Barry

Barry

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 2

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Barry S02E01 The Show Must Go On Probably 720p AMZN WEB-DL-MkvCage ID
കമന്ററി എഴുതിയത് SonOfGotham
Enjoy it!

ടാഗുകൾ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
mkv
MkvCage
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2019-04-13
ഡൗൺലോഡുകൾ: 50
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Kau tahu kita berdua selalu membicarakan cita-citaku?

Menurutmu akting itu cita-citamu?

Ini Ryan Madison.

- Kalian mau dia dihabisi? - Ya.

Aku mengikuti Ryan mengambil kelas akting,

dan mereka bilang aku berbakat.

Kau seorang pembunuh, Barry.

Ini pekerjaanmu.

Teman-teman, Ryan Madison. Dia tewas.

Aku Detektif Moss.

Aku harap satu dari kalian mengenali pria di foto ini.

Waspada terhadap orang yang misterius.

Dia membunuh temanmu.

Aku menyelediki pembunuhan salah satu muridmu.

Ini tak boleh terjadi.

Kau mengambil rumah simpananku. Kita perang sekarang.

Kalau mereka mulai saling mengenal,

akan jadi hebat.

Apapun yang kau lakukan malam ini untuk meraih posisi itu...

- Tunggu, tunggu. - lakukanlah selalu.

Aku selesai dengan ini, mulai sekarang.

- Bisakah kita tak melakukan ini? - Sudah selesai.

Mulai sekarang.

++++ SonOfGotham ++++

Ya? Hei, tunda dulu.

Hei, kalau kau sentuh TV itu, kubunuh kau.

Aku hanya ingin tahu,

apa yang terjadi pada pria ini,

jadi jangan kau sentuh TV-nya, tunda sebentar.

Kau bisa menundanya? Mengapa?

Karena aku ingin melihatnya.

Dan kau selalu melakukan ini, Bung!

Mengapa ini selalu sulit?

Menurutku ini tak ada hubungannya dengan TV.

Ini adalah omong kosong pasif-agresif...

yang harus kita bahas. Aah, sial.

Ya?

Bangsat.

Astaga.

Astaga! Oh, bangsat! Ya Tuhan!

Di mana dia?

Kau bisa santai? Andalanku yang baru...

akan membawa paketmu sebentar lagi.

Ini bukan diriku. Aku bukan penjahat.

Maksudku, seseorang bisa terluka.

Jelas sekali, akan ada yang terluka.

Orangku akan membunuh siapa saja di apartemen itu.

Itu bagian dari rencananya.

Apa?

Mengapa kau melihatku sepert itu?

- Ini rencananya. - Tidak.

Kau tak pernah menyinggung akan ada yang terluka.

Oh.

Seharusnya aku beritahu.

Astaga!

Aku lihat dia naik! Ayo!

Kau lihat? Di sini dia.

Mungkin tak seperti yang kau bayangkan, tapi,

setidaknya sesuai dengan yang kau bayar, kan?

Hei.

Kombinasi yang kau berikan salah.

Kombinasinya salah.

Kau tak membawa paketnya!

Aku harus pergi dari sini!

Sial!

Tunggu!

Hentikan! Hentikan! Sial!

Oh, puji Tuhan, kalian datang!

++++ SonOfGotham ++++

Oke.

Baik. Ini bagus. Oke.

Tukang koran. Ini dia.

Baiklah, Teman-teman, waktunya! Mari... Whoa!

Hei, ada apa? Kalian tak memakai kostum.

Tidak.

Mengapa kalian memakai kostum?

Mengapa memakai kostum? Karena ini latihan dengan kostum.

Ayo, kalian harus berpakaian!

Kau tak serius berpikir kita tetap mencoba lakukan ini, bukan?

Ya, kita harus mencoba! Kita buka besok, Teman!

Baz, itu gila. Mengapa tak kita batalkan saja pertunjukannya?

Membatalkan... Mengapa?!

Karena kemarin Gene sangat gugup...

- dan pergi? - Dia terisak.

Menurutku itu bagian dari reaksi emosiku.

Tidak, aku yakin itu tentang Moss.

Ingat? Dia teriak, "Janice. Janice.

- Apa artinya kalau tak ada Janice?" - Itu aku.

Kita tak bisa tampil tanpa sutradara, Barry,

dan sekarang, kita tak punya sutradara!

Oke, hei! Biar kutebak. Kita akan sukses!

- Maafkan aku, maaf. - Oke? Menurutku...

Gene butuh santai sebentar dan menenangkan diri.

Jadi untuk sementara, aku akan jadi sutradara.

- Apa? - Apa?

Terdengar aneh.

Baik, semuanya, pakai kostum kalian. Ayo.

Kita lanjutkan. Kita tampil besok, Teman-teman.

- Ayo! The Front Page. - Maukah kau bicara dengannya?

Semuanya gerak!

- Ini akan menyenangkan! - Kau pernah jadi sutradara?

