The Tale of Nokdu (The Joseon Romantic-Comedy Tale of Nok-Du / Joseonroko Nokdujeon / 조선로코 녹두전)

The Tale of Nokdu (The Joseon Romantic-Comedy Tale of Nok-Du / Joseonroko Nokdujeon / 조선로코 녹두전)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

The Tale of Nokdu S01E17-E18 720p HDTV-STIИSOИ
കമന്ററി എഴുതിയത് doddyirwanto
Untuk versi The.Tale.of.Nokdu.S01E17-E18.720p.HDTV-STIИSOИ from dramaday.net

ടാഗുകൾ

HDTV
hdtv
720p
720
HD
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2019-12-12
ഡൗൺലോഡുകൾ: 28
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

(Seluruh tokoh, organisasi, tempat, kasus dan kejadian didalam drama hanyalah fiksi)

Kamu bilang lengan bajunya terpotong?

Benar.

Hei, kamu. Keluarlah...

Astaga. Apa yang terjadi?

Tidak apa-apa.

Astaga.

Tunggu. - Berhenti.

Aku mengenalnya.

Dia bukan orang yang kamu cari.

Apa?

Maafkan aku.

Aku akan mencarinya di tempat lain.

Kita pergi.

Anda kepala kantor administratif di kantor polisi?

Ya. Aku sedang melakukan pengintaian. Aku mencari seseorang.

Omong-omong,

apa lagi yang kalian rencanakan di sini?

Apa?

Tidak ada.

Omong-omong, kamu tahu nama pria ini?

Aku penasaran apakah kamu tahu siapa dia.

Kenapa aku harus tahu namanya?

Aku melihatnya di pasar dan menyukainya,

jadi, aku mengikuti dan bicara dengannya.

Aku bisa mengenalnya sedikit demi sedikit.

Kamu memang berani.

"Episode 17"

Dari yang kudengar,

sudah lama kamu berada di Hanyang.

Mereka bilang kamu sempat pindah karena sakit.

Ya. Aku datang ke Hanyang untuk membuat terobosan baru,

meski orang tuaku tidak setuju,

Keluargamu menjadi PNS selama beberapa generasi.

Selain itu, kamu rapuh,

tapi kamu bersiap mengikuti ujian wajib militer.

Aku yakin mereka pasti khawatir.

Namun, jika kamu yakin,

kamu harus terus berusaha.

Ya, aku harus berusaha.

Benar.

Aku sudah terlalu lama menemani kalian.

Aku akan pergi sekarang.

Tapi... - Hati-hati di jalan, Tuan.

Kalian berdua tampak serasi.

Terima kasih.

Waktuku tidak banyak. Kamu bisa saja mempersingkatnya.

Karena sudah selesai, aku akan pergi.

Sampai jumpa.

Sudah kubilang aku tidak akan membiarkanmu pergi.

Ada yang harus kulakukan di sini.

Itu alasanmu meninggalkanku?

Apa yang harus kamu lakukan?

Aku tidak bisa memberitahumu.

Kenapa tidak? - Ini sama seperti

kamu menyamar sebagai wanita

dan kenapa kamu di sini dengan nama samaran.

Aku juga punya alasanku. Mengerti?

Baik, lakukan sesukamu.

Tapi tepati janjimu.

Kamu sudah mengecapnya. - Apa ini?

Apa ini surat sanggup bayar?

Akhirnya aku menangkap orang yang mengambil uangku,

jadi, kenapa aku harus membiarkanmu pergi?

Aku tidak akan membiarkanmu pergi sebelum kamu membayarku

seluruh utang pokok dan bunganya, mengerti?

Pergilah. - Hei.

Dia putramu?

Ya, Yang Mulia.

Anda ingat aku punya anak laki-laki?

Setelah nyaris mati 20 tahun lalu, aku kembali ke rumah.

Istri dan putraku melarikan diri bersamaku.

Nama yang kuingat

bukanlah Nok Du.

Kami bersembunyi,

jadi, dia tidak bisa memakai nama aslinya.

Begitukah?

Aku harus menemuinya.

Di mana dia?

Maaf mengatakan ini, tapi aku juga tidak tahu.

Dia pikir aku terkurung di sini

dan menghilang.

Aku ingin kamar kosong.

Aku tidak memercayaimu.

Jangan mengeluh dan ikuti aku.

Kamu mengawasiku?

Kenapa? Kamu akan kabur lagi jika ada kesempatan?

Bagaimana lukamu?

