ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Hari 42, sesi 72.
Mulai merekam.
Tanda vital?
Tekanan darah 110 per 70.
Denyut nadi 68.
Tanda vital normal.
Dr. Kask, apa yang kau lihat?
Apa yang mereka tunjukkan kepadamu?
Dr. Kask?
Dr. Kask?
Bagaimana kau masih hidup?
Bagaimana aku masih hidup?
Kita spesies yang cacat.
Baiklah, apa kau siap menemui adik perempuanmu?
Kita sangat rapuh.
Hai, Klara. Hai.
Ya.
Apa menurutmu kita harus merawatnya?
Ya.
Kita merusak diri sendiri.
Takhayul.
Didorong oleh rasa takut.
Oleh cinta.
Nyaris tidak bisa bertahan hidup di batu biru kecil kita,
apalagi di samudra hitam semesta kita yang tak berujung.
Ranjang atas!
Apa yang ada di balik planet terakhir?
Keabadian.
Segalanya.
Apa pun.
Wah.
Tidak ada yang abadi.
Bagaimana aku masih hidup?
Kita harus merelakannya.
Ia perlu bernapas.
Suatu hari, kita akan mati.
Hei, kau baik-baik saja?
Ibu?
Ibu! Ibu!
Kita menjadi debu.
Oh Tuhan, apa yang terjadi?
Klara! Klara!
Dan debu kita
menyatu dengan semua debu lain di semesta ini.
Dan semua yang kita cintai...
Akan lenyap.
Bagaimana aku masih hidup?
Bagaimana dengan kita semua?
Bagaimana jika kehidupan biologis hanyalah sebuah tahapan?
Bagaimana jika kita bisa berevolusi?
Jadi masa depan kita sebagai spesies adalah pasca-biologis?
Masa kini kita adalah pasca-biologis.
Butuh enam ribu tahun bagi kita dari lintah hingga alat pacu jantung.
Namun dari alat pacu jantung
ke modifikasi genetika embrio manusia,
hanya butuh 60 tahun.
Mm-hmm. Jadi ini bukan masa depan.
Masa depan adalah saat ini.
Namun, izinkan aku bertanya,
jika takdir kita adalah pasca-biologis,
apa ada kehidupan lain di semesta ini juga?
Oh, itu sudah sangat pasti.
Tunggu dahulu.
Ini yang ingin kuketahui.
Apa ada sesuatu yang kau ketahui yang tidak kami ketahui?
Begini, orang-orang menyebutku visioner teknologi.
Itu semua omong kosong.
Aku hanya orang yang melihat apa yang ada di depannya.
Dan bukan rahasia lagi bahwa aku menghasilkan miliaran pertama
dari energi surya,
tapi aku tidak menciptakan matahari.
Aku bukan visioner.
Visioner melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain,
dan itu langka.
Jadi, siapa yang dianggap Sam Houston
sebagai seorang visioner?
Kau tahu?
Kita punya satu orang di sini, di ruangan ini.
Annika Kask.
Annika Kask,
tolong angkat tanganmu.
Itu dia.
Orang pertama yang memotret materi gelap.
- Benar. - Nah, itu dia.
Luar biasa. Terima kasih.
- Tentu saja. - Terima kasih banyak.
Terima kasih telah mengundangku.
Aku menghargainya.
Itu tadi hebat sekali.
Tidak ada yang terluka.
Oh, permisi.
Annika?
- Halo. - Hei.
Penggemar beratmu.
Terima kasih. Aku merasa terhormat.
Aku punya pengakuan.
Aku tidak ke sini hanya untuk mengisi TED Talk.
Aku ingin menawarkan pekerjaan padamu.
Kau tahu, kebanyakan orang,
mereka melihat semesta dan itu kosong.
Dan kau, dengan satu gambar, membuktikan mereka semua salah.
Bagaimana kau melakukannya?
