ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Bisa kau berhenti bermain-main dengan itu?
Sial.
Dasar bodoh.
Kau akan membantuku?
Kau dengar itu?
Dengar apa?
Itu.
Apa yang kau lakukan?/ Menurutmu apa?
Gus?
Aku tak peduli apa yang kau dengar atau kau lihat!
Cepat kembali ke sana dan selesaikan pekerjaanmu!
Bajingan!
Hei, Adam, tunggu.
Aku mau bilang padamu, aku menaikkan sewa lagi.
Berusaha menyingkirkan kriminal di sekitar sini.
Kau tahu, meninggikan airnya, menenggelamkan tikusnya.
Oke./ Itu hanya tambah $50 lagi.
Ya./ Sebentar. Hei, orang baru!
Hector!
Aku mau.../ Kau mau apa?
Aku mau sisa setorannya.
Baiklah.
Dan di dalam dilarang merokok.
Salahku./ Bajingan!
Keparat.
Hei, Adam, jangan berpikir aku lupa dengan $50 itu.
Aku akan singgah besok.
Hei, apa yang kau lakukan di atas sini?
Sketsa, ya?/ Bisa kembalikan itu?
Tunggu sebentar.
Ini sketsa yang menarik.
Bagus./ Entahlah.
Ini kehilangan sesuatu./ Seperti?
Itu yang aku coba pikirkan.
Kau tahu apa menurutku masalahmu?
Kau berada di tempat yang salah, temanku.
Kau butuh inspirasi, benar?
Kau takkan temukan itu di atas sini.
Yang kau butuhkan adalah keluar dari tempat busuk ini.
Kau beruntung.
Aku butuh tumpangan ke tempat ini,
Itu di luar kota, tak terlalu jauh.
Di sanalah bagianmu.
Kau tak punya mobil?/ Tidak.
Aku tidak mengemudi.
Dengar, aku tidak mencari tumpangan gratis, oke?
Aku akan memberimu bayaran bagus untuk uang bensin.
Entahlah./ Ayolah, kawan.
Ini adalah tempat yang bisa benar-benar menginspirasimu.
Aku hargai tawaranmu.
Akan aku pikirkan, oke?
Pikirkan soal ini.
Dua jam dari waktumu untuk mengatasi seluruh masalahmu...
...dan yang harus kau lakukan adalah memberikan tumpangan.
Kau takkan mendapat kesepakatan yang lebih baik dari itu.
Aku bersumpah.
Pikirkanlah.
Kau tahu dimana menemukan aku.
Ya Tuhan, maafkan aku.
Tidak, tidak, tidak. Biar aku saja.
Tidak, itu...
Kau di apartemen 306, 'kan?/ Ya.
Ya, aku tetanggamu yang ada di sudut.
Aku Maria./ Adam.
Adam, keren.
Aku mau ke Gallery 440. Ada acara pembukaan malam ini.
Kau harus mampir./ Ya, itu terdengar bagus.
Hei./ Hei.
Apa kau pergi?/ Tidak, aku hanya...
Mari kita cari minum.
Ya.
Ada banyak orang di sini.
Ya, itu benar.
Senimannya punya banyak fans.
Aku senang kau datang.
Aku juga.
Hei, ada apa?
Hei. Tidak ada.
Siapa ini?/Ini temanku satu gedung apartemen.
Teman?
Adam, ini Jason. Dia salah satu seniman.
Hai.
Aku segera kembali.
Kau tampak tersesat.
Aku baru mau pergi.
Apa kau teman salah satu seniman?
Bukan.
Seandainya aku bisa menciptakan sesuatu seperti ini.
Bagaimana denganmu?
Aku Valerie Cleary.
Aku pemilik tempat ini.
Aku benar-benar minta maaf. Aku sebaiknya pergi.
Setiap seniman sejati memiliki seseorang yang memanggilnya,
Memohon untuk ditemukan,
Untuk mengisinya dengan hasrat,
Untuk mengilhaminya.
Temukan dia.
Renunganmu.
Aku berusaha.
Jika kau berusaha, kau masih belum temukan dia.
