ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Saat aku kecil, ibuku menceritakan sebuah cerita
tentang bagaimana Iblis menjelajahi Bumi.
Kadang, dia bilang, Iblis menjelma menjadi manusia
agar bisa menghukum manusia terkutuk di Bumi sebelum mengambil jiwa mereka.
Yang dia pilih akan dikumpulkan bersama
dan disiksa saat dia bersembunyi di antara mereka, menyamar menjadi mereka.
Aku selalu yakin ibuku hanya menceritakan mitos.
Cerita ibuku selalu dimulai dengan awal yang sama,
dengan bunuh diri yang akan membuka jalan bagi Iblis.
Dan selalu diakhiri dengan kematian semua yang terjebak.
Aku baik. Aku merasa sangat baik.
Kau tahu alasan utama kenapa orang kembali minum?
- Tidak. - Tebaklah.
Tim Eagles.
Kebencian.
Apa kita serius membicarakan ini lagi?
Ini penting.
Kemampuan memaafkanmu yang akan menentukan
kualitas sisa hidupmu melebihi apa pun.
Dengar, ada hal-hal yang tak bisa dimaafkan.
Kau sedang menuju ke sana.
Kau bertanggung jawab atas perbuatanmu.
Itu awal yang baik.
Tapi agar bisa merasa bebas...
kau harus memercayai sesuatu yang lebih hebat darimu.
Kedengarannya bagus.
Sungguh.
Tapi saat memikirkan orang yang membunuh keluargaku,
susah bagiku untuk memercayai apa pun.
Saranku, bukalah pikiranmu untuk menerima itu.
Bisakah kita sarapan saja sesekali?
Membicarakan hal-hal umum.
Aku pembimbingmu. Kau bisa bicarakan hal umum dengan orang lain.
- Hei. Aku dapat kasus bagus untukmu. - Benarkah?
Ya, ini tak masuk akal, 'kan?
Ada orang menabrak truk dengan keras dari gedung bertingkat dua?
Jelas bunuh diri dengan melompat.
Apa kau yakin dia tak dilempar?
Dia memegang rosario.
Bukan benda yang lazim kau pegang saat panik.
Benar.
FORENSIK
- Elsa. - Bowden.
Hai.
Tak ada serpihan kaca di tanah.
Truk itu tak di sini saat dia melompat. Truknya pasti berjalan.
Korban melompat dari gedung itu.
Lalu apa? Korban tewas terbawa ke pojok sana?
Benda ini yang membuat truk terpental.
Kau pasti bercanda.
- Mari ke sana. - Ya.
LOKASI KERJA
Larson.
Hei, Nona, kau harus mengisi buku tamu.
Di mana Ramsey? Dia kenal aku.
Ramsey sakit. Aku yang jaga. Itu artinya kau harus mengisi buku tamu.
Apa aku terlihat berbahaya?
Jangan menyalahkanku. Begini prosedurnya.
Teruslah bermimpi, Kawan.
Kau harus jaga sini. Beberapa pengacara di lantai 39 membutuhkan ini segera.
Jangan lewat tangga lagi.
Bagaimana lagi agar tetap bugar?
Ke lantai 39? Naik lift saja.
- Masuklah. - Terlalu sesak untukku.
- Kau bisa menyelip masuk. - Tidak.
Tolong, tahan.
Terima kasih.
- Lantai 42. - Beres.
Kalau ini, boleh kulakukan.
- Bisa kau menahannya? - Maaf.
- Terima kasih atas bantuanmu. - Tak perlu berterima kasih.
Ini tidak bagus.
Ayolah, Kawan.
Jangan lakukan ini.
Ayo, Timonen, pukullah.
- Bagaimana tim kita? - Skornya masih sama.
- Terima kasih. - Ya.
Kenapa lift enam dalam mode inspeksi?
LIFT KE LOBI
Lift enam.
Full house. Dua ratu, tiga jack.
- Telepon Dwight. - Ya.
Dwight, ada masalah.
Benar. Aku sudah naik ke lantai 35 untuk memperbaikinya.
- Lift? - Bukan, kaca pecah.
Kau tak memperbaiki lift-nya? Layar menunjukkan enam dalam mode inspeksi.
Ada orang terjebak di sana.
Apa kau yakin tak salah baca? Matamu tak sebagus dulu.
Aku akan meminta ibumu membacanya untukku
saat aku bercinta dengannya di atas meja konsol.
Ibuku berumur 78 tahun. Silakan bercinta dengannya.
Ya. Dengar, Kawan, periksa saja ruang mesin, ya?
Beres.
Aku hanya berusaha untuk menghidupkannya.
Bukankah kalian punya prosedur darurat?
Entahlah, aku hanya satpam sementara. Baru mulai bekerja.
Bukankah kalian merawat lift ini?
Coba tekan tombol darurat.
Bukankah kalian merawat peralatan?
Entahlah. Seperti kubilang...