Belum pernah, tapi menurutku...

ini akan sukses, Teman.

Mari tunjukkan semangat sebenarnya!

Baik.

Pita mesin ketik.

- Pita, aku... - Lihat ini.

- Adegan ini ada di Bab pertama! - Kita tak bisa tampil.

- Ya, kita bisa. - Tidak, kita tak bisa.

Dengar, Gene tidak siap. Dia sangat kecewa.

Dia patah hati.

Dia butuh waktu mencerna apa yang terjadi.

Aku butuh waktu mencerna apa yang terjadi.

Itu melekat.

Dan kau perlu waktu mencerna apa yang terjadi.

Kita lakukan sambil latihan, oke?

Dengar, aku paham semuanya takut, oke?

Seperti saat mencukur rambutku untuk peran...

Never Saw Another Butterfly tanpa menyadari...

akan terbatasnya peran-peran lain.

Terkadang kita tak menyadari hal-hal yang penting.

Ditambah, ini The Front Page. Drama konyol.

Tapi kau yang memilihnya.

Aku memilihnya sebelum Janice terbunuh.

Kita tak tahu apa yang menimpanya.

Kita tahu! Barry. Semua orang tahu...

apa yang menimpa Janice kecuali kau!

Jika kita batalkan pertunjukannya, lalu apa artinya?

Apa?

Ini akan sukses. Ini akan sukses.

Kau harus percaya padaku. Percaya? Percaya padaku.

Oke, kita baik-baik saja.

Sutradara sudah siap!

Yang terhormat Batir dan teman-teman di Chechnya.

- Hei, Bung! - Yo, Teman!

Singkatnya, operasi di LA berjalan sukses.

Aku sadar masih ada hambatan kecil...

mengenai kerja sama dengan musuh lama kita, orang Bolivia,

tapi jangan khawatir, Batir, mereka menyenangkan.

Mereka pencuri handal dan pandai dalam pengiriman.

Dan kau tahu kita hebat dalam hal apa?

Mengemas ulang pengiriman itu.

Seperti yin dan yang, sudah ditakdirkan, sahabat akrab.

Omong-omong, Cristobal, pemimpin mereka, adalah guru mensch...

tingkat tertinggi, seperti Tony Robbins kecil.

Mengajari kami cara hebat menyelesaikan segalanya...

dan menguasai dunia dengan tetap tenang.

Dia menculik salah satu koki terbaik di Amerika Selatan...

dan membawanya kesini. Butuh waktu lama,

tapi kukira otaknya sudah dicuci.

Waktu santai bermain bola voli kita semakin mengesankan.

N.B. Aku sekarang dijuluki "Bullet (Peluru)" karena servisku.

Ya, menurutku ini mungkin masa paling bahagia...

dalam hidupku, Batir.

Bukan hanya karena aku memimpin operasi yang akan...

mengancam mafia Birma untuk peringkat tertinggi...

pada jajaran keluarga kriminal,

tapi aku menemukan sosok sahabat pada diri Cristobal.

Aku tak sabar kau menemuinya.

Akhir kata, tenang saja mengenai orang-orang Bolivia.

Seperti yang sering dikatakan Cristobal,

bersama kita lebih kuat.

Tuhan, benar sekali.

Hank, Cristobal ingin menemuimu.

Ini akan menyenangkan. Dia akan... Ah!

Hank, sini.

Kau kenal Esther, pimpinan keluarga kriminal Birma?

Belum.

Mungkin karena dia lawan terberat kita.

Tentu, saat ini menduduki kursiku,

minum dari cangkirku.

Aku datang untuk mengajukan penawaran.

- Dia bicara padaku? - Menurutku ini sangat menarik.

Kemari. Duduklah.

Katakan, apa yang ingin kita...

cicipi sekarang?

- Cokelat. - Heroin.

- Heroin, heroin. - Hank, heroin.

Satu hal yang belum kita capai di organisasi kita.

Yang akan memberi kita kekuatan sebenarnya.

Dengarkan.

Aku telah menemukan biara sebagai tempat tujuan kiriman...

apa saja ke negara ini,

tanpa ada yang mempertanyakan, karena alasan keagamaan.

Senjata, barang dagangan, terutama narkoba.

Aku menawarkan padamu dan Cristobal bagian yang sama.

Huh?

Oke. Mengapa?

Kami baru mendiskusikan Thomas Friedman.

Kau sudah membaca itu?

Oke, kau memberiku buku banyak sekali.

- Aku tak punya waktu. - Kau harus mengusahakan waktu.

- Tolong jangan menguping. - Thomas Friedman...

- Terima kasih. - mengatakan jika dua negara...

mempunyai McDonald's mereka tak akan berperang.

Maksud Esther...

Los Angeles ini cukup untuk kita semua.

Kita beri sedikit McDonald's untuk setiap penjahat,

dan segera, mereka akan menjadi tim.

Jadi kau mau berbagi rumah simpanan kita dengan dia?

More Indonesian subtitles for Barry

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left