ആദ്യത്തെ 193 വരികൾ.
Maaf, tak bisa kulanjutkan lagi!
Tak apa!
Tak apa.
Tak apa!
Temanmu tak bakal kembali.
Bangunlah.
Jess? Kau baik saja?
Laba-laba?
Mau dipanggilkan pembasmi serangga?
Aku butuh terapis baru.
Terapis lagi.
Kukira itu tak ada lagi.
Merasa mendingan.
Menyelesaikan baca bukunya.
Lihatlah, apartemen ini.
Pindahlah.
Masalah dengan mantanku. Juga bikin stres.
Hei, tak ada lagi yang perlu diurus di sini.
Pergi saja. Apa lebih cepat dari yang dijadwalkan?
Rumahnya belum siap, sayang.
Catnya juga belum selesai.
Siapa peduli?
Aku bisa jaga anak-anak agar tak mengganggu.
Barang-barang ayahku berserakan.
Tidak ada penyimpanan barang-barang di sana.
Kita harus memikirkan itu.
Ayolah. Itu rumah kesukaanmu.
Bukan ide buruk.
Lihat Ibu!
Cium Ibu.
Letuskan gelembungnya, sayang.
Ayo. Oh.
Tak apa?
Hei, aku melihatmu. Apa kau...
Hei!
Rumahnya besar sekali.
Ayah akan izinkan kuambil Maltipoo-ku.
Baguslah.
Kau yang gambar?
Tentu saja.
Apa tak ada yang marah kau melukis di dinding?
Tidak ada, jika aku selesaikan gambarnya.
Nenekku, yang tinggal bersamaku setelah Ibuku meninggal,
dulu selalu bilang...
dinding rumahnya sudah kujadikan kanvas.
Awalnya dari situ.
Nenekmu baiknya.
Ibuku juga begitu...
saat dia masih sehat.
Maaf, catnya belum selesai.
Aku janji rumah ini tak ada lagi kanvasnya...
saat kita pindah.
Aku suka gambarnya.
Maka kau harus tambahkan gambarnya.
Mau kamar ini, Ali-Cat?
Maaf, tapi aku sudah janji sama Alice...
mau bantukan milih kamar.
Ada kamar yang besar di ujung.
Tanpa dinding yang seram seperti buku mewarnai.
Ibu tiri yang baik.
Tapi "Ali-Cat," begitulah kami.
Tak apa. Kau tahu?
Begitulah kami.
Taylor suka menjengkelkanku,
aku pura-pura itu tak menyakiti perasaanku.
Oh terima kasih.
Temukan dimana?
Di kardus ayahku.
Bagaimana rasanya kembali?
Bagus.
Maksudku, aku tahu aku senang di sini.
Ada bukti videonya.
Tapi kenangan itu sebenarnya sudah lama.
Usiamu baru 5 tahun saat kau pergi.
Aku tak ingat apa-apa di usia begitu.
Aku cuma mau yang terbaik buat anak-anak.
Aku tak mau merusaknya.
Mereka harus tahu aku sayang.
Tapi masalahnya....
kasih sayangmu ke mereka,
kau yakin mereka merasakannya.
Meski mereka anggap biasa-biasa saja.
Itu jahat sekali.
Begitulah.
Kau pasti dapatkan cintanya kembali.
Cuma tak sesuai harapanmu.
Tak kusangka kau masih menggambar dan melakukan hobi...
meski kau sudah dewasa.
Aku juga.
Simon menakutiku.
- Ya? - Dia menjijikkan.
Kau harus bunuh dia.
Mahkluk yang berwajah seram tidak semuanya jahat.
Si Laba-laba Simon pernah membantu Molly jadi lipan yang baik.
Pialanya banyak sekali.
Ya.
Sayangnya, itu tak membantu tepat waktu...
atau disaat kau tak tahu harus gambar apa.
Artinya kau harus istirahat.
Dan kita bisa main game.
Boleh.
16, 17,
18, 19, 20!
Siap atau tidak, kita mulai!
- Hai, Colin. - Jess! Apa kabar?
Baik, baru saja selesai.
- Jadi aku bisa terima secepatnya? - Ya.
Ya, Jumat, sampulnya sudah ada.
Kenapa kau gunakan suara yang lucu?
Halo?
Siapa yang menaruhmu di sini?
Jessica biasanya suka lupa.
Kau punya nama?
Chauncey? Aku suka.
Baiklah, Chauncey.
Aman sekarang.
Aku juga lapar.
Sial.
Alice?
Alice? Apa giliranku yang mencari?
Alice?
Hei, sayang. Maaf, tadi ada telpon dari kantor.
Kita bisa main lagi jika kau...
Sudah ada teman bermainku.
Oke, mungkin lain kali?
Kau tak apa?
Ya.
Tadi ada wanita aneh melihat ke jendelaku.
Oh, Patterson si tua itu?
Dia tadi lama di sini.
Kukira dia mau beli rumahmu.
Dia mungkin kesal karena tak bisa beli.
Ya, dia boleh ambil.
Tidak semuanya orang jahat.
Hei, jika kau mau tur keliling kota,
bayaranku murah.
Mau keliling kemana?
Ada bar yang tidak meminta KTP.
Terimakasih,
aku sering lupa bawa KTP.
Hai, Bu. Aku Liam.
Senang berkenalan.
Taylor baru 15 tahun,
kau ajak ke mal saja.
Tidak? Kalau golf mini?
Main pistol laser?
Bisa diam.
Chuck E. Cheese?
Taylor, aku...
Dengar, itu cuma bercanda,
tak bermaksud membuatmu tak enakan.
Taylor?
Mau makan sesuatu? / Aku bisa sendiri. Ucapanmu itu membuatku tersinggung.
Baik, Jess.
Aku tahu kau bisa makan makanan sarapan...
untuk makan malam, Chauncey,
tapi kau tak bisa makan makanan malam buat sarapan.
Hai. Apa yang kau lakukan?
Sini. Dia lagi ngomong sama teman khayalannya.
Aku juga sayang, Chauncey.
Lucunya.
Aku juga punya teman khayalan saat masih seusianya.
Namanya Tn. Tough.
Dia bisa karate,
dan bisa bikin bom apa saja.
Jadi, teman khayalanmu teroris?
Ayolah.
Semua anak punya teman khayalan.
Kau tak punya?
Kurasa tidak.
Setelah masalah Ibunya...
dan pertemuan dengan Dr. Soto,
baguslah dia tertawa lagi.
Ya.
Ada apa, sayang? Kau harusnya tidur.
Mau kubacakan cerita?
Tidak.
Aku main petak umpet sama Chauncey,
dia akan segera mencariku.
Oke. Aku tahu tempatnya, ayo.
Dia akan lihat tonjolannya.
Tidak jika kau dekat dengan kami.
Oke.
Hati-hati.
- Baringlah. - Baik.
Kau dengar?
Ada yang datang.
Chauncey, dia akan temukan kita.
Oke.
Dengarkan saja gemuruh perutnya.
Dia selalu lapar.
Tunggu, apa itu barusan?
Tak kudengar apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.