Risky Business 2

Risky Business 2 (Modual Nekad)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗥𝗜𝗦𝗞𝗬 𝗕𝗨𝗦𝗜𝗡𝗘𝗦𝗦 𝟮 - 𝗠𝗢𝗗𝗨𝗔𝗟 𝗡𝗘𝗞𝗔𝗧 (𝟮𝟬𝟮𝟱) 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔𝗡 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
കമന്ററി എഴുതിയത് Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟒𝟕:𝟎𝟎 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ടാഗുകൾ

webdl
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-04-30
ഡൗൺലോഡുകൾ: 568
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No
FPS: 25

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Aku Marwan.

Ini Jamal, ini Saipul.

Mereka abang-abangku.

Dan ini adalah cerita gimana kita bisa dapat uang tiga miliar dalam sehari.

Kami dari pihak bank ingin mengonfirmasi bahwa pengajuan…

Jangan bergerak!

- Angkat tangan! - Jangan bergerak!

- Tiarap, Semuanya! -

- - Diam semua!

- Yayuk! Tunggu! -

- Itu, yang kacamata! Buka! - Buka!

Gimana, nih?

Pak Agus, rampok!

Pintunya dibuka atau jangan, Bu?

Buka!

Baik, Bu.

- Ayo, cepat. - Baik, Bang.

- Cepat! - Ampun, Bang. Ya, Bang.

- Mundur. - Ampun. Ya, Bang.

- - Tolong isi.

- Ayo! - Ampun, Bang.

Lebih cepat lagi! Ayo!

- - Cepat!

Mundur.

Terima kasih, Semua!

Orang kaya!

Enggak, sih. Bukan begitu ceritanya.

Semua itu dimulai dari…

Bilang Jamal, ya, Bapak kangen.

Ya, Pak.

Ayah kami meninggal. Tiba-tiba jadi ada utang ke rumah sakit.

Jamal punya ide untuk mencuri TV di rumah orang.

- TV? - TV?

TV besar!

Tapi ternyata, Jamal malah mengincar uangnya.

Eh, yang punya rumah pulang terus menembaki orang.

Yang punya rumah itu ternyata mafia, namanya Teddy Salsa.

Habis itu kami terjebak,

kami tertangkap, polisi datang, tembak-tembakan.

Aku ketembak, Jamal ketembak, Teddy ketembak.

Jamal enggak jadi mati.

Teddy tetap mati.

Terus ternyata aku enggak sengaja buang satu koper ke got

gara-gara si walang kekek.

Terus baru ingat. Eh, kita ke sana, masih ada.

Pul, Wan.

Setiap ada yang butuh uang ini…

Kau,

kau,

ataupun aku…

Kita ambil bertiga, kita bagi rata bertiga.

Sepakat?

- Sepakat. - Sepakat!

- Ya. - Sayang.

Gimana kalau kita bikin atasnya tempat tinggal,

bawahnya tempat usaha yang bermacam-macam?

Gimana?

Memang paling bisa diandalkan. Mau.

Mau?

Mau.

- Mau? - Mau.

Nanti dulu.

Memang sudah muhrim?

Sayang, kasih tahu!

- Bu. - Ya?

Doakan, ya. Insyaallah rencananya bulan depan kita mau nikah.

Nanti Ibu kita undang. Datang atuh, ya.

- Benar ya, aku diundang? - Ya.

Pasti nikah di gedung.

Saatnya mereka tahu kalau aku itu ibu-ibu "sosialitil",

sosialita yang flexing dengan hal-hal mendetil.

Kukira nikahan di gedung, ternyata di gudang.

- Sah? - Sah!

Ayo, silakan dibawa masuk istri-istrinya.

Sayang!

Sayang!

Si Rosma sangat cantik, ya.

Kayak istrinya Anang.

Asnawi.

- Bantu! - Ya!

- Bang Jamal, bantu. - Sebentar.

Beruntung sekali si Jamal, bisa mendapatkan si Rosma.

Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, istriku cantik enggak?

Cantik.

Kakaknya Jamal itu duda, 'kan?

Apa, Bu?

Kakaknya Jamal itu duda, 'kan?

Dia dapatnya janda apa perawan?

Ibu lihat sendiri saja, deh.

Hai, Sayang.

Ibu… Sini, Sayang.

Oh, janda anak satu.

- Cantik, ya? - Asyik.

Ah, sah lagi.

Wah. Orang sudah dicerai, untuk apa dikawin lagi?

Memang tadinya minta cerai, tapi habis itu hijrah,

dia minta balikan lagi.

