ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Januari 2011, Suriah jatuh pada krisis perang saudara.
Abu Bakr al-Baghdadi, ketua kelompok teroris ISIS...
berusaha mendirikan pemerintahannya atas Irak dan Suriah.
Saat ISIS menguasai satu persatu kota dan desa-desa,
mereka yang melawan akan diserang secara biadab.
Kota-kota yang dikuasai di ambang krisis kemanusiaan
tanpa sarana untuk memasok bantuan kemanusiaan kecuali pengiriman udara.
Pilot Iran yang pertama memberikan bantuan.
Suria - Kota Al-Fu'ah dan Kefraya yang terkepung
Lihat sayang, lihat.
Alhamdulillah.
MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.
DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA
Kopinya, Kapten.
Enam palet sudah mendarat di AL-Fu'ah Kefraya.
Kalau dua lainnya?
Mendarat di wilayah ISIS.
Ada masalah? Kau harus kurangi ketinggiannya?
Jika kita terbang lebih rendah, mereka bisa menembak kita dengan misil.
Ini pesawat kecil, angin akan menerbangkannya.
Pagi Damaskus, sahand 2.0.1.0
Bandara Damaskus
Kerja bagus.
Apa semuanya berjalan baik?
Alhamdulillah.
Ali,
keputusanmu masih sama tadi malam?
Kalau begitu ini milikmu.
Apa ini? / Pemecatanmu, semua dokumennya sudah kuselesaikan.
Ali,
Airbus sudah datang menjemputmu.
Baunya seperti parfum Paris.
Semoga berhasil.
Ini Palmyra di mana pasukan pertahanan bertempur melawan ISIS.
Ini landasan pacu bandara.
Dan ini Ilyushin yang sayangnya pilotnya mati syahid...
dan terpaksa memindahkan pesawatnya ke hanggar.
Mereka menantikan pilot pemberani untuk menerbangkannya.
Maksudmu Palmyra jatuh ke tangan ISIS?
Kota ini belum jatuh, tapi kemungkinan besar akan jatuh.
Tapi Kapten, dimana pilot Suriah itu?
Katanya sudah terbang, mungkin sudah terlambat sebelum mereka kembali.
Saat ini kita sudah siap.
Kenapa tak minta bantuan orang Rusia?
Sebenarnya sudah banyak yang jatuh di pihak kita.
Berapa lama lagi?
Helikopter juga menunggu.
Hai Ali, apa kabar sayang?
Jangan panik.
Cuma tadi malam aku sakit. Ibuku membawaku ke rumah sakit.
Sekarang sudah baikan.
Janjiku sudah kutepati.
Aku tidak main internet.
Tidak menonton berita.
Aku cuma mau tenang.
Tapi Ali,
aku merindukanmu.
- Ali, inikah janjimu pada kami? - Bu, aku lagi bicara!
Kapten bukankah lebih baik kita ke Palmyra ketimbang ayahmu?
Ya Tuhan, kami juga pilot. Bisa kau bela kami?
Katanya kau mau ke Palmyra bersama Haji Younes, apa benar?
Kau sedang apa di sini?
Sedang apa kau sendirian di sini?
Tunggu. Berhenti!
Kita harus pergi, atau kita akan diserang.
Sebentar!
Kita bisa terlambat, matahari mulai terbenam.
Bentar... Ini perintah militer!
Turun Kapten, sebelum pesawatmu berangkat.
Kau sudah dikeluarkan dari kru, mengerti?
Kau membangkang!
Suruh mereka menangkapku.
Ali, inikah janjimu?
Kau meninggalkan putri cantikku sendirian dan pergi ke negara lain.
Demi Tuhan, amalan diawali dari rumah.
- Tidak ada kue dan makan juga! - Bu, tolong berikan teleponnya!
Leyla... sayang, diamlah.
Aku beluk pernah melihat menantuku,
jadi setidaknya aku bisa beritahu perasaanku padanya.
Kenapa kau mau menikah dengan Ali?
Ini namanya kehidupan?
Menerbangkan pesawat membuat panik Leyla dan keguguran.
