ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Namaku Henry Cheng.
Pekerja konstruksi di Laut Selatan.
Bercita-cita membangunkan rumah untuk orang-orang,
tapi bisnisku bangkrut.
Semuanya sirna. Pilihanku harus meninggalkan kota.
Beberapa bulan lalu,
pemerintah Inggris...
membeli semen di Asia...
dan mengirimnya ke suatu tempat.
Aku tahu di situlah aku akan memulainya lagi.
Siapa tahu...
keadaannya bakal berbeda?
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE.
Hapus ICAC!
Demi martabat kepolisian!
Hapus ICAC!
Sejak berdirinya ICAC 2 tahun lalu,
banyak polisi dituduh korupsi.
Ratusan petugas polisi berdemo.
Gara-gara Sampah kriminal...
aku dipecat!
Gara-gara para penjahat...
aku dipecat!
Gara-gara para penjahat...
aku dipecat!
Hari ini,
kita berkumpul di sini....
menanyakan pada pemerintah Hong Kong:
apa kalian menginginkan polisi...
atau ICAC...
sebagai penegak hukum?
Apa gunanya?
Aku sudah dipecat!
Gak usah tanya,
tak ada gunanya!
Mereka butuh polisi!
Tentu saja!
Persetan ICAC!
Ayo temui mereka!
Ayo.
Cepat.
Ikuti aku.
Ayo.
Persetan ICAC!
Hei, hentikan!
Hancurkan semuanya!
Emangnya kami pengecut?
Awas kau hadapi siapa!
Berkhianat apanya.
Kami tak salah!
Jangan sentuh itu!
Di mana berkas-berkasku?
Berhentikan mereka!
Hentikan!
Berhenti!
Kau mantan polisi.
Malah berpaling melawan,
tak tahu malu.
Kau menyerang polisi,
aku berhak menembakmu.
Kau menyerang bosku,
aku juga berhak menembakmu.
Tenang.
Jatuhkan pistolnya.
Jatuhkan.
Jika ada yang menembak,
apa para petinggi akan melindungimu?
Jatuhkan senjatamu,
berdemolah secara damai.
Kuanggap ini tak pernah terjadi.
Sersan,
jangan lakukan ini.
Senjata Gweilo?
Ada di kantor dia.
Pelurunya kosong.
Kembalikan.
Untuk menenangkan para pendemo,
Gubernur Hong Kong memberikan amnesti bagi pelanggaran kecil...
sebelum tanggal 1 Januari 1977.
- Pak. - Tn. Zheng.
- Tn. Zeng. - Rabu besok.
Kau.
Periksa para pelamar!
- Jangan buang-buang waktu! - Maaf.
Tolong beri kesempatan lagi, Pak.
Kita butuh petugas.
Kau seorang insinyur.
Sudah banyak insinyur.
Apa kupecat mereka dan mempekerjakanmu?
Apa?
Semuanya sudah kusiapkan dan kau mau keluar?
Akan kujitak kau...
Jaga bicaramu!
Ini perusahaan sah.
- Maaf, kakak. - Tn. Zheng.
Pekerjaan ini sangat kubutuhkan.
Kita orang paisan...
Orang Paisan?
Patah kata orang Hokkien dan kita bersaudara?
Apa ini kegiatan amal?
Kau.
Panggilkan keamanan, usir dia.
Baiklah.
Kau orang paisan?
Tn. Wu.
harga 24 rumah itu, HK$3 juta....
aku akan bangkrut!
K.K.,
Cuma aku orang bodoh...
yang mau bayar HK$3 juta.
Kakakmu menyuruhku menjagamu,
kalau tidak, aku tak bakal datang...
ke tempat kumuh ini!
Kawan,
aku tahu utangmu di bank HK$2 juta,
dan tak lama lagi jatuh tempo.
Jika menolak tawaranku,
proyek kecilmu...
akan hancur.
Semuanya sirna!
Ayah,
Dato Muhammad sudah tiba.
Dato,
silahkan.
Ayah,
Dato dan aku sudah sepakat.
Dia sangat suka rumah-rumah ini.
Mari.
Biar tak kepanasan.
Dengar,
tawaran terakhirku.
HK$9 juta.
terima atau tidak.
Terima!
Ambil kontraknya.
Sekarang.
Tn. Wu,
permisi.
Ayah,
menurutmu dia akan tertarik?
Wu itu orangnya licik.
Jika tawarannya HK$9 juta,
dia tak bakal tolak.
Ayah, dia pergi!
Dia bilang apa?
Tak ada!
Bagaimana ini?
Ini.
Terima kasih, Tn. Zeng.
Tn. Cheng,
lewat sini.
Ayahmu ada masalah?
Ayah adalah putra bungsu seorang selir;
saudara tirinya sering mengganggunya.
Tanah yang di belakang sana?
Tak ada air dan listrik.
Paman bodohku yang beli...
dan mewariskan ke ayahku.
Sebenarnya,
rugi satu atau dua juta...
itu tak masalah bagi keluarga Zeng.
Tapi Ayahku sudah jelek...
di mata pamanku.
Tn. Wu itu...
teman judi pamanku.
Mereka pasti mau merampok Ayahku.
Kayaknya mobil Wu mogok.
Tn. Wu,
butuh bantuan?
Dasar tua bangka.
Kepala batu.
Rokok...
Merokok ini!
Tn. Cheng,
aku antar kemana?
Tadinya aku mau nge-prank Wu,
malah prank ini mengubah hidupku.
Pak, pesan apa?
Tempat yang nyaman.
Mari.
Cerutu, segelas brendi.
Ya, pak.
- Bentar. - Ya.
Terima kasih, Pak.
Tn. Muhammad.
Kita baru bertemu.
Namaku Wu Ren Song...
dari Grup Song Xin.
Boleh?
Silahkan.
Masukkan ke tagihanku.
Tinggalkan kami,
kami mau bicara bisnis.
Kau kalah dalam penawaran rumah itu?
Maaf.
Santai saja.
Aku sangat mengagumi seorang...
yang bervisi unik.
Kenapa menurutmu...
24 rumah itu...
No comments yet. Be the first to leave one.