ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Selamat pagi, Bos. Nama korban adalah Walton Parsell.
Pemilik toko perhiasan menemukannya di sini tadi pagi.
Katanya korban membeli kalung wanita saat toko akan tutup semalam.
- Jadi bukan pencurian. - Ya.
Polisi setempat mengatakan ada pencurian toko perhiasan...
Di seberang kota bulan lalu. Tak ada tanda penyelinapan.
Periksa rekaman kamera pengawasnya. Apa yang kita tahu tentang korban?
Dia seorang sipir penjara dari Carson di luar perbatasan kota.
- Kau yakin? - Ya.
Baiklah. Ada di tangannya.
Kuku jari yang digigit, tidak terlalu kapalan.
Pekerjaan kelas menengah, banyak tekanan, tanpa mengangkat barang.
Sipir penjara. Kukira aku sudah tak sehebat dulu.
- Semoga tak terjadi. - Pakaiannya tak seperti itu.
Lihatlah sepatu formal tapi nyaman dan jas bisnis murahan itu.
Dia terlihat seperti detektif. Bagaimana menurutmu?
- Ya. Kau benar. - Ini bukan jas murah.
Aku tak mencela jasmu. Aku yakin jasmu asli.
Tapi pria ini miskin. Dia berharap menjadi lebih dari sipir penjara.
Sayang sekali pekerjaannya yang membunuhnya.
Pekerjaannya? Bagaimana bisa?
Dia bekerja di penjara, itu tempat para pembunuh ditahan.
Dugaanku pelakunya adalah seorang mantan narapidana.
Ada banyak luka tusukan. Itu cara mereka belajar membunuh di penjara.
Jeruji penjara memiliki titik tajam bukan pisau.
Mereka pakai untuk lubangi mangkuk, menyebabkan keracunan.
Bagus. Pertanyaannya adalah...
Untuk apa menggunakan jeruji penjara di luar penjara?
Aku akan periksa semua mantan narapidana Carson di sekitar sini.
- Itu undangan pernikahan. - Apa ada makan malam?
- Ikan salem dan iga sapi. - Aku datang.
- Siapa yang akan duduk bersamaku? - Kau di samping Cho.
Apa yang kau dapat mengenai Walton Parsell?
Dibesarkan di luar Hangtree. Kedua orang tuanya telah meninggal.
Tak memiliki kerabat di daerah ini. Bekerja di Carson saat 21 tahun.
Aku memeriksa teleponnya dan melacak pacarnya.
Shelley Dillion. Seorang penata rambut di kota ini.
Aku dan Jane akan bicara dengannya. Cho, pergi ke penjara itu.
Bagaimana dengan dugaan Jane tentang keterlibatan mantan narapidana?
Penjara itu mengirimkan daftar yang kau minta.
Mantan napi Carson dengan catatan kekerasan masih tinggal di sana.
Jika Jane benar, salah satu dari merekalah pelakunya.
Mungkin harus terjun langsung tapi sebaiknya seseorang memeriksanya.
- Biar kulihat. Akan kutangani. - Baiklah.
Kau perlu rekan?
Sepertinya tidak.
Aku perlu bicara denganmu tentang kasus pembunuhan yang kuselidiki.
Pergilah, Polisi. Tak ada yang bisa kuceritakan padamu.
Halo, Ayah. Senang berjumpa denganmu juga.
- Kau masih di sini. Mau bir? - Tidak.
Tentu saja tidak.
Aku terkejut kau tahu keberadaanku.
Aku selalu harus tahu keberadaanmu.
Benarkah? Kau terus mengikutiku? Manis sekali.
- Kau masih di Sacramento? - Aku perlu bertanya beberapa hal.
Hanya prosedur.
Aku mencari semua orang di daftar mantan narapidana Carson ini.
Polisi. Sipir itu baru mati satu hari dan kau sudah menyelidikinya.
Jadi kau tahu tentang kasusnya.
Tahu?
Dengan berkeliling kota 10 menit saja aku sudah tahu pelakunya.
Berbeda dengan polisi. Mereka punya prosedur.
- Aku harus tahu apa kau... - Aku mengerti.
Tidak, Pak. Aku tidak membunuh siapa pun semalam.
- Katakan di mana kau semalam? - Cat and the Fiddle di Delaware.
Mereka semua mengingatku.
