ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
SERIAL NETFLIX
Kita mulai?
MEI 2011
Baik…
Halo.
Namaku Choi Ung.
CHOI UNG (LAKI-LAKI)
Kita lihat contoh pertama,
ketika limit x pindah kemari,
maka nilai limitnya bisa dicari.
Dari sini, kita bisa memperkirakan limit fungsi mendekati tak hingga
dari sisi kiri yang lebih kecil dari satu dan sisi kanan yang lebih besar dari satu.
- Saat sisi kiri lebih kecil dari satu… - Jangan lihat kamera.
- Aku canggung. - Anggap tak ada kamera.
Mustahil. Jelas ada di depan mata.
Untuk contoh ini, akan turun seperti ini.
- Seperti kalian lihat… - Jadi, jawabannya…
Aku sedang syuting.
Hei, Bodoh, lihat ke depan.
Sekarang, mari kita coba contoh kedua.
- Nilai limit yang ini adalah satu. - Aku tak sendiri.
Lihat apa? Lihat ke depan.
Nilai limit yang ini juga satu.
Karena nilai limit kiri dan kanan sama…
Namun, dengan anak menyebalkan ini.
Hari ini selesai.
Perhatian. Beri salam kepada Ibu Guru.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Kau mau ke mana?
Bukan urusanmu. Memang aku harus melapor?
Pak Sutradara, bisa berhenti sebentar? Aku tak bisa syuting dengan si bodoh ini.
- "Si bodoh"? - Kita sudah syuting berhari-hari,
tapi kenapa kau selalu gelisah di depan kamera?
Aku tak bisa fokus belajar gara-gara kau.
Bagaimana tak canggung jika ada kamera di depanku?
Fokuslah belajar. Konsentrasimu hanya sebatas itu?
Kau saja yang fokus. Jangan hiraukan aku.
Konsentrasimu hanya sebatas itu?
Wajar kau bersikap begini karena peringkatmu sudah paling rendah.
Lantas kau mau bertanggung jawab kalau nilaiku turun?
Kau dengar dia, 'kan?
Senangnya menjadi kau. Keterampilan sosialmu sudah rendah.
Kenapa aku setuju melakukan ini?
Itu dia. Kenapa kau bersedia ikut syuting?
Namaku Kook Yeon-su.
KOOK YEON-SU (PEREMPUAN)
Kurasa aku kali pertama bertemu Choi Ung saat kelas sepuluh.
Sebanyak itu lagi?
Ini lebih sedikit karena sedang masa ujian.
Semua buku di sini bisa habis kau baca saat lulus nanti.
Kook Yeon-su…
- Ini dia. Selamat membaca. - Terima kasih.
PEMBACA BUKU TERBANYAK BULAN APRIL
1. CHOI UNG 2. KOOK YEON-SU
- Bu Guru. - Ya?
Choi Ung itu siapa?
Dia peringkat pertama lagi bulan ini?
Ung?
Sepertinya dia ada di sana.
Hei.
Aku bertemu dia di tempat yang tak cocok dengannya.
Aku Kook Yeon-su, kelas 10-5.
Kau peringkat berapa di sekolah?
- Peringkat apa? - Peringkat nilai.
Peringkat ke-267.
Total murid sekolah kita…
Totalnya 267 orang.
Kala itu, aku hanya menganggapnya sebagai anak yang aneh.
Sebentar. Itu pertemuan kedua kami.
Pertemuan pertama kami di upacara penerimaan murid baru.
Murid baru terunggul tahun ini adalah Kook Yeon-su.
Namanya Kook Yeon-su?
Seperti singkatan bahasa Korea, Inggris, dan Matematika?
Aku ingat karena cara jalannya bagai ayam jantan yang mau berkelahi.
UPACARA PENERIMAAN MURID BARU SMA HWIYEONG
Hei, lihat seragamnya.
- Dia mau pamer kalau juara umum? - Klise sekali, 'kan?
- Mereka semua gayanya sama. - Hei, lihat sepatunya.
Ibuku saja enggan pakai itu.
- Musim semi akhirnya tiba. - Kenapa dia pakai sepatu macam itu?
Cuaca hari ini masih sangat dingin.
Tadinya aku hendak tersenyum ramah
sebab dia murid pertama yang bertemu mata denganku.
Hei.
Lihat apa kau?
Namun, kurasa sifatnya agak aneh.
Intinya, setelah hari itu, kupikir aku tak akan berurusan dengannya lagi.
Kau sudah datang.
Tawaranku kemarin sudah kau pikirkan?
Sutradaranya temanku. Kami kenal baik.
Dia tak akan merepotkanmu.
Namun, kau boleh menolak jika mengganggu waktu belajar.
- Aku sendirian? - Ada seorang lagi.
