ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Dan memenuhi hatiku dengan cinta demi dirimu.
Demi dirimu.
Bisa membuat seluruh dunia ini terasa benar.
Tidak. Aku benci lagu itu.
Mengapa kau membencinya?
Jangan benci lagu ini. Ini lagu klasik.
Klasik yang terlalu sering diputar.
Dan membuat kegelapan terang.
Demi dirimu dan dirimu saja.
Bisa membuatku bergairah.
Bagaimana pekerjaanmu?
Kau masih bekerja di majalah perjalanan?
Tahun lalu bangkrut.
Oh...
Tidak apa. Pasti ada pekerjaan lain.
Bagaimana denganmu? Bagaimana kehidupan dalam ruang dekompresi?
Ada hal "kotor" yang mau kau ceritakan padaku tentang para pria di anjungan minyak itu?
Hmm? Hmm?
Tidak ada.
Kau masih tinggal bersama pria toko selancar itu?
Apa?
Oh. Tidak, itu... RENTAL MOBIL
Tidak, itu masa lalu.
Jadi, kau tinggal di mana?
Sekarang ini, sebenarnya aku tinggal bersama Ibu.
Baik.
Dia baik-baik saja.
Mmm.
Ibu? Dia baik-baik saja.
Mungkin kau ingin tahu.
Baik.
PENYELAMAN
- Ah. - Bagus.
Lumayan curam.
Tidak apa.
Itu diperlukan? Itu hanya gua biasa.
Itu wilayah gua, jadi kita bawa tali.
Baik.
Ya Tuhanku, keren!
Divepath QR4 dengan interkom.
"Divepath QR4 dengan interkom!"
Kau kutu buku sekali.
Kau memimpikan peralatanmu saat malam? Kau seperti...
"Ya Tuhanku, alat kendali daya apung baruku, rasanya sangat nikmat saat basah..."
"Oh, aku menyukainya."
Ya, aku selalu agak tegang setiap kalinya.
Kau beruntung.
Aku beruntung? Apa maksudmu?
Tegang itu bagus.
Semangat itu hal bagus.
Terserah katamu. Baik, mari lakukan.
Mari turun ke 15 meter.
- Kau pimpin, aku ikuti. - Baik!
Aku rindu perasaan ini.
Baik, kembali ke dalam rahim.
Aku langsung menyesal membeli sistem komunikasi.
Baik.
- Bagus. - "Bagus"?
Ini sangat menakjubkan!
Mari turun 9 meter.
Pasti ada pintu masuk ke gua kecil imut ini...
Suatu tempat di sekitar sini.
Baik, aku tepat di belakangmu.
Kita di enam meter.
Kondisi ruang perantara sempurna.
Sudah ada udara di dalamnya tapi mungkin agak beracun.
Mari tambahkan udara segar.
Sudah cukup. Cukup!
Oksigennya nikmat, kan?
Kita di 6 meter.
Bukankah ini hebat?
Kau tahu apa yang aneh?
Aku bahkan tidak tahu jika kau menikmati ini.
Rasanya...
Aku tidak bisa membacamu lagi.
Apa kau menikmati ini, seperti...
Aku bicara padamu tentang perjalanan ini setiap tahun, tapi...
Apa kau memang ingin pergi?
Tentu aku ingin.
Baik.
Maaf aku tidak mengungkapkannya dengan benar.
Tidak, aku tidak...
Aku tidak bermaksud mengkritik.
Hanya...
Kau baik saja?
Kau meninggalkan lubang saat kau pergi.
May, tunggu.
May.
Ayolah, tunggu!
May?
Mengapa kau tidak menjawabku?
Ada apa?
Bicaralah padaku, kumohon!
Kau mendengarnya?
May?
Bergerak ke tebing!
Brengsek! May!
May! Awas! May!
Ya Tuhan!
May?
May, kau bisa mendengarku?
Kumohon!
Kau bisa mendengarku?
Brengsek.
May?
Baik.
Aku datang...
Aku turun.
Brengsek!
Baik. Baik.
Baik.
Baik.
Aku sudah di dasar.
Aku akan menemukanmu, aku janji.
