Spooky in Love

Spooky in Love (오싹한 연애)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 1

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

𝗦𝗣𝗢𝗢𝗞𝗬 𝗜𝗡 𝗟𝗢𝗩𝗘 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟬𝟮 - 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
കമന്ററി എഴുതിയത് Coffee_Prison
𝑹𝑬𝑻𝑨𝑰𝑳 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 >> 𝟎𝟏:𝟎𝟑:𝟎𝟐 *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘌𝘶𝘯𝘪𝘬𝘦 𝘎𝘭𝘰𝘳𝘪𝘢 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ടാഗുകൾ

webdl
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-07-19
ഡൗൺലോഡുകൾ: 22
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

SPOOKY IN LOVE

DIRUT CHEON YEO-RI

EPISODE 2

Kenapa kau kabur tiap kali kita bertemu, Nona Cheon?

Aku bukan kabur, cuma menghindarimu.

Kenapa menghindariku seolah-olah aku semacam virus?

Baiklah, kau menghindariku.

Kenapa begitu jika kau tak bersalah?

Orang yang tak bersalah boleh menghindar jika mau.

Begitu. Jadi, kau menghindari semua orang?

Sejujurnya, kau tak tertahankan.

Kesan pertamamu buruk.

Menurutku, kau juga begitu.

Jadi, apa yang ingin kau ketahui?

Kau yang melaporkan mayat di Gunung Haewang, bukan?

Pelakunya tertangkap, mayat ditemukan. Pentingkah siapa pelapornya?

Pelakunya mungkin tak hanya satu.

Juga terlalu mencurigakan bahwa kau tahu lokasi mayatnya.

Apakah maksudmu

aku adalah kaki tangannya?

Jika ada yang janggal, sebaiknya periksa semuanya, bukan?

Delusi pasti risiko pekerjaan jaksa.

Anggaplah aku hanya memeriksa fakta.

Dari mana kau tahu lokasi mayatnya?

Kau sepertinya sudah menanyakan semuanya.

Silakan pergi.

Apa gunanya bertanya jika tak satu pun kau jawab?

Katakan satu hal saja.

Dari mana kau tahu lokasi mayatnya?

Aku diberi tahu.

Oleh siapa?

- Hantu. - Apa?

Kau bercanda sekarang?

Kenapa bertanya jika kau tak akan percaya?

Memangnya kau cenayang atau dukun

- sampai hantu membisikimu? - Nona Cheon.

Apakah pertanyaanku tepat?

Kini, aku sungkan tanpa alasan.

Hei!

Wah, aku takjub bisa melihat ini.

Kau sedang apa di tempat seperti ini?

Aku sering ke tempat seperti ini untuk melaksanakan waran.

Apa pendapatmu? Benar-benar mewah, ya?

Pemilik hotel ini adalah sepupu calon istriku.

Mau kubantu agar kau bisa menjadi anggota?

Kau pasti memang menyukai hotel.

Jang Eun-ju juga menghilang dari sebuah hotel, bukan?

Kenapa kau mengungkit itu lagi?

Tunggulah saja.

Mayat Jang Eun-ju akan kutemukan, sebaik apa pun kau menyembunyikannya.

Imajinasimu hebat sekali.

Jaket bagus. Cocok untukmu.

Hantu bicara kepadamu?

Misalnya apa?

Bukan apa-apa.

Aku cuma bercanda.

Ritual supresi dukun Baek untuk membuatmu berhenti melihat hal-hal gaib itu gagal?

Tentu tidak.

Jangan bertindak gegabah.

Ada mata dan telinga di mana-mana.

Sudah ada rumor aneh yang beredar.

Rumor semacam apa?

Bahwa kau sudah menjadi dukun.

Nenek menduga ini diawali oleh keluarga mantan tunanganmu.

Pastikan kau tak menjadi bahan gosip.

Aku akan berhati-hati.

Baru ingat.

Tentang Strategi Peningkatan Daya Saing.

Nenek kira kau akan menyarankan agar kita memajukan Reina dengan peningkatan,

sebagaimana merek-merek mewah punya tingkatan kelas atas.

Reina Seoul akan mempertahankan strategi peningkatan dan perbaikan.

Begitu juga cabang Busan dan Gyeongju.

Tapi jika mempertimbangkan keseluruhan merek kita,

kita butuh perombakan strategis untuk mengubah struktur kita.

Ini bukan keputusan yang bisa dibuat seketika,

tapi Nenek memikirkan CL Raymond Hotel.

Menurut Nenek, strategi mereknya cukup menarik.

Saat Grup CL membuka hotel pertama mereka,

mereka berkolaborasi dengan Raymond, jaringan hotel global, agar sukses.

Jaringan hotel global memang memasuki bukan hanya Seoul,

tapi juga kota-kota yang lebih besar.

Tapi aku tetap menentang. Kenapa membayar untuk pakai nama?

Mereka baru buka tahun lalu, dan sudah berkembang.

Itu bukan ide buruk.

Coba pertimbangkan.

Ini Nenek. Kau di mana?

Di mana lagi? Aku menyetir kembali ke kantor.

Kau ambil cuti sehari, bukan?

Untuk apa aku ambil cuti?

Orang seperti aku tak sempat ambil cuti.

Nenek sudah berkali-kali mengingatkanmu sejak bulan lalu.