Kudengar itu dokumenter tentang juara umum dan murid paling bontot di sekolah
yang berkegiatan bersama selama satu bulan.
Coba kau pertimbangkan.
Omong-omong, apa ada bayaran kalau aku bersedia ikut?
Tentu saja.
Dia benar-benar jauh berbeda denganku.
Ya ampun, pelanggan sudah datang.
- Tunggu, ya. - Baik.
Sebentar.
Kelihatannya ada bahan datang. Coba periksa yang teliti.
Bahan-bahan waktu itu jelek sekali.
- Coba periksa yang teliti. - Baik.
SUP BOGA BAHARI DAN UNG SUP KENTANG DAN UNG
CEKER DAN UNG
- Ya ampun, ada siapa? - Halo.
Perkenalkan, dia ayah Ung.
- Selamat sore. - Selamat sore.
Ung!
- Lekas kemari! - Namun,
semua terjadi bukan atas kehendakku.
Ung, kenapa tak bilang kau akan ikut syuting?
Jelas-jelas aku sudah menolaknya.
Sutradaranya sampai jauh-jauh kemari. Kenapa kau tolak?
Lalu kudengar syutingnya bersama murid terbaik di sekolah.
Tentu kau harus ikut.
Benar. Selama ini, aku tak tahu apa yang dia lakukan di sekolah.
Dengan dokumenter itu, kami menjadi bisa melihatnya.
- Benar sekali. - Terima kasih.
- Terima kasih. - Kubilang tak mau!
Memang kenapa tak mau?
Untuk apa ikut syuting? Wajahku bisa dikenal orang.
Itu bisa menjadi kenangan indah selamanya.
- Itu benar. - Aku sudah kelas 12.
Kalian tak berpikir waktu belajarku akan terganggu?
Dia bilang apa tadi?
Mestinya kau bersyukur akan dipasangkan dengan juara umum.
Jangan konyol!
Bukan begitu…
Seakan-akan semua itu harus terjadi.
Dia agak aneh!
Intinya, begitulah awal semua ini.
Mulai hari ini, Choi Ung dari kelas 12-1 akan di kelas kita selama satu bulan.
- Baik. - Baik.
Bersikap baiklah kepadanya.
Kalian mungkin akan terganggu karena mereka akan syuting,
tapi ini akan jadi pengalaman menyenangkan.
Dengan itu, semoga hari kalian menyenangkan.
- Baik. - Baik.
Dia lebih mengganggu dari dugaanku.
Tong kosong memang nyaring bunyinya.
- Kau bicara padaku? - Barangmu kubuang jika lewat batas.
Dia lebih menjengkelkan dari dugaanku.
Awalnya, aku berniat berteman baik dengannya.
Hei…
Maaf.
Bisa kita…
Aku sudah minta maaf.
Aku tak merasa bersalah.
Apa boleh buat?
Kami hanya tak cocok.
Hei, jangan mendekat!
Bagus!
Sayang sekali.
Lempar!
Kemari!
- Hei. - Oper kepadaku!
Astaga.
Sial. Hei!
Astaga!
Kau baik-baik saja?
Sungguh kekanak-kanakan.
Bu Guru!
Bagaimana cara menyelesaikan soal ini dengan aturan L'Hôpital?
Bu Guru.
Apa soal ini bisa diselesaikan dengan rumus turunan fungsi?
- Bu Guru. - Ya?
- Bu Guru. - Kalau begitu, Anak-anak, selamat makan.
Bu Guru.
Dia hanya memikirkan diri sendiri.
Bu Guru.
SEBUAH METAFORA TIADA TERTAHANKAN
Aku paling suka berteduh sambil berbaring.
Semilir angin.
Sinar matahari dari sela-sela pepohonan.
Omong kosong.
Kau bisa minggir?
Cepat baca dan kembalikan buku itu.
Senangnya.
Dia suka bermalas-malasan.
Siapa itu?
Choi Ung! Kau lagi?
Sudah kubilang jangan berisik!
Aku sudah lelah,
tapi dia membuatku kian lelah.
Makin dilihat, dia makin menyedihkan.
Maaf, apa pertanyaannya tadi?
Tolong berkonsentrasi.
Aku baru ingat. Hal yang kubenci?
Kook Yeon-su.
Maksudku pelajaran bahasa Korea, Inggris, dan Matematika.
Aku benci makhluk menyedihkan. Aku benci semua orang yang menyedihkan.
Aku benci orang egois yang memikirkan…
Juga, orang yang merugikan orang lain.
Kalau mau hancur, hancur sendiri saja. Kenapa mengajak orang lain?
Orang yang asal bicara.
Mereka asal bicara tanpa berpikir.
Yang berpikir pendek.
No comments yet. Be the first to leave one.