ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Episode 1
Dengan semua peralatan otomatis, pabrik ini cukup mengagumkan.
Dan itu dibeli dengan uang kita.
Presiden Kim! Susah sekali bertemu denganmu jadi aku langsung datang!
Apa kau belum datang untuk bekerja?
Kau harus bekerja keras.
Agar dapat mengembalikan uang kami.
Apa yang sedang kau lakukan... sehingga belum datang ke pabrik?
Sembunyi, sembunyilah di sana... karena aku bisa melihat rambutmu!
Aku telah taruh botoh kosong di luar, Pak.
Baiklah.
Kang Woo, coba untuk pisahkan partikelnya.
- Apa kekentalannya sudah benar? - Benar.
Hei, setelah Hyung Joong datang, kita harus segera pergi.
Hei, aku akan menyiapkan krim Vivi dan contoh lainnya untuk dibawa.
Hei!
Di mana presidennya?
Akulah presidennya.
Siapa kau?
Apa kau gangster kelas teri?
Hei, nona.
Ambilkan aku secangkir kopi.
Beri makan!
Aku lapar!
Hei Oh Ji Young! Bangunlah!
- Jam berapa ini? - Apa kau akan masak untuk kita?
Apa kau mencoba membuat kakekmu mati kelaparan?
Cepat dan bangunlah!
Apa yang dia lakukan? Kau seharusnya beraksi bersama.
Memangnya siapa gadis gila ini?
Mohon maaf pelanggan terhormat, tapi kami berjanji untuk melayani Anda di waktu mendatang. Mohon maaf.
Apa yang salah dengan pembersihmu?
- Maaf? - Aku yakin aku telah membersihkan sebelum tidur.
Tapi ketika aku bangung, tidak ada riasan yang dibersihkan dan wajahku jadi berminyak.
Wajahku tampak seperti baru dicelup di dalam minyak goreng!
Apa kau yakin kau telah membersihkan riasan sebelum kau pergi tidur?
Aku membersihkan wajahku di klub malam sebelum pulang ke rumah.
Kupikir lebih penting untuk membersihkan riasan terlebih dulu kemudian mengenakannya.
Aku ingin membersihkannya secepat mungkin
jadi sudah kulakukan di klub malam, dibanding kulakukan di rumah sendiri.
Hanya karena ini murah, teganya kau menurunkan kualitas dari produk?
Itu menjengkelkan!
Maafkan aku... tapi berapa banyak kau telah minum tadi malam?
- Kenapa kau menanyakan hal itu? - Kau pasti mabuk tadi malam, bukan?
Tolong ya perhatikan!
Bisakah kau periksa tasmu terlebih dulu untuk tahu masalah pembersihnya?
Apa kau masih ngotot bahwa aku berbohon padamu sekarang?
Nona?
Nona.
Nona!
Tolong minum secukupnya.
Terlalu banyak minum meracuni kulitmu. Mengerti?
Maafkan aku.
Bahkan jika kau menggunakan produk terbaik kami, kulitmu takkan jadi lebih baik jika berlebihan minum.
Di atas itu, jika kau mengoleskan lotion seenaknya tanpa membersihkan riasanmu
kulitmu akan membusuk, mengerti?
- Aku sudah tahu itu. - Dan kurangi pergi ke klub malam.
- Perhatikan! - Dan kurangi rokok!
- Itu tidak baik untuk kulit. - Memangnya siapa dirimu?
- Siapa namamu? - Terima kasih telah memakai produk Vivi.
Aku konsultan Kim Hyun Joong, terima kasih.
Kim Hyung Joong?
Jadi kau makan sendiri? Pagi-pagi sudah mengunyah permen karet?
- Sudah kukunyah sejak tadi malam. - Kau mengunyah permen sambil tidur?
Dia juga mengumpat ketika tidur.
Ji Young, aku ingin makan kedelai kukus!
Tidak mungkin.
Kenapa?
Apa ini benar-benar Kim Hyung Joong yang asli?
Hei! Hei! Jangan lari!
- Apa? - Lari! Lari!
- Sepeda! - Mereka datang! Mereka datang!
Hei! Krim Vivi-nya! Jangan lupa membawa krim Vivi!
Pergi!
- Berhenti kalian! - Berhenti!
Mereka sedang menunggu kita. Pada skala ini, kita takkan terlambat.
Hong Sam! Sudah kubilang untuk cepat- cepat dan mengganti wadah untuk pembersih!
Tampak seperti pelembab.
- Kita akan dapat keluhan! - Kau bilang untuk tidak mengganti wadahnya!
Kau bilang apa yang di dalamnya lebih penting dan wadahnya haruslah sederhana!
Itu hebat untuk kalian berdua
tapi saat ini anggota geng mendobrak masuk ke pabrik, apa yang kita akan lakukan?
Apa yang kau maksud dengan apa yang akan kita lakukan? Cepat!
Pahaku sakit!
Jung.
Seperti yang kau bilang...
Kita takkan bisa mendapatkan uang dengan melakukan cara ini.
Jadi... Jadi...
Jangan temui aku lagi sampai kau mendapatkan uangnya.
Ayo pergi.
Presiden Hwang! Jadi... kau bilang kalau aku dipecat?
Presiden Hwang!
- Aku sangat gemetar! - Tidak perlu gemetar.
- Hei, kau bisa melakukannya, bukan? - Tentu saja.
