ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
DOCTOR ON THE EDGE
INI KARYA FIKSI BEBERAPA ADEGAN DIHASILKAN DENGAN AI
AKTOR CILIK DAN HEWAN DIREKAM DENGAN AMAN
Hore!
Ayo!
Wah, ini bagus.
Kami memohon kepadamu, roh laut perkasa!
"Kami menawarkan ritual ini hari ini
dengan segenap pengabdian kami,
"berdoa demi keselamatan dan tangkapan melimpah!"
"Kami memintamu menjinakkan ombak dan angin kencang,
dan memenuhi jaring kami dengan banyak kawanan ikan!"
Ini pertama kalimu melihat ritual laut?
Ya.
Aku juga tak melihatnya lagi sejak kecil.
Ini seperti yang kuingat.
"Semoga kau juga memberikan rahmatmu kepada kami agar mereka yang pergi ke laut
bisa pulang dengan selamat!"
Tolong kabulkan keinginan kami.
Terimalah persembahan sederhana kami!
- Apa itu bagus? - Ini untuk keberuntungan.
Apa yang dia lakukan sekarang?
Setiap kali mengadakan ritual laut, mereka menyimpan beras putih di guci itu.
Ini praktik meramal untuk tahun depan.
Katanya jika beras tetap putih tanpa membusuk,
tahun itu akan memberi tangkapan melimpah dan keselamatan.
Jadi, bagaimana itu?
Astaga, yang benar saja. Bagaimana?
Tahun yang melimpah!
Bagus!
- Syukurlah. - Ya, syukurlah.
Diberkatilah kalian!
- Diberkatilah kau! - Beri yang banyak.
Beri yang banyak.
Banyak.
Ini untuk tahun ikan yang melimpah.
Jangsu, tahun ini akan melimpah!
- Ini, diberkatilah kalian. - Ya ampun!
Diberkatilah kau!
- Tidak! - Tidak!
Astaga!
Tunggu. Tolong jangan sentuh itu.
- Ya ampun! - Biar kulihat.
Beras, guci… Bagaimana ini bisa terjadi?
Astaga!
EPISODE 10 TAK BAIK-BAIK SAJA.
Astaga…
Aku merusak ritual laut sebagai kepala desa.
Aku harus bagaimana sekarang?
Itu tampak seperti guci biasa bagiku.
Itu bukan sekadar guci.
Satu tahun keberuntungan Pyeondongdo ada dalam guci keramat itu.
Begitu rupanya…
Bukankah kau pindah lagi ke rumahmu hari ini, Nn. Hari?
Ya, ini harinya.
Wah, pasti tak mudah, dengan pembangunan yang begitu lama.
Kau pasti cukup repot, membersihkan rumah tiap malam.
Selesai. Terima kasih atas kesabaranmu.
- Terima kasih. - Hati-hati di jalan.
- Ya. - Sampai jumpa.
Dokter Do.
Mau datang ke pesta selamatan rumahku?
Persis seperti yang kuingat. Bagaimana kau punya waktu melakukan ini?
Aku membawakanmu hadiah selamatan.
Apa itu?
Ayam goreng!
Aku minta bantuan Pak Park, karena ini pesta.
- Ini. - Terima kasih.
Sebenarnya aku mau makan dengan tanganku.
Enak sekali.
- Kau suka? - Ya.
Saat pensiun nanti, aku akan membuka kedai ayam goreng,
agar bisa makan ini tiap hari.
Kau yakin rumah ini diperbaiki dengan baik?
Kenapa? Semua tampak beres.
Aku hanya khawatir mereka bekerja serampangan.
Aku cuma sedih kau tak ada di asrama lagi.
Kenapa harus kecewa? Ini bahkan lebih baik.
Apa?
Dokter lain ada di asrama, jadi…
Kau mau melakukan apa jika kita berdua saja?
Aku bukan mau melakukan apa-apa.
Cuma saja tak praktis mengirim pesan dengan dihalangi tembok. Itu saja.
Kau mau melakukan apa kini tak ada dinding?
Berhenti menggodaku.
Jika kau ingin melakukan sesuatu, silakan.
Tak ada dinding di antara kita dan kita sendirian.
Sungguh, bukan itu maksudku.
Ada telepon untukmu.
Mungkin panggilan spam. Sering kudapat.
- Kurasa kau harus menjawabnya. - Benar.
- Ya, halo? - Astaga, Dokter Do!
Kenapa lama sekali menjawab teleponmu?
Kau harus bergegas ke puskesmas sekarang!
Baik.
PUSKESMAS
Astaga, sakit sekali.
Sakit di mana?
Di sini…
Coba kulihat.
Astaga!
Bagaimana dengan di sini? Di sini tak sakit.
Bagaimana dengan di sini? Di sini juga tak masalah.
Ya ampun!
Apakah sakit saat kutekan atau saat kulepaskan?
Aku tak tahu.