- Kau bekerja? - Aku bertahan hidup.
Menyelundupkan rokok? Mengedarkan narkoba lagi?
Darah dagingku sendiri, polisi payah. Membuatku mual.
Aku hanya tak ingin kau kembali ke penjara.
Kau memang bajingan kecil yang munafik dari dulu.
Kau mendapatkannya dari pihak ibumu.
Sudah berapa kali aku memarahimu, aku tak pernah bisa mengubahmu.
Kurasa karena sudah mendarah daging.
Jika kau tak punya informasi lain mengenai Walton Parsell...
Terima kasih atas waktumu.
Kurasa aku masih terkejut. Tubuhku seperti mati rasa.
Sudah berapa lama kau mengenal Walton?
Sepuluh bulan. Itu waktu yang lama bagiku.
- Kapan terakhir kau melihatnya? - Dua hari yang lalu.
Kami makan malam di luar. Kami memesan makanan Cina.
Tak ada yang istimewa.
Semestinya dia meneleponku semalam.
Tapi dia tak melakukannya?
Kukira dia sudah memutuskanku. Hubungan kami selesai.
Walton membeli kalung emas sebelum dia meninggal.
Dan kau khawatir dia akan meninggalkanmu?
Karena dia orang yang baik?
- Dia tak seperti pria lain, ya? - Ya, kau benar.
Aku tak tahu apa aku dapat bertemu dengan pria seperti Walton lagi.
Selera pria nakalmu adalah masa lalumu.Tak perlu diungkit kembali.
Terima kasih atas sarannya, dr. Phil.
Hanya karena kau pernah mendengarnya bukan berarti itu saran yang jelek.
- Ceritakan tentang Walton. - Dia punya rencana.
Dia punya tujuan, dia mengambil kuliah malam di universitas terbuka.
- Jurusan kriminologi. - Dia ingin menjadi detektif.
Apa kau tahu seseorang yang mungkin ingin menyakiti Walton?
Tidak. Tak ada seorang pun.
Baiklah. Jika kau tahu sesuatu, hubungi kami.
Baiklah.
Satu pertanyaan lagi, Shelley.
Pernahkah kau mencuri barang-barang dari tempat kerjamu?
- Tidak. Tentu tidak. - Bagus.
PENJARA NEGARA BAGIAN CARSON
Walton berniat baik. Itu yang pasti.
- Tapi? - Impiannya ingin menjadi detektif.
Dia tak mengerti bahwa itu bukan tugas kami di sini.
Kami bukan detektif. Kami penjaga kebun binatang.
Dia terlalu bersemangat.
Dengar. Aku tak ingin anak buahku mencari masalah.
Aku hanya ingin mereka selesaikan waktu kerja mereka...
Dan tak ada yang terluka termasuk diri mereka sendiri.
Kau tahu Walton belajar kriminologi di universitas terbuka?
Ya. Itulah masalahnya, sekolah itu membuatnya semakin bersemangat.
Bulan lalu dia katakan kepadaku dia sedang menangani kasus...
Untuk memindahkan salah satu napi di sini ke fasilitas Supermax...
Dengan bantuan salah satu dosennya.
- Narapidana yang mana? - Walton tak memberi tahu kami.
Dia bilang itu kasus rahasia.
Dia ingin mempresentasikan kasusnya kepada kami di rapat staf berikutnya.
Para narapidana tahu apa yang dia lakukan?
Para narapidana tahu segalanya, bahkan lebih banyak dariku.
Itulah yang tidak dimengerti Walton.
Penelitian sering membuktikan bahwa saksi tak selalu benar...
Karena otak manusia bukan komputer.
Siapa yang tahu 31 Mei 1976 jatuh pada hari apa?
- Jawab dengan cepat. - Senin.
Maaf?
Hari Senin. Otakku adalah komputer.
Otakku seperti kurungan yang terbuat dari besi...
Profesor Huff, aku agen Lisbon, dia Patrick Jane. Kami dari CBI.
Kami sedang menyelidiki pembunuhan Walton Parsell.
Aku turut berduka cita, apa yang bisa kubantu?
Kami tahu dia mencoba memindahkan seorang narapidana dari penjara...
Ya. Narapidana itu terlibat dalam pemerasan dan huru-hara.