Jika berandal Lee Yoon itu setuju untuk berinvestasi...
Aku akan buka baju dan telanjang.
Janji.
Satu, dua, tiga, Oi!
Tapi... kenapa kau mau kita memakai jaket ini?
Aku ingin membuat Yoon bernostalgia akan masa- masa SMA. Aku meminjamnya dari teman keponakan.
Tidakkah kita seperti biarawan?
Hei, kita dapat telepon.
Dari siapa?
- Ibuku. - Oh, ibumu.
Hei!
Bukankah itu Ketua Ma dari Salon Queen?
Kau bisa melakukannya, bukan?
Hei, wanita di sebelahnya cantik sekali, bukan?
Jawab.
Ya, Direktur.
- Dia sangat berapi-api. - Hei, jangan buat kesalahan.
Kau pikir setiap orang... bisa menjadi Putri Korea?
Sekarang, kau buka mantelmu jadi kau bisa memiliki kebanggaan menjadi Putri Korea selanjutnya.
Kau tidak hanya membuka mantelmu.
Seantero negeri akan melihatmu di panggung utama.
TV akan dinyalakan, banyak mata akan terbuka dan setiap pria di Korea akan melihatmu.
Bayangkan kau akan mengentaskan kemiskinan dan kau mendapatkan uang.
Kau melepaskan kesendirian dan mengenakan kepopuleran.
Semua itu adalah yang kau pikirkan. Hidupmu adalah bagaimana kau membayangkan.
Kau berjalan sepanjang lorong ini dan seluruh hidupmu berubah.
Status dari pria yang disampingmu juga akan berubah.
Cara keluargamu makan dan tidur akan berubah secara drastis.
- Mengerti? - Mengerti, Direktur!
Ini bukan apa-apa. Kali lain, kau akan mengenakan sebuah bikini.
Ini hanya mencicipi dari kejadian sebenarnya nantinya.
Apa kau mau hidup yang jorok hanya karena kau kekurangan baju?
Bahkan anak-anak dari bangsawan lahir tanpa mengenakan apa pun.
Semua orang telanjang ketika mereka lahir.
Kau telah dilahirkan kembali.
Kau telah dilahirkan kemblai dari rahimku!
Lepaskan!
Sekarang... mulai! Mulai!
- Ya Tuhan! - Ya Tuhan!
Cara berjalan seorang Putri Korea berbeda dengan cara berjalan para model!
Kau harus berjalan tanpa menunjukkan sedikitpun rasa gugup.
Tenang, tanpa bergerak naik turun.
Dan tumitmu adalah tambahan bagi tubuhmu.
Dengan senyuman dari mulutmu...
Hanya gigi depan bagian atas yang terlihat ketika kau tersenyum.
Bagian bawah dari gigimu harus tidak terlihat.
- Bagus sekali. - Dada dibusungkan! Pinggul naik!
Pinggul naik! Dada dibusungkan!
Sekarang apa? Sobat, sepertinya aku jadi gila.
Kulit yang indah, kulit yang indah, kulit yang indah!
Hei, wanita itu...
- Apa kau pikir dia memakai produk kita? - Buat apa dia butuh produk riasan?
- Dia sempurna. - Lihat pahanya.
Halo.
Aku adalah kontestan nomor tiga...
Putri Seoul, Choi...
Ini pemberhentian Shin Gil. Ini adalah stasiun Shil Gil.
Silakan keluar di sebelah kiri.
Halo.
Aku adalah kontestan nomor tiga...
Putri Seoul, Choi... Soo...
Apa yang kau lakukan sekarang?
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kandidat nomor satu, Ketua Lee!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kandidat nomor satu, Ketua Lee!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kandidat nomor satu, Ketua Lee!
Apa yang kalian lakukan?
Komandan! Jangan menyerah!
Kandidat nomor dua, Kim Dae Joong!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
Aku adalah kontestan nomor tiga!
Putri Seoul, Choi Soo Young!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
Apa yang mereka lakukan ketika ada wanita bertutur halus di tengah mereka?
- Kandidat nomor dua! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
Apa kau pikir politik bisa menyelamatkan negeri ini?
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
Hei! Apa yang kau lakukan?
Diam! Diam! Serius diamlah!
Lihat...
Wanita muda ini tidak mengenakan baju dan dia mencoba mengutarakan sesuatu.
Dengarkan apa yang akan dia katakan!
Ke sini! Kubilang ke sini!
Nona, kau bilang kau adalah kontestan nomor tiga... ada lagi yang mau dikatakan?
Choi Soo, apa? Nona, di mana kota asalmu?
Jika kau menjadi Putri Korea... apa yang akan kau lakukan untuk kami?
Dibanding Kandidat nomor satu dan dua, aku lebih tertarik denga kontestan nomor tiga.
- Silakan, bicaralah. - Kandidat nomor satu!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
Direktur! Maafkan aku!
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
Ke mana...?
Apa... dia sudah gila?
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
Apa yang akan kita lakukan jika dia melarikan diri seperti itu?
- Kandidat nomor satu, Ketua Lee! - Kim Dae Joong! Kim Dae Joong!
Bagaimana menurutmu, Ji Young?
Bersihkan di sebelah sini.
Dan juga di sebelah sini.
- Kau mengerti? - Baiklah.
Hei!... Di sini.
Sini?
Di sana! Bagian samping.
No comments yet. Be the first to leave one.