ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
MOZART DI RIMBA
Maestro.
Maestro. Selamat datang di Venesia.
Aku Beppi Albertelli.
-Hebat sekali melihatmu di sini. -Ya.
-Hati-hati langkahmu. Licin. -Tak apa-apa.
Bagaimana penerbanganmu? Kau penat terbang?
Tak penat terbang.
-Tanda nurani yang baik. -Ya.
Alessandra akan senang sekali melihatmu,
kami semua sangat senang.
Tunggu.
Kau lihat?
Aku menggelar karpet merah untukmu.
Baiklah.
Baiklah.
Hanya kau, Maestro, dirigen yang dia inginkan untuk bernyanyi dengannya.
"Kumohon, Beppi, bawakan aku Rodrigo. Hanya dengannya aku akan adakan konser."
Aku paham. Aku tersanjung.
Aku tak pernah menyanjung.
Tidak dengan genius sepertimu.
Tidak, aku...
Boleh aku ajukan beberapa saran kecil?
Ya.
Kebanyakan pendayung gondola pencuri dan penjahat,
jika kau harus naik gondola,
kumohon, tawarlah harganya dulu.
-Itu sebabnya aku bawa sepedaku. -Bagus.
Kedua, jika kau memesan hidangan pasta dengan makanan laut,
atau udang, atau kerang, atau cumi-cumi, yang kusukai,
jangan, aku ulangi,
jangan minta keju parmigiano untuk ditaruh di pasta.
Ini belum selesai, dan itu akan menghina kepala koki.
Aku tak mau menghina kepala koki.
Lewat sini.
Dan satu hal terakhir, apa pun tindakanmu,
kumohon, jangan bercinta dengannya.
-Jangan bercinta. Terima kasih. -Baiklah.
Dengan senang hati. Ini kehormatan besar.
Ya.
Konser ini akan jadi legendaris.
Lalu kita bicara?
Setelah...
Mungkin.
Bercinta.
Jangan bercinta.
Ya.
-Selamat pagi. -Maestro.
Aku senang sekali kau ada di sini.
Ya, ini sangat menyenangkan.
Ini mitologis bagiku.
Ini adalah penghormatan besar. Aku senang bertemu denganmu.
Aku mengenali lagunya.
Les Filles de Cadix.
Kau menyanyikannya di Palais Garnies, 2002, ya?
-Bagus sekali. -Ya.
Aku ingin bertanya, apa kau terkena sedikit flu malam itu?
Aku terkena flu berat.
Aku selesaikan penampilanku dan pingsan.
Ya, karena suaramu memiliki jalinan nada yang amat indah.
Kau bisa bahasa Italia.
Ya...
gabungan indah atas nada terima kasih.
Peningkatan syukur untuk...
Kita bicara dalam bahasa Inggris.
Lebih mudah.
-Kau sudah makan? -Belum.
Aku membuatkan makan siang. Ayo.
Baiklah.
-Ayo. -Ya.
Kau mau mengikatkan ini untukku?
-Ya. -Terima kasih.
Aku sangat suka dapurmu.
Suka sekali.
Aku paling merasa nyaman berada di tempat ini.
Di tempat lain, aku merasa jadi petani di palazzo.
Saat ini aku tak ingin ada di rumah mana pun.
Gaya pengembara.
Kau harus coba memiliki rumah berusia 600 tahun di Venesia.
Semuanya tenggelam.
Lantai pertama selalu banjir.
Lumut membuat kita bersin.
Tetapi ini kota asalku, dan aku menyukainya.
Itu penting, bukan?
Rumah.
Ya. Sangat penting.
Ya.
Pasta nera dengan cumi-cumi.
-Semoga kau menyukainya. -Aromanya lezat.
Kau mau parmigiano?
Tidak. Tak pernah dengan ikan. Terima kasih.
Maestro?
Pasti kau punya pertanyaan untukku.
Setelah empat tahun, apa aku masih bisa menyanyi?
Aku yakin kau masih bisa menyanyi. Tentu.
Jika tidak, kau tak akan melakukan konser ini.
Orang melakukan hal bodoh.
Mungkin, aku masih bisa menyanyi di kamar mandi, ya?
Tetapi semua orang percaya mereka penyanyi hebat di kamar mandi.
Aku prihatin mendengar soal orkestramu.
Aku kagum tindakanmu, untuk membawa, bagaimana katamu,
gairah bagi simfoni tua yang menyedihkan itu.
Sangat menyedihkan. Tetapi mulai jadi kurang menyedihkan.
Karena kami jadi semakin baik.
Tetapi kami tercekik oleh birokrasi.
