ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Aku punya kesempatan tak terbatas untuk berhasil
Aku dalam proses menjadi yang terbaik versi sendiri
Sunday, Monday, Tuesday Wednesday, Thursday, Friday, Saturday
Aku dalam proses menjadi yang terbaik versi sendiri
Raymond.
Elsa.
Apa gak terlalu cepat?
Albariño rasa jeruk?
Sangat cocok buat tiram.
Oke.
Ya, aku mau kopi.
Baik.
Sepatu?
Kakimu. Kenapa?
Oh, kakiku kram saat berlari.
Dua sendok gula.
Kalau ada, sedikit susu gandum.
Kalau tak ada, susu biasa tak masalah.
Aku suka dekorasinya.
Sangat...
sederhana.
Kita tak pernah berbasa-basi. Kenapa mulai sekarang?
Kontraknya sudah kudapatkan. Waktu kita 36 jam.
Hal ini sudah diluar kendali.
Ini, kontraknya.
Biaya operasionalnya akan ditanggung,
jadi dibutuhkan yang terbaik.
Kalau kru lainnya? Lokasinya?
Semua ada di laporan.
Kami yakin target menuju perbatasan, dan...
jadi...
dia tak boleh menyeberang lagi.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO. WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE.
Toko Hasil Bumi Sunset
Seluruh kru yakin...
Jessica Murdoch pergi ke Meksiko.
Tim pilihan terbaik sedang menangani kasus ini.
Kurang sehari sudah berhasil terlacak.
Simpanlah untuk acara pemakamanku, Vince.
- Siapa ini? - Siapa ini?
Harvey Moyer, usia 67 tahun.
Pendeta evangelis.
Tinggal di Andover, Dakota Selatan.
Dakota Selatan? Itu perjalanan cukup jauh.
Pasti dia berhenti beberapa kali.
Dari ponselnya, dia memang sering berhenti.
Dia mengisi bensin 7 menit lalu.
Harusnya ada CCTV di setiap perhentian,
termasuk lokasi sekarang.
Gereja di Lembah, sejam lagi.
Gereja di Lembah. Dimengerti.
Sebaiknya periksa dulu tanggal kedaluwarsanya.
Maaf. Aku cuma...
Mencuri supku.
Maaf karena masuk tanpa permisi.
Janie lagi menyiapkan sarapan.
Masuklah.
Ayo.
Sayang, santai saja.
Makasih.
Maaf ruangannya sempit. Soalnya jarang ada tamu.
Tak apa.
Ini bagus.
Kau tinggal di jalanan?
Tidak.
Aku lagi bepergian.
Ke mana?
Daerah Utara.
Tunanganmu tinggal di sana?
Tidak.
Dia tidak di sana.
Ada handuk bersih di kamar mandi....
pojokan kiri jika mau mandi.
Sebaiknya kuterima tawaranmu.
Makasih.
Hei! Jika kau mau makanan lagi,
ada yogurt.
Ternyata ada yogurt rasa bacon.
Cepat juga.
Sebenarnya aku tak jadi mandi.
Mau berangkat cepat.
Frank sudah menunggu di depan.
Kemana pun tujuanmu, kami bisa antar yang terdekat.
Kau baik sekali, tapi sebenarnya,
aku suka berjalan kaki.
Tolonglah. Biar dia ada kerjaan hari ini,
dan aku bisa bebas sendirian.
Jadi, ada yang mau dituju dulu...
atau langsung ke utara...
sampai kita tiba di Kutub Utara?
Aku mau ke Portview.
Belum pernah kudengar.
Perbatasan.
Aku suka loncengnya.
Senang ada yang suka.
Biasanya kulepaskan saja...
saat aku tidak ada di sini,
tapi dia baru melahirkan 24 jam lalu.
Aku tak bisa dekati.
Kenapa kudamu?
Maaf, maksudmu?
Ada tahi tikus di tempat makannya,
tali kekang lama, selimut.
Sepertinya kau dulu rajin ke peternakan.