Kau harus berbuat baik hari ini pada Waktu Monyet.

Aku bukan siswa SMA yang menabung kebaikan untuk masuk universitas.

Perbuatan baik hanya berguna jika dilakukan dengan tulus.

Apa gunanya berbuat baik pada hari baik hanya untuk menangkal kejahatan…

Ya ampun.

Cucu laki-laki satu-satunya tak mendengarkan ucapan Nenek.

Jika kau begitu menyepelekan Nenek, Nenek tak tahu gunanya hidup lebih lama.

Nenek sudah terlalu lama hidup.

Ayolah, jangan mengatakan itu. Nenek menghancurkan hati Cucu.

Aku kembali, ya? Aku akan ambil cuti siang ini.

Hati-hati!

Katamu kau ingin ini.

- Hati-hati. - Ini milikku!

- Satu, dua, tiga, ayo! - Ayo!

Operkan ke depan.

Kita kehilangan bola!

Gawat!

- Jangan sampai hilang! - Rebut!

Hei, jangan.

Curang! Itu curang!

- Kau tak bisa menghadang itu? - Bidikannya terlalu bagus.

- Tidak, masalahnya… - Kenapa bisa meleset?

- Gawat. - Aduh.

Kami baru mengganti jendela itu tiga hari yang lalu.

Direktur sedang pergi berbisnis, bukan?

Ya, benar.

Buktinya akan kuambil.

Kantor Direktur dikunci, dan kami tak punya kuncinya.

Selalu ada cara.

Cara?

Bolanya kutemukan!

Para penghuni kamar di sekitar kamar Jang pada waktu dia menghilang?

Ya, penghuni kamar di samping, atas, dan bawahnya.

Waktu masuk dan keluar mereka, dan alibi mereka selama itu.

Beres.

Oke.

Park Seung-jae terus berhasil memasukkan bola di kejuaraan ini,

dan kini menduduki puncak peringkat dalam ronde ketiga.

Wah, kau bermain agresif di lapangan seperti menguasai panggung.

Ini memalukan. Mari kita minum saja.

Tuan Park, kau cukup hebat.

Di antara kita saja, ya,

tapi mengingat performamu sebelumnya, skor itu ajaib, bukan?

Maksudku, data memang sains,

tapi yang mengalahkan sains adalah kemujuran.

Kurasa aku mendapat kemujuran.

- Pasti begitu. - Ya, bagus.

- Ibu. - Ya?

Agar kemujurannya tak habis, perlukah kita minta Dukun Baek menuliskannya jimat?

Begitu…

Kenapa tidak? Kudengar hantulah pengendali kemujuran.

Dukun Baek yang terbaik soal arwah, seperti bantuannya untuk Yeo-ri.

Ha-ri.

Apakah Nona Cheon pernah dirasuki oleh hantu?

Astaga, tidak.

Dia tidak dirasuki.

Dia sendiri adalah hantu, jenis yang menjatuhkan orang.

Dia menjelek-jelekkanmu tempo hari.

Aku? Apa katanya?

Apa, ya? Bahwa kau mencampakkan mantanmu demi uangku, dan bahwa kau parasit.

Hei, jangan.

Apa? Dia memang mengatakan itu.

Jangan menyelonong saja, Pak.

Kau ingin apa?

Nona Cheon, kudengar kau telah bicara sembarangan.

Bahwa aku parasit yang mencampakkan mantanku demi uang Ha-ri.

Kenapa senyummu sinis?

Hei, Cheon Yeo-ri. Sebenci itukah kau kepadaku?

Apa aku kurang layak untuk sepupumu?

"Kurang layak" pun tak cukup menggambarkannya.

Sebenarnya, Jang Eun-ju

datang ke hotel kami sebelum menghilang.

Halo, Bu.

Aku akan bicara dengannya. Tinggalkan kami.

Ya, tentu saja.

Kau ingin memesan Aula Siena?

Ya.

Apakah ada masalah sehingga kau sendiri yang menemuiku?

Tidak, tak ada masalah.

Tapi nama calon suamimu

membuatku ingin tahu apakah dia

orang yang kukenal.

Ya, memang dia.

Begini, tak ada lagi yang bisa kulakukan.

Jadi, tak ada pilihan selain kemari.

Dia melamarku dan memasang cincin ini pada jariku,

tapi kemudian mencampakkanku dan mengencani orang lain.

Aku hamil.

Aku tak bisa hidup tanpa Seung-jae.

Bisakah kau membantuku?

Omong kosong apa pula ini?

Hei, mana bisa hamil hanya dengan bergandengan?

- Bukan kau yang menghamili? - Jelas bukan!

Dia sangat ahli dalam menggertak dan berbohong.

Kau tak memercayai ucapannya, bukan?

Kurasa kita hanya bisa tahu

dengan pertemuan tiga pihak.

Pertemuan tiga pihak?

Kau, aku, dan siapa lagi?

Jang Eun-ju.

Memangnya bagaimana cara berdiskusi dengan orang yang sudah mati?

Katamu dia tidak mati, tapi bersembunyi.

Itu pernyataanmu, bukan?

Benar. Dia menghilang.

Jika ada yang janggal,

sebaiknya periksa semuanya, bukan?

Pertemuan tiga pihak saja.

Maksudmu, Jang Eun-ju akan kemari?

Mungkin sudah tiba.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left