-Ya. -Birokrasi sial itu.
Uang, selalu uang. Aku tahu.
Beppi ingin aku kembali.
Untuk pergi melakukan tur bagi konser ini.
Jadi La Fiamma lagi, karena uang.
Bagaimana pastanya?
Lezat sekali.
-Tak terlalu matang? -Sangat lezat. Tepat.
Maestro yang baik,
aku minta maaf, perjalananmu jauh-jauh ke sini sia-sia.
Sia-sia?
Sayangnya mustahil konser ini bisa dilanjutkan.
-Tidak. Tetapi... -Aku senang bertemu denganmu.
Kau jelas sangat cerdas,
dan kau akan mendapat banyak kejayaan di masa depan.
Kini, aku harus cuci piring, lalu tidur siang.
Dan tolong beri tahu Beppi, "Usaikan Komedi."
Alessandra, pasta itu terlalu matang setidaknya tiga menit.
Empat setengah.
Aku bukan untuk memimpin masakmu.
Jika nyanyianku terlalu lama dimasak?
Aku tak akan pernah membiarkan itu.
Kau mau membicarakan soal gairah?
Hatiku sudah lama berdarah.
Kurasa hanya suaramu yang bisa menyelamatkannya.
Aku jatuh cinta dengan suaramu pertama kali aku mendengarnya.
Usiaku saat itu 13 tahun.
Maestro Rivera membawanya dan itu kau di Tosca.
Aku mendengarkannya berulang kali.
Aku akan membayangkan hal ini. Aku akan melakukan hal yang...
Aku tak akan beri tahu tindakanku.
Tetapi saat aku mendengar kau berhenti menyanyi,
aku menangis.
Kau bisa memberikan banyak alasan untuk tak melakukan sesuatu,
tetapi alasan sebenarnya untuk melakukan hal penting...
Hanya ada satu alasan.
Dan apa alasannya?
Kau tahu itu.
Maestro yang baik,
maaf, tetapi jika kau tak tahan air mata,
kau harus menjauhi opera.
Selamat tinggal.
Andrew terlambat.
Dia bilang kita harus cek suara tanpa dia.
Mengejutkan sekali.
Dia mungkin tidur lebih lama di Ritz.
Tidak. Dia tidur karena mabuk Dom Pérignon.
Nona-nona, baiklah, mari percepat tempo yang ini,
soloku harus jadi lebih cepat.
Ingat, ini Orkestra Andrew Walsh.
Bukan Orkestra Orkestra Andrew Walsh.
Baik, mari baca partiturnya.
Omong kosong, soloku.
Baik, lalu omong kosong, ya, soloku.
Mungkin kita sebut saja ini Orkestra Hailey Rutledge.
Maaf.
Tidak. Hailey, jangan berhenti karenaku.
-Aku menikmatinya. Itu lucu. -Aku cuma...
Tidak, kau hanya coba membuatku tampak seperti bajingan.
Tak sesulit itu.
Lalu lintas lebih baik dari perkiraanku, jadi aku di sini.
Hailey, apa benar aku melakukan seperti Stevie Wonder...
Dengan kepalaku... Tidak? Jangan dijawab.
Baik, pekerjaan kita banyak.
Kita meninggalkan Austria besok,
lalu tiba di Venesia untuk festival.
Kita harus siap bermain dengan kejutan dan OAW.
Dan "OAW" singkatan dari? Nona-nona?
-Orkestra Andrew Walsh. -Benar.
Hailey, apa ada musik khusus
yang menurutmu aku mempercepat temponya?
Aku mendengarkan. Ada apa?
Mungkin musik Vivaldi?
Itu pertanyaan. Apa kau bisa jadi definitif?
"Kau merusak Vivaldi."
Tidak, karena aku tak berpikir
kau merusak musik Vivaldi. Aku hanya...
Aku hanya bercanda, Hailey. Tenang.
Hanya saja...
Ya?
Aku berpikir kita mengambil pendekatan serupa
mengenai temponya pada Fauré.
Bukan begitu pendekatan Maestro DeSousa?
Mungkin tidak. Ya.
Mungkin aku hanya memiliki rasa buru-buru yang lebih besar
daripada Rodrigo.
Sebenarnya, mari kita mulai dengan Fauré, ya?
-Ikuti aku. Nona-nona... -Dan tuan.
Bisa didebatkan.
Hei!
Hei.
Ada orang yang tak boleh diizinkan menyanyi.
Aku setuju sekali.
Dan ada orang yang tak boleh diizinkan jadi dirigen.
Semoga kau tak merujuk kepadaku, Wolfgang.
No comments yet. Be the first to leave one.