Kau mau bayi lagi, baiklah.
Kalau begitu tinggallah bersama keluargamu.
Sumpah demi Tuhan, banyak masalah di negara ini.
Jika kau hendak berbuat sesuatu, lakukanlah demi negara kita.
Aku peringatkan Ali,
dengan alasan apapun...
keguguran ini seperti lainnya,
kau harus lupakan Leyla.
Ibu takkan berikan ini padanya.
Jangan berikan!
Kapten!
Begitu helikopter mendarat,
aku akan turun dan kau akan kembali ke Damaskus.
Mengerti?
Bagus.
Kuhargai kau datang sejauh ini.
Muhammad, ayo!
Ali, kau membuatku gila!
Kau tidak mau kembali ke istrimu? / Misiku belum selesai.
Misi apa? Aku sudah memecatmu.
Aku kemari untuk menerbangkan pesawat Ilyushin.
Itu tugasku.
Kau belum terbang 4 tahun lamanya.
Kau lebih tahu dari aku, itu ilegal.
Ilegal?!
Ali, lihatlah sekeliling.
Tempat ini bahaya.
Tidak ada bedanya dengan penerbangan.
Maaf ayah, tapi izin terbangmu sudah berakhir.
Kau dilarang terbang.
Izinku berakhir?
Aku tak bisa terbangkan pesawat?
Harusnya kau malu!
Kapten Rostami?
Kau kapten Rostami, ya atau tidak?
Ya.
Terus, kenapa kau tidak jawab?
Tamu kita sudah datang.
101-101
Oke, tentu.
Dia di sini, aku melihatnya.
Bassem Hamdani?
Bassem.
Bassem Hamdani.
Ya.
Aku Kapten Rostami.
Tapi dia juga Kapten Rostami!
Kami berdua kapten.
Mana mobilmu?
Aku cuma punya motor ini.
Bannya kenak peluru.
ISIS memperkuat serangannya di kota.
Mereka sudah capai kota kuno.
Drone!
Artinya ISIS akan melakukan sesuatu yang berbahaya!
Kita harus cepat bersembunyi! Ayo.
Ayo.
Aku akan mengirimnya ke neraka.
Dan kau tidak tahu seperti apa neraka itu .
Bersiaplah turun!
Cepat!
Keluar!
Lewat sini! Ikuti aku!
Lompat!
Belal, Belal.
Sniper ISIS ada di mana-mana. Kita harus tunggu sampai gelap.
Baik.
Bassem, kerja bagus.
Kalian para pemberani sangat dinanti.
Halo.
Younes?!
Belal!
Kenapa kau datang ke Palmyra?
Kau butuh bantuan,
jadi kami datang.
Kau komandan pangkalan.
Harusnya kau tugaskan pilot Ilyushin bukannya kau.
Ini Ali, pilot Ilyushin.
Selamat datang, kawan.
Senang bertemu denganmu.
Seperti aku, tidak ada yang senang melihatmu.
Ayo masuk ke dalam.
Silakan.
Ini pesawat yang menunggumu.
Ayo.
Kapten Ali.
Kau tak apa?
Ya.
Ayo.
Selamat datang.
Selamat datang.
Tn. Belal...
Apa orang ini yang kita tunggu-tunggu?
Kita menantikan satu orang,
tapi,
ada 2 yang datang.
Teman-teman,
sambut kedatangan pilot Iran.
Jaber,
kau kalah taruhan,
orang-orang pemberani ini sudah datang.
Benar Belal.
Selamat datang.
Jabber. Co-pilot
- Semoga Allah memberkatimu. - Kapten Younes.
Semoga Allah memberkatimu.
Kapten Ali.
Selamat datang.
Senang bertemu denganmu.
Kapten, kapan kita bisa terbang?
Hati-hati.
Hati-hati, ranjaunya di Bassem tua!
Aku akan ati-hati.
Teman-teman,
menyaksikan kota kita terbakar habis...
sangat berat bagi kita.
Berpisah dari kota,
yang menyimpan masa lalu dan kenangan kita...
No comments yet. Be the first to leave one.