ആദ്യത്തെ 172 വരികൾ.
(Selamat Datang, Sedia Yakisoba, Udon, Sate Es Serut)
Bahaya! Cepat turun! Hei!
Aku terbang lagi.
Selain itu, dipaksa dan dihasut akan diberi uang lebih.
Ah!
Maria! Maria!
Aku belum menerima upah pentas yang kemarin!
Sekarang bukan waktunya membahas itu!
Eh?
Oh, iya, pentas kita berikutnya di mana?
Benar juga, kita belum diberi tahu.
Saat ini, kita sedang menghadapi krisis yang belum pernah terjadi!
Singkatnya, kita kehabisan uang!
Tunggu dulu! Pentas kemarin kita dapat uang cukup banyak, kan?
Itu benar.
Justru karena dapat terlalu banyak,
- Apanya yang justru? - para penagih utang langsung datang menagih.
Singkatnya, semua uang kita diambil?
Jangankan menggelar pentas, pindah tempat pun tak bisa.
Ah, berhenti.
Nah, kita sudah sampai tujuan.
Pantai?
Pantai.
Kita liburan?
Pantainya bagus, ya.
- Lalu, kita harus bagaimana? - Aku bawa bikini tidak, ya?
Tanpa uang, kita tak bisa pentas untuk dapat uang.
Jangan cemas.
Meski tak punya uang, kalian masih punya tubuh yang sehat!
Ja-Ja-Jangan-jangan, melakukan hal mesum?
Itu tidak mungkin.
Panas...
Oi, anak baru! Piringnya mana?
I-Iya, sebentar lagi!
Yakisoba enak! Mau coba?
Ada es serut dan ramune juga!
Dingin dan segar.
Kenapa kita malah kerja sambilan?
Anak baru, kerja lebih cekatan!
Baik!
Kamu sedang apa, Imari? Cepat bawa ke sini!
Isuzu, maaf...
Dasar.
Wah, bikin kaget saja!
Itu sudah dibayar?
Belum.
Kenapa malah dimakan?
Yakisoba?
"Yakisoba?"
Malah bilang begitu!
Isuzu, kamu galak.
Gara-gara pukulanmu, 500 sel otakku rasanya mati.
Ah, ketemu!
Mizuka!
Maria menyuruhmu
menemani latihan atraksi, kan?
Ouka menunggumu!
Tidak bisa, prioritas kita saat ini membantu memperbaiki keuangan rombongan.
Itu sebabnya aku ke kedai pantai ini!
Bicaramu cepat sekali.
- Anak baru! - Imari!
Maaf...
Cepat kembali.
Baik.
Selamat datang kembali, Mizuka. Ayo, temani aku latihan.
Selamat datang kembali, Mizuka. Ayo, temani aku latihan.
Sebelumnya, ada yang ingin kutanyakan, Ouka.
Hm?
Kenapa Imari dan Isuzu tidak akur?
Kenapa tiba-tiba tanya itu?
Menurutku Isuzu sering kasar pada Imari.
Aku juga tidak tahu detailnya.
Yang jelas, mereka berdua teman masa kecil.
Katanya dulu mereka sangat akrab.
Jadi penyebab mereka seperti ini belum diketahui.
Iya, tapi...
Kamu kejauhan!
Begitu.
Di sirkus, kompak itu penting.
Hubungan sehari-hari juga sangat berpengaruh.
Aku ingin mereka berdua akur.
Aku juga, ingin lebih akrab denganmu.
- Svetlana, kamu terlihat keren. - Saat kita terbang bersama, aku merasa
- Svetlana, kamu terlihat keren. - kamu punya sesuatu
- Ini semua berkat arahanmu. - yang bisa membuat kita kompak.
Dengan begitu, aku yakin kita bisa melangkah bersama ke mana pun!
Dasar! Sudah kuduga, lengah sebentar langsung hilang!
Maaf! Maaf!
Tolong kerja yang benar! Kedaiku bisa bangkrut!
Maaf...
Dasar!
Wah, bikin kaget lagi!
Kamu tak mau gantikan dia?
Berisik, ini bukan urusanmu.
Oi!
Merekrut pegawai lagi?
Aku tak ada uang untuk membayarnya.
Mizuka, kenapa?
Upah satu orang saja cukup!
Aku hanya ingin membantumu sedikit.
Mizuka...
Soalnya, meski cuma latihan, aku tak mau disuruh tampil.
Oh, itu alasannya.
Selamat datang!
Pesan dua porsi yakisoba, ya?
Tapi, kalau mau yakisoba, kedai sebelah lebih murah dan enak.
Dua es serut rasa stroberi dan dua rasa melon, ya.
Tapi, kedai sebelah lebih murah.
Lagi pula, rasa sirupnya juga sama semua.
Bos! Ada kecoak!
Di belakang rak penuh kecoak!
Kalian dipecat.
Kenapa kita dipecat? Aku tidak paham!
Justru aku yang tak paham jalan pikiranmu.
Ternyata bukan kecoak, ini kutu laut.
Tapi, bagaimana ini? Kita harus cari uang...
Imari, lihat ke depan.
Ibu di mana?
Ibu!
Wah.
Kamu kenapa? Terpisah dari ibumu?
Anu...
Lihat ini.
Lihat, lalu...
Nah!
Wah!
Belum selesai!
Nah!
Ini, buat kamu.
Sulap barusan, aku tak tahu triknya.
Terima kasih!
Imari.
Sulap barusan, tolong siapkan!
Kita mandi tungku lagi...
Kalau sedang memikirkan sesuatu, paling enak sambil berendam.
Jadi, kamu mau bahas sesuatu, kan?
Iya.
Ada satu hal yang ingin kutanyakan
dan satu ide bagus.
Kalau begitu, hal yang ingin ditanyakan dulu.
Pilih yang ini, ya.
Imari, kenapa kamu dibenci Isuzu?
Pertanyaan itu, aku tak bisa menjawabnya.
Lebih baik bahas ide bagus.
Begitu.
Aku ada ide untuk mencari uang!
Mari kita adakan pertunjukan sulap di pantai!
Pertunjukan sulap? Aku?
Di tempat seramai itu?
Mustahil!
- Jangan malu. - Mustahil!
Waktu itu kamu pernah bilang, kan?
Gerakan sulapku masih kaku dan melihatnya membuatmu cemas!
Tapi tadi lancar.
Kamu pasti bisa.
Tidak bisa.
Aku betulan tidak bisa!
Pertunjukan selalu membuatku teringat banyak hal!
Eh?
Bukan pertunjukannya, aku hanya takut tampil di depan banyak orang.
Melihat keramaian saja sudah membuatku gugup.
Tapi kamu pemain sirkus. Ya sudah, kita kesampingkan itu dulu.
Aneh, ya.
Ayahku dulu pesulap terkenal.
Sejak kecil aku sangat bangga dan sayang padanya.
Sering membantunya di panggung.
Saat itu, aku sangat bahagia.
Kamu sayang ayahmu...
Iya.
Memangnya ada orang seperti itu?
Bisa dengarkan dengan serius?
Aku sangat sayang padanya.
No comments yet. Be the first to leave one.