Apa...
Di sana.
Apa yang kita lakukan sekarang?
Kau tunggu di sini,
Dan jangan kemana-mana.
Hei, temanku!/ Sialan!
Hei, tenang, tenang. Duduklah.
Aku bersumpah mereka tak pernah muncul.
Tenang.
Rokok.
Aku percaya denganmu.
Apa yang terjadi di sini?
Yang terjadi adalah jika aku tak memiliki produkku.
Bagaimana aku menjalankan bisnis jika tak ada yang bisa dijual?
Kami berada di sini semalaman, sobat,
Dan kami tak melihat apa-apa!
Apa-apaan? Masuk! Masuk!
Bajingan! Bajingan, bung!
Kau memang keparat, Adam! Bajingan keparat!
Aku tak tahu apa yang terjadi di sana./ Kau tahu apa yang terjadi?
Kau hampir membuat kita terbunuh, itu yang terjadi!
Aku mengacau, oke?/ Orang ini. Dia mengacau.
Ada sesuatu di sana. Aku mendengar sesuatu di hutan.
Apa yang mungkin kau dengar?/ Aku tidak tahu, oke?
Kau tahu apa yang aku tahu?! Aku...
Apa kau lihat itu?
Itu salah satu orangku.
Bajingan.
Ya Tuhan./ Mereka berkata jujur.
Ya Tuhan.
Hei, hei, hei, hei.
Apa? Apa? Apa?/ Ada seseorang di hutan.
Ada seseorang...
Tak ada apa-apa di sana./ Tidak, aku melihat seseorang.
Ada seseorang di luar sana.
Hei.
Apa yang terjadi di sini?
Apa kau dengar aku?
Aku mau tahu apa yang terjadi dengan orangku...
Ke mana dia pergi?
Apa-apaan itu?
Ayo, cepat./ Tidak, kita tak bisa tinggalkan dia.
Apa maksudmu tak bisa meninggalkan dia?
Apa yang kau bicarakan?
Orangku tewas!Orangku tewas!
Kita harus pergi dari sini!
Cepat!
Sialan!
Apa-apaan?
Apa yang kau lakukan?/ Bajingan!
Ayo, Adam, berdiri, berdiri, berdiri!
Dengar, masuk! Masuk!
Kita tak bisa tinggalkan dia di sana. Apa yang...
Kau jangan pernah bicarakan tentang apa yang terjadi malam ini.
Selamanya.
Ya Tuhan.
Apa kabar, kawan?
Hei.
Bengkel kerjamu.
Wow.
Wow. Itu dia, 'kan?
Tidak./ Adam.
Sayang sekali, kau tahu?
Dia melihat wajahmu.
Dia melihat wajahku.
Kurasa kau tidak mengerti. Itu masalah.
Aku mengerti.
Kau yakin kau mengerti?
Ya./ Ya.
Jadi maksudmu, kita tak ada masalah. Benar?
Ya.
Ulurkan tanganmu.
Ulurkan tanganmu.
Ayo. Ayo.
Satu, dua, tiga, pecahan seratusan.
Itu karena kau berikan jawaban yang tepat.
Itu seandainya kau berikan jawaban yang salah.
Tapi kau tak berikan aku jawaban yang salah.
Kau tidak melakukan itu.
Aku harus pergi.
Ini sangat menyenangkan.
Sampai bertemu lagi.
Terakhir aku melihat sesuatu seperti ini, aku di Paris.
Beritahu aku tentang yang ini.
Ada sesuatu yang berbeda dengan ini.
Sesuatu yang suram, misterius, dan menakjubkan.
Apapun itu, menurutku itu menarik,
Jika kau punya karya lagi seperti itu, aku mau kau membawanya.
Ya.
Aku tahu kau di sini.
Aku melihatmu di jendela.
Ayolah!
Aku muak memainkan permainan ini.
Aku tahu kau di sini!
Baiklah, dengar.
Aku hanya mau bicara.
Kau wanita yang sangat cantik.
Ya Tuhan.
Ya Tuhan.
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.