Kara

Kara (கர)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗞𝗔𝗥𝗔 (𝟮𝟬𝟮𝟲) 𝗧𝗔𝗠𝗜𝗟 𝗡𝗙 𝗪𝗘𝗕
കമന്ററി എഴുതിയത് Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟐:𝟑𝟖:𝟒𝟎 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘐𝘥𝘱𝘢𝘪 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ടാഗുകൾ

webdl
official_release
netflix_synced
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-06-30
ഡൗൺലോഡുകൾ: 14
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Kakak, waktunya panen!

Dewa Karuppanna, dampingilah aku!

Kuberi tahu poin pertama. Camkan baik-baik.

Memang ada berapa poin?

- Katakan, Kakak. - Ayo.

Bobol rumah terpencil yang tertutup pepohonan.

Jika ada yang melihat, bilang kita dari PLN lalu pergi diam-diam.

- Paham? Panjatlah! - Oke.

Ambil bubuk mesiu.

Sumbunya…

Nyalakan.

Sentuh dan berdoalah. Ini gembok pertamamu.

Dan yang terakhir.

Hei, dengarkan. Sekali hantam!

Hantam!

Hei!

Pegang sendiri dan hantam!

Ayo!

Kenapa menyimpan begitu banyak uang di rumah?

Untuk kita curi.

Ini. Ini bagianmu.

Ambillah!

Entah apa aku bisa tanpamu, Kak.

Dengarkan!

Aku tak bisa terus lari dari polisi.

Aku ingin menikah dan membangun hidup baru.

Hidupnya harus sejahtera.

Selain aku, dia punya siapa lagi?

Ini. Ambillah.

Ambillah, Bung!

Bicara tak tahu tempat!

Kakak!

Hei. Cepatlah.

Periksa apa ada yang hilang!

- Itu alasanku masuk, 'kan? - Bagaimana kita?

Lari!

Hei! Gemboknya rusak!

- Ayo cepat. - Kau bilang apa?

- Sepertinya ada yang masuk! - Siapa itu?

Hei, Moorthy! Ambil parangnya!

Hei, pergi panggil semua tetangga.

- Siapa yang berani masuk ke rumahku? - Aku takut sekali…

- Kakak! - Cepat sini!

Bantu aku naik dulu, Kak!

- Cepat! - Cepat!

Naiklah!

Hei, tangkap ini!

Anna!

Murugesan!

Muru…

Hei, dia di sini! Lihat!

Hei. Ayo!

KANTOR POLISI THIRUVERUMBUR

Pegang yang kuat.

- Bu, tolong dengar dulu. - Lepaskan dia, Pak!

Anda salah tangkap orang.

- Dia bekerja di PLN. - Kami tahu perbuatan kami.

Dia bukan pencuri, Pak.

Selli!

- Dia tertangkap basah! - Jangan ke sini. Pergi, Selli.

"Bukan pencuri"? Omong kosong!

Selli!

Astaga! Apa ini?

Pergilah.

Kenapa kau diam saja?

Kenapa tak jujur saja?

- Hei, bangun! - Dia mau bilang sesuatu!

Apa?

Maafkan aku, Selli.

Wahai bunga emas Apakah keharumanmu telah dingin?

Berubah menjadi ular Dengan bisa tak terperi?

Maafkan…

Hei, bawa dia.

Hei, Petugas! Turunkan dia!

Jika darah terus turun ke kepalanya, dia akan mati.

POLRES TIRUCHIRAPPAL

WAKAPOLRES M. BHARATHAN

Halo?

Sayang, kapan kau pulang?

Aku sibuk bekerja.

Aku tahu dari suaramu kau habis tertidur .

Sudah kubilang aku harus bekerja, 'kan?

Terserahlah! Jangan gedor pintu tengah malam.

Kuncinya ada di kaleng bubuk rangoli.

Oke.

Makan malamnya apa…

Pak…

Silakan temui Kapolres.

Dua belas pos pemeriksaan. Enam patroli jip. Rute biasa, Pak.

Total 18 Komandan dan 30 petugas yang bertugas, Pak.

Semua tim terhubung, Pak. Sejauh ini tugas jaga terkendali.

Kontrol kepada mik M1, Pak .

Diterima, ganti.

Ada upaya perampokan di rumah anggota DPR Thiruverumbur, Pak.

Tertuduh ditahan di TKP, Pak .