Dari kecil aku sudah kerjakan itu.
Asal kau tahu, kuda itu harus sering dirawat.
Aku sudah tua. Ada yang harus dikorbankan.
Kami menjualnya beberapa tahun lalu.
Sayangnya.
Tak masalah.
Hei, boleh bertanya?
Kenapa kau membantuku?
Kebebasan untuk berevolusi telah membangun negara ini,
dan aku tak mau menghalangi proses itu.
Cuma bisa antar di sini.
Terima kasih banyak atas tumpangannya, Frank.
Kukira mau kuantar ke tempat pacarmu atau apalah.
Mau ke mana sekarang?
- Ke situ. - Hei, sebentar.
Ada tas untukmu di bak truk.
Jaket musim dingin, sepatu lama Janie,
selimut, dan makanan kaleng...
yang pasti kau sukai.
Semua itu pasti berguna, mungkin malam ini.
Entah aku harus bilang apa.
Kau bisa tinggal sementara bersama kami...
dan membantu mengurus rumah...
sambil menenangkan pikiran.
Kalian berdua sudah sangat baik, tapi...
aku harus pergi sekarang.
Sudah jarang orang baik sekarang ini.
Jaga dirimu.
Baik.
Oh, Tuhan.
Oh, sialan.
Sialan.
Elsa Grey.
Aku tak percaya ini akhirnya terjadi.
Hai, Sal. Maafkan aku.
Aku tahu kau mau bertemu langsung.
Belakangan ini aku sangat sibuk dengan kerjaan.
Pekerjaan? Syukurlah itu masih berjalan.
Apa begitu sulit?
Tidak, baik-baik saja.
Senang mendengarnya.
Aku akan...
Halo, Elsa.
Aku mau ngobrol denganmu.
Tapi aku agak sulit ngomong sekarang.
Mungkin jedanya akan lama.
Tidak, senang bertemu.
Elsa, aku tahu kau mau mewawancaraiku,
tapi kau pasti mau bertanya ke Laura juga.
Tidak. Aku tidak...
Kapan kau di diagnosis?
6 bulan lalu.
Bagaimana keluargamu menghadapinya?
Kami tak begitu dekat. Mereka...
Mereka,
aku belum beritahu mereka.
ALS...
Membuatmu merasa seperti....
tertawan dalam tubuhmu sendiri.
Kau akan mengalami....
semua dari kesedihanmu...
dan meratapi hidupmu yang dulu.
Jadi kau bakal mengetahui tentang...
kelemahan dari jiwa manusia.
Tapi juga tentang kekuatannya...
yang sedemikian dalam dan kuat.
Yang akkhirnya kau harus ceritakan ke keluargamu.
Kau akan mengandalkan mereka,
meski ada banyak pengasuh sepertiku.
Aku tak mau...
bebani mereka, aku tak bisa, aku...
Kau pernah mau bunuh diri?
Ya.
Itu kesia-siaan.
Penderitaan itu pengaruhnya sangat kuat,
tapi begitu juga keikhlasan.
Elsa, ada apa denganmu dan lagu ini?
Kurasa itu bukan alasanmu menelpon.
Dia mungkin masih berjalan kaki.
Ya, tapi 109 mil lagi ke perbatasan.
Dengan kecepatan konservatif 25 mil per hari,
artinya dia harus bersembunyi 4 hari lagi.
Astaga.
Apa mereka sudah bersihkan mobil ini...
sebelum disewakan.
Jadi kau setuju?
Apa dia sudah tak ada di kota?
Sepertinya dia lebih cerdik.
Kalau dia menumpang, terus kenapa kita tak lakukan...
saja operasi penangkapan di jalan?
Karena aku sarankan tinggal di kota beberapa hari.
Kenapa?
Karena jika dia menumpang...
Mungkin ada target lain yang menarik untuk dibahas.
Kau yang harus menyelesaikan itu, Vince.
Sayang, menyerah saja.
No comments yet. Be the first to leave one.