ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
LOKASI WAWANCARA
Maaf karena terlambat. Aku nomor 128, Lee Seok-ho.
Kau terlambat. Duduklah.
Terima kasih.
Ini alasan saya mendaftar...
Ini kelebihan saya.
Itu jelas pelanggaran HAM.
Nomor 122, Ko Min-su. Nomor 123, Sung Hui-seok.
Nomor 124, Chae Do-jin.
Nomor 124, Chae Do-jin.
Ya, Chae Do-jin.
Aku di sini.
Nomor 122, Ko Min-su. Nomor 123, Sung Hui-seok.
Nomor 124, Chae Do-jin.
Halo. Saya mendaftar untuk Universitas Kepolisian
sebab dibesarkan oleh ayah yang perwira polisi.
Saya selalu bercita-cita menjadi perwira polisi.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu, Pak.
Aku mencintaimu, Pak.
Aku mencintaimu, Pak.
- Aku mencintaimu. - Cut !
Apa para aktor sepakat melakukan ini?
Saat diminta melakonkan sesuatu,
para pria berlagak menjadi Kim Rae-won dari Sunflower .
Para wanita katakan, "Kuhancurkan kau" atau "Aku mencintaimu, Pak"?
Kalian, para aktor,
terperangkap dalam batasan.
Kalian harus terbebas dari hal itu.
Bagaimana jika begini? Aku akan keluar dari batasan kali ini.
Ada yang bisa melakonkan dialog Hyun Bin dari Secret Garden ?
Akan kuperlihatkan ekspresi wajah Gil Ra-im.
Aku akan mulai.
Pelanggaran privasi jadi kecemasan,
tapi ini efektif untuk mencegah kejahatan dan mengenali penjahat.
Di wilayah penuh kejahatan dan untuk pencegahan,
lebih banyak kamera keamanan harus dipasang.
Bisa beri contoh?
Pembunuh berantai yang ditahan pada 2006.
Contoh baik adalah Yoon Hee-jae.
Dia nyaris tak meninggalkan bukti,
jadi, sulit ditangkap.
Dia membunuh wanita berusia 60 tahunan.
Dia terekam kamera keamanan saat kabur.
Saat rekaman itu dipublikasikan, dia pun terdesak.
Penahanannya menjadi kasus Ji Hye-won yang terkenal.
Bukti rekaman keamanan itu merupakan titik awal penangkapan.
Pak Chae Do-jin, Anda memiliki banyak luka.
- Apa yang terjadi? - Bukan luka serius.
Luka ini saya dapat semalam di restoran
karena pria mabuk.
Jari saya terluka
akibat jala saat membantu tetangga.
Yang ini karya seni pertama adik saya.
"Jala"?
Tertulis, "Pulau Chugye."
Kau tinggal di sana sejak tahun pertama SMA.
Lantas, kau berhenti sekolah
- dan mengambil ujian GED. - Benar.
Ibu menyarankan saya berhenti sekolah.
Mengapa? Orang tua menginginkan anak mereka menuntaskan pendidikannya.
Keluarga saya tak bisa biayai.
Aku putra satu-satunya.
Itu demi kebaikanku.
Hei, beri dia naskahnya!
Baik.
Bacalah dialog pertama Kyung-seon
- dalam adegan satu. - Baik, akan kucoba.
"Jadi, maksudmu,
sepuluh tahun lalu,
seluruh keluarga terbunuh di rumah itu?
Bagaimana seorang pembunuh berantai..."
PSIKOPAT
"Dari semua tempat...
Bagaimana dia bisa tinggal di sini?
Mereka tak mujur.
Bagaimana bisa dibayangkan
ada psikopat jadi tetangga?
HAN JAY
"Itu sungguh menakutkan.
Mari berhenti membahasnya.
Aku akan pergi mengirim."
Siapa yang paling Anda hormati?
Para penyintas.
Alasanmu mendaftar,
"Untuk memberantas kejahatan serius, melindungi orang.
Demi korban kejahatan..."
Demi penebusan dosa pribadi.
Anda memiliki suatu pengalaman
terkait kepolisian?
Ya.
Saya punya.
Penjahat yang kabur itu...
