Parenthood

Parenthood

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 6

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Parenthood - Sixth Season (2014) - Prime Video Retail Completed
കമന്ററി എഴുതിയത് Chesapeake_Ripper
Retail Amazon Prime Video

ടാഗുകൾ

other
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2021-06-03
ഡൗൺലോഡുകൾ: 23
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Itu bayiku?

Dan itu detak jantungnya?

Itu bayimu, Amber.

Sehat, detak jantungnya kuat,

ukuran dan bentuknya baik.

Ya, itu kelihatan baik.

Astaga.

Kau tak apa-apa?

Ya.

Ini hanya luar biasa.

Itu reaksi normal.

Ibumu pasti sangat senang.

Sebenarnya, dia tidak tahu.

Begitu rupanya. Lalu ayahnya?

Dia...

Dia juga tidak tahu.

Kami sudah berpisah,

jadi...

Amber, aku harus bertanya...

Apa kau menginginkan kehamilan ini?

Aku tahu ini berat, Amber.

Tapi aku doktermu, dan aku harus memberitahumu, apa pun alasannya,

jika kehamilan ini bukan keinginanmu,

kau perlu bertindak secepatnya.

Baik.

Karena waktu yang baik untuk memberi tahu orang makin dekat.

Bisa kita dengar sekali lagi?

Tentu.

- Ayo. - Pelan-pelan.

Ayo, kau pasti bisa.

- Ayo. - Kau pasti bisa.

- Ayo. - Ayo, Aida!

Terus berjalan.

Dia hebat, bukan?

Tak apa-apa, Sayang.

Kemari.

- Aku ada urusan pukul 09.15. - Aku juga.

Urusanku dengan klien,

jadi, aku tak boleh telat,

dan lebih baik aku pergi lebih dahulu.

Aku mengerti.

Kau pikir ini akan menjadi skandal jika kita berbarengan pergi ke kantor?

Menurutku, mereka pengacara dan pintar, lalu mereka akan tahu.

Kurasa sebaiknya biarkan mereka tahu.

Seharusnya aku tak membiarkanmu sekolah hukum.

Mungkin aku membiarkanmu sekolah hukum.

Tidak begitu seingatku.

- Benarkah? - Tidak.

Apa yang terjadi? Kita baru berpakaian.

Apa? Tidak.

Kau yang berpakaian.

Melepaskannya adalah tugasku.

Kau dengar itu? Itu suara...

krim lembut,

yang baru aku pelajari.

- Kau tahu aku benci cappuccino. - Tidak jika aku yang buat.

Dengar, mana yang bagus untuk kasur Ruby?

Coba kulihat. Dia sudah 14 tahun sekarang?

Dia 15 tahun.

Sage depresif atau polkadot gembira, aku bingung.

Ini sage?

- Itu depresif. - Aku pilih polkadot

Ya, polkadot lebih bagus.

Itu akan mengubah pikiranmu.

Ini minuman dari bangsamu.

Aku tak begitu membencinya.

- Apa yang kau tidak suka? - Kau buat dengan baik.

Hanya aku memang tidak suka.

Tidak apa-apa, kau tak harus suka ini.

- Aku suka ini. - Kenapa tak menetap?

Karena ini membuatku gugup.

Jika kau di sini, ini akan lebih mudah.

- Dia mencintaimu. - Benar.

Itu alasan aku pergi,

karena aku pikir kau bisa menjadi lebih dekat dengannya.

Aku harus ke Vegas dan melakukan ini. Apa?

Kau tak tahu apa yang kau lakukan.

- Tentu aku tahu. - Jangan bawa banyak uang ke Vegas.

Omong-omong, dia menyukaiku saat aku masih asistenmu.

Aku tak tahu bagaimana perasaan Ruby

soal aku sebagai pacar ayahnya.

Aku pikir dia akan senang dengan itu.

- Dia akan senang? - Ya.

Kau belum memberi tahunya? Kau memberi tahu Sandy, bukan?

Belum secara langsung.

Sandy tidak tahu?

- Belum. - Sandy kembali ke kota bersama putrimu,

- dan dia tidak tahu situasinya? - Aku akan memberitahunya.

- Baik. - Tapi akan kutunggu sampai...

Ya, tunggu sampai ini baik untuknya.

Dia wanita yang sangat galak.

Kau tak bisa membiarkannya mengatur soal ini.

Tak ada yang salah.

- Dia bukan... - Pacarmu yang baik buat cappuccino enak.

- Kenapa kau tak memberitahunya? - Tak ada yang mengaturku. Kau tahu itu.

- Tidak? - Ya, tidak.

Aku akan pergi. Boleh? Lihat apa yang kulakukan?

- Kau diizinkan. - Baiklah.

Joe, kita buka dua hari lagi.

- Kami melakukan sebaik kami. - Aku mengerti,

tapi kau berjanji ini sudah selesai.

Dan ini belum selesai sama sekali.

