ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kalian berdua, tunggu di sini.
Dengar, jangan bergerak sampai mendapat sinyal.
Meskipun rekan-rekan kita terbunuh.
Misi kalian
adalah memenggal kepala Niimi begitu musuh goyah.
Soji.
Ya.
Maaf, tapi dia adalah mangsaku.
Menurutku adil bagi siapa pun untuk mendaratkan serangan pertama.
Namun, aku yang tercepat di sini.
Jadi, mungkin aku akan mengalahkannya.
- Jangan sombong. - Yamanami.
Saito.
Tempatkan aku di sini juga.
Aku menyuruhmu berada di garis depan.
Apa satu orang akan membuat perbedaan?
Itu bukan keputusanmu.
Kita bersepuluh, melawan 150 orang.
Tentu kau mengerti betapa pentingnya setiap orang.
Kumohon.
Saito.
Apa lagi sekarang? Mencoba memonopoli sorotan?
Bukan begitu.
Akulah
yang harus membunuh Niimi.
- Tapi... - Yamanami.
Setelah kupikir lagi, aku lebih suka berada di garis depan.
Hijikata.
Jika menyangkut pertarungan
tidak seru jika bukan kau yang memimpin.
Matilah kau! Niimi!
Kau!
Berengsek!
Ayo!
Kau tak akan lolos!
Beraninya seorang pion menatapku saat aku jatuh!
Apakah lucu melihat pria merayap di tanah?
Kau benar-benar bajingan yang pantas mendapatkannya.
Saito.
Ini untuk Eisaburo.
Jangan pikir kau akan mati dengan mudah.
Mau mendengar sesuatu yang lucu?
Ini tentang Abiru.
Kau tak ingin tahu bagaimana dia mati?
"Aku tak mau mati! Aku tak mau mati!"
Dia menangis.
Dia menangis tersedu-sedu bak babi yang tersangkut saat mabuk.
Pedang Rahasia, dilapisi racun!
Begitu rupanya.
Jadi, begitu rupanya.
Jadi, ini yang kau gunakan untuk membunuh Eisaburo?
Kau memancingku untuk memotong jarimu hanya untuk membuatku lengah?
Mustahil. Bagaimana bisa?
Saat melihat jasad Eisaburo, aku langsung tahu.
Lukanya tidak cukup dalam untuk bisa mematikan.
Tapi dia mati karena satu serangan, yang hanya bisa berarti satu hal.
Bahwa pedangmu pasti dilapisi racun.
Berengsek! Kau sudah tahu sejak awal?
Lagi pula, jika Eisaburo melawanmu, tidak mungkin dia kalah
dari orang sepertimu!
Aku menang. Aku menang!
Sampai jumpa, Bocah-bocah Bodoh.
Aku bersumpah akan membalas kalian!
Ingatanmu sangat pendek.
Aku yakin sudah memberitahumu.
"Jangan pikir kau akan mati dengan mudah."
Baiklah!
Aku... Aku kalah!
Jadi, kumohon!
Lihat, jariku terpotong.
Kakiku teriris.
Dengan luka ini, aku tak akan bisa memegang pedang lagi.
Kumohon. Kumohon, ampuni aku!
Tentu saja, mengingat semua perbuatanku
aku tahu permintaanku egois.
Karena itulah...
Apa ini cukup bagimu untuk memaafkanku?
Kau sangat ingin hidup?
Sungguh menyedihkan.
Lupakan saja.
Aku jadi tak peduli.
Kau serius?
Ya. Enyahlah.
Aku menang.
Kau pikir kau menang?
Niimi Nishiki.
Hanya aku yang memaafkanmu.
Tapi orang yang benar-benar harus memaafkanmu
sayangnya tidak ada di sini.
Minta maaflah sendiri kepadanya di akhirat.
Pengkhianatan Niimi Nishiki tidak pernah dipublikasikan.
Sebaliknya, cerita yang dikarang dia melakukan seppuku
untuk penggalangan dana ilegal.
Ini, Eisaburo. Kukembalikan kepadamu.
Kenang-kenangan kakakmu.
Kini akhirnya kau bisa tidur.
Pada akhirnya, mungkin dia membantuku mengalahkan Niimi.
Tapi Hajime...
Hajime?
Jangan lupakan ini.
Tadi, aku bisa dengan mudah menghabisi Niimi.
Tapi melihat keinginanmu yang besar
aku membiarkanmu membunuhnya.
Dengar! Kau bisa mengalahkan Niimi karena aku!
Toshi, kau sama seperti biasanya. Mengatakan hal bodoh...
- Apa yang bodoh? - Aku hampir harus menghormatinya.
Hei, Eisaburo, kau lihat ini? Toshi bodoh, seperti biasanya.
Hei, orang bodoh saling mengenali, Bodoh.