Baik.
Baik.
Kau bisa melakukannya. Kau bisa melakukannya.
May, jika kau bisa mendengarku, nyalakan sentermu.
Aku tidak bisa lihat apa pun.
May!
Kau bisa mendengarku?
Dengarkan aku?!
- Drew? - May!
- May! Kau baik saja? - Aku tidak...
Apa? Aku tidak bisa... Aku tidak bisa mendengarmu.
Suaramu putus-putus. Apa?
Kau bisa ke permukaan?
Aku terjepit.
- Apa? - Aku terjepit.
Kau terjepit! Apa kau terluka?
- Aku tidak tahu. - Baik.
Aku di 30 meter.
Kumatikan senterku.
Bisa kau nyalakan sentermu?
Drew.
Ya Tuhan! Aku tidak bisa lihat apa pun! Aku tidak bisa lihat apa pun!
Di mana talinya? Tadi aku memegangnya!
Aku menjatuhkannya! Aku tidak bisa menemukannya!
- Tetap tenang. - Brengsek!
Di mana?
Aku tidak bisa menemukannya!
- Tenanglah. - Tidak apa. Tidak apa.
Tidak apa. Aku menemukannya. Aku menemukannya.
Berapa oksigenmu?
Oksigenku sisa 100.
Kau masih di tebing?
- Ya, ya, tebingnya di belakangku. - Baik, baik, maka...
Aku tidak bisa mendengarmu, ini...
Teruslah bicara, mengerti?
Pertahankan tebing di sisi kirimu dan teruslah sejajar.
Baik, kulakukan.
Drew, terus nyalakan sentermu.
Aku melihat sesuatu!
Aku melihatmu!
Ya, aku melihat sentermu!
Oh, puji Tuhan! Ya Tuhanku, apa-apaan...
- Ya Tuhanku, kau terluka? - Aku baik saja.
Ya Tuhanku, kita harus memindah batu ini darimu.
- Kuatlah! - May!
Tenanglah. Tunggu, tatap aku.
Bagaimana dengan kakimu? Ya Tuhanku.
- Kita harus mengangkat batunya. - Baik.
Dorong dengan punggungmu pada saat bersamaan.
Lagi!
Batunya tidak bergerak.
Aku akan menarikmu. Aku akan berusaha menarikmu, mengerti?
- Siap? Satu, dua, tiga. - Baik.
Aku tidak bisa.
Hentikan!
Ini tidak berhasil.
Kita harus memindahkan batu ini darimu.
Ini tidak berhasil.
Kita harus mengeluarkanmu dari sini!
Tentu.
Tapi sekarang kau harus meninggalkan aku di sini.
Apa maksudmu "Meninggalkanmu di sini"?
Kau harus ke permukaan dan memanggil bantuan.
- Apa? - Drew!
Aku perlu kau tegar, mengerti?
Aku tahu kau bisa melakukannya.
Kau bersamaku?
- Ya. - Baik, berapa oksigenmu?
- Sisa 85. - Baik, oksigenku masih 100.
Dalam kedalaman ini, aku bisa bertahan sekitar 25 menit.
Tidak ada yang bisa bertahan 25 menit di sini, May.
Aku tahu, aku tahu. Dengar, ini yang harus kau lakukan.
Saat langsung menuju permukaan...
Komputer selammu akan menggila, memberitahumu...
Supaya berhenti melakukan dekompresi, abaikan saja.
Kau masih dalam batas aman. Kau mengerti?
- Ya, ya, baik. - Komunikasi kita tidak akan berfungsi...
Saat kau keluar air, jadi kita tidak akan bisa bicara...
Jadi kau harus mengingat yang kukatakan padamu sekarang, mengerti?
- Baik. - Saat kau di permukaan, panggil bantuan.
Lalu kau harus membawa oksigen tambahan.
Ada dua tangki di bawah.
Ada dua tangki lain di balik kursi belakang mobil.
Jika waktunya cukup, kau harus membawanya...
Ke bawah tebing. Dan ada dongkrak mobil.
- Dongkrak mobil. Ya. - Di bagasi.
No comments yet. Be the first to leave one.