ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Durge Mata Ki...
Jai!
Menunduk!
Dari arah mana, pak?
Mundur...! / Mundur...!
Mundur!
Mundur!
Mundur!
Menunduk!
Kurang ajar
Menyerang diam-diam, pengecut!
Satu bunker lagi, kawan.
Satu bunker lagi, kita akan rebut Pt. 4875.
RL DET?
Sasaran tidak jelas, pak.
Tak ada opsi lain selain serangan terbuka
Pak...
Kita takkan selamat, pak!
Kita takkan selamat
Pak!
Pak!
Persetan dengan mereka!
Pak!
Oh sial.
Cara Mithun menari..
Apa-apaan ini
Bola itu takkan kembali lagi
Sialan kau, Vikram!
Sudah kubilang jangan pukul keras!
Bagaimana mengambil bola itu?
Jangan pengecut.
Pegang ini, aku akan ambil.
Tunggu!
Jangan berkelahi, Vikram.
Tunggu saja.
Dia akan kuhajar
Tolong kembalikan bolanya.
Lakukan satu hal
Merangkak dan memohon, bolamu mungkin akan kembali.
Tolong berikan.
Merangkak atau enyahlah
Itu bolaku, aku takkan pergi tanpa itu.
Begitu? Ambillah.
Tolong kembalikan.
Silakan ambil!
Merangkaklah!
Berikan bolaku.
Kembalikan.
Kembalikan bolaku!
Mahinder! berikan bolanya.
Mahinder! berikan bolanya.
Mahinder! berikan bolanya.
Kembalikan.
Bro, lepaskan
Vikram, berhenti!
Vikram! / Bro, lepaskan dia
Ayo Vishal, kita pergi.
Vikram selalu seperti ini
Tidak pernah takut membela diri
Bahkan di depan Ayah kami
Bicara!
Tak ada yang boleh merebut milikku, Papa.
Hey!
Jangan berdalih
Kerjamu hanya berkelahi
Memangnya kamu siapa?
Kau tidak lihat ukuran tubuhmu?
Mereka jauh lebih tua darimu
Mereka bisa saja memukulimu babak belur
Tapi mereka tidak bisa, Papa.
Anak ini hanya permalukan kita
Dia sudah sulit diatur
Apa kau mau jadi penjahat?
Aku tahu ingin jadi apa
Apa katamu?
Kalian mungkin ingat di akhir tahun 80an
Ada acara TV bernama Param Vir Chakra
Kami tidak punya TV di rumah
Jadi kami menonton itu di rumah tetangga
Mereka berperang untuk Inggris melawan Jepang di Burma
Mayor Somnath Sharma dari Palampur
dan rekannya Bahadur Singh menunjukkan keberanian luar biasa
Hei Vishal!
Aku akan menjadi tentara, lihat saja.
Hari Kemerdekaan atau Hari Republik
Anak-anak datang memakai seragam sekolah
Kecuali Vikram.
Tidak paham fungsinya, Vikram terus memakai seragam militer yang sama.
Ini terkadang memalukan
Apa yang diimpikan seseorang di awal umur 20an?
Banyak uang.
Hidup mewah, banyak aset, saldo bank yang banyak.
Tapi Vikram tidak peduli itu semua
Dia tumbuh hanya dengan satu gairah, satu obsesi, satu mimpi.
Untuk menjadi tentara, melindungi negaranya.
Apapun taruhannya
Setelah bermimpi selama 21 tahun
IMA melatihnya satu setengah tahun.
Akhirnya, Vikram menyandang 2 bintang di pundaknya.
Butuh waktu 23 tahun untuk menggapai mimpinya
dan akhirnya, dia berada di Sopore.
Memulai perjalanannya sebagai Letnan
di 13 Jammu and Kashmir Rifles.
Jai Hind, pak.
Letnan Vikram Batra melapor, pak.
Jai Hind.
Kapten Rajeev Kapoor.
Ajudan di 13 Jammu and Kashmir Rifles.
Selamat datang di 13 JAK RIF, Letnan.
Terima kasih, pak.
Jai Hind, pak.
Wakil Subedaar Bansi Lal, pak.
Jai Hind.
Sudah pernah ke Kashmir?
Belum, pak. Ini kali pertama.
Dan ini penugasan pertamaku, pak.
Ini markas kita, Letnan.
Dulunya adalah sekolah
Teroris JKLF memaksa semua orang keluar dari sini
Ini basis kita sekarang
pak.
Kau kuserahkan pada Kompi Delta
Ini adalah komandanmu, Mayor Mukherjee.
Jai Hind, pak. / Jai Hind.
Selamat datang Letnan.
Terima kasih, pak.
Subedar Raghunath Singh.
Jai Durga, pak.
Letnan.
Ini Letnan Sanjeev Jamwal.
Dan ini Letnan Vikram Batra.
Jai Hind, pak.
Jai Hind.
Ini Major Ajay Singh Jasrotia.
pak.
Jai Hind, pak / Jai Hind.
Selamat datang di 13 JAK RIF.
Terima kasih, pak.
Anak muda, tugas utama kalian di sini adalah mengawasi teroris yang menyerah
dan melumpuhkan militan yang aktif
Satu hal lagi
Kita punya informan di mana-mana
Mereka memberi info secara teratur
Setelah terima info, kita beraksi
Kita harus cepat
Dan ingat, jika ditanya bersiaplah dengan jawaban
Jika kau balik bertanya, bersiaplah untuk jawabannya
Mengerti, pak.
SATU BULAN KEMUDIAN
Siapa namamu?
Aarif, pak.
Aarif.
Kau tinggal di mana?
Sanku, pak.
Kau mau kemana?
Ke Baramulla.
Tunjukkan KTPmu.
Awasi yang lewat, Raghu Saab.
Banyak serigala berbulu domba di sini
Lubang kecil bisa menenggelamkan kapal
Halo Bibi Fareeda / Halo.
Apa kabar? / Baik.
Ini apel dari kebunmu?
Apa kabar Paman Afzal?
Dia baik, menghisap rokok di rumah.
Sampaikan salamku padanya / Baiklah.
pak Gafoor...
Ah, pak Batra.
Arslaan!
Bawakan pak Batra teh panas!
Tambahkan sedikit kayu manis
Bagaimana usahamu?
Tidak seramai dulu, pak.
Jangan risau, semua akan membaik.
Semoga saja.
Abbu, tehnya / Taruh di sini.
Halo Arslaan.
Lama tidak melihatmu
Kemana saja kamu?
Jalan dengan teman-temanku
Begitu!
Mengertilah bagaimana anak muda, pak.
Dia selalu keluyuran
Hati-hatilah pak Gafoor, lembah ini tebingnya licin
Mereka yang tergelincir di Kashmir, entah mengapa bisa jatuh di Pakistan.
Sepertinya Sopore sudah jadi kampungmu
Semua orang sudah jadi bibi dan pamanmu.
Tapi pak, dia memang cepat bergaul
Racun juga cepat larut dalam teh, Raghu Saab.
Jelaskan dia
Benar, pak.
Kau di sini bertugas, atau mencari teman?
pak, menjalankan tugas di sini
Kita juga harus dekat dengan mereka, bukan?
Itu juga benar, pak.
Aku tahu
Tapi terlalu dekat bisa membahayakanmu
Ini bukan pos sipil
Jaga jarak
Dengan penduduk lokal, begitu pun dengan seniormu.
No comments yet. Be the first to leave one.