Dengar-dengar, mereka masih punya adik satu lagi, ya?

Itu lo, yang katanya bujangan enggak laku-laku.

Kira-kira gara-gara apa, ya? Apa jangan-jangan karena jelek?

- Wan, ikutan! - Malah mengobrol. Sini!

Sebentar ya, Bu. Adiknya yang jelek mau foto dulu.

Kukira adiknya jelek, ternyata…

Aku yang jelek.

Bisa, ya?

Ya.

Ya.

Kau yang semangat ya kerjanya, Bapak Manajer Sayang.

Ya, dong.

- Asalamualaikum! - Alaikum salam.

Ya, disangkut di sana.

Gimana, Sayang?

PUSAT BISNIS JAMAL

Asalamualaikum, Pak, Bu.

Alhamdulillah, Marwan sudah lulus sekarang.

Ini.

Siapa tahu mau baca-baca skripsinya.

Bang Saipul sama Bang Jamal?

Mereka sekarang sibuk mengurus hidup masing-masing, Bu.

- Saling melihat. -

Dua, tiga.

Asalamualaikum.

Oh, begitu, Jon.

- Asalamualaikum. - Alaikum salam. Ya? Halo!

Ya, Pak. Siap!

Maaf, Sayang.

Ya, yang masalah logistik itu nanti aku yang urus, Pak.

Ya, siap.

Mari, Pak.

- Bosmu, ya? - Ya.

Bilang, hari Minggu itu harinya keluarga. Masih saja telepon terus.

Ya, namanya juga bos.

- Kau belanja apa, Sayang? - Ini.

Ikan lele sama ubur-ubur.

Bagus, tuh! Kayak pantun.

Ubur-ubur, ikan lele. Cuminya mana, Le?

Cuminya habis, Le. Adanya ini.

- Sudah, aku masak dulu ya, Sayang. - Ya.

Buset deh. Hujan.

Ipul!

Allahu Akbar, Pak Haji!

Sedang apa di situ, Pak Haji?

Mau memberi tahu, sewa kontrakanmu sudah habis bulan ini.

Sudah pas setahun. Kalau kau mau perpanjang lagi,

aku minta kau bayar dua tahun di depan, ya?

Banyak yang mengantre, soalnya.

Masa banyak yang mengantre sih, Pak Haji?

Astaga, dibilangan.

- "Dibilangin"! - Ya, itu!

Aduh.

Gimana? Perpanjang, enggak?

Ya, perpanjang.

- Bayar di depan. - Ya.

Oke.

Perpanjang!

- - Gimana sih, Pak Haji?

Maaf, ya.

Pak Haji!

Pul!

- Aku pamit dulu, ya. - Ya.

Bulan ini habis, aku kemari lagi, nagih.

Ya.

- Mau ke Swedia dulu. - Jauh sekali.

Swedia payung sebelum hujan.

- - Asalamualaikum!

Ya. Bisa saja, Pak Haji.

Bang, baru enam bulan lalu mengambil, masa mau mengambil lagi?

Memang dipakai buat apa sih uangnya?

"Dipakai buat apa"?

Buat bayar sewa rukoku!

Kau tahu sewa rukoku dinaikkan tiga kali lipat sama Dajjal itu!

Seratus juta, Bu?

Ini sewa rukonya 30 juta setahun!

Tapi di sini Mas Jamal punya tiga macam usaha.

Itu ada rental PS, cuci baju kiloan, air isi ulang.

Berarti tiga kali sewa.

'Kan ruko yang dipakai tetap satu.

Tapi, 'kan, omzetnya tiga kali lipat.

Oms…

Itu!

Itu!

Itu! Omzet dari mana?

Bang, sewa PS setengah jam.

- Setengah jam? - Ya.

Omzet.

Ya, tapi santai saja dulu, Bang. Bisa cari di tempat lain dulu.

Nanti habis uangnya.

Butuhnya sekarang. Kau gimana, sih?

- Kau tidak ada tanggungan. - Bukan begitu maksudku. Dengarkan dulu!

'Kan kondisi ekonomi dunia lagi enggak jelas…

- Kau yang enggak jelas! - Bicara apa sih kau?

Bang, jangan ambil sembarangan kayak begitu.

- Mal? - Kosong, Pul.

Wan?

Uangnya?

Sial! Kau apakan uangnya, Bedebah?

Sebentar dulu, Mal!

Belum tentu dia.

Wan, kau yang ambil uangnya?

Itu! Sudah kubilang. Dia!

Risky Business 2 subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Risky Business 2

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left