- Menurutku ini luar biasa. - Luar biasa?

Joe, kau sudah mempertimbangkan sistem kerja sif?

Mungkin ada kru bekerja malam?

- Ya. - Itu ide bagus.

Tak mudah membuat kru bekerja malam. Mereka juga ingin dibayar lebih.

Aku sudah bilang ini akan sulit.

Aku tak mengerti maksudmu.

Kau menjamin kalau kau akan siap.

Aku sudah bilang, aku melakukan sebisaku.

Saat Paus bertanya ke Michelangelo kapan Kapel Sistina akan selesai,

dia bilang, "Saat aku bisa."

Kau bukan Michelangelo.

Joe, hai.

- Kami punya 39 anak yang akan masuk... - Tidak, 38 anak.

- Ada 39 anak. - Aku tak mau masuk Akademi Chambers.

Max, kau sekolah di sini. Kami membangun sekolah ini untukmu.

- Aku mau tetap sekolah di rumah. - Ini sekolah yang hebat.

Kami bukan sekolah di rumah.

- Pakunya? - Kau sekolah di sini.

Kau tahu di mana pakunya?

- Berikan palunya, Max. - Jangan beri pakunya.

Aku akan mengambilnya.

- Ini untukmu. - Kita harus selesaikan ini.

Kau membangun satu sekolah untuk anakmu, dan dia tak menginginkannya.

- Itu berat. - Ini bukan urusanmu...

Dia akan sekolah di sini.

Latte susu almonku.

Terima kasih. Bawa ke sini.

Aku akan ambil palunya. Max.

Zeek.

- Ya? - Lihat.

- Apa ini jelek? - Tidak. Itu bagus, Millie.

Aku menyukainya.

- Kau akan bilang itu. - Permisi.

Kau hidup di kota sekarang.

Kau harus mengunci pintu.

Orang bisa sembarangan masuk.

Hei, apa yang kau lakukan? Millie, lihat. Itu Sarah Bear.

- Ya, aku lihat. - Hai, Ibu.

Apa yang Ayah lakukan?

Ayahmu menanam mentimun.

Ya, itu yang aku lakukan.

Aku menanam mentimun

untuk membuat acar nanti.

Kau bisa beli itu di toko.

- Ya? - Aku rasa kau terlalu sibuk pergi

liburan ulang tahun ke Vegas denganku.

- Maaf, Vegas harus menunggu, Sayang. - Baik.

Tunggu. Kau serius?

Aku serius. Kau serius?

- Benarkah? - Ya.

Astaga. Hei, Millie, bagaimana menurutmu?

Tasmu sudah disiapkan. Selamat ulang tahun, Zeek.

Hei! Kita akan ke Vegas.

Kita akan ke Vegas!

Baik! Ini hebat.

- Terima kasih. - Apa itu? Itu kelab penari telanjang.

Ayo pergi.

Ayo, enam.

- Tidakkah ini hebat, Max? - Max, kau harus lihat ini.

Ibumu punya ide bagus.

Ayolah. Kau bisa membawa lebih dari tiga kursi sekaligus.

- Terang dan udaranya segar. - Tempat ini luas

karena temboknya belum dibangun.

- Ini dia. - Kami akan menyimpan foto pelajarmu

dan karya seni murid.

Kami akan cat dindingnya.

Warna apa pun yang kau suka.

Abu-abu, hijau tua.

Jika kau mau kau bisa cat biru.

- Aku mengerti. - Mengerti apa?

Kau mencoba membujukku dengan cara

membiarkanku memilih warna dindingnya.

Tapi itu percuma, karena aku tak peduli soal warna dinding ini,

aku memang tak peduli soal warna.

Baik, Max. Dengar, ini bukan soal dinding saja.

Kami ingin kau senang, karena ini berbeda dengan sekolah lamamu.

- Sama sekali. - Tak ada hal

- di sana, terjadi di sini. - Aku suka sekolah di rumah,

kerjaku lebih cepat, dan aku tak khawatir anak lain memperlambatku.

Kau tak perlu khawatir anak lain

karena mereka akan berteman denganmu.

Aku tak butuh teman. Aku punya Hank.

Baik, kau punya Hank. Tapi kau butuh anak lain.

- Seumuranmu. - Teman seumuranmu.

- Tak perlu. - Tentu perlu.

Aku akan sekolah di rumah dan bekerja di studio Hank saat siang.

- Max, kita harus... - Boleh aku beli roti pisang di Jazmins?

- Setelah selesai membicarakan ini. - Baik, kita bicarakan nanti.

Aku tak menantikan itu.

- Baiklah. - Di mana roti pisangnya?

Aku bertanya dan kau harusnya menjawab.

Terserah. Sudah kujawab.

Mengangkat bahu bukan jawaban.

- Itu semacam jawaban. - Tidak.

Hei, Ruby.

- Hei. - Hai. Dah.

Permisi, aku akan pergi saat aku mau.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left