- Akan kutekan lagi. - Baik.
Ya ampun!
Berapa lama sakitnya?
Beberapa hari ini, kurasa.
Rasa sakitnya menyiksaku, jadi, tolong hilangkan.
Rasa sakit saat tekanan diangkat dari perut kanan bawah,
gejala khas radang usus buntu.
Ya ampun, tolong aku.
Kau harus segera ke rumah sakit besar.
Aku tak yakin, mungkin ini radang usus buntu.
- Apa itu? - Usus buntumu mungkin pecah.
- Aku akan memanggil kapal medis. - Baiklah.
Kuberi pereda nyeri saat ini.
Kau bisa melemaskan tanganmu.
Lautnya terlalu bergelombang untuk kapal medis,
tetapi helikopter tersedia, jadi aku memintanya.
- Ayo. - Baiklah.
Bertahanlah, Pak. Kita hampir sampai.
Kita tiba lebih awal dari dugaan.
Syukurlah.
Pak, kita hampir sampai. Bertahanlah sebentar lagi.
Helikopter darurat yang dikirim untuk memindahkan pasien
dari Pyeondongdo, Yeopoong-gun, telah jatuh,
menyebabkan kematian pilot, Pak Kim Hongcheol, yang berusia 34 tahun.
Pihak damkar melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman kamera pengawas
untuk mencari tahu penyebab insiden itu.
Pihak damkar yakin kecelakaan fatal mungkin terjadi
saat pilot berupaya melakukan pendaratan berbahaya untuk menyelamatkan pasien.
Sementara itu, pasien yang diduga kena radang usus buntu
ternyata hanya sakit perut,
menambah tragedi.
Ini insiden mengerikan yang disebabkan oleh kesalahan diagnosis dokter KM.
Setelah tragedi ini, kekhawatiran tentang kesalahan diagnosis
dokter KM yang tak kompeten makin besar,
memaksa gubernur Yeopoong-gun, menundukkan kepala
dan meminta maaf atas nama Puskesmas Pyeondong.
Pertama-tama,
aku ingin menyampaikan belasungkawa setulusnya kepada Pak Kim Hongcheol,
yang kehilangan nyawanya dalam kecelakaan nahas,
dan kepada keluarga mendiang.
Masalahnya,
penyelidikan kami terhadap dokter KM mengungkapkan cukup banyak masalah.
Astaga, kenapa mereka menyalahkan dokter KM atas kecelakaan helikopter?
Cara mereka memindahkan pasien
tanpa diagnosis yang tepat.
Mereka terburu-buru memindahkannya.
Keputusan itu menyebabkan kecelakaan tragis ini.
Mungkin dia harus menyediakan peralatan yang lebih baik!
Orang selalu perlu kambing hitam jika kecelakaan besar terjadi.
Dokter Do Jiui baik-baik saja? Kulihat dia bahkan ambil cuti.
Maafkan aku.
Dia belum keluar dari kamarnya sejak kecelakaan itu.
Maafkan aku.
Matikan saja.
Tentu saja dia menderita. Seluruh dunia menyalahkannya.
Dia tak akan bisa menghadapi ini jika tak makan.
Dokter Do, ini aku.
Setidaknya kau harus makan.
Dokter Do, itu hanya kecelakaan.
Bukan salahmu.
Tetap saja…
Jika rasa sakitnya tak tertahankan, bersandarlah padaku.
Aku berjanji akan tetap di sisimu, ingat?
Ya?
Astaga. Kau harus coba ini sekarang.
Buka mulutmu.
- Aku hanya agak mual. - Kenapa kau merasa mual?
Kurasa ini prahaid. Aku selalu merasa kembung.
Jika kau menderita, minum obat saja.
Kembung tak akan membaik jika kau menahannya.
Baiklah.
Astaga, kenapa semua orang tak mau makan?
Makan membuat semuanya lebih baik.
Menghadapi kesedihan dengan perut kosong memperburuk situasi.
Aku membuat ini dengan bahan setempat…
HAID ANDA TERLAMBAT 13 HARI
Terlambat 13 hari…
Kenapa kau tak mau?
Perut kosong menyebabkan kesedihan dan penyakit.
Aku tak percaya kau tak mau makan ini.
- Nenek, aku datang. - Astaga.
Kenapa kau di sini pada jam ini?
Kami kehabisan tisu toilet di puskesmas.
Benarkah?
Bagaimana keadaan Dokter Do?
Tampaknya dia mengira semua itu salahnya.
Dia bahkan tak mau keluar kamar.
Astaga.
Semua orang membicarakannya seperti itu.
Aku kasihan kepadanya.
Walau dia menutup pintu dan tak mau keluar,
kau harus sering berada di luar kamarnya.
Kau harus terus mengganggunya agar dia tahu ada seseorang yang memihaknya.
Sama dengan kepulauan.
No comments yet. Be the first to leave one.