ആദ്യത്തെ 143 വരികൾ.
Seri ini tidak mengklaim untuk menjadi pertunjukan bersejarah.
Perubahan dramatis telah di lakukan.
Jodha Bai di kenal namanya sebagai Harka Bai dan Heer Kunwar.
Seri ini tidak bermaksud menyinggung kepercayaan ataupun orang yang percaya secara kekeluargaan
atau orang-orang di masa lalu. Tujuan kami tidak untuk menyakiti kalangan manapun.
Kamu seharusnya tidak duduk tertolak seperti ini, Ratu Ruqaiya.
Ayo, bangunlah! Dan jangan menyerah!
Kamu seharusnya tidak melepaskan posisimu di Harem.
Itu bukan aku yang telah menyerah.
Tapi aku sedih karena rencana aku gagal.
Kamu telah membuat rencana bagus.
Tapi itu tidak memiliki kepintaran.
Benarkah? Apa yang telah salah?
Kesalahanmu itu, kamu melibatkan Kaisar Jalal dalam rencanamu.
Bagaimana itu bisa menjadi masalah?
Semuanya bisa saja menjadi berbeda.
Jika situasinya di atasi oleh Harem sendiri.
Seluruh ratu dan pelayan akan berpikir bahwa Ratu Jodha telah melanggar hukum Mughal.
Mereka tidak akan memaafkan Ratu Jodha.
Dan kamu sudah pasti memenangkan pemilihannya tanpa pemberontakan apapun.
Tapi, kamu telah melibatkan Jalal kedalam situasi ini.
Melihat Jalal yang percaya sekali terhadap Jodha,
Semua orang yakin bahwa Ratu Jodha tidak melakukan kesalahan itu.
Ratu Ruqaiya, tidakkah kamu menyadarinya.
Bahwa Jalal mempercayai Ratu Jodha?
Maham Anga, jangan membicarakan masalah ini bersama aku.
Itu membuat aku marah, Jalal mendukung Ratu Jodha di depan semua orang dan
Dia meminta aku untuk tetap diam.
Sihir macam apa yang telah di berikan Jalal oleh Ratu Jodha?
Itu memang benar bahwa Ratu Jodha telah menyalamatkan nyawa Jalal.
Tapi, itu tidak akan membuat aku menyerahkan barang paling berhargaku kepadanya.
Aku tidak akan pernah berbagi Jalal dengan siapapun!
Dan dia akan selalu menjadi milik aku.
Ratu Jodha itu sedang mencoba merebutnya dariku.
Ya, Tuhan!
Aku sangat senang!
Akhirnya kamu telah mengerti, apa yang telah aku coba katakan padamu.
Sekarang kamu mengerti kebenarannya!
Ratu Jodha itu adalah musuh terbesarmu.
Aku senang bahwa kamu akhirnya mengerti apa yang sedang terjadi.
Tapi, kamu telah membuat sebuah kesalahan.
Jalal telah menjaga jarak dari kamu.
Karena apa yang telah kamu lakukan.
Kalau begitu, katakan padaku. Apa yang harus aku lakukan?
Rencanakan langkahmu yang berikutnya hanya setelah kamu mendengarkan saranku.
Itu karena aku mengenal Politik, diplomasi, dan Jalal.
Jauh lebih baik daripada kamu.
Kenapa kamu ingin membantu aku?
Itu karena disana tak ada seorangpun yang menginginkan
Ratu Jodha untuk keluar dari hidup Jalal.
Sebesar dengan diriku!
Aku ingin dia keluar dari hidup Jalal untuk selamanya.
Selamat tinggal.
Kemana saja kamu, Jodha?
Aku tadi berada di taman anggur.
Taman anggur? Kalau begitu kenapa kamu tidak beritahu aku?
Bahkan aku akan mau ikut dengan kamu.
Kamu tadi sedang sibuk bekerja.
Dan aku ingin menghabiskan waktu sendirian.
Tapi, aku tidak pernah melihat kamu tersenyum seperti itu setelah menghabiskan waktu sendirian.
Itu rasanya seperti kamu habis kembali setelah merayakan sesuatu.
Itu bukan seperti yang kamu pikirkan, Moti.
Kalau begitu, apa yang membuatmu pergi begitu lama?
Aku sedang duduk di taman, dan kemudian kaisar datang dan mulai berbincang denganku.
Sekarang, aku tahu alasannya kenapa senyum itu ada di wajahmu.
Kamu tadi sedang bersama kaisar di bawah sinar bulan.
Pertama-tama di perahu, kemudian di perjalanan ziarah,
dan sekarang halaman anggur.
