Doctor Slump (Dakteoseulleompeu / 닥터슬럼프)

Doctor Slump (Dakteoseulleompeu / 닥터슬럼프)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

닥터슬럼프-Doctor-Slump-E09-NEXT-NF
കമന്ററി എഴുതിയത് Anangkaswandi
Durasi 01:04:59

ടാഗുകൾ

other
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2024-02-24
ഡൗൺലോഡുകൾ: 72
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS NASIONAL DAEHAN

LEMBAR EVALUASI PERFORMA PEMAGANG 2016

LEMBAR EVALUASI WAWANCARA NAM HA-NEUL

Kenapa kau memilih bidang Anestesia?

Aku memilih bidang ini karena tersentuh dengan cara ahli anestesia membuat rencana

sesuai kondisi tiap pasien dan memantau perubahan tanda vital

sehingga mereka bisa bereaksi cepat

dan menangani pasien dengan maksimal.

Tak hanya mengurus pasien,

tetapi mereka juga menilai situasi di ruang operasi dan…

Aku tak yakin.

Aku ragu kau cocok di departemen kami.

Kerja tim sangat penting di bidang kita.

Kau tak akan sukses jika merasa lebih baik dari orang lain.

Kau tahu itu, 'kan?

Ya, aku tahu itu.

Jelaskanlah soal reputasimu.

Dari yang kami dengar, kau orang luar

yang tak bisa berkomunikasi baik dengan para kolegamu.

Kau juga lebih suka bekerja sendiri.

Aku…

Dr. Nam.

Kau tak ingin berpacaran, ya?

- Apa? - Hei.

Pertanyaan macam apa itu?

Dengar. Katanya dia telah menolak beberapa pria.

Jadi, mereka sebar rumor palsu,

sehingga kolega wanitanya menghindari dia karena itu.

Dia tak akan mendaftar ke departemen kita

jika dirinya egois atau suka bekerja sendiri.

Lihatlah ini.

Dia pelajar terbaik saat lulus

dan menerima nilai A untuk tugas magangnya.

Ini tak mungkin terjadi jika dia tak tepercaya.

Dia orang pertama yang memercayaiku

di dunia penuh persaingan ini.

Ha-neul.

Katanya kau memilih Anestesia.

- Ya. - Aku juga.

Semoga bisa bekerja sama.

Omong-omong, dr. Min Kyung-min saudaramu?

Bukan.

Sungguh? Lalu kenapa dia membelamu saat wawancara?

Semua membicarakannya.

Dia jelas tak punya niat tersembunyi karena sudah tujuh tahun berpacaran.

"Apa Ha-neul memerasnya?"

"Dr. Kyung-min berutang kepadanya?" Semua penasaran.

- Sungguh? - Kau dengar?

Dr. Kyung-min calon Kepala Residen.

Semua profesor mendukungnya.

Dia akan menjadi subspesialis dan akhirnya profesor.

Dia menyukaimu. Jadi, dia akan buka jalan untukmu.

Hei.

Mau minum untuk merayakan?

Tidak, terima kasih.

Dia hanya memilihku, bukan membukakan jalan.

Ayo minum.

Itu dia. Itulah masalahnya.

Sudah ada bias di kelompok pasien.

Itu alasannya tak ada korelasi yang berarti.

Baiklah.

Terima kasih. Materi yang kau beri tempo hari juga sangat membantu.

Aku senang bisa membantu. Sampai jumpa.

Kyung-min.

Ada waktu luang besok?

Kenapa kau mentraktirku?

Sebagai terima kasih.

Kau selalu membantu dan baik kepadaku.

Omong-omong, aku punya pertanyaan.

Tentu saja.

Kenapa kau memperlakukanku sangat baik?

Yah…

Aku tak suka bergaul maupun ramah.

Bahkan aku kesulitan untuk akrab dengan kolegaku.

Aku penasaran kenapa kau sangat baik kepadaku.

Aku mengenalmu.

Aku bisa lihat betapa tulus dan kerasnya kau bekerja.

Entah apa seharusnya kukatakan ini.

Kurasa yang lain tak mengenalmu dengan baik.

Itu kenapa aku ingin memahami dan membantumu.

Kata-katanya menaklukkanku.

Ini enak.

Jadi…

aku tak pernah ragu bahwa dia berpihak kepadaku.

Soal anggaran subsidi pemerintah itu… Akan kuberi tahu profesor itu rencanaku.

Namun, aku yang kerjakan.

Tentu saja, aku tahu itu.

Jujur saja.

Profesor itu tak terlalu menyukaimu.

Jika kubilang kau yang kerjakan, mungkin dia akan menolaknya.