- Bukan begitu, Eisaburo? - "Kita sama-sama bodoh"? Aku bodoh?
Lihat saja siapa yang sebenarnya bodoh.
Ayolah, lihat saja, Eisaburo. Sudah jelas Toshi.
Hei, kau!
Aijiro, kurasa latihan kita berikutnya adalah di akhirat.
Sampai saat itu, awasi aku, meski aku tidak berbakat.
Begitu rupanya. Jadi, Niimi telah tumbang.
Dia sosok yang tragis dengan caranya sendiri.
Jelaskan, Yamazaki.
Kau bilang grup Kondo kurang dari sepuluh orang, bukan?
Jadi, bagaimana mereka mengalahkan Niimi dan 150 orangnya?
Menang dan kalah itu keberuntungan. Bukan wewenangku.
Niimi gurumu, 'kan? Kau tak merasa menyesal?
Uang!
Penyesalan?
Penyesalan tak bisa dimakan, bukan?
Kau busuk sampai ke dalam.
Tapi aku tak bisa bilang aku tak menyukainya.
Uang! Kuanggap itu pujian.
Jadi, apa langkah kita, Tn. Serizawa?
Sekarang, sebagian besar orang kita akan memihak mereka.
Hirayama.
Aku selalu menginginkan perang habis-habisan, tanpa trik. Mengerti?
Tentu saja, aku mengerti.
Tapi...
Kita butuh lebih banyak bahan bakar untuk apinya. Ya?
Mulai.
Apa? Goro, kau menjadi ceroboh.
Ichiji, berengsek kau!
Niji, kau juga di sini?
Kenapa wajahmu seperti itu? Ada masalah dengan keberadaan kami?
Ya.
Kami yang membuat kekacauan di Mito, 'kan?
Baiklah, semuanya sudah datang.
Jadi, Kamo, siapa yang pertama?
Kau tidak akan memanggil kami kecuali untuk orang penting, 'kan?
Aku tahu! Syogun!
Kau mau mengincar Tuan Iemochi?
Ternyata kau masih bodoh.
Kakak, Goro menyebutku bodoh!
Orang yang menyebut seseorang bodoh itu bodoh!
Bodoh. Bodoh.
Goro, jangan terlalu sombong.
Kau seharusnya tangan kanannya.
Jadi, kenapa Kamo belum menguasai dunia?
Lihat? Goro-lah yang bodoh!
Diam, Bodoh. Mau kuhancurkan di sini sekarang juga?
Sudahlah. Berisik sekali.
Alasanku memanggil kalian kemari sederhana.
Semua berjalan sesuai keinginanku. Aku ingin menikmati setiap detiknya.
Kalian semua mengerti, 'kan? Apa yang ingin kusampaikan.
Lepaskan kekejaman kalian yang luar biasa dan injak-injak Kyo.
Luar biasa!
Mereka datang.
Serizawa Kamo bergerak.
Dia mengumpulkan sekutu baru dan tampaknya merencanakan sesuatu.
Apa yang direncanakan pria itu?
Aku sama sekali tidak tahu.
Kami hanya tahu...
Silakan.
Yamanami, kau bicara pada siapa?
Alasanku memanggil kalian kemari sederhana.
Aku ingin menikmati setiap detiknya.
Kalian semua mengerti, 'kan?
Suara ini... Apa itu Kamo?
Lepaskan kekejaman kalian yang luar biasa dan injak-injak Kyo.
Yamazaki, dasar berengsek. Kukira kau memihak Niimi.
Dia tidak memihak siapa pun.
Dia akan melakukan apa pun jika bayarannya sesuai.
Dia yang menyebarkan rumor pertemuan Kondo dan Tuan Katamori pada kita.
Jadi, dia agen ganda.
Semacam itu. Kesetiaanku ada pada penawar tertinggi.
Bermain di kedua sisi untuk bayaran dua kali lipat, ya?
Kau bedebah yang istimewa.
Terima kasih.
Serizawa Kamo menginginkan kita.
Pertarungan sesungguhnya dimulai.
- Indah sekali. - Ini indah.
Saat ini, kekuatan lain mulai meninggalkan bekas pada Kyo.
Klan Satsuma, kekuatan besar dari provinsi barat
bersekutu dengan Aizu.
Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja? Hei!
Jaket Haori itu... Kau anggota Shinsengumi?
Aksen itu... Mereka dari Satsuma, tidak diragukan lagi.
Ya.
Apa mau kalian?
Kau dari klan Aizu. Kami dari Satsuma dan Aizu...
Kurangi bicara, lebih banyak bertarung, atau kau akan mati.
Kalian menghalangi patroli kami. Minggir!
Aku tak mengerti ucapannya. Sekelompok samurai kentang.
No comments yet. Be the first to leave one.