ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Tarik ke atas!
Tarik!
Tarik ke atas!
PERANG ASIA TIMUR RAYA, 1945
Selama Perang Dunia II,
Tentara Kekaisaran Jepang memasuki kawasan Asia Pasifik.
Pemerintah Thailand mengizinkan Jepang membangun jalur kereta
dari Thailand ke Burma
untuk mengangkut pasukan dan senjata.
Pak, kita hilang kontak dengan para prajurit penjemput tawanan.
Baiklah.
Bawa mereka kembali, apa pun caranya.
Siap, Pak.
- Kita harus bagaimana? Tolonglah! - Ya.
Komandan.
Kenapa proyek pembangunan di wilayahmu sangat lambat?
Maafkan saya, Komandan.
Kami kekurangan pekerja.
Saya sudah bawa beberapa warga lokal untuk membantu.
Suruh mereka bekerja lebih keras.
Siang dan malam, tanpa henti.
Tapi, mereka sudah saya paksa bekerja habis-habisan.
Mereka bermalas-malasan.
Kenapa mereka tak bekerja?
Tapi, ini waktu istirahat mereka, Pak…
Jangan beri istirahat!
Mengerti?
Mengerti, Pak.
Komandan,
izin untuk mengumpulkan lebih banyak wanita penghibur.
Sisakan satu yang cantik untukku.
Baik, Pak.
Kembali ke vila!
Aku ditugaskan oleh Tentara Jepang
untuk mengawasi pembangunan rel
di perbatasan dari Thailand ke Burma.
Ayo! Terus bekerja!
Kami butuh banyak pekerja untuk proyek ini.
Pekerja kami kebanyakan tawanan perang
dan warga lokal berbagai suku di perbatasan.
Dasar bodoh!
- Tunggu! - Ayo!
Kau malas?
Berdiri!
Dasar pemalas!
Ayo bekerja!
Bangun!
- Cepat! - Tunggu…
Lebih cepat!
Lebih cepat!
Lakukan dengan benar!
- Cepat! - Cepat!
Tapi, salah satu suku menolak bekerja sama
dan menyatakan diri sebagai musuh.
Tangkap mereka semua.
Jadi, Komandan Nakamura menyerbu desa mereka
dan memaksa mereka bekerja untuk kami.
- Cari mereka! Jangan sampai lolos! - Di mana mereka?
Pemimpin mereka, Nortong, berhasil lolos.
Cari mereka!
Sejak itu,
Nortong beberapa kali menyelinap ke kamp kami
dan membebaskan beberapa tawanan kami.
Nortong adalah pemberontak berbahaya
yang harus kami tangkap, hidup atau mati.
- Bunuh dia! - Ya!
Apa yang terjadi?
Terus maju!
Tidak bisa, Pak!
Sialan!
Bajingan!
Matilah!
Makhluk apa itu?
Para prajurit yang kami tugaskan hilang.
Warga lokal bilang ada iblis jahat di pegunungan,
makhluk mirip monster dalam cerita rakyat Jepang
yang bernama "Omukade".
Bos.
Kami ingin berhenti.
Kalian terikat kontrak.
Tidak bisa pergi.
Kembalilah bekerja.
Selamat pagi, Pak.
Selamat pagi, Pak Akira.
Mau rokok?
Aku tidak merokok.
Ada yang bisa kubantu?
Aku butuh lebih banyak pekerja.
Aku sudah kumpulkan orang-orang dari seluruh provinsi.
Jika mau lebih banyak, harus ambil dari provinsi lain,
dan biayanya lebih mahal.
Tidak masalah.
Aku siap bayar.
Beri aku beberapa hari.
Kuserahkan padamu, Pak Boonchu.
Dengan senang hati, Pak.
Ayo pergi.
- Siapa itu? - Hei.
Gadis baru.
Untuk Komandan.
Baiklah.
Di mana gadis itu?
Di atas, Pak.
Kau terlihat menggoda.
Di mana itu?
Kau akan mati.
Komandan.
Ma-oo.
Dari mana kau dapat gadis itu?
Dia meminta pekerjaan.
Aku tak tahu latar belakangnya.
Tak kusangka dia bisa melakukan hal seburuk itu.
Aku tak ada hubungan dengannya.
Katakan di mana kau menemukannya!
Renja, hentikan!
Jangan!
Sudah cukup.
Pak Ketua!
Ada tawanan kabur.
Seorang tentara Inggris.
Kode sandi.
Kau bisa keluar sekarang, Letnan.
Dia salah satu dari kita.
Ikuti aku.
Siapa pria kulit putih ini?
Kenapa harus bantu dia?
Dia perwira dari kubu kita.
Tak bisa dibiarkan mati di sini.
Hei, Sanor.
Hei!
Hei! Apa perahunya sudah siap?
Ya.
Tetap di situ!
Letakkan senjatamu.
Kumohon, Pak.
Jika kau membiarkan kami pergi,
aku akan memberikan
- semua uang ini. - Aku tak terima suap.
Bawa aku bersamamu.
Ini misiku.
Kau bukan bagian dari ini.
Kau yakin?
Upahku.
Rokok jelek!
Bawa aku ikut sekarang!
Adam, ambil suplainya.
Cepat!
Mungkin Nortong yang membantu mereka kabur.
Kirim pesan radio ke pasukan Burma agar mencegat dan menangkap mereka.
Itukah ide hebatmu?
Ini pekerjaan kita.
Kita harus menyelesaikannya sendiri.
Siap, Pak. Maaf.
Rokok Barat?
Bagaimana kau kenal wanita ini?
Ayahnya, Nortong,
adalah pemimpin Unit 130,
sekutu pemberontak kami melawan Jepang.
Seperti Gerakan Thailand Merdeka.
Dia membantu banyak tawanan kabur dari kamp Jepang.
Kenapa Nortong tidak memimpin kita?
Aku tidak tahu.
Aku ragu putrinya punya pengalaman sebanyak dia.
Kurasa kita tidak punya pilihan lain.
Kita harus melewati tambang ini.
Apa ini tembus sampai Burma?
Tambang ini digali pada masa ayahku,
tapi ditutup ketika perang mulai.
Kau pernah sampai ke ujung ini?
Kenapa kau begitu yakin ini akan membawa kita ke Burma?
Ayahku pernah bekerja di sini.
Lalu, kenapa dia tak ada di sini untuk memandu kita?
Tenang saja.
Ayahku membuatkan peta untukku.
Aku bisa memandu kalian.
Apa ada masalah?
Kita harus melewati tambang ini untuk sampai ke Burma.
Kita berhenti di sini untuk makan,
setelah itu jalan lagi.
Jangan sampai aku lihat wajahmu lagi.
Matilah!
Jangan bunuh mereka.
Tunggu apa lagi?
Aku harus menginterogasi mereka dulu
agar tahu siapa dalangnya.
Tangkap mereka.
Kau!
Boonchu.
Kau mengkhianatiku.
Ada lima orang.
Mana dua lainnya?
- Ikuti mereka. - Siap.
Ota, Ito.
Ikut aku.
Baik.
Ikat dua orang ini.
Baik.
Jangan bergerak.
Diamlah.
Sanor.
No comments yet. Be the first to leave one.