dia tidak minat pada mainan atau games. Dia tidak olah raga.
Dia tidak ngapa-ngapain, kecuali baca, gambar komik...
mikirin komik, ngomongin komik.
Saya suka gambar, saya punya minat gambar selain komik.
Saya suka gambar realistik begitu...
gambar bangunan dan mobil.
Dia tidak tertarik begitu. Dia cuma gambar komik.
Ini edisi pertama yang masih saya pegang.
Charles yang gambar.
Ini pasti saya, terus ini dia.
Dia bikin saya tidak berguna kalau saya tidak gambar komik.
Tidak mungkin aku begitu. Tidak mungkin aku kelewatan.
Kejem bangat kedengarannya.
Mungkin saja aku tidak sadar meniru ortu.
Bagaimana saat Anda remaja?
Siapa, ayah saya? Dia seperti tiran yang edan.
Ya, betul.
Mungkin aku meniru dia saat maksa kau menggambar komik.
Aku masih merasakan sengit antara aku dengan Robert...
pas kita masih bocah dan pas dia tinggal di rumah.
Kayaknya, Robert denganku masih saingan.
Kalau saya gambar komik, saya nunggu tanda tangan Charles...
Bagaimana saja dia pasti suka.
Charles menyuruh semua yang di keluarga, gambar.
The Animal Town Publishing Company.
Itu kelompok kita pas masih bocah...
kita lagi ngumpul terus ngobrolin komik.
Saya yang biasanya jadi ketua...
No comments yet. Be the first to leave one.