Bukankah kau ada radio dua arah?
Tidak. Kupikir aku tak membutuhkannya.
- Kau tak merasa itu akan... - Bisa diam?
Ya, tenanglah.
Yang benar saja!
Kau tak bawa radio dua arah?
- Hei, Kalian, kami dapat melihat kalian. - Kami terjebak!
Tegarkan diri, teknisi gedung sedang menuju ke sana.
Kapan terakhir kali kau dengar orang mengatakan "tegarkan diri'?
- Kau bilang apa? - Tak ada.
- Kau bilang apa? - Tak ada.
Apa dia ingin berkelahi?
Bisakah salah satu dari kalian menghadap kamera dan bicara dengan keras dan jelas?
Gedungmu payah!
Aku tak dengar. Pengeras suara lift seharusnya bisa buat kita saling dengar,
- tapi kau bisa mendengarku? - Dari sini bisa terdengar, ya!
Dia bilang dia tak bisa dengar kita, bukan kita harus bicara lebih keras.
Baik, tunggu sebentar.
Ini meyakinkan.
Aku harus di tempat lain.
Kau tak akan dapat sinyal di sini.
Aku harus menelepon atasanku agar tak dipecat karena ini.
Omong kosong.
Apa ada yang mendapat sinyal?
Aku dapat satu garis.
Halo? Ini Larson.
Bisakah kau menghubungkanku dengan atasanku di ruang keamanan?
- Kau bisa mendengarku? - Suruh mereka mengeluarkan kita!
Halo?
Mereka harus mengatasi ketidakhadiranku.
Setidaknya ada musik.
Jangan duduk di bawah pohon apel itu dengan orang lain selain aku
Ayo, Nek, kau tahu liriknya.
Orang lain selain aku
Jangan berengsek.
Maafkan aku, Nona Tata Krama. Aku menyinggung perasaan muliamu?
- Bisakah kau diam? - Bisakah kau mencium bokongku?
Ini bagus.
Mari kita caci maki orang baik karena bercanda.
Mungkin kita semua diam saja untuk sementara.
Tentu.
Baik, aku hanya bercanda.
- Hei, Dwight, kau sudah sampai? - Hampir.
Hei, dengar, aku senang kau berkencan lagi.
Aku senang kau merasa senang.
Kau tahu maksudku. Setelah semua masalahmu...
Aku tahu maksudmu.
- Jadi, bagaimana keadaanmu? - Baik.
Besok hari ke-90.
Wah, 90 hari!
- Rasanya baru kemarin sejak kita... - Tidak bagiku.
Ada kacamu yang pecah di atas?
Ya.
Menghadap ke sini?
Cukup besar untuk dimasuki satu orang?
Kurasa ya.
Berhentilah menyapu.
Aku menyatakan ini sebagai TKP.
Mobil 602.
Apa itu?
Awas!
- Kau harus mengamankan itu lebih baik. - Baik!
Dalam ceritanya, orang tak bersalah selalu mati.
Jiwa malang hanya berusaha membantu,
yang tak tahu apa yang mereka hadapi.
Iblis tak senang dengan orang yang menghalangi jalannya.
Hei, Pak tua. Di sini tak menunjukkan mode inspeksi. Sirkuit terlihat bagus.
Coba padamkan lalu nyalakan lift enam.
Akan kuberi tahu yang di lift. Kau hitung sampai 20, lalu lakukan.
Baik.
"Diinspeksi dan disertifikasi pada tanggal 12 Agustus oleh G. Carson."
Bagaimana kalau kita temui G. Carson saat kita keluar dari sini?
Beri tahu dia pendapat kita soal kecakapan pemeriksaannya.
Perhatian, kami akan memadamkan listriknya sebentar
- untuk lihat apa ada korsleting. - Kau akan matikan listriknya?
Itu berarti kami bisa jatuh?
Kalian tak apa-apa. Aku tak ingin kalian...
- Ada apa ini? - Ayolah!
Tak ada apa-apa. Tenang saja.
Ayolah.
Jangan sentuh aku!
Jangan sentuh aku!
Maaf.
Kau ini kenapa, Kawan?
Ketika aku masih remaja, kakakku mengurungku di bagasi selama enam jam.
Aku punya masalah dengan ruang sempit.
Bagus.
Ayolah.
Bisa kita keluar lewat sana?
Apa yang akan kau lakukan? Memanjat kabelnya?
Kau akan jauh lebih aman di sini.
Ada yang tahu kamar kecil di dalam sini?
- Apakah itu berhasil? - Tidak, mereka masih terjebak.
Biar kuperiksa kabel listrik utama di basemen.
Baik, terima kasih banyak.
Apa yang terjadi?
- Kau tahu jendela di lantai 35 itu? - Ya.
Sepertinya ada yang melompat dari sana.
- Hari ini? - Ya. Pagi ini.
Terima kasih atas pengertiannya.
No comments yet. Be the first to leave one.