ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
MY ROYAL NEMESIS
Nomor yang Anda tuju tak dapat dihubungi.
Silakan tinggalkan pesan
setelah bunyi bip.
Shin Seo-ri, aku salah.
Itu semua salahku. Angkat telepon.
Kutunggu hingga kau pulang.
SUP TULANG BABI JANGSUGOL
- Shin Seo-ri. - Mundur.
- Mundur. - Minggir.
Biar aku lewat! Aku walinya.
Lepaskan!
Shin Seo-ri.
Shin Seo-ri, bangun.
Bangun, Shin Seo-ri!
PUSAT GAWAT DARURAT
- Mohon beri jalan. - Beri jalan.
- Tolong mundur. - Minggir!
Minggir!
PUKUL 19.27 WAKTU OPERASI - ANESTESIA
Yang Mulia.
Yang Mulia, sudah sadar?
- Cepat. Panggil tabib! - Baik.
Yang Mulia?
Yang Mulia, sudah sadar?
Di mana aku…
Apa Yang Mulia mengenaliku?
EPISODE 11 APA YANG ADA DI JALAN TERSEMBUNYI
Kenapa di sini…
Ada apa dengannya?
Kenapa dia tak bisa bergerak, padahal dia sadar?
Aliran darah dan energi vitalnya belum pulih sepenuhnya.
Namun, dia lolos dari mati suri. Mari kita tunggu dan lihat.
Mati suri?
Napasnya pulih, begitu aliran darah dan energinya kembali,
seharusnya bisa bergerak.
Jadi, kita hanya menunggu tanpa kepastian?
Sungguh ajaib dia masih bertahan sejauh ini.
Meski dia dilindungi penawar herbal,
- organnya rusak akibat racun… - Racun?
- …dan belum pulih sepenuhnya. - Apa aku sungguh kembali?
Namun, kenapa tubuhku begini…
Untuk sekarang, kondisinya stabil.
Aku akan menyiapkan sisa Chuhontang dan ekstrak jerangau.
Baik. Cepatlah.
Hei. Berhenti.
Kau tak mendengar suaraku?
Hei!
Apa aku
terjebak
di tubuh ini?
Perdarahan menyebabkan pembengkakan di otak.
Untungnya, obat sudah cukup. Tak perlu operasi.
Tak ada cedera luar serius selain memar.
Jadi, nyawanya masih aman?
Benar. Selama tak ada komplikasi,
dia akan sadar dalam beberapa hari.
Masalahnya adalah Ketua Cha.
Katakan.
Operasinya berhasil,
tetapi kami harus memantaunya sampai napasnya stabil.
Sore ini, Ketua Grup Chail, Cha Dal-su,
menjadi korban kecelakaan akibat mabuk
yang melibatkan truk.
- Astaga. - Pengemudi
memiliki kadar alkohol darah sebesar 0,12%
dan ditemukan dalam kondisi sangat mabuk.
- Ayah. - Ayah.
Ini benar-benar mimpi buruk.
Ayah. Kasihan Ayah.
Se-gye, aku dengar kau langsung ke lokasi kecelakaan.
Bagaimana kau tahu di sana?
- Apa maksudmu? - Coba pikirkan.
Kecelakaannya aneh, dan kau datang sangat cepat.
Apa sebenarnya maksudmu?
Sudahlah.
Apa sekarang saatnya membahas itu?
Aku hanya menyampaikan
kecurigaan yang masuk akal.
Ini tidak wajar.
Mobil menabrak restoran di tengah hari,
itu sulit dipercaya.
Apa Kakek baik-baik saja?
Operasi baru selesai.
Dokter bilang operasinya berhasil, jadi kita harus bersabar.
Se-gye, wajahmu pucat sekali.
Mau keluar sebentar menghirup udara segar?
Aku baik-baik saja.
NENEK OK-SUN
Maaf mengganggumu.
Namun, aku tak bisa menghubungi Seo-ri.
Semuanya baik-baik saja di Seoul?
Ya.
Semuanya baik-baik saja.
Jangan khawatir.
Aku juga akan menjaga restoran Nenek.
Jadi, jangan khawatir soal apa pun.
Astaga.
Mendengar ucapanmu membuatku tenang,
tetapi jangan memaksakan diri.
Akan menyenangkan jika semua berjalan sesuai rencana,
tetapi hidup tak semudah itu.
Aku sudah sangat bersyukur.
Berkatmu, akhirnya aku bisa tenang.