Moti, kenapa kamu selalu berbicara tentang romantika?
Kenapa kamu selalu menyembunyikan kebenaran?
Jika kamu suka untuk bersama Yang mulia.
Lalu kenapa kamu tidak menerimanya saja?
Apa maksudmu?
Aku pikir Ratu Jodha menyukai aku.
Atau ini mungkin tidaklah benar.
Aku tidak bisa lagi membuat kesalahan untuk mencoba mengetahui apa yang dia inginkan.
Aku sudah pernah di hukum karena hal itu.
Jika aku berani mengulangi kesalahanku,
Aku..
Tidak akan bisa menahan rasa maluku lagi.
Salam, Yang Mulia.
Ada masalah apa?
Apa yang sedang kamu pikirkan?
Tidak ada hal yang penting.
Mirza..
Aku ingin tanyakan kamu sesuatu..
Semenjak kamu tahu apa itu cinta, kamu bisa menjawab pertanyaanku.
Sekarang katakan padaku,
Jika seseorang sedang jatuh cinta apa yang seharusnya dia lakukan?
Kamu seharusnya selalu berbicara sesuai dengan perasaanmu.
Melarikan diri dari kebenaran tidak akan bisa membantumu.
Jodha, kamu itu tidak hanya tidak adil terhadap dirimu sendiri.
Tapi juga terhadap Yang Mulia.
Dia pantas untuk mengetahui bahwa kamu jatuh cinta padanya.
Tidak.
Bagaimana aku bisa mengatakan itu kepada Yang Mulia?
Kenapa kamu ragu- ragu?
Kamu seharusnya tidak pernah menyembunyikan perasaanmu dari
orang kamu cintai.
Bagaimana jika kamu di tolak setelah kamu menyatakan cintamu?
Apa yang aku maksud itu..
Apa yang harus di lakukan orang itu.. Jika dia telah di tolak?
Jika demikian, kamu sebaiknya tidak melakukan kesalahan yang sama dengan menyatakan cintamu itu.
Karena jika kamu di tolak lagi.
Kamu mungkin akan kehilangan hubungan dengan orang itu.
Kamu benar.
Bolehkah aku tahu.. Siapa yang sedang kamu bicarakan itu?
Aku.. Aku tidak sedang membicarakan siapapun. Aku hanya ingin tahu saja.
- Apakah semuanya baik-baik saja? - Ya, Yang Mulia.
Selamat tinggal.
Mungkinkah Moti benar?
Apakah aku sedang jatuh cinta dengan Yang Mulia?
Mirza itu benar, aku seharusnya menahan emosiku.
Jika Ratu Jodha menolak aku sekali lagi.
Aku tidak akan bisa menahannya.
Itu mencabut kepolosanmu dan membuatmu menjadi lebih jahat.
Gulbadan, aku masih ingat hari itu, ketika Hindal menyerahkan Ruqaiya padaku.
Dia itu begitu polos!
Tapi hari ini, niatnya untuk mendapatkan posisi itu telah membutakan dirinya.
Dia menjadi kejam.
Aku tidak menyangka hal ini dari Ruqaiya.
Aku senang bahwa Jalal bisa tetap tenang.
Dan dia itdak berteriak kepada Ruqaiya.
Jika tidak, itu akan lebih berpengaruhi lagi terhadap pernikahannya.
Kamu memang benar.
Inilah apa yang tidak di mengerti Ratu Ruqaiya.
Dia tidak berpikir panjang.
Kenapa dia tidak mengerti, ketika kamu melukai seseorang
dia akan selalu mengingatnya?
Gulbadan, kamu itu bibinya.
Dan kamu sangat dekat dengannya. Tolong, buatlah dia mengerti.
Itu tidaklah salah untuk menjadi ambisius.
Tapi itu tidaklah benar untuk menyalahgunakan posisi dan kebaikan.
Ruqaiya itu kepala Ratu bagi Yang Mulia.
Dan dia itu istri pertamanya.
Dia seharusnya tidak melakukan itu.
Ratu Jodha sebagai contohnya,
Dia bisa saja menyalahkan Ratu Ruqaiya di depan semua orang.
Tapi dia memilih untuk tetap diam.
Dia mencoba menyelamatkan Ratu Ruqaiya dari rasa malunya.
Itu menunjukan seberapa baiknya ratu Jodha itu.
Seseorang seharusnya selalu memikirkan perasaan orang lain.
Aku akan mencoba menyakinkan, Ratu Ruqaiya.
No comments yet. Be the first to leave one.