Dia sudah ditahan di sel C1, Pak .

Wakapolsek setempat cuti mendadak .

Pejabat pengganti belum ditunjuk, Pak .

Ganti, Pak .

Hubungkan dengan Wakapolsek Cantonment. Ganti.

Pak!

Hei, aku pakai HT!

Itu sebabnya, Pak. Serahkan kasus ini kepadaku, Pak.

Kenapa?

KAPOLRES N. AZHAGAR NAMBI

Pak…

Selama 30 tahun mengabdi, aku sudah pecahkan kasus-kasus besar.

Tapi, belum pernah dapat pengakuan.

Selalu atasan yang mendapat nama, Pak.

Makin mendekati pensiun, makin aku tak dihargai.

Karena perampokan ini di rumah anggota DPR,

pasti akan ada liputan media.

Namaku akan muncul di koran.

WKP Cantonment kepada Mik 1, Pak .

Pak?

Bersiap. Ganti.

Pak, jika diizinkan menangani ini,

aku bisa pensiun dengan terhormat, Pak.

Hei. Tertuduh sudah ditahan.

Kau mau berbuat apa lagi?

Pak, berkas kasus ditulis sesuai kesepakatan kita, 'kan?

- Untukmu, sering kali aku… - Baiklah!

Aku akan beri tahu Humas.

Alih-alih buat pernyataan, aturlah jumpa pers.

Terima kasih, Pak.

- Hei! - Pak.

Jangan kacaukan, ya?

Pak!

- Pak! - Pak!

- Di mana dia? - Di atas, Pak.

Pak, barang buktinya.

Tiongkok memeras otak untuk menciptakan gembok,

lalu kau bobok dan rusak begitu saja?

Selain itu, kau tempelkan lem ke tanganmu agar tak ada sidik jari.

Mengoleskan balsam di badanmu untuk mengecoh anjing pelacak.

Otak kriminal, ya?

Pak.

Beri dia makan dan bersihkan dengan baik.

Pers akan tiba pukul 08.00.

Panggil Gangadharan dari koran Thanthi dan bangunkan dia!

- Baik, Pak. - Pastikan dia datang.

Hanya dia yang bisa menaruhku di halaman depan.

Baik, Pak.

- Duduklah, Rajendran. - Pak.

Mulailah menulis.

Berapa koin emas yang dirampoknya?

Ada 54 koin, Pak.

- Lima puluh empat? - Ya, Pak.

Tersangka kabur dari rumah anggota DPR membawa 100 koin emas.

Bagus, Pak.

Dia menyerang warga yang mau mencegah

lalu kabur dari TKP.

Satu jam setelah insiden,

aku melacak tersangka ke Palakkarai,

tempat dia sembunyi di kuil tua, lalu menahannya.

Benar, Pak.

Itulah saat tertuduh

mencoba menikamku dengan pisau.

Benar, Pak.

Kulumpuhkan, kurebut darinya.

Ya, Pak.

Dia mau kabur. Kukejar dan kutangkap.

Ya, Pak.

Kita jerat dia dengan pembobolan,

pencurian, penyerangan warga, upaya pembunuhan,

intimidasi kriminal,

dan perintangan penyidikan.

Juga, cari empat kasus perampokan yang belum terpecahkan

- dan timpakan kepadanya. - Ya, Pak.

Dengan begitu,

tajuk berita akan berbunyi, "Perampok buronan

akhirnya terjebak dalam jaring WKP Bharathan."

Begitu beritanya naik, pengaruhnya akan luar biasa.

Bagus, Pak.

Bagaimana?

Kita sepakati saja?

Tidak, Pak.

Tidak?

Aku cuma basa-basi.

- Rajendran! - Pak!

Tulis ulang memo TKP, pernyataan saksi,

dan semuanya sesuai perkataanku.

- Oke? - Baik, Pak.

Jalan! Cepat!

Pak!

Ada apa?

Ini salah, Pak.

Kau mau mengajariku mana yang benar dan salah?

Dasar pencuri kotor!

Hanya jika orang sepertimu dipenjara,

baru kota ini bisa hidup tenang!

"Terjebak dalam jaring Bharathan!"

Mereka akan memotretku!

Senyum akan terlihat lebih bagus.

Bagaimana kau bisa bangun?

Kau malah berjalan?

Sini kau!

Hei…

Petugas, bawa lampunya dan naiklah.

Pak!

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left