ആദ്യത്തെ 168 വരികൾ.
Dan pakai ini, oke?
- Yang ini. - Yang ini? Baik.
Saat dia tiba, kalian harus
bilang mau lihat senjatanya dahulu, oke?
Begini? Tidak, dibalik?
Ya? Oke, bagus.
- Pergilah ganggu ibumu, Bidadari. - Bu, aku mau bermain.
Tak penting dia mau apa.
- Kau harus lihat senjatanya. - Baiklah.
Sekarang, kalian harus agresif.
Tidak boleh buang waktu dengannya.
Kita harus kalahkan dia.
Jika tidak, dia akan mulai berpikir
dia bisa kembali ke kita, kita tak mau itu.
- Ayah! - Kenapa tak kita hajar saja dia?
Kenapa dihajar bila tak perlu?
Percaya aku, jika berhasil
bajingan itu tak akan kembali pada kita.
Hei, kapsul darah, ya? Darah palsu.
Tahan di mulutmu. Simpan di mulut belakang.
Saat kami mulai menghajarmu,
kau bisa menggigitnya, buat seperti
- kau dihajar habis-habisan. - Ya, ampun.
Aku tak suka mendengarnya.
Jangan jadi pengecut. Kami takkan melukaimu.
Kita harus meyakinkan
agar tak ketahuan.
Oke.
- Kau mengerti? - Ya.
- Semua mengerti? - Ya.
- Bagus, Sayang. - Tidak.
- Apa kabar kalian? - Baik. Apa kabar?
Tak buruk.
Bagaimana kita bertransaksi?
Tunjukkan mainannya, akan kuambilkan uangnya.
Baiklah.
Lihatlah.
Senang?
Ya.
Tiarap, Bung!
Jangan bergerak. Diam!
- Tiarap! - Baik, Bung.
Tiarap sekarang!
- Tiarap! - Tiarap sekarang!
- Tiarap! - Tiarap...
Abrakadabra! Tiarap!
- Sial. - Kubilang tiarap, kau...
- Tiarap, Sobat! - Persetan kau!
Ambil tasnya.
Tetap tiarap!
Aku dapat senjatanya. Ayo!
Cepat!
- Ayo pergi dari sini. - Tiarap!
Sial, Teman. Sial.
Kau tak apa, Sobat? Sobat?
Ayo, Sobat.
Kita harus pergi dari sini, Sobat.
Ayo. Akan kuangkat kau.
Ayo.
Ayo, Sobat. Akan kubawa kau ke mobil.
Sampai. Ayo.
Sudah.
Angkat kakimu. Sial.
Sial. Bung, ayo.
Hei, Bung, kita harus angkat kau.
Ayo. Kita angkat kau dari sini.
Sial. Ayo.
Ayo. Bangun. Ayo.
Sudah.
Sampai. Ayo.
Masuk. Masuk, ke sana.
Masuk.
Baiklah, aku harus pergi dari sini.
Oke.
Bagaimana kabarmu?
Tak bagus.
Kenapa kau menabrakku?
Kau tahu alasannya.
Aku tak ada kaitan dengan perampokannya.
Siapa lagi yang tahu?
Bagaimana aku tahu?
Menurutmu aku beri tahu orang lain?
Hentikan omong kosongmu.
Aku sudah beri tahu.
Baiklah.
Aku mau senjatanya kembali. Itu saja.
Jujur, sumpah demi nyawa anak-anakku.
Ayolah, Bung.
Kumohon. Ayolah.
Ayolah. Sumpah demi Tuhan.
Bung.
Ayolah. Kumohon.
Kumohon! Kumohon...
Oke, oke.
Oke, oke! Oke!
Oke.
Oke.
Oke apa?
Akan kucarikan senjatanya untukmu.
Aku juga mau nama.
Tak bisa... Aku tak bisa memberi nama.
Tetapi aku bisa... Aku bisa kembalikan senjatanya.
Berikan teleponku.
Nama.
Bung, aku tak bisa beri nama padamu.
Kenapa tak bisa?
Dengar...
Pria-pria itu...
Mereka temanku.
Aku mengenal mereka seumur hidupku.
Aku tak bisa menyerahkan mereka.
Oke? Maafkan aku.
Aku tak bisa.
Kau bajingan yang setia. Ini kukembalikan.
Hubungi temanmu, ya?
- Hei, Kau. - Teman, ini aku.
- Sial, Steve, apa yang terjadi? - Kita...
Kita harus kembalikan senjatanya. Ya?
Tidak, Sobat. Mereka... Mereka tahu.
- Apa maksudmu? - Oke, mereka tahu.
Apa? Kau beri tahu mereka?
- Aku harus. - Kenapa harus?
Dia mau memotong kakiku dengan gergaji mesin.
"Semua akan baik saja," itu katamu.
Ini tak baik saja.
Oke? Aku ditabrak dengan mobil.
Aku dirantai di pagar semalaman.
- Kemari dan jemput aku. - Tenang.
Tidak, jangan memintaku tenang.
Serius. Di mana kau?
- Sial. - Kau punya pulpen?
Ya.
Oke.
Farley's Brook, Jalan Harndorff.
Ada rumah peternakan bernama Belleview.
Ada papan nama di depannya.
Waktumu empat jam.
Bawa senjatanya,
uang 30 ribu dolar
atau kita punya masalah.
Bagaimana kabarmu?
Tak buruk.
Bagaimana transaksinya?
Tolong, senjata dan uang dahulu.
Kau tak apa?
Ya.
Uangnya?
Anaknya dahulu, ya?
Sampai jumpa lagi, ya?
- Sial! - Keluar, keluar!
Sial!
Jim! Sial.
- Sial! - Sial!
- Tidak! - Tidak, Steve, tunggu!
Bangun, Steve!
Bangun!
Bajingan!
Steve.
Sial! Sial. Hei, Steve, bangun!
Sial! Steve! Ayo, Sobat. Ayo.
Tolong bangun. Ayo.
Sial.
Sial. Sial.
Bertindak melebihi kemampuanku?
Sedikit.
Maaf menghajarmu, Bung.
Tidak ada urusan pribadi.
Jangan dipikirkan.
No comments yet. Be the first to leave one.