Selama ini ada beban di dadaku,
khawatir dia akan hidup sendirian.
Sekarang aku akhirnya bisa bernapas lega.
Seo-ri mirip denganku. Dia agak keras kepala.
Terkadang dia bicara tanpa berpikir dahulu.
Meski begitu, katakan saja dia manis.
Jika orang terdekatmu terus berkata kau manis,
kau akan benar-benar jadi manis. Itu sifat manusia.
Baiklah.
Ya.
Aku janji akan kulakukan.
Jangan ikuti aku.
Aku tak tahan melihatmu.
Nenekmu benar.
Kau keras kepala dan merepotkan.
Kau asal melontarkan kata-kata menyakitkan.
Namun, bagaimana lagi?
Meski kau membenciku, tak ada pilihan lain.
Sekeras apa pun kau mengusirku,
aku akan tetap berada di sisimu.
Saat kecil,
aku suka sekali hari-hari
ketika menggandeng tangan Ibu untuk pergi ke rumah Paman.
Ada banyak makanan enak.
Rumahnya besar sekali.
Kupikir akan menyenangkan jika aku dan Ibu juga tinggal bersama di sana.
Karena Paman juga sendirian.
Aku berharap Paman adalah ayahku.
Saat aku mendonorkan organ itu,
aku bohong jika bilang tak ada maksud tersembunyi.
Namun, itu membuatku merasa seolah kita terhubung.
Paman dan aku.
Meski aku bukan siapa-siapa.
Jadi, apa maksudmu?
Kau benar-benar datang kemari
karena mengira itu memberimu kendali atas Se-gye?
Remeh begitu?
Karena aku tahu
Jin-u masih melukai hati Paman sampai sekarang.
Jangan sampai Se-gye mengkhianati Paman juga.
Aku mencelakai diriku sendiri.
Sejak kecil pun matamu sudah kejam.
Aku tahu hari ini akan tiba.
Aku tak bisa menolak permintaan Hye-suk,
dan sekarang aku menanggung akibatnya.
Kau kira kenapa aku menahanmu di sisiku
selama ini?
Kau hanyalah utang bagiku.
Utang yang ditinggalkan adikku, dengan ikatan darah sebagai jaminan.
Lalu kau berani
mempermalukan cucuku?
Bajingan rendahan sepertimu!
Jika aku adalah utang Paman pada Ibu,
maka utang itu…
Bayarlah mulai sekarang.
Tambahkan juga bunga atas kesetiaanku selama 20 tahun.
Dengan begitu, aku bisa sedikit berbaik hati,
Paman.
PENGUKURAN
PENELITI
BIOJEI…
- Citra mereka hancur. - Siapa yang mau beli?
Pak.
Beritanya…
Beritanya?
Grup Chail, pilar dunia korporasi Korea,
menghadapi perubahan besar dalam suksesi.
Serangkaian halangan menimpa
konglomerat top sepuluh ini secara beruntun,
mengancam masa depannya.
Cha Se-gye dari Keluarga Cha
sedang diserang, dan penurunan laba besar
memperparah kontroversi.
Kecaman meningkat setelah zat karsinogenik
ditemukan dalam Dynaestie, produk baru dari startup kosmetik Cha,
- Biojei. - Sisanya ke ruangan CEO!
Biojei cepat menepis tuduhan tersebut sebagai tak berdasar.
Namun, laporan tentang zat berbahaya
dalam produk baru terus bermunculan.
Boikot di internet terhadap merek tersebut telah menyebar seperti api.
Skandal lama tentang penyalahgunaan kekuasaan kembali mencuat
dan membuat saham anjlok.
Akibatnya, Kaiserman Capital,
investor terbesar Dynaestie,
menggunakan hak konversinya
untuk menjadi pemegang saham utama Biojei,
memosisikan diri sebagai penyelamat.
Dengan Kaiserman yang kini ikut mengelola,
dunia bisnis menunggu apakah Biojei bisa bangkit kembali.
Sementara itu, Ketua Grup Chail, Cha Dal-su,
jatuh koma setelah kecelakaan mendadak.
Manajemen menggelar rapat darurat pemegang saham
untuk menahan jatuhnya harga saham.
Dalam rapat itu, Choi Mun-do, keponakan Ketua Cha Dal-su
dan presiden Chail E&C saat ini,
disetujui untuk mengambil alih kepemimpinan grup,
No comments yet. Be the first to leave one.