Kamu benar-benar penasaran?

Kenapa kamu pergi begitu saja?

Aku tidak sadarkan diri. Kita mungkin tidak bisa bertemu lagi.

Itu tidak ada hubungannya denganku.

Kenapa kamu berkata begitu?

Baiklah.

Jangan khawatirkan kesehatanku dan kembalikan uangku.

Mengerti?

Baiklah.

Jadi, jangan hiraukan aku.

Kata siapa? Perasaanku kepadamu sudah hilang.

Aku tidak pernah merasakannya sejak awal.

Panas sekali! - Bersabarlah.

Kelihatannya enak. - Panas sekali!

Satu ayam sudah cukup.

Seharusnya kamu lebih berhemat.

Tidakkah kamu bangga padanya?

Dia lulus ujian tahap pertama

dalam kondisi seperti itu.

Setelah ujian istana, dia mungkin akan meraih juara pertama.

Dia harus makan dengan baik.

Perutmu harus tetap kenyang sebelum menjalani ujian.

Aku tidak boleh berhemat tentang ini.

Benar. Kikir itu sia-sia.

Tetap saja, kita hanya berempat.

Dua ayam untuk makan...

Cukup!

Kenapa kamu cerewet sekali?

Begini... Aku hanya berpikir

kita harus lebih...

Hei. Kamu harus sarapan.

Aku akan membuka pintunya.

Astaga!

Ada apa? Apa yang terjadi?

Astaga, lihat kekacauan itu.

Dia punya kebiasaan tidur yang buruk.

Kami berjauhan saat tertidur.

Aku tidak ingin kalian salah paham.

Dia berutang kepadaku.

Dia benar. Dia tidak sengaja memergokiku.

Hubungan kami sama dengan kreditur dan debitur.

Benar. Aku harus membayar bunga 70 persen.

Dia pemberi pinjaman yang buruk.

Kami tidak saling menyukai.

Dia benar.

Karena dia kembali,

kamu tidak akan menangis di malam hari.

Hei, Aeng Du.

Aku menangis karena lukaku sakit.

Tentu. Anggap saja begitu. Bisakah kita makan sekarang?

Selamat datang kembali.

Aku sangat senang bertemu denganmu lagi.

Kalian baik-baik saja?

Kamu makan banyak hidangan lezat di Hanyang?

Aku hanya makan untuk bertahan hidup.

Hei, itu tidak benar.

Aku terus memikirkan

tentang panekuk daging dan kebab Korea.

Aku merindukan Yul Mu.

Makanlah ini.

Jangan katakan hal seperti itu.

Menurutmu apa yang terjadi jika dia kemari?

Berpikirlah sebelum bicara.

Omong-omong, kenapa Anda kemari?

Kenapa aku kemari?

Apa?

Kupikir pria tidak berdosa ini

akan menderita di Hanyang.

Tapi...

Itu bukan masalahku.

Kupikir sudah seharusnya aku membantunya.

Baiklah!

Anggap saja begitu.

Ayo makan. - Baiklah.

Kita makan.

Astaga.

Astaga.

Kalian bersikap konyol sejak pagi-pagi.

Dia harus banyak makan

untuk bekerja keras agar bisa mengembalikan uangku.

Aku harus pergi bekerja.

Aku juga harus pergi.

Jangan pergi.

Pergilah sendiri.

Aku tidak bisa memercayai situasi menjengkelkan ini.

Apa ini milikku juga?

Pasukan istana dan Pangeran Agung Neungyang

mengawasi kanselir dan ayahku.

Apa ini semua terjadi karena aku?

Siapa lagi yang terlibat dalam hal ini?

Kudengar kamu sulit tidur.

Obat ini bagus untuk insomnia.

Silakan diminum.

Terima kasih.

Tapi

benarkah aku boleh tinggal di sini

padahal aku tidak melakukan apa pun?

Apa maksudmu?

Kamu dengan rajin bersiap membantuku dalam waktu dekat.

Saat waktunya tiba,

aku akan mengembalikan hidupmu yang pernah hilang.

Baiklah.

Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantu.

Aku tidak tahu apa salahmu.

Tapi setiap kali kami membicarakanmu,

dia mengamuk,

mengatakan dia tertipu olehmu.

Kami wajib menaati perintahnya.

Kuharap kamu mengerti.

Ya, aku mengerti.

Aku tidak akan memberi tahu siapa pun aku bertemu denganmu hari ini.

Kurasa sebaiknya kamu menyerah...

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left