Kau sempat
melihat wajahnya?
Aku...
tak bisa melihat wajahnya.
Namun, aku tahu siapa dia.
Aku juga tahu senjata yang dia bawa.
Aku pernah melihatnya.
Di mana?
Di rumah.
Milik siapa?
Milik...
ayahku.
Ayahku...
adalah penjahat
yang kabur.
Bukankah hari itu...
kita bertemu di kantor polisi, Pak?
Anda sendiri...
yang menerima kesaksian saya.
Pembunuh yang tadi Anda sebut...
Yoon Hee-jae.
Dia...
ayah saya.
YOON HEE-JAE TERTANGKAP KAMERA DI LORONG
PUTRA KEDUA YOON HEE-JAE BERUSIA 16 TAHUN SAAT ITU
- Nomor 79, Park Yi-seul. - Ya.
Tunggulah di dalam.
Permisi. Nomor 77?
Pelagak Gil Ra-im.
Nama ibumu,
Ji Hye-won?
Ya, 'kan? Kau sangat mirip dia.
Aku tak yakin soal namamu berbeda.
Kau tak ingat aku?
Aku asisten sutradara saat ibumu membintangi
Blue Mist.
Kau sering kunjungi dia di tempat kerja.
Senang melihatmu.
Kurasa
kau tak berhasil mendapatkannya hari ini.
Kau ingin tampil dalam drama?
Ada drama yang dikerjakan temanku.
Akan kurekomendasikan kau jika mau.
Saat tokoh utama mencurahkan hatinya,
peranmu adalah marah padanya.
Sesekali,
peranmu terlalu banyak gaya dan jenaka.
Kulihat kau ini bernyali.
Kau anak ibumu, jadi, mirip dengannya.
Sebenarnya, aku penggemar ibumu.
Dia aktris hebat.
Dia juga
punya kepribadian hebat.
Mengapa psikopat itu harus...
Maafkan aku.
Bagaimanapun, ada banyak penggemar yang masih mengingat dia.
Terima kasih, Pak.
Aku akan melakukannya.
Masa laluku mirip dokumenter.
Namun, aku kini benar-benar hidup bak acara ragam.
Aku sering melampiaskan amarahku seperti gunung berapi.
Begitu, ya.
Rekomendasikanlah aku untuk drama itu.
Akan kupastikan mendapat peran itu.
Aku...
Aku sangat mirip dengan ibuku, 'kan?
Kau benar. Nama asliku adalah
Gil Nak-won.
Banyak orang mengenaliku sejak saat itu,
jadi, kupakai nama panggung.
Gil bukan nama keluarga yang umum, begitu pula dengan Nak-won.
Sulit dipercaya.
Tak terbayangkan kulihat putra Yoon Hee-jae di sini.
Kulihat dia secara sekilas. Dia agak mirip ayahnya.
Yoon dahulu juga tampan.
Dia mengendarai mobil mewah dan pandai membujuk.
Kuyakin para korbannya menaiki mobilnya dan dibunuh.
Bukankah sifat psikopat menurun?
Benar, aku dengar dia sangat aneh.
Dia tersenyum saat wawancara selagi membicarakan ayahnya.
Kurasa...
informasi di Internet itu keliru.
Maaf?
Tak benar korban menaiki mobilnya
karena keinginan sendiri.
Wanita itu dalam perjalanan pulang.
Dia diculik paksa saat menunggu bus.
Dia dipaksa masuk ke mobil.
Yoon Hee-jae mengakui kejahatannya seperti itu.
Karena para reporter senang berita besar, mereka
tak memeriksa faktanya.
Semua membahasnya serasa itulah kejadian sebenarnya.
Namun, korban bukanlah orang
yang akan menaiki mobil orang asing.
Karamu, putriku dengan sukarela masuk ke mobilmu?
Pembohong!
Kau menculik, lantas membunuhnya!
Jadi...
jika kau berkesempatan membahas kasus itu lagi,
pastikan kau meluruskan faktanya.
Jika kehormatan korban
rusak karena hal ini,
hal itu akan amat melukai
anggota keluarganya.
Hei, Kau.
No comments yet. Be the first to leave one.