Setiap kali kami mencoba memotretnya,
hasilnya kacau.
Tidak bisa menemukan himpunan data yang tepat.
Apa himpunan yang tepat?
Semuanya.
Sekaligus.
Tumpang-tindih. Seperti kacamata 3D.
Bedanya, alih-alih hanya merah dan biru,
kami menumpuk 233 himpunan data
untuk menemukan keteraturan dalam kekacauan.
Lalu kau mendapatkan itu.
Itu caranya, tapi...
mengapa?
Belum pernah ada yang bertanya begitu kepadaku sebelumnya.
Kurasa aku hanya ingin tahu apa yang ada di luar rasa.
Kau ingin tahu apa yang ada di luar sana?
Mengapa tidak di bawah sini?
Ini kontrak satu tahun.
Laboratorium kecil di pulau terpencil di Karibia.
Laboratorium apa?
Itu rahasia.
Kau butuh ilmuwan untuk proyek rahasia
di pulau terpencil di Karibia?
Biar kuberitahu sesuatu.
Ada lebih banyak hal di atas sana,
dan di bawah sini.
Di mana-mana.
Alien.
Begini, Tuan Houston, aku menghargai tawarannya,
tapi aku bukan jenis ilmuwan yang memburu alien.
Kami tidak memburu.
Kami mengumpulkan.
Dan kami butuh penemuanmu untuk memahaminya.
Dengar,
kau bisa melupakan mahluk hijau kecilmu,
memancing gelombang radio,
dan mencari jarum dalam tumpukan jerami,
karena aku di sini untuk memberitahumu bahwa seluruh tumpukan jerami itu
terbuat dari jarum.
Kita tidak sendirian di kegelapan.
Bahkan, kegelapan telah menemani kita selama ini.
Kau ingin mengetahuinya?
Aku insinyur elektronika.
Charlie Kaminsky.
Maaf, hanya saja...
Charlie Kaminsky yang mengaku sebagai insinyur elektronika
itu seperti Stephen Hawking yang mengaku mengajar matematika.
Ya, aku CTO Gateway Labs.
Sam menyewaku untuk memeriksa beberapa mainan baru buatannya.
Lalu, di mana kau bekerja, Annika?
R.I.T.
Kau Annika Kask?
Ya, wah.
Bagaimana Sam bisa merekrutmu?
Dia berjanji padaku bahwa kami tidak memburu alien.
Kau?
Dia berjanji padaku kami memburunya.
Oh, wah.
Selamat datang di pulau ini.
Terima kasih.
Ada berapa orang yang bekerja di sini sekarang?
Sembilan atau sepuluh.
Dr. Glassner suka tim yang kecil.
Perry Glassner?
Wah, gila. Baiklah.
Ya, persatuan pahlawan super. Aku menyukainya.
Kami akan mengurus bagasimu.
Dr. Glassner menunggumu di fasilitas utama.
Bagus.
Aku akan menyusul.
Hati-hati dengan ini...
Ya, ini rapuh.
- Terima kasih banyak. - Sama-sama.
Terima kasih.
Sempurna. Nah, begitu.
Kau bisa membawakan yang itu untukku.
Terima kasih.
Apa ini?
B12 metilfenidat.
Peningkat imun.
Tulang patah bisa sembuh,
tapi merusak kepercayaan bisa berakibat fatal.
Apa tujuanmu?
Aku Dr. Annika Kask.
Itu kursi yang bisa kududuki,
dan itu pintu yang bisa kulewati,
jadi apa tujuanmu?
Sam Houston mengutusku.
Mengapa dia melakukannya?
Aku ilmuwan komputer.
Oh, benar.
Sayang sekali.
Sayang sekali.
Kurasa kau punya keberanian untuk mengakui kebenaran,
bahwa kau dikirim ke sini oleh Sam untuk memata-mataiku.
Menjadi luka yang membunuhku.
Apa aku harus pergi?
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.