ആദ്യത്തെ 175 വരികൾ.
BUNGA-BUNGA IBLIS - BAUDELAIRE
TOKO BUKU MIYAMA
Baudelaire,
apakah kau percaya ini?
Pertama kalinya dalam hidupku,
aku menyaksikannya dengan mata sendiri,
seseorang membaca buku itu!
Tokiwa,
buku itu…
Bunga-Bunga Iblis… Kenapa kau…
Kau kenapa?
Menjijikkan.
Aku… Buku itu…
Baru kali ini aku lihat orang membacanya.
Maaf.
Hei, tunggu!
TISU ANTISEPTIK
Mau satu?
Ya, terima kasih.
Aku terkejut kau tahu.
Tak banyak yang tahu buku ini.
Saat aku SMP,
aku membacanya sampai halamannya robek.
Hebat.
Sebenarnya,
novel misteri yang kubaca baru-baru ini
menggunakan salah satu puisinya untuk memecahkan trik.
Aku membacanya karena kebetulan melihatnya di rak buku di sini.
Sejujurnya, aku tak terlalu paham.
Kau suka buku?
Aku suka…
Dulu.
Aku tak membaca buku lagi sekarang.
Kenapa tidak?
Sibuk ikut ekskul?
Bukan…
Kau mau baca?
Novel misteri yang tadi kusebutkan.
Aku baru selesai membacanya.
THE FLOWERS OF EVIL
Terima kasih.
Sudah selesai membacanya?
EPISODE 9
Bukunya seru sekali!
Aku penasaran kelanjutannya. Aku tak bisa berhenti membacanya.
Benar, 'kan?
Ada sekuelnya, 'kan?
Ini.
Astaga! Terima kasih.
Aku penasaran apa yang terjadi kepada protagonisnya.
Sejujurnya, aku sampai tak bisa berkonsentrasi belajar dan lain-lain.
Benar, 'kan?
Hei, pinjamkan aku salah satu bukumu juga.
Tapi jangan yang seperti Bunga-Bunga Iblis.
Ada yang lebih serius, mendalam, dan seru dibaca?
Aku membuang semua bukuku saat pindah kemari.
Kalau begitu, sebutkan judulnya saja.
Dulu kau banyak membaca, 'kan?
Takao!
Bagaimana kabarmu belakangan ini? Baik?
Dengarkan.
Jangan khawatir soal ibumu, paham?
Hei! Cepat mandi!
Apa katamu?
Jangan mengomeliku begitu.
Aku bekerja keras seharian, tahu?
Aku mengurus rumah sekaligus bekerja paruh waktu.
Maaf karena gajiku kecil.
Kau pikir aku mau pekerjaan ini?
Mulai lagi…
Apa?
Ini.
Tsutsui? Aku juga suka karyanya. Kau suka Erotic Avenue?
Aku lebih suka Lagos on a Journey.
Maaf.
Apa?
Kenapa minta maaf?
Dasar aneh.
Terima kasih bukunya.
Ini sangat menarik.
Kalau begitu, ini dariku.
Ini.
Sudah kubilang, bukan.
Bukankah itu Kasuga?
- Apa? - Dia sedang apa?
Dia membaca buku.
Tak biasanya dia begitu.
METAMORFOSIS X KAFKA TERJEMAHAN OLEH YOSHITAKA TAKAHASHI
Aku sudah membacanya,
tapi seleramu buruk sekali!
Maaf soal itu.
Rasa takut yang membuatku berpikir, "Mungkin manusia benar-benar begini."
Ya… Aku paham maksudmu. Menurutmu begitu?
Ayolah! Kau yang merekomendasikannya!
Yang benar saja!
Cuma kau yang bisa kuajak bicara tentang buku.
Maaf.
Kasuga, kami melihatmu kemarin. Kau berduaan dengan Tokiwa.
Bukan begitu… Aku cuma meminjam buku darinya.
Sayang sekali, Kasuga.
Tokiwa sudah punya pacar!
Kudengar dia anak kelas 3 dari SMA Utara, bertemu di tempat kerja paruh waktunya!
Asmaramu tak berumur panjang, Kasuga.
Kami tak akan membiarkanmu mendahului kami. Benar, 'kan?
Ayolah, bukan begitu.
Apa yang kau lakukan? Kenapa membangun hubungan dengan orang?
Apa kau sudah lupa perbuatanmu?
Dasar kutu tahi!
Hei.
Terima kasih sudah meminjamkan ini.
Bagus, 'kan?
Menurutku ini yang terbaik dari seri ini.
Ya.
Apa? Kau tak terlalu suka?
Bukan begitu! Aku tak sabar membaca sisanya.
Maaf.
Aku menginap di rumah temanku semalam, jadi tak bawa volume berikutnya.
Rumah temanmu…
Baiklah.
Tunggu, kenapa? Kau sesedih itu?
Mau ke rumahku untuk mengambilnya?
Apa?
Rupanya di sana!
Tokiwa!
Mau ikut kami ke sini?
Maaf, aku ada urusan hari ini.
Baiklah. Sampai besok.
- Ya. - Sampai besok.
- Dah. - Dah.
Siapa itu di sebelahnya?
- Entahlah. - Ayo pergi.
Ayo.
Baiklah.
TOKIWA
Santai saja.
Maksudku… Aku akan segera pergi setelah meminjam bukunya.
Di mana aku menaruh buku itu?
Apa?
Luar biasa!
Hei, jangan menatap begitu.
Tidak, ini… Kau membaca semua ini, 'kan?
Kau pasti benar-benar suka membaca.
Ini benar-benar hebat.
Jangan berlebihan.
PLOT
Apa itu?
Bukan apa-apa.
Jangan-jangan…
Novel karyamu sendiri?
Bukan.
Boleh aku lihat?
Sudah kubilang bukan!
Halo?
Apa? Sebentar, bukan begitu…
Apa?
Kasuga,
maaf.
Pacarku datang.
Apa?
Terima kasih sudah menunggu, Koji.
Ini Kasuga.
Halo.
Mustahil! Aku penasaran pria tampan mana yang kau bawa ke kamarmu. Ternyata dia?
Aku…
Mohon maaf.
Sudah jelas kau tak punya nyali sama sekali.
Hei, mau ke tempat biasa?
Kita bisa pesan piza.
Baiklah. Ayo pergi.
Aku benar-benar minta maaf.
Hei.
Ayo ikut kami, Kasuga.
Apa?
Mau pergi ke kelab? Ada DJ keren.
- Benarkah? - Serius?
No comments yet. Be the first to leave one.