Aku akan bilang itu hasil kerjaku.

Lalu aku akan terus terang setelah disetujui.

Aku jelaskan kepadanya nanti. Proposal ini penting.

Kau tahu kulakukan ini demi kau, 'kan?

Namun, tetap saja…

Mereka memanggilku. Jadi, begitu.

Aku masih ingin memercayainya.

Aku coba sebisaku.

- Namun… - Benar.

Apa pendapatmu soal dr. Nam?

- Dr. Nam Ha-neul? - Ya.

Aku tak yakin.

Dia bukan tipe orang yang supel.

Sebagian pasien mengeluh soal dia tak ramah dan angkuh.

Dia tak akur dengan koleganya juga.

Kerja tim penting di bidang kita.

Kurasa dia tak cocok di lingkungan berkelompok.

- Kau juga berpikir begitu? - Ya.

Bagus. Silakan minum.

Terima kasih.

Semuanya baik-baik saja?

Ada apa?

Aku enggan memberitahumu ini.

Apa?

Kurasa dr. Nam memanipulasi data.

Apa? Data?

Itu tak bisa dibenarkan.

Benar. Aku juga syok.

Nilai p dari semua hal.

Dia mengubah nilai p?

Bagaimana pertanggungjawabannya?

Aku pun tak tahu.

Kredibilitas data itu penting.

Entah bagaimana dia mengatasinya jika ketahuan.

Kyung-min.

Apa yang kau katakan?

- Kapan aku… - Dr. Nam.

Jangan meninggikan suaramu di hadapanku!

Pak, aku tak pernah lakukan itu.

Aku melalui ketidakadilan…

Hidup tak selalu adil.

Jangan cengeng!

Cepatlah, dr. Woo.

Berikan dr. Nam tasnya.

Tak banyak yang bisa kulakukan

karena tak ada yang berpihak kepadaku.

Aku menjadi muak akan semua itu.

Aku berjanji tak percaya orang lain lagi.

Namun…

Aku berjumpa denganmu.

Tidak, di sini!

Kau membantuku tetap berdiri saat hidupku nyaris tumbang.

Aku jatuh cinta sepenuhnya kepadamu.

Itulah ketika rasa cemas menguasaiku.

Aku takut

kau juga akan menyakitiku.

Kau kira kita bisa bahagia

jika aku tak stabil seperti ini?

Kita berdua akan menderita dalam hubungan ini.

Ini alasanku ingin putus.

Aku tak cukup kuat.

Maafkan aku.

DOCTOR SLUMP

Astaga.

Kenapa kau berkemas begitu banyak jika tak akan pindah selamanya?

Ada apartemen studio di dekat klinik jika aku perlu menginap.

Aku akan menginap di sana jika terlalu sibuk.

Bukan karena kau canggung di dekat Ha-neul?

Jeong-woo.

- Ini pangsit. - Astaga.

Segera simpan di pembeku dan santap saat kau lapar.

- Ini kimci. - Baiklah.

Ini tumis bawang putih dan kepiting marinasi.

Terima kasih makanannya.

- Berbagilah dengannya. - Baik.

Kau tak perlu melakukan ini.

Terima kasih makanannya.

Sebaiknya kalian masuk.

Aku tak pergi selamanya.

Benar. Semoga sukses.

- Jangan lupa makan. - Baiklah.

Aku pamit. Masuklah.

Dah. Terima kasih.

- Sampai jumpa. - Dah.

Hati-hati di jalan.

Bu.

Kenapa dia pergi begitu mendadak?

Dia akan bekerja di klinik temannya mulai besok.

Namun, ini sangat mendadak. Ha-neul pun tak keluar.

Minggu lalu dia bilang akan mengajak Ha-neul kencan.

Lalu keesokan harinya dia tampak sedih dan mengunci diri berhari-hari.

Sekarang dia pergi.

Kurasa mereka putus.

Siapa yang mencampakkan?

Biar Ibu campakkan kau.

Tutup mulutmu!

Cukup!

Apa?

Kukira kau tidur.

Seharusnya kau berpamitan ke Jeong-woo.

Kau dengar, 'kan? Dia akan mulai bekerja besok.

Dia akan tinggal di dekat klinik.

Dia mengemas barangnya dan pergi seakan tak akan kembali.

Cukup.

Tidak. Kenapa Ibu selalu mau sembunyikan semua hal?

Kini orang cenderung terbuka dan jujur soal hal seperti ini.

Ha-neul, katakanlah.

Kalian bertengkar?

Kau dicampakkan?

Jangan bilang dia belum ajak kencan.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left