Dan kami meneliti hal legal apa yang diperlukan untuk menghentikannya.
Apa dia menyebutkan nama narapidana itu?
Kami sengaja tak menggunakan nama sungguhan dalam percakapan kami...
Kurasa dia pernah menyebutkannya, tapi aku tak ingat.
Biar kuambil alih bila kau tak keberatan.
Halo, Semua!
Ingatan tak bisa diandalkan karena otak yang tak terlatih...
Tidak mahir dalam menyimpan data.
Semua yang terjadi pada kalian akan dilempar ke dalam lemari yang gelap.
Saat kau berusaha mengingat, kau hanya akan mengingat...
Hal yang penting seperti saat ibumu meninggal.
Atau hal yang tak diperlukan, seperti kata "Copacabana".
Kau tidak bisa temukan hal yang kau perlukan.
Tapi jangan panik karena data itu masih ada di sana.
Jika tak keberatan, aku dan asisten cantikku akan membantu kalian...
Menggeledah lemari sihir kalian.
Di suatu tempat di dalam sana ada sebuah nama.
Mulailah menggali, menyusun, dan menarik informasi...
Dan terus saring informasi. Mungkin ada hubungannya dengan cara...
Tertawa Walton atau bau napasnya. Kau baru saja ingat sesuatu.
Narapidana itu pasti memiliki tato.
Walton bilang orang itu pernah menghajar tukang tato...
- Karena salah menulis nama "Aryan". - Itu dia. Bagus.
Walton pernah bertanya tentang kejahatan di kotaku, Fontana.
Bagus sekali. Kita mulai mendapatkan sesuatu.
Biarkan pikiranmu pergi ke mana saja.
Mungkin dia pernah meminjamkan pulpen atau memakai baju jelek.
Tidak. Dia selalu terlihat rapi seperti tentara.
Seperti tentara Romawi. Seorang jenderal. Caesar? Julius?
Aku tahu. Brutus? Marcus. Nama narapidananya Marcus.
Jadi yang kita cari adalah napi bertato geng kulit putih...
Berasal dari Fontana dan bernama Marcus.
- Kalian sangat membantu. - Kerja bagus. Kalian dapat A plus.
Kelas dibubarkan. Tidak ada PR.
Nama perempuan itu Lola. Dia seorang penari.
Marcus Lansdale. Dia anggota White Trash Lowriders dari Fontana.
Dia menembak petugas jalan raya dalam razia rutin 10 tahun lalu.
- Petugas itu lumpuh sekarang. - Pilihan Walton tampaknya tepat.
Dia dicurigai atas pemicu kekacauan di penjara...
Melindungi pengedar narkoba dari para geng...
Membunuh pengadunya, tapi mereka tak bisa membuktikannya.
Jika Walton bertanya pada seseorang, Lansdale mungkin mendengarnya...
Aku dan Jane akan bicara dengannya.
Jika dia terlibat, itu berarti ada yang melakukannya dari luar.
Rigsby. Apa dugaan Jane tentang mantan narapidana Carson benar?
Sudah kuperiksa semua nama di daftar. Tidak ada yang mencurigakan.
Baik. Kita harus periksa orang-orang yang berhubungan dengan Lansdale.
- Bisa kita bicara sebentar, Bos? - Tentu.
- Di kantormu? - Baiklah.
Aku belum pernah memberitahumu tentang ayahku.
Duduklah.
Aku tahu tentang ayahmu, aku bosmu.
Steven Robert Rigsby, dipenjara atas tuduhan pembunuhan...
Penganiayaan, dan mengedarkan narkoba.
Ayahmu ada di daftar itu, 'kan?
Aku sudah memeriksa alibinya, tidak ada perlakuan khusus.
- Jika ingin menyuruh orang lain... - Aku percaya padamu, Rigsby.
Namun, jika kau bertemu ayahmu lagi dalam suatu kasus...
Kau harus membawa seseorang untuk mendampingimu.
Ya. Baiklah.
Kita harus mencari daftar orang yang berhubungan dengan Lansdale.
- Berikan kepadaku besok pagi. - Baik, Bos.
Kami di sini untuk bicara kepadamu tentang Walton Parsell.
- Kami telah membaca berkasmu. - Aku belum baca. Nanti kubaca.
Aku sudah membaca berkasmu.
No comments yet. Be the first to leave one.